
Carla dan Valdo tengah berduel di langit, mereka saling mengejar dan melancarkan serangan satu sama lain.
Dimana Carla mengirim beberapa Drome penghancurnya ke Valdo, sedangkan Valdo sendiri dengan lihai berhasil menebas semua Drome tersebut menggunakan pedangnya.
Tak cukup sampai di situ Carla menggerakkan beberapa alutsista nya untuk menyerang Valdo, termasuk kendaraan tempur anti udara dan juga artileri.
Valdo, yang sadar akan ancaman itu, meningkatkan kecepatannya dan berhasil menghindari sebagian besar serangan, sementara yang lainnya lahi ia hancurkan dengan beberapa pedang melayang yang berputar di sekitarnya.
"Seperti yang di harapkan, ia sungguh hebat, bahkan dengan serangan sebanyak itu ia berhasil selamat tanpa mengalami luka sedikitpun."
Noel sepakat dengan apa yang Carla katakan dan mengangguk.
[Anda benar, cara pengendalian pedangnya juga tidak biasa, pedang - pedangnya itu seolah sudah seperti bagian dari tubuhnya sendiri.]
"Setuju, tetapi sekuat apapun dia, dia itu tetaplah manusia, manusia yang memiliki hati nurani.-
-Pada akhirnya, kita akan memanfaatkan hati nuraninya untuk kepentingan kita."
Noel hanya mengangguk sebagai tanggapan atas pernyataan Carla, dan pertarungan mereka pun terus berlanjut di atas langit.
______________________________
____________________________
Sementara itu, di bawah, terlihat Mael dan Gregori berusaha untuk menghindari ketiga rantai es yang terus mencoba menangkap mereka sampai - sampai mereka kesulitan menanganinya.
"Cih berapa kalipun ku hancurkan, rantai ini terus saja kembali seperti semula. Energi dari Senjata S Gear ku juga sampai habis di buatnya."
Mael mengerutkan keningnya dan terlihat kesal.
Mael cuma menangani satu Rantai saja, berbeda dengan Gregori yang menangani dua Rantai.
Lalu di saat mereka masih berusaha menghindari Rantai itu tiba - tiba mereka dengar suara Selena yang sedang memanggil mereka dari belakang.
"Mael, Gregori!"
Mereka berdua segera menjauh dari rantai-rantai tersebut dan berbalik ke belakang dan melihat Selena yang sedang berlari mendekati mereka.
Mael bertanya dengan heran, "Selena, bukannya kau pergi membantu Carla? apa yang kau lakukan di sini?"
Selena menjawab dengan ketidakpuasan, "Saya datang kemari karena kami gagal menghentikan Gadis itu(Amaliya), ini semua di karenakan kalian membiarkan pak tua itu(Valdo) lolos sehingga ia menghalangi kami."
Mael merasa bersalah dan segera meminta maaf. "Maaf."
Meskipun mereka terhalang oleh rantai es, Mael dan Gregori sadar bahwa mereka membuat kesalahan dengan membiarkan Valdo lolos.
"Jika saja kami berusaha maka Kita pasti bisa menghentikan ia." Mael.
__ADS_1
Tidak ingin susananya menjadi berat Selena mencoba menenangkan mereka.
"Sudahlah, tidak ada gunanya membahas itu sekarang. Dari awal, memang sulit menghentikan dia(Valdo)."
Selena kemudian menjelaskan rencana mereka...
"Yang lebih penting kalian berdua bersiaplah, Saat ini Carla sedang berusaha menahan pak tua itu, dan kita diminta untuk menghentikan Area Beku yang diciptakan oleh Gadis itu.-
-Bagaimanapun caranya, kita harus menghentikan dia mengaktifkan Area Beku nya, jika tidak maka seluruh Alutsista di area ini akan di bekukan."
Mael dan Gregori merasa kaget sebab mereka menyadari bahwa kekuatan tempur mereka tidak hanya bergantung pada Senjata S Gear saja, tetapi juga pada alutsista yang dikuasai Carla. Jika alutsista-alutsista itu sampai dibekukan, maka sudah pasti itu akan sangat mengurangi kekuatan tempur mereka dan juga merugikan mereka.
"Aku mengerti apa yang kau katakan, tapi pertama - tama bagaimana Caranya kita melewati Rantai es itu? jujur saja sangat sulit melewati ketiga rantai es itu, apa lagi setiap kali di hancurkan rantai itu terus saja kembali utuh seperti semula." ucap Mael.
"Tenang saja, Aku yang akan membawa kalian ke sana(Tempat Amaliya), lagi pula saya masih bisa teleportasi satu kali lagi ke sana."
Mael terkejut karena sebelumnya dia pikir Selena sudah tidak bisa teleportasi lagi tapi ternyata tidak.
"Yaa udah kalau begitu tanpa berlama - lama lagi ayo bawa kami ke sana."
Selena merespon perkataan Mael dengan anggukkan.
"Um."
Namun sebelum mereka berangkat ada satu hal lagi yang ingin Selena tanyakan terlebih dahulu kepada Mael.
"Oh iya, Mael, bukankah energi Senjata S Gearmu sudah habis? Bagaimana caranya kau membantu kita menghentikan area beku gadis itu?"
Tidak seperti Mael yang ahli dalam menembak jitu, tanpa Senjata, maka ia mungkin tidak akan bisa memberikan dampak yang besar untuk melawan Amaliya.
"Aku mengerti apa yang kau pikirkan, tapi kau tidak usah khawatir karena aku punya caraku sendiri untuk membantu kalian menghentikan area beku nya,"
Kata Mael sambil membuka koper yang dipegangnya di belakang punggung, kemudian Ia mengambil sebuah botol kaca berbentuk bundar.
Di dalam botol kaca tersebut terdapat sebuah cairan yang mengeluarkan asap.
Awalnya, Selena mengira itu hanya air biasa, namun setelah ia memperhatikan dengan seksama, ia menyadari bahwa itu adalah air keras, atau lebih tepatnya cairan berbahaya.
"Ma~Mael, bukankah itu air keras?" tanya Selena.
"Yah, ini adalah air keras, Dux yang memberikannya padaku,"
jawab Mael. Kemudian, ia menambahkan lagi..
"Sebenarnya, aku tidak ingin menggunakan air keras ini, karena cairan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi musuh tetapi juga bagi tubuh kita sendiri. Tapi karena kondisi yang memaksa, jadi mau tidak mau aku harus menggunakannya.-
-Selain itu, dengan air keras ini, setidaknya aku juga bisa membantu kalian menghancurkan kuba es gadis itu."
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan Mael, Selena hanya bisa menyetujuinya, karena ia sendiri sadar bahwa tidak ada satupun dari mereka yang bisa menghancurkan kuba es Amaliya jika ia mengeluarkannya. termasuk Gregori.
"Haaa, baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, mari kita pergi," kata Selena.
Selena berdiri di antara Gregori dan juga Mael lalu kemudian memegang pundak mereka, setelah itu mereka bertiga lompat bersama dan menghilang dan muncul tepat puluhan meter di atas Amaliya.
!
Melihat hal itu, ELSIE terkejut dan segera membuat kuba es untuk melindungi Amaliya.
"MAEL!" seru Selena.
"Aku tahu," jawab Mael.
Mael langsung melempar botol kaca itu ke kuba es Amaliya.
CRASKKK!
Botol kaca itu pecah dan air kerasnya segera melelehkan kuba es Amaliya.
[APA!]
ELSIE kaget dan mencoba memulihkan kuba esnya kembali tapi sayangnya tidak berguna. Air keras itu terus saja melelehkan kuba esnya lagi dan lagi.
[Ba~Bagaimana bisa ini terjadi?]
ELSIE benar - benar kebingungan. melihat hal itu Alexei langsung mencoba membantu dan memberitahukan cara mengatasi air keras itu.
"HEI, DENGAR, CAIRAN ITU MUNGKIN AIR KERAS YANG BISA MELARUTKAN SEGALA HAL YANG DISENTUHNYA. JADI, BERAPA KALIPUN KAU MEMULIHKAN KUBA ES-MU, CAIRAN ITU AKAN TERUS MELELEHKANNYA. UNTUK MENGATASINYA, KAU CUMA PERLU MEMISAHKAN ANTARA YANG SUDAH KENA DENGAN YANG BELUM KENA, LALU MEMBUANGNYA. DENGAM BEGITU KAU BISA MEMULIHKAN KUBA ES MU KEMBALI."
[Maksudmu aku harus memotong kuba esku?] tanya ELSIE.
"Yah," balas Alexei.
[Tapi jika aku melakukan itu, kuba es ini akan bolong.]
"Kau bisa memulihkannya lagi, kan?"
ELSIE memang bisa memulihkan kuba esnya lagi tapi itu membutuhkan waktu, apa lagi ia rasa itulah yang mereka(Selena dan yang lainnya) inginkan.
Namun, jika ELSIE tidak segera memotong kuba esnya, maka cepat atau lambat cairan itu akan mengenai Masternya(Amaliya). Setidaknya ELSIE ingin menghindari itu.
[Sepertinya aku tidak punya pilihan lain.]
ELSIE segera memotong bagian kuba esnya yang telah kena, lalu membuangnya. Kemudian ELSIE buru-buru mencoba menutup kuba esnya kembali.
Namun sayangnya, dari atas, Gregori dengan kuat langsung melayangkan pukulan kuat ke arah kuba es Amaliya yang belum tertutup sempurna dan berhasil menghancurkannya.
__ADS_1
"APA!"
Semua orang kaget, termasuk Valdo yang sedang bertarung dengan Carla di udara.