
setelah beberapa saat, suasana mulai tenang kembali.
saat ini aku sedang duduk di kasur sambil megenggam telingaku yang masih sakit.
"~Ughh,..sakit sekali!!"
"ma~ maaf aku hilang kendali tadi."
yaa, lagi pula aku tidak bisa salahkan dia. aku yang harusnya minta maaf karena berkata sesuatu yang seperti itu.
"haa..sudah cukup soal itu. yang lebih penting aku ingin tau, jika orang tua kita memang benar bekerja di luar negeri, kenapa mereka tidak lansung pulang saat mendengar anaknya masuk rumah sakit?..apa pekerjaan mereka lebih penting dari pada anak mereka??"
ketika aku bertanya, Kak Siska mencoba membanta apa yang aku katakan dan berkata..
"it- itu tidak benar Leon. orang tua kita sangat khawatir denganmu kok."
"Kalau begitu kenapa??"
saat aku bertanya lagi. Kak Siska langsung menundukkan kepalanya ke bawah sambil menjawab..
"itu karena saat mereka mau pulang, tiba - tiba cuaca disana menjadi buruk sehingga Pesawat yang di tumpangi ibu dan Ayah lansung di tundah penerbangannya."
"hmm...."
aku sudah di rawat rumah sakit ini selama 2 bulan lebih, tapi mereka tidak pernah berkunjung di sini.
itu berarti penerbangan di sana sudah di tunda hampir selama 2 bulan lebih?
saat aku memikirkan itu, aku melihat ke arah Kak Siska dan bertanya.
"tapi bukankah ini aneh, tidak mungkin cuaca bisa buruk selama 2 bulan Lebih??"
"oh, itu karena saat Leon tidak sadarkan diri, sebetulnya beberapa bulan terakhir ini, ada kejadian aneh yang sering terjadi di beberapa negara, salah satunya di negara kita."
mendengar hal itu, aku lansung menyipitkan mataku dan bertanya..
"kejadian aneh? apa maksudmu??"
"seperti yang aku bilang, beberapa bulan terakhir ini, ada kejadian aneh yang sering terjadi di beberapa tempat, seperti....
...Badai yang tidak di ketaui kapan ia berhenti, atau hujan darah yang pernah terjadi di negara RS, sampai terdengar suara terompet dari atas langit."
mendemgar hal itu semua membuat aku lansung terlihat Kebingungan...
"hah, apa - apaan itu??"
..sebab, kalau badai yang tidak di ketaui kapan ia berhenti, itu masih bisa diterima.
tapi jika sampai ada hujan darah bahkan suara terompet dari atas langit.
jujur itu sudah di luar akal sehat manusia.
(tapi, bukankah kekuatan Reinkarnasi ini juga sudah di luar akal sehat manusia. atau mungkin....)
ketika aku memikirkan itu. aku berahli ke arah Kak Siska dan bertanya lagi.
"jadi untuk sementara ayah dan ibu tidak bisa pulang dong??"
tanyaku. namun Kak Siska lansung menyangkalnya..
"tidak, sebetulnya aku datang kesini untuk memberitaumu, kalau kemarin ibu ****** menghubungiku dan bilang kalau cuaca di sana sudah mulai membaik dan mereka akan segera pulang."
"hmm...."
sambil mengucapkan itu, aku mengarahkan pandanganku ke arah luar jendela.
dimana angin segar sedang masuk ke dalam ruangan dan menerbangkan Rambutku.
(..begitu, sebentar lagi aku akan bertemu orang tua baruku kah.)
ucapku di dalam pikiran. setelah itu, aku mendesah "haaa.." dan melihat ke arah Kak Siska lagi.
"jadi kapan ibu dan ayah sampai kesini??"
saat aku bertanya, Kak Siska lansung melihat ke arah Hpnya dan menjawab..
"kalau tidak salah, seharusnya sebentar lagi mereka akan sampai."
__ADS_1
ucapnya sambil tersenyum
_____________________________
________________________
setelah beberapa saat aku dan Kak Siska Ngobrol bersama. tak lama kemudian tiba - tiba suara ketukan terdengar di pintu ruanganku.
TOK....TOK....TOK
mendengar hal itu. aku lansung melihat ke arah sana dan berbisik...
"siapa itu??"
Kak Siska yang dengar bisikanku lansung menjawab..
"sepertinya ibu dan ayah sudah sampai."
mendengar hal itu, aku lansung merasa gugup dan mengarahkan pandanganku ke arah pintu.
dimana Suara ketukan terdengar lagi..
TOK...TOK...TOK
"masuk saja, pintunya tidak terkunci." ucapku.
setelah aku menyuruh mereka masuk, pintu itu perlahan terbuka dan memperlihatkan seorang Pria dan Seorang gadis.
"sepertinya kondisimu sudah lebih baik yah, Leon." ucap Si Pria.
ia adalah ayah Leon, Berumur Sekitar 43 tahun. ia mengenakan kacamata dan memiliki rambut berwarna hitam seperti aku dan Kak Siska, terlihat juga beberapa jengot di dagunya.
meskipun umurnya yang Terbilang sudah tua. namun ia masih terlihat muda.
sedangkan di samping ayahku, terlihat seorang gadis kecil berumur sekitar 8/9 tahun.
ia mempunyai rambut kuning sampai ke bahunya dan memiliki tahi lalat dibawah sebelah mata kanannya.
(apa dia adik ku? tapi dimana ibu Leon?)
pada saat aku berpikir seperti itu, aku mencoba mencari ibuku.
"LEOOON!!"
"ehh!!"
mendengar teriakannya membuat aku lansung kaget dan melihat ke arahnya.
namun pada saat aku berbalik, tiba - tiba gadis itu lansung melompat dan meluncur ke arahku. hingga menghantam perutku dengan kuat.
BUHK!!
"~~ughh!!"
ketika aku di tabrak aku langsung terbaring di kasur, dimana Gadis itu memelukku dengan erat di atas.
Kak Siska yang melihat itu tidak bisa berkata apapun.
namun, di sisi lain, Ketika ayah melihat Tingkah gadis itu, ia lansung berjalan ke arahku dan mengangkat Gadis itu untuk menjauh dariku.
"Miki, apa yang kau lakukan, bisa kau tenang dulu?"
"ta- tapi aku sangat senang, ternyata Leon baik - baik saja."
ucap si gadis.
"aku tau itu tapi, apa kau tidak lihat, gara - gara kau Leon jadi kesakitan lagi!!"
"heeee!!"
mendengar hal itu, membuat Gadis itu lansung kaget dan melihat ke arahku.
dimana aku sedang mengenggam Perutku yang lagi sakit.
menyadari kalau ia sudah menyakitiku. ia buru - buru minta maaf.
"Le~ Leon, maaf,...aku minta maaf."
__ADS_1
"tidak perlu dipikirkan, yang lebih penting aku ingin tau, kalian ini siapa??"
saat aku bertanya, Gadis itu terlihat sangat shock dan berkata..
"Ehh...Leon apa kamu tidak ingat aku, aku ini-!"
"Miki tenanglah, bukankah Siska sudah memberitau kita, kalau Leon saat ini sedang hilang ingatan."
berbeda dengan gadis kecil ini yang dari tadi terus saja mengoceh. ayahku sepertinya terlihat lebih tenang.
"aku tahu itu, Tapi....."
saat si Gadis berhenti, aku perhatikan ia sedang menunduk dimana Tatapannya terlihat sedih.
namun, tanpa pedulikan itu aku melihat ke arah ayah dan bertanya..
"omong - omong boleh aku tanya, kalian ini siapa??"
ketika aku bertanya, mereka berdua lansung sadar dan melihat ke arahku.
"kamu benar,...kalau begitu, perkenalkan namaku Bagas, aku ayah kandungmu sedangkan..."
sesaat Ayahku berhenti ia berahli ke arah gadis kecil itu. dimana ia mencoba memperkenalkan dirinya juga.
"aku Miki, aku adalah ibu kandungmu Leon."
mendengar hal itu, sentak membuatku lansung membatu.
"ehh.."
sebab, sepertinya aku sudah salah dengar.
namun di sisi lain, Kak Siska dan Ayah yang melihatku seperti itu. entah kenapa mereka berdua terus melihat ke tempat lain.
seolah - olah mereka seperti sudah tau, kalau aku akan bereaksi seperti ini.
"a~anu,..boleh kau ulangi lagi, sepertinya aku salah dengar??"
saat aku bertanya lagi, Dengan Ekspresi Polos si gadis menjawab..
"umm, aku tidak masalah,..kalau begitu dengar baik- baik yah, namaku Miki dan aku ibu kandungmu, kamu bisa memanggilku ibu Leon."
(JANGAN BERCANDA, MANA MUNGKIN AKU TERIMA IBU SECEBOL INI!!)
aku ingin mengatakan itu tapi, jika aku mengatakan sesuatu seperti itu .maka, besar kemungkinan mereka pasti akan tau kalau aku ini bukan anak mereka.
karena tidak mungkin seorang bocah mengatakan sesuatu seperti itu pada ibunya sendiri, kecuali orang jahat seperti aku, itu sudah pasti.
setelah memikirkan itu, aku melihat ke arah Si Gadis dan pasrah untuk terima ia sebagai ibu baruku.
"haaa,...baiklah, aku mengerti i- i- i- ibu."
pada saat aku mengatakan itu, jujur aku sangat malu, sehingga aku melihat ke tempat lain.
namun, ketika mereka semua melihatku begitu, entah kenapa mereka semua lansung tersenyum.
tanpa kecuali miki hah bukan maksudku Ibu, ia terlihat sangat bahagia saat aku memanggilnya ibu.
"umm sangat bagus Leon."
ucap Ibu.
"...."
ketika aku melihat mereka semua tersenyum hanya karena diriku, entah kenapa aku merasakan sebuah perasaan aneh di dalam diriku dan lansung menutup wajahku dengan tangan.
Kak Siska yang melihat itu lansung bertanya...
"um! Leon, kau kenapa?"
"tidak, bukan apa - apa."
jawabku.
dari pandangan mereka, aku pasti seperti sedang berusaha menyembunyikan Wajahku yang tersipu malu.
namun kenyataannya berbeda. sebab Tepat di balik tangan itu, Di sana Tatapanku terlihat tajam dan Jauh di dalam diriku aku berkata...
__ADS_1
(AKU INGIN TAHU, SAMPAI KAPAN TOPENG INI AKAN BERTAHAN DAN MEMPERLIHATKAN WAJAH ASLIKU.)
sambil mengucapkan itu, dibalik sela sela jariku, terlihat tatapanku seperti memancarkan cahaya di dalam kegelapan.