
Setelah kami menemukan apa yang aku cari di Hutan. Saat ini aku sedang mengambil sebuah Lakban hitam di dalam Tasku.
Dimana tepat di belakangku terlihat Bulan mencoba bertanya...
"Jadi Leon, apa yang akan kau lakukan sekarang."
Tanya Bulan sambil melihat Aku mengeluarkan Lakban tersebut dari dalam Tasku. Kemudian aku berbalik ke arahnya dan menjawab..
"Pertama - tama aku buat dulu Tanda di situ, setelah itu kita pulang."
Mendengar jawabanku membuat Bulan sedikit terkejut dan bertanya lagi..
"Eh, hanya itu saja, apa tidak ada lagi yang ingin kamu lakukan di sini?"
"Tidak, sebetulnya masih ada beberapa hal lagi yang ingin aku lakukan, tapi karena ini sudah siang jadi sebaiknya kita pulang saja."
Ucapku sambil melirik ke arah jam tangan Bulan, dimana sudah menunjukkan Pukul 13 : 45 siang hari. kemudian aku menatap Bulan dan berkata..
"Lagi pula, kau juga harus istirahat, sebelum pergi kerja kan."
Ucapku sambil tersenyum, melihat itu membuat mata Bulan sedikit melebar dan buru - buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Melihat tingkahnya yang seperti itu membuat aku lansung mendengus dan berahli ke arah Tebing yang menancap ke atas, dimana tingginya sekitar 16 sampai 17 meter.
"Kalau begitu, Bulan tunggulah di sini, aku buat Tanda dulu di sana."
Ucapku sambil berjalan ke arah Tebing tersebut.
_________________________________
______________________________
Setelah aku buat tanda di tebing, aku kembali ke tempat Bulan, dimana Bulan terlihat sedang menatapku dan bertanya..
"Apa kau sudah selesai?"
"Yah."
Jawabku secara singkat, kemudian aku mengambil tas yang ku letakkan di tanah dan memakainya di belakang punggungku.
"Yosh, kalau begitu ayo kita pulang."
Ucapku sambil melihat ke arah Bulan. Dimana Bulan menjawabnya dengan anggukkan. "Umm." kemudian kami berdua lansung berjalan keluar dari Hutan.
TAP!!...TAP!!...TAP!!.........
Setelah satu jam lebih kami berjalan, tak lama kemudian akhirnya kami keluar dari Hutan.
"~Ughh akhirnya kita keluar juga."
Ucapku sambil meregangkan kedua tanganku. Kemudian aku berjalan ke arah Motorku. Dimana aku mengambil 2 Helm yang tergantung di situ dan menyerahkan 1 ke Bulan.
"Ini."
__ADS_1
"Makasih."
Ucap Bulan sambil mengambil Helm tersebut dan memakainya.
Setelah kami berdua memakai Helm, kami lansung naik di atas Motor dan menyalahkannya. Kemudian tanpa menunggu lama aku lansung tancap Gas dan pergi meninggalkan tempat itu.
___________________________________
_______________________________
Setelah beberapa saat kami melakukan perjalanan, tak lama kemudian akhirnya kami sampai di kota.
Dimana kami berhenti di salah satu perumahan pemukiman warga, yang Rumah tersebut tidak lain adalah rumah tempat Bulan tinggal.
"Terima kasih sudah mengatarku pulang."
Ucap Bulan sambil turung dari Motor dan menyerahkan Helm yang ia pakai ke padaku.
"Itu tidak apa - apa."
Jawabku sambil mengambil Helm tersebut.
Kemudian tanpa berkata apa - apa, Bulan lansung berbalik dan mencoba berjalan masuk ke dalam Rumahnya.
Namun, ketika ia baru saja mau berjalan, aku lansung menghentikannya dari belakang.
"Bulan, Tunggu dulu."
"Ada apa?"
"Ini, aku lupa memberikanmu tadi."
Ucapku sambil memberinya sebuah Kantong Hitam yang ku keluarkan dari Dalam tasku. Dimana Kantong tersebut berisikan, beberapa ALAT ANTI KAMERA CCTV.
"Apa ini?"
Tanya Bulan
"Alat yang ku beritau kan tadi malam."
"Maksudmu, alat yang kau suruh pasang di Masion Luis?"
"Yah."
Jawabku dengan tenang. Di sisi lain Bulan yang dengar itu lansung membuka kantong tersebut. Dimana di dalamnya terdapat 10 lebih kotak Hitam, yang Isinya Tidak lain adalah Alat Anti kamera CCTV.
panjang dari alat Tersebut sekitar 10Cm dan lebarnya 7Cm, di tambah lagi di atas alat tersebut terdapat sebuah antena yang fungsinya mendeteksi CCTV yang ada di sekitarnya dan secara otomatis merusak Rekaman CCTV tersebut.
"Seperti yang aku beritaukan tadi malam, kau hanya perlu memasang alat - alat ini di setiap CCTV yang ada di masion Luis, setelah itu biar aku yang urus sisanya."
Ucapku dengan serius, kamudian aku Menambahkan lagi.
"Dan satu hal lagi, kalau bisa aku ingin kau melakukan ini secepat Mungkin, supaya aku bisa menjalankan Rencanaku, mengerti?"
__ADS_1
Tanyaku dengan nada Tajam, Bulan yang dengar itu lansung terlihat Suram, dimana ia menjawab dengan suara gemetar...
"Ba-Baik, aku mengerti."
Merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya, sehingga aku lansung menyipitkan mataku dan mencoba bertanya..
"Bulan, ada apa?"
"Le~Leon,...apa kau......"
Seolah - olah Bulan susah untuk mengatakannya, ia lansung berhenti bicara dan menundukkan kepalanya kebawah.
"......"
Namun, Setelah beberapa detik kemudian perlahan ia mendesah "haaa..." dan melihat ke arahku dengan Serius.
"Leon kau,...apa kau benar - benar akan melakukan itu?"
"Apa maksudmu?"
"Maksudku Rencanamu, di lihat dari manapun itu sangat mengerikan.."
Ucap Bulan Sambil meremas Tangannya dengan erat, dimana ekspresi terlihat pucat. Setelah itu ia melanjutkan lagi...
"..meskipun kami sudah membulimu dan Melukaimu saat itu, tapi apa yang kau Rencanakan itu terlalu-"
"BULAN TUTUPLAH MULUTMU."
Sebelum Bulan Selesai Bicara, tiba - tiba aku memotongnya dengan Nada tajam. Hingga membuat Bulan sentak kaget dan terlihat gemetar.
Namun tanpa pedulikan itu aku berkata...
"Apapun yang coba kau katakan, aku tidak punya niat untuk membatalkan Rencanaku menghukum mereka, Selain itu...."
Sesaat aku berhenti, aku menyipitkan mataku yang tajam ke arah Bulan, dimana aku berkata..
"Bulan, apa kamu lupa, tadi Malam aku sudah memberimu pilihan-
-KAU MAU MELINDUNGI KEDUA ADIKMU ATAU MENGHIANATI TEMANMU,
-dan kau sudah memilih untuk Menghianati temanmu, Jadi berhentilah bicara Omong kosong seperti itu lagi, mengerti."
Ucapku sambil menatap Bulan dengan tatapan tajam, dimana membuat Bulan lansung menggigil dan terlihat ketakutan.
"~Ba~Baik, aku mengerti."
Jawab Bulan dengan takut.
Namun, di saat Bulan mengucapkan itu, tiba - tiba ia mendengar suara Anak Kecil yang memanggilnya dari jarak jauh.
"Hah, Kak Bulan."
Saat kami melihat ke arah sana, di situ terlihat kedua adek Bulan yaitu Rezvan dan Haira sedang berjalan sambil menatap ke arah kami.
__ADS_1
"Rezvan Haira."
ucap Bulan yang terlihat terkejut.