
Tak lama setelah aku pingsan, Perlahan aku mulai membuka mataku dan bangun.
"~Ugnhh!!"
Aku mencoba melihat sekitar ruangan dan memperhatikan aku berada di ruang Uks. Dan saat ini aku duduk di atas kasur.
"Begitu, jadi aku di bawa di ruang uks ya.-
-Omong - omong sudah berapa lama aku pingsan?"
Sementara aku menanyakan itu, Dari depan terlihat seorang wanita berjalan mendekatiku..
"Oh Leon kamu sudah sadar."
...Wanita itu berumur 28 tahun. Ia memiliki Rambut Ungu panjang yang di kempang ke arah belakang dan juga memiliki Sikap keren dan tenang.
Aura yang ia keluarkan pun terasa seperti wanita dewasa.
Namun jangan salah paham, meskipun Wanita ini terlihat anggung tetapi ia sebetulnya pencinta Shota. Ia sangat menyukai para bocah yang umurnya sama persis denganku.
Nama dia adalah Nara biasa di panggil Bu Nara. Ia adalah Perawat dari ruang Uks ini.
"Jadi bagaimana perasaanmu? Apa kamu sudah baik- baik saja?"
Tanya Bu Nara.
Yaa sebetulnya aku sudah baik - baik saja sih tapi karena tujuanku menyakiti kepalaku yaitu untuk bisa mendapatkan surat izin ketidakhadiran selama beberapa hari agar bisa pergi menemui Boktis, jadi aku rasa sebaiknya aku berbohong saja kali ini.
"Maaf Bu Nara, sepertinya aku masih merasa pusing."
"Eh benarkah?"
"Ya, karena itulah bisa tidak aku pulang lebih awal? Kalau bisa aku juga ingin minta surat izin ketidakhadiran selama beberapa hari sampai kondisiku membaik."
Tentu saja Bu Nara tidak bisa memberikannya begitu saja. Bagaimanapun juga ini tiba - tiba sekali.
Namun setelah beberapa kali aku memohon padanya akhirnya ia pun memberikannya.
"Haaa baiklah aku akan berikan. Tapi aku hanya bisa memberimu surat izin ketidakhadiran selama 5 hari saja. Lebih dari itu kamu harus menanggungnya sendiri, mengerti."
"A-Aku mengerti."
Jawabku.
___________________________________
________________________________
Sementara itu di sisi lain, setelah pelajaran pertama selesai dan sudah waktunya istirahat. Bu Linda berjalan keluar dari kelas dan mencoba menuju ke ruang UKS.
TAP!!....TAP!!....TAP!!....
Sesampainya di sana, Bu Linda lansung membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam dimana ia melihat Bu Nara sedang merawat salah satu murid perempuan yang tangannya mengalami luka goresan di bagian sikunya.
"Nah aku sudah menutup lukanya. Dengan begini kamu akan baik - baik saja."
__ADS_1
Murid itu merasa senang. Ia lansung menundukkan kepalanya pada Bu Nara dan mencoba berterima kasih padanya.
"Makasih Bu Nara sudah menyembuhkan luka ku, Kalau begitu aku permisi dulu."
"Yah hati - hatilah di jalan, jangan sampai kamu terjatuh lagi."
Murid itu hanya membalas dengan senyuman, setelah itu ia berlari keluar dan meninggalkan ruangan ini.
Di sisi lain, Bu Linda yang sejak tadi memperhatikan mereka dari jauh mulai mendekati Bu Nara dan menyapanya.
"Sepertinya kamu sudah selesai merawat murid itu ya."
"Hmm Bu Linda, sejak kapan kamu ada di sini?"
Secara singkat Bu Linda menjawab..."Baru saja."...lalu kemudian ia lanjutkan lagi..
"Omong - omong dari tadi aku lihat sekeliling ruangan tapi aku tidak melihat Leon di manapun, kemana dia?"
"Hah itu, sebetulnya........"
Bu Nara mulai menceritakan semuanya pada Bu Linda apa yang ia bicarakan dengan Leon tadi.
Setelah Bu Linda mengetaui semuanya ia lansung mendesah sambil berkata....
"Haaa jadi begitu. Yaa aku tidak masalah si jika Leon minta pulang lebih awal.-
-Tapi Bu Nara, memang kondisi Leon seburuk itu ya sampai ia minta surat izin juga ke anda?"
"Sebetulnya dari pemeriksaan, kondisi ia tidak seburuk itu kok, hanya saja...."
Di sisi lain, Bu Linda melihat ada yang aneh dengan tingkah Bu Nara dan mencoba bertanya...
"Ada apa? Anda tiba - tiba diam begitu?"
...Bu Nara buru - buru memalingkan pandangannya ke arah lain seolah mencoba menghindari pertanyaan Bu Linda.
"Tidak, tolong lupakan saja apa yang ku katakan tadi.-
-Yang lebih penting,..ini surat izin ketidakhadiran Leon. Ia menyuruhku memberikan ini padamu tadi."
"Hmm...."
Bu Linda tidak mengatakan apa - apa dan lansung mengambil surat izin tersebut.
____________________________________
________________________________
Setelah aku(Leon) meninggalkan Sekolah, saat ini aku berjalan di pinggir jalan dan mencoba pulang ke rumah.
Namun tiba - tiba PIX menyadari sesuatu dan lansung menghentikan ku.
[Master, tunggu dulu sebentar.]
Aku sontak lansung berhenti jalan dan melihat PIX yang berada di kaos tanganku.
__ADS_1
"Ada apa, tiba - tiba kau menghentikan ku?"
[Aku tidak tau anda sadar atau tidak tapi apa anda ingin lansung pulang?]
"Ya, memang kenapa?"
[Bukankah anda masih meninggalkan tas anda di kelas? Apa anda tidak pergi mengambilnya?]
"Hah! KAU BENAR JUGAAA!!"
Aku seolah baru menyadarinya dan terlihat sangat shock. Sebab di dalam tasku terdapat banyak sekali senjata seperti Pistol, Belati, Granat dan Bom cahaya yang ku persiapkan jika suatu saat ada orang yang mencoba menyerangku.
Tentu saja orang yang ku maksud di sini adalah orang - orang yang mempunyai kemampuan spesial seperti Selena atau para PENGGUNA TUPXION dari dunia lain yang mencoba mengincar nyawaku.
Jika senjata - senjata itu sampai di temukan oleh orang lain maka itu pasti akan jadi sangat buruk.
"Sial, PIX ayo kita kembali ke sekolah."
[Siap Master.]
Aku berlari sekencang - kencangnya, dan tak butuh waktu lama aku sampai di kelas. Dimana ruang kelasku kosong, tak ada satupun murid di dalam.
Karena ini sudah waktunya jam istirahat jadi ada Kemungkinan kalau mereka semua berada di kanting.
"Syukurlah tidak ada satupun orang di kelas. Jika ada maka itu akan sangat merepotkan jika mereka menanyakan kondisiku.-
-Baiklah, tanpa menunggu lama lagi ayo kita ambil tasku setelah itu kita pergi dari sini."
PIX membalas dengan anggukkan kuat.
[Um.]
Lalu setelah itu aku pun pergi mengambil tasku dan keluar dari kelas. Dimana di saat aku berjalan di koridor, aku malah berpapasan dengan Sara.
"Hah!"
Sara sontak lansung kaget melihatku dan buru - buru berlari ke arahku.
"Le-Leon, aku kira kamu sudah pulang?"
"Yaa sebetulnya aku lupa mengambil tasku jadi aku kembali ke sini mengambil nya."
"Hmm jadi begitu."
Guman Sara.
Lalu kemudian Sara menatapku dengan serius dan mencoba mengatakan sesuatu padaku....
"Anu Leon sebetulnya-!!"
.....tetapi aku lansung menghentikan nya. karena masih banyak urusan yang harus ku lakukan setelah ini, jadi....
"Maaf Sara aku buru - buru. Aku permisi dulu."
Aku lansung berlari melewati Sara dan meninggalkannya di sana.
__ADS_1
Di sisi lain Sara terlihat sedih saat melihat aku pergi, sebab ia merasa bahwa akhir - akhir ini aku mencoba menghindarinya.