BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MASUK KE HUTAN LEBAT DAN ANGKER


__ADS_3

Setelah 1 jam kami menempuh perjalanan, tak lama kemudian akhirnya kami sampai di tempat Tujuan. dimana tepat di depan kami terlihat sebuah Hutan yang sangat lebat.


Dimana cahaya matahari pun bahkan hampir tidak bersinar di dalam sana.


"Baiklah, kita sudah sampai, cepat turung."


Ucapku sambil Turung dari Motor, begitupun dengan Bulan yang duduk di belakangku.


Setelah kami berdua turung, kami melepas Helm kami masing - masing, dan ketika Bulan melepas Helmnya ia melihat ke arah Hutan, dimana membuat Tubuhnya sentak merasa merinding.


Alasannya itu karena di lihat dari manapun hutan ini terlihat sangat angker dan juga menyeramkan, terlebih lagi di dalam sana terlihat agak gelap(mendung), sehingga membuatnya makin ketakutan.


"Le~Leon, jangan bilang kita akan masuk kedalam sana?"


Tanya Bulan sambil berahli ke arahku. Di sisi lain aku yang dengar itu dengan santai menjawab.


"Tentu saja."


Mendengar jawaban tersebut membuat wajah Bulan lansung terlihat suram. Namun tanpa pedulikan itu aku lansung membuka tasku, dimana aku mengambil Sebuah pisau di dalam sana.


Bulan yang melihat aku mengeluarkan Pisau tersebut, lansung terlihat Pucat dan tubuhnya sangat gemetar.


Mungkin ia merasa kalau aku berniat membunuhnya sehingga ia mencoba menjauh sedikit dariku.


"~Le~Leon kenapa,...kenapa kau bawah barang seperti itu di sini, apa yang ingin kau lakukan?"


Tanya Bulan, dimana ia terlihat sedang waspada denganku.


Melihat tingkahnya yang seperti itu, membuat aku sesaat kebingungan. Namun ketika aku perhatikan tatapan Bulan yang mengarah ke Pisau yang aku pegang.


Aku lansung tau apa yang ia pikirkan, sehingga membuat aku tertawa..


"Pfffft.."


"A-apa yang kau tertawakan?"


Tanya Bulan yang terlihat Geram.


"Bukan apa - apa, hanya saja aku mengirah, mungkin kau berpikir aku berniat membunuhmu kan?"


"Memang apa lagi."


"Pfffft..."


Melihat aku tertawa sekali lagi, membuat Bulan terlihat jengkel dan lansung membentakku dengan keras.


"LEON BERHENTILAH TERTAWA."


Ucapnya sambil menatapku dengan tajam. Namun bukannya aku marah atau semacamnya, aku malah tersenyum melihat tingkahnya yang seperti itu dan lansung menyentil dahinya.


TUKK!!


"~Aduh,..apa yang kau lakukan?"


"Bulan, tidak usah setakut itu, lagi pula Aku tidak punya niat untuk membunuhmu."


"Eh Benarkah?"


Tanya Bulan yang terkejut.

__ADS_1


"Yah."


Jawabku dengan tenang, kemudian aku berahli ke arah Hutan tersebut dan berkata..


"alasan aku membawa Pisau ini kesini, itu karena di dalam sana banyak sekali binatang buas, sehingga kita harus berjaga - jaga jika suatu saat kita di serang."


Ucapku sambil mengalihkan pandanganku ke arah Bulan. Dimana ia terlihat sedang menggosok Dahinya yang aku sentil.


"Hm-Hmmm, jadi begitu."


Ucap Bulan sambil menurunkan kewaspadaannya terhadapku. Mengetaui itu aku lansung mendengus dan berbalik mengambil tasku di bawah tanah.


Kemudian aku membawa tasku di belakang punggung dan berkata..


"Baiklah, ayo kita masuk."


___________________________________


_______________________________


Setelah beberapa saat kami berjalan di dalam Hutan, tak lama kemudian Aku mencoba memperhatikan sekitar, dimana aku tidak merasakan tanda - tanda adanya kehadiran hewan buas. Begitupun dengan sarang mereka.


(Sepertinya, Area ini aman)


Ucapku di dalam pikiran.


Kemudian aku lansung berhenti berjalan dan mengambil sebuah kertas di dalam Tasku.


Setelah aku mengambil kertas tersebut. Aku melebarkannya dan memperhatikan kalau kertas tersebut memperliatkan sebuah foto, luas dari Hutan tempat kami ini masuki.


Dimana Foto tersebut aku mengambilnya dari Google Map dan ku Print di warnet.


gumanku sambil memberi tanda kali di Luar Hutan. Kemudian aku memperhatikan Gambar itu lagi dan berkata...


(kita berjalan ke arah jam 12 selama 14 menit, kemudian arah jam 1 selama 9 menit, itu berarti kita sekarang berada....di sini.)


Ucapku di dalam pikiran, sambil memberi tanda Lingkaran hijau di dua area. Area jam 12 dan area jam 1.


Dimana, di setiap lingkaran Hijau tersebut menandahkan, Zona yang bisa kita lalui berada.


Alasan aku mengetaui hal itu, itu karena aku mempunyai pendengaran yang sangat tajam, sehingga aku bisa mendengar setiap suara hewan Buas dari jarak kejauhan.


"Leon, apa kau sudah beri tanda?"


Pada saat aku memikirkan itu, tiba - tiba Bulan memanggilku dari belakang. Namun tanpa berbalik ke arah dia, aku lansung melipat kembali Kertas itu dan menjawab...


"Yah, aku sudah beri tanda,...sekarang tinggal memasang ini."


Ucapku sambil mengambil sebuah Kain Putih di kantong jaketku dan mengikatnya di Ranting Pohon.


Ketika Bulan melihatku mengitak kain tersebut. ia mencoba bertanya..


"Anu Leon boleh aku bertanya?"


"Apa?"


"Bukankah tidak ada gunanya jika kau memberi tanda ke ranting itu. Lagi pula kau sudah buat Tanda di kertas itu kan?"


Tanya Bulan sambil menunjuk Kertas yang aku pegang. Namun tanpa pedulikan itu aku dengan tenang menjawab...

__ADS_1


"Tidak, kau salah Bulan, meskipun aku memberi tanda di kertas ini, namun itu hanya sekedar Zona yang bisa kita lalui saja-


-Berbeda dengan tanda(kain) ini, dimana setiap kali kita melihat tanda ini, itu berarti kita akan berada di Zona yang paling aman-


-sebab tanda ini menunjukkan tepat di tengah Lingkaran hijau berada. Yang artinya tempat dimana sudah ku konfirmasi keamananya."


Ucapku sambil melirik ke arah Bulan dengan tatapan Serius, Bulan yang di tatap seperti itu lansung terlihat gugup dan berkata..


"Be-Begitu ternyata."


Setelah Bulan mengucapkan itu, Terlihat aku yang sudah selesai mengikat kain tersebut, berahli ke arah Bulan Dimana aku berkata...


"Kalau begitu, ayo kita jalan."


_____________________________________


_________________________________


Sekitar 1 jam lebih kami berjalan, setidaknya ada 8 tanda yang kami buat di dalam Hutan.


Dimana 8 tanda tersebut, sekarang berbentuk seperti ular yang sedang berjalan ke depan.


Namun, ketika kami sudah beri 8 tanda, tak lama kemudian tiba - tiba kami berhenti berjalan.


Alasannya itu karena tepat di depan kami terlihat sebuah Tebing yang menancap ke atas, dimana tingginya sekitar 16 sampai 17 meter, sehingga membuat kami tidak bisa melanjutkan perjalanan karena di halangi itu.


"Ja-jalan Buntu, Leon apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Tanya Bulan sambil mengalikan pandangannya ke arahku. Dimana ia memperhatikan bibirku melengkun seperti Bulan Sabit.


"Leon, ada apa? Kau terlihat senang begitu?"


Pada saat Bulan bertanya, tanpa melihat ke arahnya, aku dengan tenang menjawab...


"Yaa kau tau, sepertinya kita sudah menemukan apa yang aku cari."


"Yang kamu Cari? Jangan bilang yang kamu Cari itu ini?"


Tanya Bulan sambil menunjuk tebing yang menghalangi jalan kami. Mendapatkan pertanyaan seperti itu Membuat bibirku lansung seringai sambil menjawab.


"Yah, inilah yang aku cari dari tadi."


Mendengar jawaban tersebut membuat Bulan lansung menatapku dengan datar, dimana ia berkata...


(Apa ni Bocah masih waras?)


Ucap Bulan di dalam pikiran. Kemudian ia mengelangkan kepalanya dan mencoba bertanya..


"Ta-tapi Leon, Buat apa kau mencari sesuatu yang seperti ini, apa ada alasannya?"


"Alasan? Yaa bisa di bilang KITA AKAN GUNAKAN TEBING INI UNTUK LARI DARI POLISI."


"Eh, apa maksudmu?"


Tanya Bulan yang terlihat kebingungan, namun tanpa pedulikan itu, aku dengan tenang Menjawab..


"YAA KAU AKAN TAU SENDIRI NANTI."


ucapku sambil berahli ke arah Bulan, dimana tatapanku seperti memancarkan cahaya di balik bayangan.

__ADS_1


__ADS_2