BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERUBAHAN KELOMPOK SERIGALA PEMBURU


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan, tak lama kemudian dari dalam pesawat terdengar suara pemberitauan yang mengatakan sebentar lagi pesawat ini akan mendarat ke tempat tujuan.


Mendengar itu, Brid lansung berdiri dan mencoba membangunkan Semua anggota yang lagi Tidur.


"Oi, semuanya Bangun, sebentar lagi kita sampai."


Pada saat Brid membangunkan semua anggotanya. Di sisi lain, Selena melihat keluar Jendela. Dimana Tepat di bawah.


Terlihat sebuah pangkalan besar berada tepat di tengah Hutan. Dimana pangkalan itu berdekatan dengan pegunungan yang ada di sampingnya.


Melihat hal itu, Baik Selena maupun Gregori lansung kaget. Sebab dari ingatan yang mereka ingat.


Tempat pangkalan itu, seharusnya tempat di mana Markas kelompok Serigala Pemburu berada.


Namun, bagaimana Bisa sebuah pangkalan besar ada di sana.


Ketika mereka berdua terlihat kebingungan. Selena lansung berbalik ke arah Brid dan mencoba bertanya..


"Brid, kenapa ada Pangkalan di bawah sana? Dari yang aku ingat seharusnya tidak ada pangkalan di situ. Terlebih lagi tempat itu, Bukankah tempat Markas kalian berada?"


Ketika Selena Bertanya, Semua anggota Serigala Pemburu saling menatap satu sama lain.


Namun, Setelah beberapa saat kemudian, tiba - tiba mereka semua tertawa dan Brid lansung menjawab...


"Yaa, kau tau, sebetulnya pangkalan itulah Markas kami Sekarang."


Mendengar Hal itu, baik Selena maupun Gregori lansung terlihat terkejut.


"Eeeeeeeh."


____________________________________


______________________________


Pada saat pesawat mereka sudah mendarat. Mereka semua lansung turung dari sana. Begitupun dengan Gregori yang sedang angkat 4 koper platinum di atas pundaknya.


Setelah mereka semua turung dari pesawat. Baik Selena maupun Gregori lansung tercengan.


Sebab tepat di depan matanya, ia bisa melihat kalau Markas atau Pangkalan Kelompok Serigala Pemburu sangatlah besar.


Bahkan Selena bisa melihat Ada banyak sekali orang di sini maupun Alutsista seperti...


Kendaraan berlapis baja, Artileri, Tank, Helikopter, Radar dan yang terakhir pesawat Angkut.


Dimana pesawat itu mempunyai Hangarnya masing - masing.


"B~Brid, apa ini benar - benar Markas kalian?"


Ketika Selena bertanya, wajahnya terlihat masih tercengan. Namun tanpa pedulikan itu Brid dengan santai menjawab...


"Tentu saja."


"kau pasti bercandakan, tidak mungkin ini markas kalian?"


Bentak lansung Selena. Namun...


"Tidak, ini benar - benar markas kami."


..Brid lansung menjawabnya dengan santai lagi. Sehingga membuat Selena lansung berkata....


"APANYA MARKAS KALIAN? JELAS - JELAS INI PANGKALAN MILITER. LIHAT, DI SANA ADA ARTILERI, TANK DAN HELIKOPER, TERLEBIH LAGI DI SANA JUGA ADA PESAWAT ANGKUT, TIDAK MUNGKIN KALIAN YANG PUNYA ITU SEMUA."


"Apa yang kau katakan? itu semua benar - benar milik kami."


Mendengar hal itu, membuat Selena lansung terlihat suram dan jatuh berlutut di tanah..


Setelah itu, ia mulai berbisik dan berkata...


"~~~Tidak, tidak, tidak..aku tidak mau percaya ini, aku pasti sedang bermimpi."


Brid yang melihat itu, hanya bisa menatapnya dengan tatapan rumit..


Sebab dilihat dari manapun tidak mungkin orang akan Percaya jika Pangkalan ini adalah Markas Kami.


Terlebih lagi, Alutsista yang kami punya sangat banyak, apa lagi Pangkalan ini juga di kelilingi benteng yang menjulang tinggi. Dimana di atasnya terpasang beberapa Alutsista.


Sehingga dari pandangan orang lain, ini sudah seperti pangkalan Militer dari sebuah negara.


Namun, pangkalan ini bukanlah milik negara melainkan ini milik sebuah kelompok yang bekerja, hanya sebagai tentara bayaran.


Jadi Tidak bisa di pungkiri jika Selena sampai Kaget melihat hal ini.


"Haaa."


pada Saat Brid Mendesah ia melihat ke arah Selena dan Berkata..


"Selena, aku tau kau kaget Melihat Markas kami jadi seperti ini. Tapi pertama - tama aku ingin kau temui Carla Terlebih dahulu. Setelah itu Carla akan Memberitaumu semuanya nanti."


Mendengar hal itu, Selena Lansung melihat Ke arah Brid dan bertanya..


"Benarkah?"


"Yah."


Jawab Brid secara Singkat.

__ADS_1


untuk sementara mereka berdua saling menatap satu sama lain. Namun, setelah beberapa detik kemudian Selena mulai berdiri dan berkata...


"aku mengerti...kalau begitu bawah aku ke dia."


"Tentu, ikuti aku."


Jawab Brid sambil tersenyum.


Setelah itu, mereka semua mulai berjalan sambil mengikuti Brid dari belakang.


TAP!!...TAP!!....TAP!!..


ketika Mereka semua sedang berjalan, Baik Selena maupun Gregori terus memperhatikan beberapa orang yang ada di pangkalan ini.


Dimana beberapa dari meraka Ada yang lagi latihan menembak, sedangkan yang lainnya lagi sedang Merawat Beberapa Alutsista seperti mengisi bahan bakar atau membersikan.


(Orang - orang ini, apa mereka juga di Sewa oleh Carla?)


Ketika Selena memikirkan itu, ia melihat ke arah Mael yang berjalan Di sampingnya dan bertanya.


"Omong - omong Mael, apa kalian Menyewa mereka juga?"


Ucap Selena sambil menunjuk ke arah Orang yang lagi latihan. Setelah itu Mael menjawab..


"Tentu saja tidak. Semua orang yang ada di pangkalan ini, Anggota kami."


Mendengar hal itu, membuat Selena sekali lagi terlihat terkejut.


Sebab jika ia perhatikan baik - baik setidaknya ada sekitar ratusan orang di pangkalan ini.


Terlebih lagi Mereka semua mengeluarkan Aura yang sangat kuat. Seperti mereka semua sudah mengalami Pertempuran Hidup dan mati.


(Jadi, bagaimana Carla mengumpulkan Orang - Orang ini?)


Ketika Selena bertanya - tanya, tidak jauh dari mereka Terlihat seorang pria sedang berjalan dan mendekati Mael.


"Instruktur, anda sudah pulang?"


Ucapnya sambil memberi Hormat.


Mendengar itu, Mael yang berada di Samping Selena lansung melihat Orang itu dan menjawab..


"Oh Respati. Aku Pulang."


**********


Author: Respati😮?..kalian pasti masih ingatkan Respati yang bertarung dengan Ogre king bersama Rangga😏.


**********


Setelah Mael mengucapkan Itu, ia perhatikan wajah Respati dan bertanya.


"Yah, berkat anda sekarang aku sudah terbiasa."


"Begitu."


Ucap Mael sambil tersenyum. Setelah itu Mael melihat ke arah Respati dan bertanya lagi..


"Omong - omong apa kau punya urusan denganku?"


"Yah. Sebetulnya ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan anda Instruktur."


"Denganku?"


Saat Mael bertanya lagi. Respati hanya menganggut setuju.


Melihat itu, Meal lansung berahli ke Anggotanya yang lain dan bertanya ke Brid..


"Bagaimana?"


Ketika Mael bertanya apa tidak apa - apa ia pergi dan bicara dengan Respati, Brid lansung menjawab.


"Pergilah, kami berlima sudah cukup untuk menahanya."


"Apa kau yakin?"


"Yah."


Jawab Lansung Brid.


Namun Di sisi lain, Ketika Selena mendengar pembicaraan mereka, ia entah kenapa mempunyai perasaan Buruk sehingga ia mencoba bertanya.


"Brid, apa maksudmu, kalian berlima Sudah cukup untuk menahannya? Siapa yang ingin kalian tahan?"


Ketika Selena bertanya Brid hanya menjawab...


"Kau akan tau nanti."


..setelah itu ia melihat ke arah Mael dan berkata...


"Kalau begitu, kami pergi dulu."


"Yah."


Jawab Mael.

__ADS_1


Setelah itu mereka semua mulai berjalan lagi sambil meninggalkan Mael dan Respati di sana.


ketika mereka sedang berjalan, tanpa Brid Sadari, Selena yang mengikutinya dari Belakang sedang menyipitkan matanya dengan tajam, Sambil menatap lurus ke arah Brid.


Dimana tatapannya seperti, Seolah - olah ia tau kalau Brid sedang menyembunyikan sesuatu.


___________________________________


____________________________


Beberapa menit setelah berjalan, tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di sebuah Masion.


Dimana Masion tersebut tidak lain adalah Markas pertama atau tempat tinggal anggota Serigala Pemburu.


Ketika Selena melihat Masion tersebut, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari Masion sebelumnya dengan Masion yang sekarang.


Dimana Masion Sebelumnya tidak mempunyai Tembok yang mengililingi sekitarnya. Tapi Sekarang ada.


Terlebih lagi Temboknya ini sangat tinggi, Sekitar 15M. Di tambah lagi ia mempunyai halaman yang sangat Luas.


Dimana, halaman itu di penuhi tanaman dan Bunga yang sangat indah, di padukan dengan Air mancur di sekitarnya.


Sehingga membuat Halamannya terlihat sangat Cantik.


"Oi Brid,...i~ini, ini sangat berbeda dengan Masion Kalian yang dulu yah."


Ucap Selana yang terlihat tercengan.


Bukan hanya Selana Saja bahkan Gregori pun juga takjub, melihat Halaman itu. Namun, tanpa pedulikan itu, Brid lansung berkata...


"Gregori, taruk Saja Koper itu di depan Pintu."


Setelah Gregori menaruk Kopernya di depan Pintu, Brid lansung melihat Ke arah semua orang dan berkata..


"Baiklah, ayo kita masuk."


Pada saat Semua orang Menjawab dengan anggukkan...


""""""Umm."""""""


...Brid lansung Membuka Pintunya 'Knock!!' dan masuk kedalam.


__________________________________


____________________________


Setelah mereka semua Masuk, Brid lansung mengantar semuanya Ke Ruang tamu, dan menyuruh mereka untuk Istirahat..


"Duduklah dulu sebentar, kalian pasti lelah."


Mendengar itu, baik Selena maupun Gregori lansung Duduk di sofa. Begitupun dengan Trio Bodoh, Dux dan juga Brid.


"Haaa,...aku sangat Capek."


Ucap Brid.


Setelah mereka semua duduk. Baik Selana, Gregori, Dux maupun Brid mulai merokot sambil bersantai di situ.


Kecuali Trio bodoh. Mereka sedang asik Ngobrol di sana.


Dimana mereka sedang membicarakan siapa yang paling banyak Membunuh Musuh waktu menjalankan Misi.


Namun, tanpa pedulikan mereka, Brid menghisap Rokotnya "Fuuuu!" Setelah itu ia melihat ke arah Pelayan yang membawakan mereka Bir dan berkata...


"Bisa kau panggilkan Carla."


"Baik Tuan."


Jawab sih pelayan sambil menunduk. Setelah itu ia berjalan naik ke lantai dua.


_________________________________


___________________________


Setelah beberapa saat mereka menunggu, tak lama kemudian Si pelayan akhirnya turung.


Di mana Carla terlihat sedang mengikuti si Pelayan dari belakang.


"Tuan, aku sudah membawa nyonya Carla." Ucap Si pelayan.


"Oh, makasih."


Balas Brid


Setelah itu, si Pelayan lansung pergi meninggalkan Ruangan ini.


Ketika Si pelayan Sudah pergi, Carla lansung berdiri di samping Sofa, tempat dimana Selena dan Gregori duduk.


Setelah itu ia berkata...


"Maaf membuatmu menunggu."


"Itu tidak apa - apa, yang lebih penting ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan-!"


'Mu' ingin ucap Selena. Namun sebelum ia mengucapkan itu, tiba - tiba ia lansung berhenti, ketika melihat ke arah Carla.

__ADS_1


Sebab tepat di depan matanya, ia melihat wajah Carla sangat pucat, Terlebih lagi kelopak matanya sangat Hitam, seperti ia sudah tidak tidur selama beberapa hari.


"CARLA."


__ADS_2