
Di bangunan terbengkalai tempat dimana Leon pernah menghajar anak - anak berandalan. Disana Bulan dengan pakain Kasualnya terlihat sedang bersandar di sebuah Tembok sambil menunggu kedatangan seseoramg yaitu Leon.
Lalu tak lama Setelah ia menunggu akhirnya Leon pun Datang. Dimana Ia sedang mengendarai sebuah Motor Satria yang pernah ia pakai ketika ia pergi ke Hutan bersama dengan Bulan.
"Maaf membuatmu menunggu."
Ucap Leon sambil melepaskan Helmnya dan melihat ke arah Bulan. Lalu kemudian Bulan membalas...
"Itu tidak apa - apa. Yang lebih penting ayo kita berangkat sekarang. Lagi pula Aku juga punya urusan yang harus ku lakukan setelah ini."
"Hmm Baiklah, kalau gitu pakai ini dulu."
Leon melempar Satu Helmnya ke arah Bulan, dimana Bulan lansung menangkapnya lalu memakainya. Setelah itu ia naik ke atas Motor dan tanpa menunggu lama aku lansung tancap gas dan pergi dari tempat itu.
__________________________________
_______________________________
Di tengah perjalanan, di saat aku sedang mengendarai dari belakang aku dengar Bulan memanggilku....
"Leon."
...Sehingga membuat Aku lansung melihat pantulannya dari kaca spion dan bertanya..
"Ada apa?"
"Anu, setelah Urusanmu dengan Endru sudah selesai, Bisa tidak aku minta bantuanmu Sebentar."
"Bantuan?"
"Yah, aku ingin kau antar kami ke puskesmas. Tadi malam adekku,..Rezvan mengalami deman Tinggi, aku ingin membawanya tapi...."
Seolah tau apa yang ingin Bulan katakan aku lansung jawab...
"Kau tidak punya biaya perjalanan."
"Bukannya tidak punya hanya saja Semua uang yang kami miliki saat ini hanya tersisa untuk biaya Sekolah kedua adekku dan juga biaya Makanan kami sehari - hari, jadi......"
"Baiklah, aku mengerti aku akan antar kalian ke puskesmas setelah ini selesai."
"Benarkah, terima kasih Leon."
Ucap Bulan yang Terlihat senang, dimana membuat Bibirku lansung tersenyum di balik Helm.
____________________________________
_________________________________
Di salah satu Ruangan di rumah sakit, di sana terdapat Seorang Siswa berumur sekitar 17 Tahun. Ia adalah Salah satu anak berandalan yang pernah membuli Leon bernama Endru. Dan saat ini ia sedang Duduk di atas kasur sambil Memandang keluar Jendela. Dimana Seluruh bagian badannya serta kepalanya di penuhi oleh perban akibat Luka yang ia terima dulu dari Leon.
Lalu di saat ia Lagi asik - asiknya bersantai tiba - tiba ia dengar Pintu Ruangannya di ketok oleh Seseorang....
Tok!!....Tok!!....Tok!!....
...Endru lansung berahli ke arah sana dan bertanya..
"Siapa?"
Lalu Dari balik pintu terdengar suara gadis yang la kenal. Dimana Gadis itu tidak lain adalah Bulan.
"Ini aku, Bulan."
"Oh ternyata kau. Masuk saja pintunya tidak terkunci."
Setelah mendapatkan Izin, Bulan pun membuka Pintu dan lansung berjalan masuk ke dalam. Dimana ia juga di ikuti oleh Seorang Bocah dari belakang. Yang dimana Bocah itu tidak lain Adalah Leon.
__ADS_1
Sontak saja itu membuat Endru merasa kaget sekaligus terkejut.
"Ka~Kau...apa yang kau lakukan disini?"
"Apa? Bukankah sudah jelas, tentu saja aku datang ke sini untuk menjengukmu."
"Menjengukku? Jangan bercanda, Kau pikir aku jadi seperti ini gara - gara siapa. Cepat pergi sana."
Endru terlihat sangat marah dan ia mencoba mengusirku(Leon), tetapi aku mengabaikannya dan lansung pergi mengambil salah Satu Kursi yang ada di Ruangan. Lalu aku taruk kursi tersebut di dekat Kasur tempat Endru saat ini duduk. Yang dimana Membuat Endru tidak senang dan marah.
"DASAR SIALAN, APA KAU TIDAK DENGAR, AKU BILANG PERGI SA-!!"
'Na' ingin ucap Endru. Namun sebelum ia mengucapkan itu aku lansung mengambil Air Gelas yang ada di atas laci di samping kasurnya, kemudian aku Buang Airnya itu ke wajah Endru, yang dimana Membuat Endru lansung basah kuyup.
"KA~KAU...."
Endru terlihat shock, Ia tidak percaya dengan apa yang aku lakukan. Begitu juga dengan Bulan.
Namun tanpa mempedulikan itu, aku kembalikan Gelas yang aku ambil tadi ke tempat Sebelumnya. Kemudian aku melihat ke arah Endru dimana aku menatap ia dengan tenang...
"Bocah, aku peringatkan kau. sebaiknya kau jaga mulutmu itu dan tidak teriak - teriak padaku apa lagi membentakku. jika tidak.....AKU AKAN MEMBUNUHMU."
Mataku menyipit dengan tajam di iringi dengan aura intimidasi yang dimana membuat Endru lansung merasa merinding dan ia terlihat sangat ketakutan.
"~Hiii...!!"
Namun tak berhenti sampai di situ aku melanjutkan lagi.
"Kau...seharusnya kau sudah dengar kan dari Bulan. Dua Temanmu, Luis sama Felik sudah ku bunuh. Jika kau berani macam - macam denganku maka jangan pikir kau bisa lari begitu saja. Akan ku pastikan kau akan mengalami hal yang sama, seperti yang mereka alami. mengerti?"
"A~Aku mengerti."
"Bagus, kalau begitu...."
Aku berahli ke arah Bulan, lalu aku mencoba menyuruh ia untuk keluar Sebentar.
"Eh ta-tapi....-!!"
"Apa kau tidak dengar aku menyuruhmu untuk menunggu di luar."
Bulan Kaget saat melihat Tatapanku. Dimana ia seolah sedang di peringati. Dan tanpa Pikir panjang Bulan pun lansung berjalan Keluar.
TAP!!...Tap!!....tap!!....
Lalu di saat Bulan sudah meninggalkan ruangan ini. aku menghela nafasku untuk menenangkan diriku. "Haaa..!!" setelah itu aku kembali melihat Endru dan berkata..
"Baiklah mari kita mulai. pertama - tama aku rasa sepertinya aku tidak perlu memberitaumu kalau aku ini siapa. Karena di lihat dari wajahmu sepertinya kau sudah tau kalau aku ini bukan Leon yang kamu kenal dulu.-
-Kemungkinan besar Bulan sudah memberitaumu semuanya. Karena itulah kita akan lansung saja ke topik utama."
"......."
"Endru, Alasan aku datang ke sini itu karena ada seseorang yang sedang aku cari."
"Yang kamu cari? Siapa?"
"Orang yang Buat Apk Chatting Grup ini, Kau seharusnya tau dia kan?"
Tanyaku pada Endru sambil memperlihatkan layar Hpku, dimana ia melihat Sebuah Apk Chatting Grup yang sering Ia dan Juga Luis pakai untuk berhubungan dengan Para Berandalan lainnya yang ada di kota ini.
"K-Kau....untuk apa kau mencari dia?"
Tanya Endru.
"Kau tidak perlu tau itu."
__ADS_1
Balasku.
Untuk sesaat Endru berpikir. Setelah itu ia kembali melihatku namun ia tidak lansung menjawab pertanyaanku melainkan ia mencoba bertanya balik terlebih dahulu.
"Leon, Bagaimana jika aku tidak mau memberitaumu?"
"Yaa kau pikirkan saja sendiri."
Kata - kataku sangat singkat tetapi Endru bisa tau bahwa aku berniat membunuhnya, karena itulah satu - satunya pilihan yang ia punya saat ini hanya memberitaukan semuanya, agar ia tidak di bunuh.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan memberitaumu."
Setelah itu Endru mulai memberitaukan Semuanya padaku.
Mulai dari tempat Orang yang buat Apk itu tinggal, Provesi ia yang Seorang Hacker, sampai dimana ia bersekolah, semuanya Endru beritaukan.
_____________________________________
__________________________________
>Setelah Beberapa saat kemudian.
"Hmm jadi begitu, ternyata ia benar - benar seorang Hacker ya?"
Gumanku dimana Endru yang dengar itu lansung mengangguk.
"Um."
Kemudian aku melihat Endru lalu aku tatap ia dengan Serius dan bertanya...
"Endru, semua yang kau katakan tadi itu, benarkan?"
"Yah."
Jawab Endru dengan Tegas.
"Hmm ya sudah. Kalau gitu Karena urusanku di sini juga sudah Selesai aku pergi dulu. Namun Sebelum itu, nih ambil lah."
Aku memberikan satu Botol Minuman jus ke arah Endru. Dimana Membuat Endru kebingungan dan bertanya - tanya...
"A-Apa?...Apa kau memberikan ini padaku?"
"Yah."
Jawabku. Tetapi Endru sepertinya tidak mau menerimanya, sehingga aku mencoba memaksa ia untuk mengambilnya.
Lalu Sampai akhirnya ia pun menyerah dan mulai Mengambil minuman tersebut.
Namun sebelum ia berhasil mengambil minuman itu dari tanganku, dari balik pintu tiba - tiba kami dengar suara wanita dari Luar ruangan....
"Endru ini kakak, aku masuk ya?"
Dimana Suara itu aku rasa aku pernah mendengarnya di suatu tempat..
(Tapi dimana?)
Ketika aku memikirkan itu, Pintu ruangan mulai terbuka, dan di sana kami melihat Seorang wanita dengan pakain setelan Jas berjalan mendekati kami. namun....
"Tu-Tunggu, bukankah Dia...."
..Ketika Aku memperhatikan Wajah wanita itu aku sangat kaget, sebab aku kenal dia. Dia itu adalah Wanita yang pernah aku temui waktu aku pergi ke mall.
Dimana Saat itu Aku di bawa ke mall oleh Kak Rangga Untuk di belikan sebuah Hp. Namun saat itu aku merasa aku sedang di ikuti oleh beberapa Anak Berandalan sehingga aku mencoba memancing mereka untuk turung ke lantai bawah tepatnya di tempat Parkir menggunakan Lift.
Dan di situlah aku bertemu dengannya, dimana ia terlihat ketakutan di karenakan ia di keliling oleh Anak - anak berandalan di tempat yang sempik, sehingga aku pun membantunya. Sejak itulah aku menjadi dekat dengannya.
__ADS_1
(Tidak ku sangka aku malah bertemu dengannya lagi di tempat seperti ini. Di tambah lagi ia juga tadi bilang Kakak? Itu berarti ia Kakak Perempuan dari Anak Ini.)
Pikirku sambil Sorot mataku melirit ke arah Endru dengan tajam, serta di iringin dengan mataku yang memancarkan cahaya di balik Bayangan.