
"Le-Leon, bisa kamu ulangi apa yang barusan kamu katakan tadi? Sepertinya aku salah dengar?"
Karena Carla menanyakan itu, jadi aku mengulangi pertanyaanku tadi dengan nada tegas sehingga mereka semua bisa dengar dengan baik.
"Aku bilang...APA KAK CARLA BERNIAT BUNUH DIRI?"
Awalnya mereka semua menganggap kalau aku ini hanya sedang bercanda saja, namun ketika melihat tatapanku, mereka semua lansung berubah menjadi serius.
Tanpa kecuali Brid yang lansung bertanya padaku...
"Le-Leon, kenapa kau menanyakan hal itu padanya?"
Tak mau tinggal diam, Selena mencoba ikutan juga...
"Benar, bukankah pertanyaan mu itu tidak sopan."
Namun, meski begitu aku mengabaikan mereka berdua dan terus menatap Carla. Dimana Carla saat ini sedang menatapku juga.
Hingga membuat kami berdua saling menatap satu sama lain.
"....."
"....."
Setelah beberapa detik kami saling menatap, tak lama kemudian akhirnya Carla mulai membuka mulutnya.
"Leon, Boleh aku tau, kenapa kamu menanyakan hal seperti itu padaku?"
"......."
Aku diam saja dan melamun, jadi Carla mencoba memanggilku...
"Leon."
...Namun, tetap saja aku diam. Hingga akhirnya Selena turung dari kasur dan menampar kepalaku, yang dimana membuat aku lansung menjerik kesakitan.
"~AGHH KEPALAKU...KEPALAKU!! WOY APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN?"
"Saat orang sedang bicara denganmu, jangan hanya diam saja. Apa kau tidak dengar, sejak tadi Carla terus memanggilmu tau."
"Hah!"
Seolah baru sadar, aku buru - buru melihat Carla dan minta maaf padanya..
"Ka~Kak Carla maafkan aku, aku...."
"Tidak usah di pikirkan. Yang lebih penting bisa beritau aku sekarang alasan kamu menanyakan hal itu padaku?"
"Eh um...yaa, sebetulnya beberapa hari yang lalu, aku nonton Sinetron dan pemerannya seorang wanita.-
__ADS_1
-Suatu hari, wanita itu kehilangan orang yang ia sayangi. Ia menjadi depresi dan tak bisa tidur. Kelopak matanya sampai menjadi hitam dan wajahnya pun terlihat sangat pucat. Lalu-!!"
Sebelum aku Selesai bicaraku, Tiba - tiba Selena menghentikanku...
"Tunggu...Tunggu dulu Leon, kau ini sedang membicarakan Sinetron kan?memang apa hubungannya itu dengan yang kau tanyakan Ke Carla?"
"Yaa kau tau, saat aku lihat kondisi dari pemeran wanita itu, aku mengingat kondisinya hampir mirip dengan kondisi Kak Carla.-
-Dan di akhir cerita wanita itu melakukan Bunuh diri. Karena itulah aku rasa mungkin saja Kak Carla akan melakukan hal yang sama seperti wanita itu."
Baik Carla dan juga Selena yang dengar itu lansung menepuk kening mereka dan terlihat kecewa. Sebeb mereka pikir ada apa? Ternyata hanya itu.
Namun berbeda dengan mereka berdua. Di sisi lain Brid terlihat sangat serius. Sebab ia tau betul, pasti ada makna lain di balik cerita yang barusan ku sebutkan itu. Meskipun ia tidak tau apa itu. Namun jika benar Carla berniat Bunuh diri maka..
(Apa yang akan kau lakukan Ketua-!!..tidak, maksudku Leon.)
Sementara Brid memikirkan itu, di sisi lain Carla terlihat sedang menghela nafasnya "~Haaa...!" kemudian melihatku.
"Leon, aku mengerti apa yang kamu katakan, namun kamu tak usah khawatir karena itu hanya sebuah Sinetron. Aku tidak punya niat sama sekali untuk melakukan Bunuh Diri."
"Benarkah? Apa kau bisa berjanji padaku?"
"Yah, aku janji."
"Yeaah."
Lalu setelah itu. karena Carla merasa sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan jadi ia mulai menutup panggilannya.
"Baiklah kalau begitu sudah saatnya aku tutup. Dah Leon."
"Dadah Kak Carla."
Aku dengan ceria melambaikan tanganku ke arahnya. Lalu di saat Panggilan itu sudah berakhir, ekspresi wajahku yang tadinya sangat ceria lansung berubah menjadi serius.
"Baiklah, ada banyak yang ingin ku tanyakan pada kalian(Brid, Selena), tapi pertama - tama bisa beritau aku apa yang kalian bicarakan dengan Carla tadi?"
Tanpa mencoba menyembunyikannya, Brid mulai memberitaukan semuanya padaku, apa yang ia bicarakan dengan Carla tadi.
Menurut apa yang ia(Brid) katakan, Carla memerintahkan mereka untuk secepatnya kembali ke markas, karena ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan mereka berdua.
Meskipun mereka berdua belum tau hal apa itu, tetapi Brid menduga bahwa hal ini mungkin saja ada hubungannya dengan jadwal pertemuan mereka dengan orang itu.
Karena itulah, mereka harus bersiap - siap untuk kembali ke markas.
"Begitu, jadi pertemuan itu sudah dekat ya. Jadi kapan kalian akan berangkat?" Tanyaku.
"Besok malam, setelah kami selesai makan malam." Jawab Brid.
"Oh baguslah, itu berarti kita masih punya waktukan, kalau begitu Selena bisa ikut aku sebentar, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu."
__ADS_1
"Oh iya kalau di ingat - ingat kau datang ke sini karena ada yang ingin kau bicarakan denganku kan? Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
Di saat Selena menanyakan itu, aku mengeluarkan Hpku lalu aku tunjukkan Foto Firdaus padanya..
"Kau ingat pria ini kan? Beberapa hari yang lalu aku menyuruhmu untuk mengawasinya. Namun beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan kabar kalau ia telah menghilang kemarin malam. Aku yakin kau seharusnya tau sesuatu soal itu kan?"
"Hah itu, anu......"
Aku perhatikan tingkah Selena menjadi aneh. Ia memalingkan pandangannya dariku, seolah - olah tidak ingin melihatku.
"Woy ada apa?"
"Ma-Maaf Leon, sebetulnya......."
____________________________________
________________________________
Selena menggunakan kekuatan teleportasinya dan membawaku ke sebuah bangunan terbengkalai yang berada di dalam hutan. Dimana Bangunan ini tempat dimana Selena pernah bersembunyi.
"Woy, kenapa kau membawaku ke sini?"
"Kau akan tau sendiri nanti, cepat ikuti aku."
Aku mengikuti Selena dari belakang. Lalu di saat kami masuk ke sebuah ruangan, di sudut ruangan aku melihat seseorang.
Orang itu sangat berantakan dan ia terlihat sangat lemas. Kedua tangan dan kakinya juga terikat oleh tali sehingga ia tidak bisa bergerak.
"Woy, apa - apaan ini Selena?"
Aku merasa sangat terkejut, sebab orang itu tidak lain adalah Firdaus, Kakaknya Sara. Orang yang saat ini sedang di cari - cari oleh pihak kepolisian karena dianggap telah menghilang.
Namun, tidak ku sangka kalau pelakunya itu ternyata adalah Selena.
"SELENA, SEBAIKNYA KAU JELASKAN INI BAIK - BAIK, JIKA TIDAK KAU TAU SENDIRIKAN APA YANG AKAN TERJADI PADAMU."
Aku mengeluarkan aura membunuhku serta memberikan ia tatapan tajam, yang dimana membuat sekujur tubuh Selena gemetar dan ia terlihat sangat ketakutan.
"~Hiii...Le~Leon tunggu dulu sebentar. Aku mengerti, aku akan jelaskan, karena itulah tolong hilangkan aura membunuhmu itu."
"....Baiklah, kali ini aku akan menurutimu."
Aku pun menghilangkan aura membunuhku, lagi pula aku juga tidak ingin terlalu mengancam dia.
"Nah sekarang bisa beritau aku alasan kenapa kau menculik dia?"
"Y-yah, sebetulnya......"
Selena mulai menceritakan semuanya padaku, apa yang terjadi kemarin malam.
__ADS_1