
Di luar Hutan, di sana terdapat Mobil putih yang sedang terparkir. Dimana Di dalamnya Terlihat seorang gadis sedang Duduk di kursi depan sambil melihat ke arah Hutan.
Dimana Gadis tersebut tidak lain adalah Bulan yang sedang Menunggu Leon Keluar.
"Ini sudah hampir satu jam aku menunggu di sini tapi kenapa ia belum keluar juga."
Ucap Bulan yang terlihat gelisah dan juga khawatir. Namun saat itu juga lah Terdengar suara langkah kaki dari dalam Hutan...
tap!!.....Tap!!.....TAP!!!....
Dimana suara langkah kaki tersebut berasal Dari ku(Leon) yang keluar dari dalam Hutan dan pergi mendekati Mobil kemudian aku masuk ke dalam.
Setelah aku Masuk dan duduk di kursi depan tepat di samping Bulan, aku mencoba membuka Jas Hujanku beserta Kaos tangan Plastik yang ku pakai.
Namun Bulan yang melihat jas Hujanku lansung terlihat suram. Sebab ia memperhatikan terdapat banyak sekali bekas noda Darah di sana.
Bukan hanya itu saja, bahkan kaos tanganku pun sama, dimana Seluruhnya hampir berwarna merah karena bekas Darah.
"~~i~ini......"
Melihat itu, Sentak Bulan sangat terkejut dan merasa merinding, karena sebelum dirinya kembali ke mobil, ia tidak melihat Sedikitpun Noda darah di jas Hujanku.
namun setelah aku kembali ke Mobil, aku udah di penuhi oleh darah, seolah aku sudah membunuh Orang selain mereka berdua(Luis, Felik).
Itu berarti satu - satunya Bulan pikirkan, siapa pemilik darah itu adalah.....
"Le~Leon, Darah di jas Hujanmu,...ja~jangan bilang itu milik Erina?"
Tanya Bulan yang terlihat sangat khawatir dan juga ketakutan.
Meski begitu aku mengabaikannya dan lansung ku masukkan jas Hujanku beserta Kaos tanganku ke dalam Kantong hitam.
Setelah itu Aku bersandar di tempat duduk ku dan menghela nafas....
"Haaaa...aku sangat lelah."
Ucapku.
Di sisi lain, Bulan yang tau aku sedang mengabaikan Dirinya lansung terlihat kesal, dimana ia lansung membentakku.
"LEON AKU TANYA, DARAH DI JAS HUJANMU ITU, APA ITU MILIK ERINA?"
Di saat Bulan menanyakan itu, Sorot mataku lansung melirik ia ke samping, dimana tatapanku terlihat sangat Tenang dan menjawab......
"Tenang saja, ini bukan darah dia jadi tidak usah khawatir."
"Kalau itu bukan Darah Erina, kalau gitu darah siapa itu?"
Ketika Bulan bertanya lagi aku dengan santai menjawab....
"Untuk sekarang kau tidak perlu tau. Lagi pula kau akan tau sendiri nanti."
Bulan yang dengar itu lansung terdiam Dan tidak mengatakan apapun.
"......."
Sedangkan di sisi lain, aku yang udah istirahat sedikit lansung mengambil sebuah Hp di dalam Kantong celanaku kemudian aku aktifkan dan memperlihatkannya ke Bulan.
"Bulan, kau taukan kata sandi Hp ini?"
"Kata sandi?...Tunggu Leon Hp inikan, Bukankah Hpnya Luis?"
Tanya Bulan yang terlihat sangat terkejut setelah melihat HP itu.
Dimana Hp tersebut tidak lain adalah Hp milik si Luis yang ku ambil saat ia masih tidak sadarkan diri di dalam Lubang kuburan.
"Kau benar ini memang Hp Luis. Jadi bagaimana, apa kau bisa Buka kata sandinya?" tanyaku.
"Eh y-yah, aku memang bisa tapi,...apa yang ingin kamu lakukan?"
Di saat Bulan menanyakan itu, mataku lansung menyipit dengan tajam, dimana aku melirik ia dan berkata dengan nada dingin...
"Bulan berhentilah bertanya terus, apa kau pikir aku bisa jawab semua pertanyaanmu?"
"Ma~Maafkan aku."
"Haaa sudahlah, cepat buka saja itu."
Ketika aku menyuruhnya lagi, Bulan pun lansung membuka kata sandi Hp tersebut.
Setelah Kata sandinya terbuka ia mengembalikkannya padaku, dimana aku lansung pergi ke web Forum dunia bawah menggunakan Akun ayahnya Luis untuk mencari pesan yang Luis buat.
Dimana pesan tersebut tidak lain adalah pesan pribadi yang Luis Buat kepada Kelompok Serigala Pemburu untuk membunuhku dan juga orang yang melindungiku di belakang layar, dimana Orang tersebut tidak lain adalah diriku sendiri.
__ADS_1
Setelah beberapa saat aku mencari tak lama kemudian akhirnya aku temukan, Dimana Pesan itu berisikan kata - kata seperti yang udah kuduga.
di tambah ia juga meletakkan Foto polosku di bagian atas, yang dimana Foto itu adalah Foto Leon Asli, sebelum aku mengambil ahli tubuhnya.
Dan bukan hanya itu saja, bahkan aku juga menemukan Luis sudah melakukan pembayaran pertama seperti yang di katakan Bulan. Dan pembayarannya itu sudah di konfirmasi oleh Pihak Forum dunia Bawah.
Sayangnya Pihak Kelompok Serigala Pemburu sepertinya masih belum merespon permintaan tersebut, sehingga permintaan itu masih dalam tahap Kosong alias Belum ada yang ambil.
(Bagus, sepertinya Kelompok lain masih Ragu - Ragu mengambil permintaan yang di khususkan oleh kelompok ku. Kalau begitu.....)
Sesaat aku berhenti berpikirku, aku lansung keluar dari Web itu dan masuk ke dalam Web Kelompok Serigala Pemburu yang di buat oleh Carla.
Yang Dimana Web itu hanya bisa di masuki oleh orang - orang dekat kami dan orang penting, yang kami anggap mereka sebagai anggota VIP.
Tanpa menunggu lama Aku pun lansung mencoba masuk ke dalam Web itu dimana aku menggunakan ID lain yang tidak di ketaui Carla.
(Jika aku gunakan ID asliku, sudah pasti Carla akan mengetaui keberadaanku.)
Pikirku.
Setelah aku masuk, Aku lansung pergi ke tempat VIP dan meminta sebuah Code QR, dimana Code tersebut adalah Code yang di Gunakan para VIP ketika ingin buat permintaan kepada Kelompok Serigala Pemburu.
Yang dimana Permintaan Tersebut Pasti tidak akan Bisa kelompok Serigala Pemburu tolak, Jika Code ini ada di pesannya.
Tanpa menunggu lama aku pun lansung mengambil Code itu, Kemudian aku kembali ke Web Forum Dunia Bawah dan memasukkan Code itu ke dalam pesan.
Setelah itu aku Kirim.
"Bagus Dengan Code ini, seharusnya mereka tidak akan bisa menolak." bisikku.
Setelah Code itu berhasil terkirim, aku lansung keluar dan ku matikan Hp itu.
"Haaa Akhirnya selesai juga."
Ucapku sambil mendesah. di sisi lain Bulan yang sudah memperhatikan aku dari tadi bertanya - tanya....
"Leon, Code apa itu tadi?"
"Oh itu Code agar Mereka mau terima permintaan Luis."
"Mereka? Maksudmu, Kelompok Serigala Pemburu?"
"Yah."
Balasku secara singkat. Setelah itu aku menyalakan Mobil dan berkata...
"........."
Mengabaikan Bulan yang hanya diam saja, aku lansung tancap Gas dan pergi meninggalkan Hutan itu.
_____________________________________
__________________________________
Setelah kami meninggalkan Hutan, saat ini kami singgah Di sebuah jalan sebelum masuk ke dalam Hutan. Dimana jalan tersebut sangat sepi dan kurang kendaraan Lewat.
(Mungkin karena ini sudah tengah malam di tambah lagi masih Hujan deras sehingga semua orang pada Tidur.)
Pikirku sambil tersenyum. Kemudian aku melihat Bulan dan berkata....
"Kalau gitu....Bulan Turunglah."
Ketika aku menyuruh Bulan untuk Keluar dari Mobil, ia terlihat kebingungan dan bertanya - tanya.....
"Eh buat apa?"
"Yah, aku ingin buang Mobil ini ke sana, jika kau tidak ingin mati maka turunglah."
Ucapku sambil melihat ke arah Jurang yang berada di sebuah Tikungan tidak jauh di depanku, dimana Jurang itu terlihat sangat dalam.
Mengetaui itu Bulan lansung terlihat pucat dan buru - buru berkata...
"Ba-baiklah aku akan Turung."
Ucapnya, setelah itu ia memakai jas Hujannya dan lansung keluar dari Mobil.
"Bagus, kau tunggulah di sini dan jangan kemana - mana mengerti?" tanyaku.
"Um...aku mengerti."
Jawab Bulan sambil mengangguk.
Setelah itu aku melihat ke arah depan dan tanpa menunggu lama aku lansung tancap Gas dengan kecepatan Tinggi.
__ADS_1
Hingga beberapa detik kemudian, ketika Mobil yang ku kendarai sudah dekat dengan pembatas Jurang, aku lansung Locat ke semak - semak, dan saat itu jugalah Mobil tersebut jatuh ke dalam Jurang, di ikuti suara ledakan dari bawah sana.
"Fuuu tadi itu hampir saja."
Ucapku sambil mencoba bangkit dan berjalan ke tepi Jurang. Dimana di bawah Jurang Mobil itu terlihat sangat hancur dan di penuhi oleh kobaran Api.
Namun karena hujan saat ini sangat deras sehingga api itu lansung di padamkan, sebelum menyebar dan membakar pohon - pohon di sekitarnya.
"Haaa Syukurlah aku tidak jatuh disana."
Ucapku sambil melihat ke bawah jurang, dimana Mobil itu sudah angus terbakar. PIX yang lihat itu lansung membalas...
[Kau benar, Jika Master tadi jatuh di sana, sudah pasti anda akan di panggang.]
"Cih, seperti biasa kata - katamu sangat kasar, kau tidak menghormati Mastermu sama sekali."
[Master brengset seperti anda tidak perlu di Hormati.]
"APA KAU BILANG, APA KAU INGIN KU BUNUH?"
[Anda sudah taukan, aku tidak bisa di bunuh.]
"Aku tau Sialan. Tidak usah di balas."
Jawabku yang Terlihat sangat kesal. PIX yang lihat itu merasa bersenang - senang, dimana ia Seringai terus.
namun sesaat kemudian tiba - tiba ekspresi dia berubah menjadi serius dan bertanya....
"Omong - omong Master, Rencana anda yang kali ini sepertinya banyak sekali mengeluarkan uang?"
"Yah kau benar. Tapi tidak usah khawatir lagi pula nanti uangku akan kembali lagi Kok,...tidak, bahkan aku bisa dapat lebih banyak dari yang ku keluarkan sekarang."
"Eh bagaimana caranya?"
Di saat PIX bertanya, aku lansung membuka Tasku dan memperlihatkan 3 barang antik mahal di dalam sana. dimana barang antik itu berasal dari....
[Ma-Master, barang antik ini, jangan bilang.....]
"Yah, ini aku ambil dari Rumah Luis."
Balasku lansung sambil seringai, namun, tak berhenti sampai di situ aku lanjutkan lagi...
"Jika aku jual barang - barang ini di pelelangan, sudah pasti aku bisa mendapatkan banyak uang, dan jika itu terjadi aku juga bisa pergi ke Klub malam sepuasnya.-
-Hehehe, memikirkannya saja membuat aku merasa sangat senang."
Ucapku sambil tertawa jahat. PIX yang lihat itu lansung menatapku dengan tatapan datar dimana ia berkata....
[Sudah kuduga, anda ini benar - benar Master Paling Brengset yang pernah aku tau.]
Setelah PIX mengucapkan itu, Aku pun kembali ke tempat Bulan, dimana ia terlihat sedang berjongkot di pinggir jalan sambil Hujan - Hujanan.
"Maaf membuatmu menunggu. Ayo kita pulang."
Ketika aku mengatakan itu, Bulan tidak merespon apapun, dimana ia hanya diam saja dan terlihat melamun.
"Um, Bulan ada apa, apa kau baik - baik saja?"
Di saat aku bertanya lagi Bulan tetap tidak menjawab....
"........"
"Bulan, apa kau dengar?"
Setelah kedua kalinya aku bertanya, akhirnya Bulan pun sadar, dimana ia lansung melihat diriku.
"Hah!..Le~Leon, maaf aku tadi melamun."
"Itu tidak apa - apa, yang lebih penting apa yang sedang kau pikirkan?"
Di saat aku bertanya, Bulan terlihat kesusahan "i~itu..." dimana ia seperti tidak mau menjawab apapun...
seolah tau apa yang ia pikirkan, akupun lansung menjawab....
"Kau...apa kau menyesal karena sudah memilih menghianati temanmu?"
Ketika aku menanyakan itu, sentak membuat mata Bulan lansung melebar karena Terkejut.
Setelah itu ia menunduk dan menjawab...
"Ti-tidak,...itu tidak benar sama sekali.-
-Meskipun memang benar aku memiliki penyesalan sedikit tetapi aku lega karena aku sudah memilih menghianati mereka dibandingkan kau Menargetkan kedua adikku."
__ADS_1
"Hmmm begitu,...yah sudah, kalau gitu ayo kita pulang."
Sambil mengucapkan itu, aku lansung mengulurkan tanganku dan membantu Bulan berdiri, setelah itu kami naik Taksi dan lansung Pulang bersama.