BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEMBALI KE SEKOLAH


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Brid, Aku kembali ke dalam rumah dan pergi ke ruang Tamu, dimana aku melihat Kak Rangga dan Juga Ayah sepertinya sedang menontong Siaran Berita dengan wajah yang serius.


Dan Saat aku perhatikan berita apa yang mereka nonton, aku melihat itu adalah Berita soal kematian Ganesh atau Ayah Luis yang di temukan Tewas dengan sangat mengenaskan di dalam Kamarnya.


Dimana ia di bunuh oleh Seseorang yang tidak di ketaui.


Bukan hanya itu saja bahkan barang Bukti soal korupsi dia berhasil di dapat dan orang - orang yang bersangkutan dengan dia pun di tangkap. Tanpa kecuali Istri dia yang berada di Luar kota.


"I-ini bercandakan!"


Guman Kak Rangga.


"Apa Pria itu benar - benar di bunuh oleh seseorang?" Tanya Ayah.


"Sepertinya begitu, Tapi siapa yang membunuhnya?.....Jangan Bilang......"


Kak Rangga Seolah sudah mulai menyadari siapa dalang Pembunuhan Ganesh. Melihat hal itu, Ayah sedikit penasaran dan bertanya..


"Rangga, apa mungkin kamu tau siapa yang bunuh Pria itu?"


"Tidak, aku tidak tau apapun."


Meskipun Kak Rangga berkata begitu tetapi Ayah sepertinya masih belum percaya, ia merasa Rangga mengetaui sesuatu soal itu.


"Rangga, apa kau yakin?"


"Yah."


Jawab Rangga dengan Serius. Dimana membuat Ayah lansung menyerah.


Karena bagi dia ini bukanlah sesuatu yang harus di ributkan di pagi hari begini, apa lagi di saat semua Orang masih ada di Rumah.


"Haaa sudahlah jika kau memang tidak mau memberitauku. Omong - omong Leon, kenapa kau berdiri saja di situ?"


Tanya Ayah saat melihat aku berdiri terus di samping sofa memperhatikan mereka.


"Hah anu sebetulnya Aku sedang mencari Bibi Selena, apa kalian melihatnya?"


Aku menunggu balasan Ayah. Namun bukan ia yang lansung balas melainkan Kak Rangga.


"Selena? Kalau tidak salah ia sedang Istirahat di atas, di dalam kamarnya."


"Ooh benarkah? Makasih Kak Rangga. Kalau Begitu aku pergi dulu."


Dengan wajah riang aku berlari ke arah tangga lalu naik ke atas untuk pergi ke Kamar Selena.


______________________________________


___________________________________


Setelah aku sampai di lantai dua wajahku yang tadinya Riang sekarang berubah kembali menjadi tenang.


Lalu aku berjalan di koridor dan menuju ke Depan Pintu kamar Selena.


Dimana aku mengetok - ngetok pintunya beberapa kali sambil mencoba memanggilnya tetapi tidak ada balasan dari dalam.


(Apa dia tidur?...tidak itu tidak mungkin, lagi pula ia tadi sarapan bersama kami.)


Pikirku. Sementara itu PIX seolah penasaran alasan kenapa aku ingin menemui Selena dan ia pun bertanya....


[Master, kenapa anda ingin menemui wanita itu, apa ada sesuatu yang anda inginkan darinya?]


(Yah. Aku ingin minta bantuannya.)


[Bantuan? Untuk apa?]


(Untuk mengurusi anjing yang terus mencoba melacak jejakku, sekalian aku juga ingin menjinakkan Anjing itu dan membuatnya menjadi kawan kita.)


Meskipun PiX tidak terlalu mengerti apa yang aku bicarakan, namun ia tetap menjawab...


[Begitu.]


Lalu setelah beberapa saat aku Ketok pintunya. Tak lama kemudian akhirnya Pintu itu pun terbuka.


Knock!!

__ADS_1


Dan Di situ aku Melihat Selena dengan pakaian kasualnya sedang menggunakan Headset di kedua telingannya.


(Pantesan saja ia tidak dengar - dengar saat ku panggil, ternyata ia pakai Headset.)


Sementara aku memikirkan itu, Selena melihatku dan bertanya...


"Ternyata kamu Leon. Ada apa? Apa kau punya urusan denganku?"


"Yah. Namun tidak baik membicarakannya di sini. Bagaimana kalau aku masuk dulu ke dalam."


Awalnya Selena berpikir. Namun tak lama kemudian ia pun mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam dengan membuka pintu kamarnya lebar - lebar.


"Baiklah, masuklah."


Tanpa menunggu lama aku lansung masuk ke dalam. Dimana Selena menutup Pintu kamarnya kembali.


Knock!!


____________________________________


________________________________


Keesokan harinya, aku bangun pagi - pagi sekali untuk melakukan olahraga yang sering aku lakukan.


Mulai dari Lari pagi, angkat beban sampai Push up sebanyak Ratusan kali.


Setelah melakukan itu semua aku kembali ke dalam kamarku untuk bersiap - siap pergi ke sekolah.


"Yosh, akhirnya selesai juga."


[Master, Sepertinya anda bersemangat sekali, apa anda sudah tidak sabar pergi ke sekolah.]


"Hmmm ya sedikit."


Balasku.


Lalu setelah aku memperbaiki Dasiku dan mengambil tasku, aku pun keluar dari kamar, dan pergi ke lantai bawah untuk sarapan di ruang makan.


Namun di saat aku menuruni tangga, aku bertemu dengan Brid yang baru saja kembali ke rumah.


Tanyaku di dalam pikiran. Sementara itu Brid yang baru menyadari keadiranku lansung menghampiriku.


"Leon, kau mau kemana berpakaian Rapi begitu."


"Aku mau ke sekolah."


Sontak Brid lansung terkejut mendengar itu dan bertanya..


"Eh, Sekolah?"


"Yah. Kau sudah dengar sendirikan kemarin, Hari ini aku sudah boleh masuk sekolah."


"Setelah di ingat - ingat itu benar juga."


Guman Brid. Lalu setelah itu ia mencoba memperhatikan seluruh bagian badanku. Dimana ia ingin membandingkan diriku yang dulu(di kehidupanku sebelumnya) dengan diriku sekarang.


"......"


Setelah beberapa saat ia membandingkan diriku, tak lama kemudian tiba - tiba ia mulai tertawa..


"Pffffft."


Tentu saja itu membuat aku kesal dan membentaknya..


"Woy apanya yang lucu sialan, berhentilah tertawa."


"Hahaha maaf, hanya saja melihat dirimu yang sekarang membuatku merasa aneh saat mengingat dirimu yang dulu."


Bukan berarti aku tak mengerti apa yang di katakan Brid. Namun tetap saja ini membuatku kesal di tertawai seperti itu terus.


Jadi aku pun menendang kakinya dengan cukup keras, hingga membuat Brid Jatuh berlutut ke lantai dan merintih kesakitan.


"~Aghhhh..Le~Leon apa yang kau lakukan, ini sakit sekali tau."


Aku mengabaikannya dan lansung pergi ke Ruang makan.

__ADS_1


______________________________________


___________________________________


Setelah kami selesai sarapan, aku lansung di antara ke sekolah.


Sesampainya kami di sekolah aku lasung masuk ke dalam dan berjalan di koridor kelas untuk menuju ke ruang kelasku.


Namun dalam perjalanan aku perhatikan semua murid sedang melihat ku. di antara mereka ada juga yang menatapku dengan tajam.


Tentu saja kebanyakan dari Mereka adalah Kakak Kelas yang satu angkatan dengan Anak yang pernah ku lukai dulu di kanting.


(Haaa sial, Ini sangat menyebalkan. Aku paling tidak suka di perhatikan seperti ini terus.)


[Ooh itu berarti, apa mungkin anda ingin buat keributan lagi, seperti yang ada lakukan di kanting dulu?]


(Tidak, untuk sekarang aku akan diam saja. Lagi pula sejak awal aku buat Keributan di situ(kanting). Itu karena Aku ingin Diskors agar bisa fokus menghadapi Selena.-


-Namun karena masalah Selena sudah selesai jadi mulai sekarang aku akan kembali menjalani kehidupan Sekolahku yang tenang seperti dulu.)


[.....Begitu, aku mengerti.]


Balas PIX yang merasa sedikit kecewa.


Namun tanpa pedulikan itu aku terus berjalan sampai akhirnya aku tiba di kelasku.


Dimana aku lansung buka pintu dan masuk ke dalam.


"Selamat Pagi."


Semua orang di kelasku lansung kaget saat melihatku. Di antara mereka ada juga yang kebingungan dan bertanya - tanya..


"Eh Le-Leon, kenapa ia datang ke sekolah?"


"Benar, bukankah seharusnya ia masih Diskors?"


"Apa mungkin, hukuman ia di kurangi?"


"Mungkin saja."


Beberapa Murid mulai saling berbisik soal masalah keadiranku. Namun aku mengabaikan mereka semua dan lansung pergi ke tempat duduk ku.


Dimana aku perhatikan Sara terus - terusan melirik ku. Tentu saja aku tau alasannya, namun aku tetap bertanya..


"Kau dari tadi terus melirikku, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?"


"Hah itu....Leon, apa kau tidak masalah masuk Sekolah hari ini? bukankah Hukumanmu masih ada beberapa hari lagi?"


"Oh soal itu kau tidak usah khawatir. kemarin dulu ayahku mendapatkan Telepon dari Pihak sekolah, mereka Bilang hari ini aku sudah boleh masuk sekolah."


Sara Sontak terkejut mendengar itu. "Eh, Benarkah?" lalu ia bertanya..


"Tapi, bagaimana bisa?"


"Yaa sepertinya anak itu mengakui kesalahannya sehingga Hukumanku di tarik kembali oleh Pihak sekolah."


"Hmm begitu."


Guman Sara sambil tersenyum.


Sementara itu aku memandang keluar Jendela sambil mencoba mengingat lagi apa saja yang terjadi beberapa hari terakhir ini setelah aku Diskors dari Sekolah.


Mulai dari menghadapi Selena, memberitaukan identitasku pada mereka berdua sampai perseturuan antara Alexei dengan Carla dan masih banyak lagi.


Namun semua itu tidak ada apa - apanya di bandingkan Momen yang aku tunggu - tunggu nanti.


Momen dimana Kalian(KSP) akan menghadapi Alexei dan juga 4 pengguna TUPXION lainnya.


Meskipun dari segi kekuatan Pihak Alexei yang menang namun Kalian tidak usah khawatir karena....


MULAI SEKARANG DAN MULAI DETIK INI AKU AKAN BANTU KALIAN DARI BELAKANG LAYAR DAN MEMBERIKAN KALIAN SEBUAH KEMENANGAN.


MESKIPUN KALIAN HARUS MENGHADAPI 4 ATAU BAHKAN LEBIH DARI 10 TUPXION SEKALIPUN ITU TIDAK MASALAH.


KARENA SELAMA MEREKA MANUSIA AKU SEBAGAI PENJAHAT YANG PALING DI TAKUTI DI DUNIA MASIH MEMPUNYAi SERIBU SATU CARA UNTUK BISA MENGHABISI MEREKA.

__ADS_1


(Karena itulah kamu tidak usah khawatir....CARLA.)


__ADS_2