BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENAWARI DIA MENJADI PIONKU


__ADS_3

Setelah Selena pergi, aku berbalik dan kembali ke tempat Firdaus, dimana aku menyodorkan satu air botol minuman padanya.


"Nih minumlah, kau pasti haus."


Namun Firdaus tidak mengambil minuman itu malahan ia menampar tanganku yang dimana membuat minuman itu terlempar dan jatuh ke lantai.


"Berhentilah bersikap baik padaku, aku tidak butuh bantuanmu."


Meskipun Firdaus marah - marah padaku, tetapi aku tetap bersikap tenang dan santai, seolah - olah tidak pedulikan sama sekali dengan apa yang barusan ia lakukan.


"Astaga, aku tau kau membenciku tapi tidak perlu sampai melempar air itu segala, ini sangat mubazir tau.-


-Selain itu, jika kau tidak makan dan minum, Sara pasti akan khawatir padamu ketika melihat kondisimu yang seperti ini saat kembali ke rumah."


Firdaus sontak terkejut mendengar itu. Sebab jika ia kembali ke rumah itu berarti....


"Le-Leon, apa kau berniat melepaskanku?"


"Um ya tentu saja, lagi pula sejak awal aku tidak punya niat untuk menculikmu.-


-Semua ini di lakukan oleh Wanita itu dan ini tidak ada hubungannya sama sekali denganku."


"Yaa.....Kau benar juga."


Ucap Firdaus yang setuju denganku. Sebab dia sendiri pasti sudah dengar semuanya waktu ia pura - pura tidur saat Selena menceritakan alasan kenapa ia(Firdaus) sampai bisa di culik.


Dan dari situ ia tau bahwa aku tidak ada hubungannya sama sekali dengan penculikan ini.


"Selain itu Kak Firdaus, Alasan kenapa aku ada di sini juga, itu karena Adikmu yang minta tolong padaku untuk mencarimu."


"Apa! Sara?"


"Yah, Kau mungkin tidak tau, tapi selama kau menghilang Sara sangat khawatir sekali padamu, ia bahkan sampai bertanya ke beberapa teman kerjamu dan juga guru kelas kami untuk bisa menemukanmu.-


-Karena itulah cepat ambil ini dan isi perutmu, jika kau kembali ke rumahmu dengan kondisi yang seperti itu, bisa - bisa kau hanya tambah membuat Adikmu khawatir."


Sekali lagi aku menyodorkan minuman dan Sup Daging itu ke depannya, dimana kali ini Firdaus tidak mencoba menampar tanganku, melainkan ia lansung mengambilnya.


"Kau benar, makasih Leon, sepertinya aku terlalu emosi tadi."


"Itu tidak apa - apa, cepat makanlah."


"Un, kalau begitu,....Selamat makan."

__ADS_1


____________________________________


________________________________


Setelah Firdaus menghabiskan Sup dagingnya, kondisinya mulai sedikit membaik dan ia merasa segar.


"Fuuu aku sangat kenyang, tidak ku sangka Sup Daging seenak ini."


"Yaa itu karena kau sudah tidak makan sejak kemarin, jadi sudah pasti makanan yang kau rasakan ini akan terasa lebih enak."


Balasku dengan nada bercanda sambil duduk di sampingnya. kemudian aku lihat Firdaus yang sedang minum dan menatapnya dengan serius.


"Jadi Kak Firdaus, mulai sekarang apa yang akan kau lakukan? Apa kau masih ingin menangkapku?"


"Jujur saja ya, sampai saat ini aku masih ingin menangkapmu tapi sayangnya bukti yang ku punya belum cukup dan masih kurang.-


-Meski begitu aku tidak akan menyerah, aku akan tetap berusaha mencarinya dan menjobloskan kamu ke dalam penjara."


"Ooh Meskipun yang ku lakukan itu bukanlah kejahatan?"


Jika aku tanyakan pertanyaan ini tadi aku yakin Firdaus akan lansung jawab...dari mananya bukan kejahatan, jelas - jelas pembunuhan itu adalah tindakan kejahatan.


Namun kali ini berbeda, dia hanya diam saja di situ. Sebab ia tau jika ia mengakui bahwa aku ini-!!...tidak, yang ku lakukan ini adalah kejahatan maka sama saja seperti ia mengakui bahwa yang ia lakukan itu juga kejahatan.


Lagi pula itulah yang aku tanamkan pada pikiran Firdaus.


Yaa lagi pula aku juga beruntung karena Firdaus ternyata masih belum terlalu berpengalaman, jika itu adalah polisi yang sudah mempunyai banyak sekali pengalaman dalam menghadapi situasi seperti ini maka aku yakin ia pasti tidak akan mungkin bisa termakan dengan semua omonganku itu.


Tapi meskipun Firdaus tidak berpengalaman bukan berarti ia tidak berguna, karena setiap manusia pasti mempunyai keahlian nya masing - masing, dan aku sudah tau keahlian ia(Firdaus) seperti apa. Jadi setidaknya aku masih bisa gunakan ia di masa depan nanti.


"Fuuu Baiklah Kak Firdaus jika kau memang masih ngotok ingin mencari bukti - bukti itu untuk menangkapku aku tidak masalah. Namun biar aku ingatkan satu hal-


-Seberapa keraspun kau berusaha, kau tidak akan pernah bisa menemukan bukti - bukti itu, karena aku sudah menghilangkan semuanya."


Yaa bagaimanapun juga Keahlian orang dunia bawah dalam menghilangkan jejak dan bukti mereka tidak bisa di ragukan lagi. Sebab untuk bisa masuk ke sana mereka harus bisa melakukan itu jika tidak mereka tidak akan bisa bergabung ke sana.


Karena itulah orang - orang dunia bawah keberadaannya sangat sulit untuk di lacat serta di temukan, sebab mereka layaknya sebuah banyangan yang bercampur dengan kegelapan jadi hampir mustail untuk di temukan.


(Yaa meskipun tegnologi saat ini sudah maju sekalipun, orang - orang dunia bawah masih tetap sulit untuk bisa di temukan, sebab mereka juga membuat alat yang bisa melawan teknologi mereka.-


-Benar, sama seperti alat Anti kamera CCTV ini. Dengan adanya ini semua CCTV yang ada di sekitar kami jadi tidak berguna.)


Sementara aku tenggelam dalam pikiranku. Di sisi lain Firdaus terlihat sedang melamun, namun tak lama kemudian tiba - tiba ia menampar kedua pipinya dan melihatku.

__ADS_1


"Baiklah Leon, untuk sekarang kita lupakan saja apa yang ku katakan tadi.-


-Jadi, kapan kamu akan melepaskanku?"


Di saat Firdaus menanyakan itu, aku tidak merespon sama sekali dan hanya diam saja.


"Oi Leon, apa kau mendengarku?"


Firdaus menggucang - guncang pundakku yang dimana membuat aku lansung sadar kembali dan buru - buru melihatnya.


"Hah maaf, aku tadi sedang memikirkan sesuatu. Jadi apa yang kau katakan tadi?"


"Aku ingin tau kapan kau akan melepaskanku. Lagi pula kau sendiri yang bilangkan akan melepaskanku."


"Oh itu yah, un tentu saja aku akan melepaskanmu, tapi kita harus tunggu dulu sampai dia kembali ke sini."


Firdaus seolah tau dia yang ku maksud itu siapa.


"Maksudmu Wanita itu."


"Yah, ini sudah lewat lebih dari sepuluh menit jadi seharusnya ia sudah kembali ke sini, tapi ia tidak datang - datang juga. Jangan bilang ia buat masalah lagi di sana!....arhhhh ini sangat menyebalkan!"


Aku merasa jengkel dan menggaruk - garuk kepalaku. Namun tak butuh waktu lama aku berusaha menenangkan diriku kembali.


"Fuuu Sudahlah lupakan saja dia, dari pada itu Kak Firdaus."


"Un ada apa?"


"Aku sudah mengatakan nya sebelumnya, tapi apa kau mau menjadi Pionku."


Firdaus yang dengar itu merasa sangat shock, sebab ia tidak menyangkah kalau aku akan menawarkan hal itu lagi. Padahal ia pikir waktu itu hanya candaan saja tapi ternyata....tidak.


"A-apa Pion!! Tunggu dulu Leon, bukankah sebelumnya kau bilang bahwa yang kau lakukan itu hanya candaan saja?"


"Memang benar waktu aku pura - pura jadi penjahat itu hanya candaan saja, tapi saat aku menawarimu untuk menjadi pionku, sebetulnya aku serius."


Wajahku benar - benar terlihat sangat serius, seolah - olah tidak ada kebohongan sedikitpun di mataku.


"Jadi bagaimana Kak Firdaus, apa kau mau menjadi pionku?"


"Maaf saja Leon, tapi seperti yang aku katakan tadi, aku tidak akan pernah mau menuruti semua yang kau katakan."


"Ooh meskipun tujuanku membuatmu menjadi Pionku adalah....UNTUK MENYELAMATKAN KOTA INI DARI KEHANCURAN."

__ADS_1


"APA!!"


Saking kagetnya Firdaus sampai tidak sadar bahwa ia menyenggol mangkok Sup daging yang tadi ia makan dan membuatnya jatuh ke lantai.


__ADS_2