
"Ketua."
"Ada apa?"
"Anu kamu mungkin Belum tau, tapi Sebetulnya alasan Kenapa Selena Berani mengambil Permintaan yang di Khusus kan Untuk Kelompok kita, itu karena ia sudah Bergabung Dengan KSP."
"APA!"
Aku benar - benar merasa sangat terkejut mendengar hal itu. Sebab bagaimana pun juga Selena Adalah salah satu dari seratus Orang yang terbilang cukup kuat di dunia bawah.
Bahkan Saking kuatnya ia Sering di bandingkan Dengan Kekuatan Brid.
Tentu saja Brid masih jauh lebih kuat Di atasnya, tapi tetap saja ia adalah Orang yang kuat.
Karna itulah jika ia sampai Bergabung dengan KSP, Maka otomatis kekuatan KSP pasti akan bertambah Kuat.
"Brid apa kau Serius? Apa Selena benar - benar Bergabung dengan KSP?" tanyaku.
"Yah aku Serius. Bukan hanya Selena saja yang bergabung, tapi Semua anggotannya pun ikut bergabung juga tanpa Kecuali Orang itu."
"Maksudmu Gregori?"
"Yah."
Balas Brid dengan Tegas dimana membuat Tatapanku lansung menyipit dengan Tajam, Namun kemudian Brid menanyakan sesuatu yang lain padaku.
"Tapi Ketua Bagaimana Kau bisa tau Soal Permintaan Khusus itu, Bukankah Anda-!!....Tunggu Dulu, Jangan bilang...."
Seolah Tau apa yang ingin Brid katakan Aku lansung Seringai Kemudian menjawab...
"Yah, Seperti yang kamu pikirkan, Akulah Yang telah Buat Permintaan itu agar kalian Datang Kesini."
"Be-Begitu ternyata."
Tentu saja Brid merasa Terkejut, Namun di saat bersamaan ia juga penasaran sebab tidak mungkin aku melakukan tindakan seperti itu tanpa alasan. Ia yakin aku pasti Punya alasan Kenapa Melakukan hal itu.
"Ketua, apa Mungkin ada Alasan Kenapa Anda Memanggil Kami Ke sini?"
"Yah, tapi untuk sekarang kita Lewatkan saja itu dulu dan Fokus ke pembicaraan sebelumnya."
"Hmm.....Kau Benar, kalau begitu bisa beritaukan Aku sekarang, kenapa anda ingin mencari Selena?"
Ketika Brid menanyakan itu, aku tatap ia dengan tenang kemudian menjawab...
"Itu karena aku ingin minta bantuannya supaya ia bisa Menolong Carla."
"Eh apa maksudmu ingin Menolong Carla, apa kau ingin Bilang Carla dalam bahaya?"
"Kalau itu aku belum bisa pastikan, karena Informasi yang aku dapatkan Belum cukup kuat, namun bisa ku katakan ia memang sedang dalam bahaya.-
-Karena itulah untuk jaga - jaga aku akan minta bantuan Selena, karena hanya dialah satu - satunya yang Bisa Menolong Carla saat hal itu terjadi."
Brid hanya bisa terdiam dan terpaku Setelah mendengar itu, sebab Ia tidak pernah tau atau pun Sadar akan bahaya apa yang Carla Hadapi.
Bahkan Meskipun ia tau bahwa Carla sedang mencoba Melawan Jendral Alexei serta ke 4 Pengguna TUPXION lainnya Tetapi ia tidak khawatir sedikitpun, karena ia tau Rencana Carla sudah Sempurna untuk menghadapi mereka, Kalau begitu kenapa?
"Brid, aku yakin kau pasti sedang kebingungan dan bertanya - tanya. Kenapa aku ingin minta Bantuan Selena? memang bahaya apa Yang Carla Hadapi sampai aku harus minta bantuannya?-
-Jujur saja sebetulnya aku juga masih belum tau Bahaya apa yang akan ia hadapi, karena aku tidak berada di sana.-
-Namun setelah aku Bicara Dengannya(Carla) waktu ia telponan dengan Rangga di Malam itu, aku menjadi yakin bahwa ia kemungkinan dalam Bahaya tidaklah Nol."
(Oh iya, kalau tidak salah Carla memang pernah Bilang bahwa ia Pernah sekali Bicara dengan Adeknya Rangga yang tidak lain ternyata adalah Ketua waktu Telponan....Jangan Bilang saat itu Ketua juga sudah menyadari Rencana Carla?)
Tanya Brid di dalam Pikiran.
Sementara itu di sisi lain, karena aku rasa tidak ada gunanya membicarakan Hal ini lebih jauh lagi jadi aku mencoba kembali ke topik utama.
"Yaa apapun itu, yang jelas prioritas utama kita saat ini Adalah Mencari Selena. Jadi aku harap kau mau membantuku Brid"
"itu tentu saja."
"Bagus, kalau begitu kita harus cepat bergerak, lagi pula Selena saat ini juga Sedang terluka Parah."
Brid yang dengar itu lansung melebarkan Matanya Karena terkejut "Eh!" lalu kemudian ia bertanya...
"Selena Terluka parah? Apa anda yang melukainya?"
"Yah saat kami bertarung sebetulnya bukan hanya aku saja yang terluka tapi dia juga.-
-Setidaknya aku berhasil Menembak kakinya Sebanyak Lebih dari 5 kali."
"Li-Lima kali? Tunggu dulu itu berarti..."
"Yah, seperti yang kamu pikirkan, jika kita tidak cepat merawat dia, maka ada kemungkinan ia dalam Bahaya. Karena itulah Kita harus cepat mencari dia."
"Kau benar."
Balas Brid yang setuju denganku. Lalu kemudian ia melihatku dan bertanya..
__ADS_1
"Tapi Bagaimana Cara Kita untuk mencarinya?"
"Pertama - tama apa kau punya Peta?"
"Maksudmu Peta Kota ini?"
"Yah."
Jawabku, dimana Brid lansung mengeluarkan Sebuah Kertas yang terlipat Di Dalam Sakunya. kemudian ia Serahkan Kertas itu padaku.
"Ini."
Aku ambil kertas tersebut kemudian aku Lebarkan dimana Aku melihat ada Beberapa tanda di Setiap Lokasi yang terdapat di Peta ini.
Kemungkin tanda Tersebut Adalah tanda Tempat dimana Brid sudah datangi atau kunjungi untuk Mencari Selena tetapi ia belum menemukannya.
Itu berarti sekarang tinggal Tiga Lokasi saja yang belum ia Tandai, yang Pertama Di dekat Laut, kemudian Yang kedua di kawasan Kumuh, sedangkan yang ketiga di dalam Hutan.
"Begitu, tinggal tiga Lokasi saja yah yang belum kamu datangi?"
"Um."
Jawab Brid dengam Anggukkan. Setelah itu aku mencoba memperhatikan Peta itu sebentar, lalu kemudian aku kembali melihat Brid dan mencoba minta sesuatu padanya.
"....Brid, apa kau punya Hp?"
"Eh yah aku punya."
"Kalau begitu Pinjam dulu sebentar, ada sesuatu yang ingin aku lihat."
Tanpa Banyak tanya Brid lansung meminjamkan Hpnya itu padaku, dimana ketika aku sudah mendapatkan Hpnya, aku lansung membuka Sebuah Map dan pergi ke salah satu Lokasi yang belum Brid tandai di Peta. Dimana Lokasi itu adalah Di Hutan.
"Hutan? Ketua apa mungkin anda Mengira Selena Bersembunyi di sana?"
"Yah."
"Kenapa Anda Bisa berpikir Seperti itu, Bukankah masih ada dua Lokasi yang lainnya lagi yang Belum aku tandai?"
Tanya Brid, dimana aku mencoba menjelaskannya..
"Kau benar, tapi Coba kau pikir baik - baik, apa kau kira Selena mau Bersembunyi di dekat Laut? Tempat dimana sangat Terbuka dan banyak Orang sering kunjungi? Tentu saja tidak.-
-Bagaimanapun juga tempat itu adalah tempat yang sangat beresiko bagi dia untuk keberadaan nya di ketaui.-
-Adapun Tempat kedua yaitu Kawasan Kumuh. Memang benar tempat itu adalah tempat yang paling aman dan pas bagi Orang dunia Bawah Seperti kita atau pun Selena untuk di pakai Bersembunyi.-
-Tapi jangan lupa Saat ini Selena adalah Seorang Buronan Internasional, dan Bukan hanya Pihak PBB saja yang mengincarnya tetapi orang - orang dari dunia bawahpun ikut juga Mengincarnya karena Besarnya Hadiah yang bisa di dapatkan.-
"OTOMATIS NYAWA DIA PASTI AKAN TERANCAM"
Sambung Lansung Brid dengan Wajah Serius dimana aku dengan Tegas membalas.
"Benar, Karena Itulah satu - satunya tempat yang tersisa untuk Selena pakai Bersembunyi Adalah di Hutan ini."
Setelah mendengar penjelaskan ku, Brid benar - benar merasa takjub sekaligus kagum denganku, sebab ia tidak pernah Menyangka aku bisa menemukan Lokasi Selena Secepat ini.
(Sudah kuduga, Baik dulu maupun sekarang, Ketua..Kau ini benar - benar mengerikan.)
Pikir Brid yang terlihat takut sekaligus senang dengan kepintaran yang aku miliki. Tentu saja Aku memperhatikan Itu tetapi aku memilih untuk mengabaikannya dan lebih Memilih memperhatikan Map yang ada di Layar Hp.
"......"
Setelah beberapa detik aku perhatikan Map Tersebut, tak lama kemudian Aku kembali melihat Brid dan mencoba minta Sesuatu lagi padanya.
"Brid, apa kau Punya Spidol?"
"Eh! Yah aku punya."
"Kalau begitu sini, Berikan padaku."
Tanpa Banyak tanya Brid lansung memberikan Spidolnya itu padaku, dimana aku lansung membuka tutup Spidolnya dan Mulai membuat Setidaknya 3 Tanda Lingkaran Kecil di Peta tepatnya di Lokasi Hutan.
Setelah aku selesai buat, aku serahkan Kembali Spidol itu kepada Brid. Dimana Brid lansung mengambilnya.
Walau begitu Brid terlihat penasaran akan 3 tanda Yang ku buat di peta ini dan bertanya..
"Ketua, 3 Tanda Yang anda Buat di Peta ini, untuk apa?"
"Oh ini untuk mempersempit pencarian Selena."
Jawabku dengan Santai, kemudian aku lanjutkan lagi....
"Kau juga seharusnya Tau sendiri kan, Sangat sulit untuk bisa mencari Selena Di Seluruh hutan ini. Apa lagi kita juga harus cepat mencarinya karena harus merawat luka ia secepat mungkin.-
-Karena itulah aku menggunakan Map Hp ini untuk mempersempit pencarian dengan memperhatikan Seluruh Bagian Hutan dari jarak dekat, agar bisa menemukan tempat dimana saja Selena akan Bersembunyi-.
-Benar Contohnya saja Tiga Bangunan Terbengkalai yang aku temukan di dalam Hutan ini."
Ucapku sambil menunjukkan Hp itu kepada Brid, dimana Meski gambarnya terlihat kecil tetapi Brid masih bisa lihat setidaknya di Map itu ada Tiga Bangunan besar yang berada di tengah - tengah Hutan.
__ADS_1
Terlebih lagi Bangunan itu terlihat cukup tua dan sangat Rusak seolah sudah tidak pernah Dihuni lagi selama Beberapa Tahun.
"Anda benar di sini memang ada 3 Bangunan terbengkalai, tunggu dulu jangan bilang tiga tanda yang anda buat di peta tadi....."
"Benar, tempat dimana ketiga Lokasi Bangunan Terbengkalai itu berada.-
-Kemungkinan Besar salah satu di antara mereka tempat dimana Selena saat ini bersembunyi."
Setelah Aku selesai, Aku Melipat Peta itu kembali lalu kemudian aku menyerakan nya ke Brid, tidak lupa aku juga serahkan Hpnya.
"Ini, aku sudah membantu mempersempit pencariannya, Sekarang Giliranmu yang pergi Mencari Selena."
"Baik, Aku mengerti."
Balas Brid dengan Tegas, namun tiba - tiba ia ingat ada sesuatu yang ingin ia tanyaka padaku lagi, sehingga ia kembali melihat ke arahku.
"Oh iya Ketua aku lupa menanyakan ini, bagaimana dengan Masalah Rangga? Anda tau sendirikan saat ini ia sepertinya sedang ingin Mencari Selena juga dan berniat membunuhnya."
"Oh kalau itu kau tidak usah khawatir, lagi pula aku sudah punya Rencana Soal masalah itu."
"Eh benarkah?"
"Yah, makanya kau Fokus saja mencari Selena dan tidak perlu memikirkan soal masalah itu. soal masalah Murid Bodohku itu biar aku saja yang urusi, Mengerti."
"Baik Aku mengerti."
Jawab Brid. Setelah itu ia Bersiap - siap dan mencoba pergi dari Tempat Ini.
"Kalau begitu Ketua, aku pergi dulu."
Brid mulai berjalan namun tiba - tiba Aku memanggilnya.."Tunggu dulu Brid."..sehingga Membuat Brid berhenti sejenak dan melihat ke arahku.
"Ada Apa? Apa ada lagi yang ingin anda tanyakan?"
"Tidak, aku tidak Ingin menanyakan Apapun, lebih tepatnya ada satu hal yang ingin ku Konfirmasi darimu."
Ucapku dengan serius dimana Membuat Brid merasa sedikit tegang dan bertanya - tanya.
"A-Apa yang ingin anda Konfirmasi?"
"Di malam saat Rangga telponan dengan Carla, saat itu aku dengar bahwa Carla ingin balas Dendam dengan Orang yang telah membunuhku. Tapi dari yang aku tau Bukankah yang membunuhku itu Adalah Seekor Kucing bukannya Orang?.-
-Ini hanya Perkirahanku saja, Brid jangan Bilang Orang itu...."
"YAH, DIA JUGA PENGGUNA TUPXION."
".....Begitu, terima kasih sudah memberitauku, Sekarang pergilah."
"Ba~Baik, kalau begitu aku permisi dulu."
Setelah Brid mengatakan itu, ia Buru - buru pergi meninggalkan Ruanganku dimana Sekarang hanya tersisa Aku dan Fira di Dalam.
[Master, anu itu-!!]
PIX ingin menanyakan Sesuatu padaku, tetapi tiba - tiba ia berhenti sesaat melihat tatapanku, dimana tatapanku terlihat Kosong dan melotot ia dengan tajam.
(PIX, AKU INGIN KAU JAWAB DENGAN JUJUR, APA KAU SUDAH TAU SOAL KUCING ITU YANG DI KENDALIKAN OLEH PENGGUNA TUPXION?)
[I~Itu.......]
(APA KAU TIDAK INGIN MENJAWABNYA ATAU MUNGKIN KAU TIDAK BISA MENJAWABNYA?)
[Ma~Maafkan aku.]
(AKU TIDAK BUTUH MINTA MAAFMU SIALAN, AKU INGIN KAU JAWAB SAJA, APA KAU-!!)
Sebelum aku selesai Bicara tiba - tiba aku marasakan lengan bajuku di tarik - tarik oleh seseorang sehingga membuat aku kembali Sadar dan melihat ke arah dia.
Dimana Tepat Di sampingku terlihat Fira terus menarik - narik Lengan bajuku dengan wajahnya yang terlihat khawatir.
"Eon...Eon...Eon..."
Fira terus - terusan menyebut namaku. Jujur Aku tidak tau kenapa ia bersikap seperti ini, namun entah kenapa jauh di dalam hatiku aku mulai merasa sedikit Lega dan sedikit tenang.
(Apa - apaan ini, padahal tadi aku sangat kesal dan marah sekali tapi sekarang...-
-Sepertinya apa yang orang - orang Sering katakan bahwa anak Kecil itu adalah Seorang malaikat tidaklah Bohong.)
Pikirku sambil tersenyum. Lalu Kemudian aku mencoba mengelus - ngelus kepalanya agar ke khawatirannya itu bisa menghilang.
"Maaf ya, sepertinya aku sudah membuatmu khawatir."
Ucapku dengan senyuman Hangat dimana Membuat Fira lansung terlihat senang dan melompat ke arahku, kemudian ia peluk aku dengan Erat, seolah ia tidak ingin melepaskanku.
"Hehehe eon...😆"
"Woy tidak usah dekat begitu."
Aku mencoba menjauhkan ia tetapi ia tetap tidak ingin melepaskanku. Jadi mau tidak mau aku pasrah saja dan memilih menyerah padanya.
__ADS_1
"Astaga, anak kecil benar - benar sangat merepotkan."
Gumanku sambil tersenyum😊