
setelah aku selesai sarapan, aku lansung di bawah pergi ke sekolah. dan saat aku sudah sampai di gerbang sekolah, aku lansung turung dari Mobil dan menutupnya kembali.
"kalau begitu, aku pergi dulu."
"hah ingat, jangan sampai pulang telat lagi Leon." ucap ibu
"aku mengerti kok."
setelah aku mengatakan itu, ayah lansung menjalankan Mobilnya dan pergi meninggalakan Sekolah ku.
melihat mobil itu pergi. perlahan aku berbalik ke arah belakang dan mulai berjalan masuk ke dalam sekolah.
________________________________
_________________________
ketika aku sedang berjalan di Lorong kelas, aku melihat seseorang yang aku kenal sedang berjalan di depanku dan mencoba memanggilnya.
"Sara."
saat aku memanggilnya. Sara, gadis yang sekalas denganku lansung berbalik ke arah belakang dan melihat ke arahku.
"Leon ya, selamat pagi."
"oh selamat pagi."
seperti biasa. gadis ini mempunyai tatapan yang dingin. saat melihat seseorang.
meskipun aku tau kalau gadis ini mempunyai tatapan seperti itu. namun entah kenapa setiap kali aku melihatnya, aku merasa seperti ia sedang marah dengan ku.
(yaa, walaupun gadis ini sangat cantik sih.)
saat aku memikirkan itu. aku mencoba untuk bertanya sesuatu ke Sara.
"apa kamu sedang menuju ke kelas?"
"ya."
"kalau begitu, tidak masalahkan jika kita jalan bersama?"
"yaa, aku tidak masalah sih."
setelah Sara mengatakan itu, kami berdua mulai berjalan bersama ke kelas.
sesampainya kami di sana, aku membuka Pintu kelas dan lansung berjalan masuk ke dalam bersama dengan Sara.
ketika teman sekelas melihatku berjalan berdampingan dengan Sara, mereka semua lansung terkejut sambil menatap kami dengan wajah herang.
"oi lihat Sara sama Leon."
"eh, apa ia pergi sekolah bersama."
"mungkin."
"tapi, apa Leon tidak takut, bicara dengannya?"
"takut? maksudmu tatapannya?"
"ya."
"hmm, kurasa tidak."
saat aku mendengar beberapa Bisikan para Bocah di kelas ini, aku mencoba melirik ke arah Sara.
namun, saat aku memperhatikan wajahnya, ia sepertinya tidak pedulikan sama sekali dan hanya terus berjalan ke depan.
Tap....tap....tap....!!
ketika aku dan Sara sudah sampai di bangku kami masing - masing, aku lansung meletakkan tasku di atas meja dan lansung duduk di kursi.
begitupun dengan Sara yang duduk bersebelahan denganku.
"oi Leon."
"umm!"
saat aku sedang mengeluarkan buku pelajaranku dari dalam Tas, salah satu teman kelas yang duduk di depanku, sedang memanggilku.
"ada apa?"
"aku tidak tau, ternyata kau sangat dekat dengan Sara."
ucapnya dengan suara pelang.
"memang, apa ada masalah?"
"tidak ada kok, hanya saja aku dengar kalau dia tidak suka dekat - dekat dengan seseorang."
"hmm, benarkah?"
"yaa, bahkan saat ia sedang ingin di ajak bicara, ia terlihat sangat marah dan susah untuk di dekati. jadi, aku hanya terkejut saat aku melihat, kau dekat dengannya."
(yaa, bukan berarti aku tidak mengerti apa yang dikatakan Bocah ini. hanya saja, karena tatapan Sara memang seperti itu, jadi banyak orang yang salah paham dengannya!?)
__ADS_1
saat aku sedang memikirkan itu, Tiba - tiba suara Sara terdengar di sampingku.
"anu, bisa tidak kalian diam, aku bisa dengar percakapan kalian."
ketika Sara mengatakan itu, ia menatap tajam Bocah di depanku.
dengan cepat Bocah itu lansung berbalik ke arah depan sambil terlihat sangat ketakutan.
"~ma-maafkan aku."
melihat Bocah di depanku ketakutan, perlahan aku melirik ke arah Samping untuk melihat Sara.
dan saat Sara merasa, bahwa aku sedang melihat dirinya. ia lansung melihat ke arahku juga.
"Leon berhentilah melihatku terus, itu sangat mengganggu."
"begitu ya."
tanpa pedulikan Tatapan Dingin Sara, aku terus melihat ke arahnya.
"Leon, apa kau tidak dengar, aku bilang berhentilah meli-!!"
"Sara, aku pikir kau sangat cantik, jika mencoba tersenyum."
sebelum Sara selesai bicara, aku lansung mengucapkan itu, sehingga membuat Sara lansung terkejut.
"Eh!!"
bukan hanya Sara saja, bahkan seluruh teman kelasku yang mendengarkan itu, ikutan juga terkejut.
"Le- Leon, apa yang baru saja kau katakan."
ketika Sara mencoba untuk bertanya. dengan ekspresi tenang, aku lansung menjawabnya.
"apa kamu tidak dengar, aku bilang jika kamu mencoba untuk tersenyum, aku pikir kau terlihat sangat cantik."
"kau bercandakan?"
"tidak, aku serius."
"hmm,....begitu ya."
sambil mengatakan itu, Sara lansung melihat ke arah tasnya lagi dan mencoba mengeluarkan buku pelajaranya.
melihat ekspresinya yang biasa - biasa saja, membuat aku lansung shock.
(eh itu saja, aku pikir ia akan Tersipu malu saat aku mengatakan itu.)
[Master, sepertinya Gadis ini tahan dengan godaanmu, atau, apa mungkin, ia tau kalau barang Master tuh sangat kecil, sehingga ia tidak tertarik denganmu?]
[itu dulu, beda sekarang, sudah kecil kan?]
(i-itu tentu saja tid-!!)
[sudah kecil kan?]
(apa yang kau ka-!!")
[sudah kecil kan?]
(........)
[dasar Master, jamur Bocil.]
(DIAMLAAAH BRENGSEEEEEEET!!)
saat aku terus bertengkar dengan PIX di dalam pikiranku. di sisi lain, Sara yang sedang menundukkan kepalanya, terlihat sedang tersipu malu. tanpa ada yang menyadarinya.
_______________________________
_______________________
pada saat waktu pelajaran berlansung, dimana Bu Linda, guru dari kelas ini sedang menjelaskan pelajaran kami, di depan papan tulis.
aku, dengan santainya tidur di bangku ku.
melihat hal itu, Bu Linda tidak tinggal diam, ia lansung berjalan dan mencoba menghampiri ku.
Tap....tap....tap...!!
ketika Sara mengetaui, Bu Linda sedang mencoba menghampiri ku, ia lansung mencoba untuk membangunkan ku.
"hei Leon, cepat bangun Bu Linda sedang kemari."
"~umm, biarkan aku tidur sebentar saja, aku sangat capek hari ini."
"hah, berhentilah bercanda. cepat bangun sa-!!"
sebelum Sara menyelesaikan kata - katanya, ia lansung berhenti, sebab Bu Linda sudah sampai dan berdiri tepat di sampingku.
"LE....ON, APA TIDURMU NYENYAK?"
"~umm, yaa, tidur di dekat jendela memang nyenyak sih."
__ADS_1
"HMM, JADI BEGITU,...BOLEH TIDAK BU GURU IKUTAN JUGA, TIDUR DI SITU?"
"~hah, apa yang kau katakan Bu Gu-!!"
sesaat mendengar kata Bu Guru, dengan cepat aku lansung mengangkat badanku ke atas dan melihat ke arah samping.
di sana aku melihat Bu Linda sedang berdiri di samping ku, sambil melihatku dengan senyum menyeramkan di bibirnya.
"SELAMAT PAGI LEON."
"se~selamat pagi Bu Linda."
ucapku dengan suara Gugup.
"SEPERTINYA TIDURMU SANGAT NYENYAK YAA, SAMPAI - SAMPAI TIDAK MEMPERHATIKAN PELAJARAN."
"i~itu tidak benar, a~aku memperhatikan pelajaran kok."
"BENARKAH, KALAU BEGITU COBA JAWAB PERTANYAAN DI ATAS."
sambil mengatakan itu, Bu Linda lansung mengulurkan sebuah spidol ke arahku.
perlahan aku mengambil spidol itu, dan lansung berjalan ke arah papan tulis.
dan saat aku sudah sampai di sana, aku menperhatikan beberapa pertanyaan yang ada di papan tulis.
(haa, sudah kuduga, ini pertanyaan yang sangat gampang.)
[yaa, mau gimana lagi. lagi pula ini pertanyaan anak SMP, jadi sudah pasti Master sangat gampang menjawabnya.]
(....kau benar juga.)
jawabku sambil membuka penutup Spidol. setelah itu, PIX mencoba untuk bertanya.
[jadi apa yang akan master lakukan, apa anda akan menjawab semua pertanyaan itu dengan benar atau tidak.]
(hmm, maunya sih tidak,...tapi-!)
sesaat aku berhenti, aku melihat ke arah belakang dari balik pundak ku. dan memperhatikan wajah Bu Linda sedang melihatku dengan tatapan remeh.
jujur saja, aku tidak suka kalau di lihat seperti itu,....jadi.
(sepertinya, aku tidak punya pilihan lain, selain menjawab semuanya dengan benar.)
[sepertinya begitu.]
sambil megenggam Spidol di tanganku, aku pun mulai menjawab semua pertanyaan yang ada di papan tulis.
___________________________________
______________________
setelah beberapa saat aku sudah menjawab, semua pertanyaan yang ada di papan tulis.
Bu Linda yang berdiri tepat di samping ku terlihat sangat terkejut.
"ti-tidak Mungkin, semuanya benar."
ucap Bu Linda
bukan hanya Bu Linda saja yang terkejut, bahkan Sara dan seluruh teman kelasku, yang mendengarkan apa yang dikatakan Bu Linda, ikutan juga terkejut.
namun, tampa pedulikan mereka, perlahan aku melihat ke arah Bu Linda dan mengulurkan Spidol yang aku genggam ke arahnya.
"baiklah, karena aku sudah selesai menjawab semuanya, aku bisa kembali duduk kan?"
"eh, y-ya, kau,...kau bisa kembali duduk!!"
sambil mengatakan itu dengan wajah linglung, Bu Linda mulai mengambil Spidol yang aku ulurkan.
setelah ia mengambil Spidol itu, aku mulai berjalan ke arah bangku ku kembali.
Tap....tap.....tap....!!
setelah aku sampai di sana, aku lansung duduk dan mencoba untuk tidur lagi.
namun, sebelum aku menutup kedua mataku, tiba - tiba suara Sara terdengar di sampingku.
"Leon, tidak ku sangkah kau sepintar itu."
"hah, pintar apanya, ini hanya pelajaran para Bocah. tentu saja, aku bisa menjawab semuanya."
"benarkah?...kalau begitu, kenapa kau sering mendapatkan nilai 60 terus, apa kau menahan diri?"
"...soal itu, kau tidak perlu tau. yang penting aku ingin tidur dulu."
"tidur, apa kau tidak takut di marahin lagi sama Bu Linda?"
"setelah aku menunjukkan itu, kau pikir ia bisa marah denganku?"
saat aku mengatakan itu, Sara mencoba melihat ke arah Bu Linda, dimana ia terlihat sedang cemberut saat menatap ke arah Leon.
".......kurasa tidak."
__ADS_1
setelah mendengar jawaban Sara dari samping, perlahan aku menutup kedua mataku dan lansung kembali tidur di meja.