BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MEREKA MULAI MELAKUKAN PENYELIDIKAN


__ADS_3

Setelah sampai di sekolah, aku membuka pintu kelasku dan masuk ke dalam, dimana Beberapa Murid yang melihat kepalaku terlilit oleh Perban merasa terkejut.


"Eh Woy lihat di sana."


ucap Murid A


"Uwaah kepala Leon Terluka, apa ia habis bertengkar?"


tanya Murid B


"Aku pikir tidak, lagi pula dia tidak suka bertengkar, bahkan saat ia di Buli dulu ia tidak melawan kan."


jawab Murid C


"I-itu benar juga. Kalau begitu apa ia habis di Buli lagi dari Siswa sekolah lain?"


tanya Lagi Murid B


"Aku rasa iyah."


Jawab Murid C.


Di saat semua murid sedang membicarakan diriku, aku mengabaikannya dan lansung pergi ke bangku ku.


Dimana aku melihat Sara sedang mendengarkan Music menggunakan Headset.


"Sara selamat pagi."


Di Saat Aku sapa, Sara tidak merespon apapun. Mungkin ia tidak dengar suaraku, Sehingga aku mencoba menyentuh bahunya.


"Sara, apa kau dengar?"


Di saat Aku menyentuh bahunya, sentak Sara lansung kaget "Kyaaa!!.." dan melihat ke arahku...


"Hah,..Le~Leon yah, aku pikir siapa."


"Maaf membuatmu kaget, aku hanya ingin menyapamu."


"Begitu yah."


Balas Sara yang merasa lega. Kemudian aku melihat Hp Sara dan bertanya....


"Omong - omong aku lihat kau mendengarkan Music tadi, music apa yang kamu dengar?"


"Eh, yaa ada banyak sih, tapi yang paling ku suka itu adalah Music Idol."


"Hmm jadi kamu suka music Idol."


"Umm. Aku sangat Suka."


Balas Sara sambil mengangguk senang, kemudian ia menyadari Kepalaku yang di perban dan bertanya...


"Dari pada itu,...Leon, apa yang terjadi dengan kepalamu?"


"Hah ini...kemarin saat aku pergi ke Mall tanpa sengaja aku terjatuh dan terbentur di sebuah Tiang, jadinya seperti ini."


"Hmmm,...apa kepalamu baik - baik saja?" Tanya Sara yang terlihat khawatir.


"Yah, aku baik - baik saja."


Balasku sambil pergi duduk di bangku ku, kemudian aku mengeluarkan Buku pelajaranku dan menaruknya di atas meja.


Setelah itu, aku mencoba melihat keluar Jendela, dimana Hari ini terlihat sangat Cerah di bandingkan Dimalam Hari.


Bahkan Langit Biru yang terbentang di angkasa dan kicauang Burung di pagi hari, membuat Pikiranku merasa tenang.


Dan di saat aku menikmati pemandangan itu, dari arah Pintu tiba - tiba terdengar suara Bocah yang memanggilku..."LEON, APA KAMU SUDAH DATANG?"..dimana Bocah itu tidak lain Adalah Rusli.


"Yah, aku sudah datang, tidak usah teriak - teriak."


Balasku sambil memperhatikan Rusli masuk ke dalam kelasku, diikuti oleh Lia di belakangnya.


Setelah mereka sampai di tempatku, Rusli mencoba berkata...


"Omong - omong tadi pagi aku dengar dari Kakak ku, apa kau-...Huh!!"


Namun, Ketika Rusli melihat kepalaku yang di perban, sentak ia lansung berhenti bicara dan terlihat sangat terkejut.


Bukan hanya dia, bahkan Lia pun sama.


"Le~Leon Kepalamu,....apa yang terjadi dengan kepalamu?" Tanya Rusli.


"Tenanglah, kemarin aku hanya mengalami sedikit kecelakaan."


"Kecelakaan?"


"Yah, waktu pergi ke Mall, tanpa sengaja aku terjatuh dan kepalaku terbentur di Tiang, jadinya seperti ini."


"Eeeeh jadi begitu."


Ucap Rusli yang mulai merasa sedikit tenang. Namun berbeda dengannya, Si Lia terlihat masih khawatir, dimana ia bertanya...


"Ja~Jadi Leon, apa kepalamu sudah baik - baik saja?"


"Tidak, sebetulnya ini masih sakit sedikit tapi tidak ada masalah."


Jawabku dengan santai. Setelah itu aku menatap mereka berdua dan bertanya...


"Jadi, ada apa mencariku?"


"Huh, benar juga,...Le-Leon, tadi pagi Kakak ku(Putri) bilang, Bahwa Kemarin kamu Pergi beli Hp, apa benar?" tanya Rusli.


"Eh yaa, itu benar Memang kenapa?"

__ADS_1


Ketika aku bertanya balik, Rusli dan Lia lansung terlihat senang, dimana Rusli berkata...


"Benarkah, kalau begitu aku minta No Hpmu Dong."


"Yah, aku juga."


Ucap Lia.


"Hmm, Baiklah ini..."


Di saat aku berikan No Hpku pada mereka, aku memperhatikan Sara yang dari tadi mengawasi kami sedang menatapku, dimana ia seolah menginginkan No Hpku juga.


"Sara, apa kamu ingin juga.."


"Eh, apa tidak masalah?"


"Tentu saja."


Jawabku.


setelah itu kami pun saling menyimpan No hp.


Namun, setelah aku menyimpan No Hp mereka semua, tiba - tiba aku mendapatkan sebuah pesan dari seseorang bernama Bulan.


Dimana Pesan tersebut berisikan sebuah kata yang mengatakan....



Setelah membaca pesan itu, mataku lansung menyipit dengan tajam, dimana aku merasa bahwa ajakan Bulan kali ini, bukanlah sesuatu yang baik.


_________________________________


______________________________


Tepat Jam 14 : 37 Siang, aku masuk ke dalam Kafe tempat Bulan kerja dan mencoba berjalan di sekitar.


dimana Aku menemukan Bulan sedang duduk di Meja sudut Ruangan sambil menunggu Seseorang Yang tidak lain adalah aku.


Tanpa menunggu lama, aku pun mendekatinya dan lansung menyapanya.


"Yo, apa kau lama menunggu?"


Bulan yang dengar itu lansung berbalik dan melihatku dengan tatapan Kesal.


"Oh akhirnya kau datang juga. Tentu saja aku lama menunggu, kamu pikir ini sudah jam berapa?"


"Hahahah maaf - Maaf, aku keasikan main Game tadi, jadi aku lupa waktu."


Balasku dengan nada Bercanda sambil mencoba duduk di Kursi yang berhadapan dengannya.


kemudian aku memanggil pelayan dan memesan minuman. Setelah aku pesan, aku kembali melihat Bulan dan bertanya...


"Jadi, ada apa memanggilku kemari?"


"Tadi pagi, saat aku berangkat ke sekolah, aku di temui Polwan yang pernah membawaku ke Kantor Polisi."


"Polwan?"


Gumanku.


"Yah, dia Bilang, tadi malam tepatnya jam 1 dini hari, Mereka mendapatkan sebuah Laporan bahwa ada 3 Anak SMA sedang Hilang dan saat ini mereka menyelidikinya."


"Hmmm, jangan bilang tiga anak SMA itu,..."


"Yah, dia adalah LUIS, FELIK DAN ERINA."


Jawab lansung Bulan, Dimana wajahnya kelihatan Sedikit Cemas, Meski begitu ia berusaha untuk tetap Tenang dan melanjutkan lagi...


"Bukan hanya itu saja, aku juga di beritau bahwa yang buat Laporan itu adalah ayahnya Luis. Dan ia sepertinya tidak ingin hal ini di ketaui oleh Publik."


"Hmmm, apa dia Ingin merahasiakan anaknya yang Hilang?"


Ketika aku bertanya, Bulan lansung menjawab....


"Mungkin."


Setelah itu, ia melihat mataku dengan Serius dan bertanya....


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?"


"Apanya?"


"Maksudku para Polisi itu, apa kau tidak punya Rencana untuk menghentikannya?"


"Hah Buat apa aku hentikan?"


Di saat aku bertanya, Bulan terlihat sangat terkejut, dimana ia berkata...


"Eh,...Y-Yaa kau tau sendirikan, jika mereka berhasil menemukan Lokasi tempat kau Mem~Membunuh Luis, apa yang akan terjadi."


"Tenang saja, tidak ada apa - apa kok yang terjadi."


Mendengar balasanku yang terlihat santai - santai saja, membuat Bulan merasa sangat kesal dan bertanya...


"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Apa kau ingin bilang bahwa mereka tidak akan bisa menemukan Lokasi Luis?"


"Tidak, aku tidak akan bilang begitu, hanya saja, meskipun mereka berhasil menemukan Lokasinya, Namun mereka tidak akan pernah bisa menemukan kedua mayat temanmu itu, Sebab-


-MEREKA BERDUA SUDAH BERCAMPUR DENGAN TANAH?"


Ucapku dengan nada Tajam, dimana Bulan yang dengar itu sentak kaget dan kebingungan, dimana ia bertanya - tanya.....


"A-apa Maksudmu?"

__ADS_1


"Seperti yang aku bilang, mereka berdua sudah bercampur dengan tanah itu berarti aku sudah menguburnya."


"O-oh jadi itu yah, aku pikir kau...."


"Apa?"


"T-Tidak, bukan apa - apa."


Balas lansung Bulan yang terlihat panik. Setelah itu ia menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya kembali.


Setelah ia tenang ia bertanya lagi...


"Le~Leon Boleh aku tau, kamu kubur mereka dimana?"


"Kenapa kau ingin tau itu?"


"Aku hanya ingin tau saja. Lagi pula, apa salah jika aku tau?"


"Tidak."


Balasku lansung seolah tidak ada masalah sama sekali jika ia mengetauinya. Kemudian aku pun mulai memberitaunya...


"Bulan, Kamu masih ingatkan tebing yang pernah ku tandai waktu kita menelusuri Hutan?"


"Eh, ya-yah aku masih ingat."


"Nah, di atas tebing itu terdapat Hutan lebat, dan aku kubur mereka berdua di sekitar sana."


"Eh, kamu kubur mereka di sana? Apa kamu punya alasan?"


"tentu saja aku punya. Lagi pula dengan mengubur mereka di sana aku bisa-!!"


Di saat aku ingin beritau Bulan, tiba - tiba aku berhenti, sebab aku merasa bahwa ini bukan waktu yang pas untuk ia tau.


Namun, karena Bulan sangat penasaran, sehingga ia pun mencoba bertanya lagi...


"Kamu bisa apa?"


"Aku,.......Tidak lupakan saja. Lagi pula kau pasti akan tau sendiri nanti."


Jawabku, seolah menghindari pertanyaannya.


Kemudian dari jauh, aku memperhatikan ada Seorang pelayan mendekati kami, dimana pelayan itu membawa Minuman yang ku pesan dan menaruknya di atas meja.


"Maaf membuat anda menunggu, ini minuman anda."


"Oh terima kasih."


Ucapku.


"Sama - sama."


Balas si Pelayan sambil menudukkan kepalanya, setelah itu ia berbalik dan mulai berjalan pergi.


TAP!!...Tap!!....tap!!....


Ketika pelayan itu sudah menjauh. Aku lansung meminum minumanku...


Glup!!...Glup!!...Glup!!


Setelah aku minum, aku kembali melihat Bulan dan bertanya....


"Omong - omong Bulan, apa hanya ini yang ingin kamu bicarakan?"


"Tidak, masih ada satu hal lagi."


"Apa?"


"Leon,...apa kamu masih menyimpan Hp Luis?"


"Tidak, aku sudah membuangnya."


"Eh..Be-Begitu yah. Aku pikir kamu masih menyimpangnya."


Ucap Bulan yang terlihat Murung. Meskipun aku ingin menanyakan alasan ia menginginkan Hp Luis, Tetapi aku abaikan saja, karena ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padanya juga.


"Jadi, sudah tidak ada lagi kan yang ingin kamu bicarakan? kalau begitu, giliranku yang bertanya."


Ucapku sambil menatap Bulan dengan Serius dan bertanya....


"Bulan, tadi kau bilang Polwan yang menemuimu di pagi hari adalah Polwan yang sama, yang pernah membawamu ke kantor Polisi kan?-


-Kalau begitu, apa Polwan ini adalah orang yang sama juga yang pernah menyelidiki kasus kejadian di bangunan itu?"


Di saat aku bertanya, Bulan terlihat terkejut, dimana ia menjawab....


"Y-yah itu memang dia, tapi yang menyelidiki kasus itu Bukan hanya dia, karena masih ada Orang Lain."


"Ooh,..kalau gitu bisa aku minta bantuan?"


"Apa?"


"Aku ingin kau pergi mengambil Gambar mereka dan mengirimkannya padaku. Ada sesuatu yang ingin ku selidiki."


Mendengar itu, Bulan lansung terlihat was - was denganku, dimana ia bertanya...


"A~Apa yang ingin kamu Selidiki?"


"Soal itu kau tidak perlu tau, yang jelas kau ambil saja Gambar mereka dan kirimkan padaku mengerti?" tanyaku.


Meskipun Bulan tidak senang dengan apa yang aku katakan, tetapi ia tetap mendengarkan kata - kataku dan menjawab....


"Baik, aku mengerti."

__ADS_1


__ADS_2