BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KITA KAMBING HITAMKAN MEREKA


__ADS_3

Setelah Rangga berhasil di tumbangkan tak lama kemudian ia pun perlahan mulai kembali sadar dan lansung Bangun.


"~Hmm aku ada dimana ini?"


Rangga mencoba mengingat apa saja yang Terjadi sebelum ia Kehilangan kesadaran, lalu tiba - tiba mata ia melebar sesaat mengingat semuanya.


"Benar juga, tadi aku bertarung dengan paman Brid dan..."


Rangga buru - buru melihat sekeliling Ruangan, Dimana ia menemukan Selena sedang duduk dan istirahat di sana bersama dengan Brid.


"Di situ kau ternyata."


Guman Rangga sambil menatap Selena dengan tajam, namun dari belakang tiba - tiba kepalanya di tampar oleh seseorang, yang dimana membuat Rangga kesal dan lansung melihat ke arah Sana.


"Sialan, siapa yang berani - beraninya menampar kepala-!!"


'Ku' ingin ucap Rangga, namun sebelum mengucapkan itu, ia lansung kaget ketika mengetaui bahwa yang menampar kepalanya itu adalah ayahnya sendiri, yaitu Bagas.


"A-ayah, apa yang kau lakukan disini?"


"Tentu saja Menghentikan tindakan bodohmu. Lagi pula kau datang kesini karena ingin membunuh Wanita disana kan?"


"I-Itu tentu sajalah, lagi pula dia itu-!!"


Bagas lansung memotong perkataan Rangga dan berkata...


"Bukan dia yang melukai adekmu."


"Eh, a~apa yang kau katakan? Ayah kau mungkin tidak tau tapi wanita itu-!!"


"Pengguna Senjata S Gear kan? aku sudah tau itu. Aku juga tau ia adalah seorang Buronan yang sedang di cari - cari oleh banyak negara, tapi bukan dia pelaku yang menyerang adekmu."


"Ka-kalau begitu siapa?"


Di saat Rangga menanyakan itu, Bagas mencoba mengingat lagi apa saja yang ia dan Leon bicarakan Lewat Pesan.


____________________________________


_________________________________


Saat itu, ketika Bagas sedang mengendarai Mobil, tiba - tiba ia mendapatkan pesan dari Leon. Yang Dimana Pesan itu berisikan sebuah Koordinat suatu tempat serta kata - kata dari Leon yang bertuliskan..



Bagas kebingungan melihat Pesan tersebut dan lansung bertanya..




Tentu saja Bagas lansung terkejut melihat itu "APA!" Namun sesaat kemudian Pesan lain masuk lagi.



__ADS_1





-Karena itulah kau memberitaukan Identitasmu padaku tadi malam, supaya aku bisa menggantikan posisimu untuk bergerak ke sana dan Menolong Wanita yang kau sebutkan tadi.>



-Tapi Leon untuk menghentikan Rangga kau seharusnya taukan, kita butuh alasan yang meyakinkan untuk bisa menghentikannya.-


-Contohnya saja Mencari Orang yang bisa di kambing Hitamkan, agar ia tidak menargetkan Wanita itu(Selena).>


***********


Maksudnya di sini menunjuk Orang lain Yang telah menyerang Leon. Dengan begitu Rangga tidak akan menargetkan Selena lagi melainkan Menargetkan orang yang ia tunjuk, atau lebih tepatnya orang yang di kambing Hitam.


***********



Seolah tau apa yang ingin Bagas katakan, Leon lansung membalas...











Sontak saja Bagas lansung melebarkan matanya ketika melihat nama itu, sebab ia tau sendiri RED GARDEN adalah suatu kelompok ******* yang sering menjalankan Aksinya di Sekitar Asia tenggara, Bahkan ia sering menyandra serta membunuh Warga Negara ini yang membuat para petinggi militer Negara ini sangat geram dan ingin sekali membunuh mereka, tanpa Kecuali Rangga dan Bagas sendiri.


Namun sayangnya Mereka tidak bisa melakukan itu, bukan karena mereka lemah atau apa. melainkan mereka di larang.


Alasannya masih belum di ketaui, yang jelas bisa di pastikan jika RED GARDEN sampai datang ke sana(Lokasi Selena) dan berdiri di depan Rangga. Maka Bagas yakin Rangga pasti akan lansung membunuh mereka Semua tanpa menyisahkan satupun yang selamat.


Bagas.


tanya Leon.



__ADS_1




<...Baiklah, aku tidak tau apa yang ingin kau lakukan, tapi aku mengerti aku akan lakukan semua yang kau katakan.\>



_____________________________________


_________________________________


Setelah Bagas mengingat itu, ia kembali sadar dan melirik ke arah Selena dimana Tatapannya terlihat Serius.


(Uang yang melimpah yah? Awalnya aku tidak tau maksudnya, tapi setelah sampai disini akhirmya aku tau-


-Uang melimpah yang Leon maksud itu tidak lain adalah dia(Selena), atau lebih tepatnnya Hadiah Buronannya.)


"Memang benar, dengan begini kita bisa memancing RED GARDEN keluar dari tempat persembunyiannya dan datang kesini. Tapi.."


(apa Leon sadar jika Keberadaan wanita itu juga bisa dalam bahaya. Karena RED GARDEN Bisa saja menyebarkan informasi tentang dirinya yang ada di kota ini.)


Di saat Bagas memikirkan itu terlihat Rangga terus memanggil ayahnya "yah.. ayah." Dimana membuat Bagas lansung kembali sadar dan melihat ke arah Rangga.


"Hah Rangga, maaf Ayah tadi melamun. Ada apa?"


"Aku dari tadi bertanya, Siapa yang membuat Leon terluka parah seperti itu, jika bukan Selena?"


"Oh kalau itu tentu saja-!!"


Sebelum Bagas menyelesaikan kata - katanya Tiba - tiba ia dengar ada suara orang dari luar Gudang. Dan Bukan hanya satu orang tapi ada banyak.


"Apa dia ada di dalam sini?"


"Sepertinya begitu, lagi pula orang itu juga bilang wanita itu ada di dalam gudang ini kan?"


"Yah. Tapi apa kita bisa mempercayainya? Lagi pula kita juga tidak tau siapa identitas orang itu."


"Bodoh amat dengan identitasnya, yang penting ia sudah Membuktikan kalau ia adalah sekutu kita dengan membawa kita masuk ke dalam negara ini tanpa di ketaui."


"....Kau benar, Kalau begitu tanpa menunggu lama lagi ayo kita masuk ke dalam."


"""""""""SIAP PAK."""""""""


Baik Brid, Selena maupun Rangga lansung terlihat waspada setelah mendengar itu, dimana Rangga bertanya - tanya...


"Siapa itu yang di luar?"


"Kemungkinan Mereka adalah anggota dari RED GARDEN."


"APA RED GARDEN!"


"yah, orang yang telah menyerang adekmu dan membuatnya terluka parah seperti itu."


Mendengar itu Rangga lansung terlihat marah dan Tatapannya memancarkan cahaya di balik pinonya, serta di iringi dengan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2