BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BICARA DENGAN PUTRI DI DALAM KAMAR


__ADS_3

Di saat kami masuk ke dalam kamar, aku lansung melempar putri ke kasur dan mengunci pintu kamarku. Knock!! Setelah aku mengunci aku berbalik ke arahnya dan bertanya...


"Kau,..apa yang kau pikirkan datang kemari, apa kamu tidak dengar yang aku katakan tadi pagi?"


"Tentu saja, aku dengar kok."


Jawab Putri dengan santai.


"Kalau begitu, kenapa kau datang ke sini?"


"Soal itu...."


Seolah - olah Putri tidak mau menjawab apapun, ia buru - buru mencoba mengganti Topik pembicaraan. Dimana ia tersipu malu.


"Dari pada itu,..Leon, apa yang kamu pikirkan, melempar gadis cantik sepertiku ke kasurmu seperti ini? Jangan bilang,...kau-!!"


Sebelum ia selesai bicara, aku lansung memotongnya dengan suara datar.


"Berhentilah memikirkan sesuatu yang tidak - tidak. lagi pula, kenapa kau tiba - tiba ubah topik pembicaraan? Cepat jawab, kenapa kau datang ke sini?"


Ketika aku menanyakan itu sekali lagi, bukannya menjawab Putri malah terlihat duduk santai di kasurku. Dimana ia menatapku dengan senyuman licik sambil berkata...


"Memangnya kenapa kalau aku datang ke sini, apa ada masalah?"


Tanya balik Putri, seolah - olah ia sedang menantangku. Mengetaui itu aku mendesah dengan kuat "HAAA..!!" dan mencoba bertanya sekali lagi.


"Aku tanya yang terakhir kalinya, kenapa kau datang ke sini?"


Namun, tetap saja ia tidak menjawab apapun, hingga akhirnya membuat aku kesal dan berguman..


"Cih, aku sudah tidak tahan lagi."


Ucapku sambil berjalan ke arahnya dan mengenggam kedua pundakknya. Kemudian aku mendorong ia berbaring di kasur dan menindihnya dari atas.


Melihat tingkahku yang seperti itu, membuat Putri lansung merasa panik dan berkata.


"Le~Leon, apa...apa yang kamu lakukan? Cepat menjauh dariku?"


Ucap Putri sambil mencoba melepaskan kedua tanganku yang megenggam erat Pundaknya. Namun tetap saja, ia tidak bisa melepaskan tanganku, hingga membuat ia terlihat marah.


"~Ugh..Leon apa kamu tidak dengar, cepat lepaskan aku?"


Di saat Putri bertanya sekali lagi, aku tidak menjawab apapun dan hanya menatap ia terus.


setelah beberapa detik aku menatapnya tak lama kemudian, tiba - tiba mataku menyipit dengan tajam ke arahnya dan bertanya balik...


"Kak Putri,...tidak,...Putri, dari tadi kau terus saja mempermainkanku, apa kamu Pikir AKU SEDANG BERCANDA?"


Tanyaku dengan tajam, sambil menambah kekuatan genggamanku di pundaknya. Hingga membuat Putri merasakan sedikit kesakitan..


"~Aghh,...Le-Leon ini sakit."


Namun tanpa pedulikan itu aku terus megenggam pundaknya dengan kuat sambil berkata...


"Jujur saja, aku tidak masalah jika kau membicarakan Soal yang tadi pagi di rumah ini, tapi jika ini berkaitan dengan wanita itu(Rina)-


-AKAN KU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN LEPAS BEGITU SAJA, MESKIPUN KAU SAHABAT KAK SISKA ATAU KAKAKNYA RUSLI SEKALIPUN."


Ucapku dengan tajam, Sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya, hingga membuat bibir kami berdua hampir bersentuhan satu sama lain.


************


Author: maksud ucapan Leon di atas, ia tidak mau membuat Rina mendapatkan masalah, gara - gara kesalahpahaman yang Putri Lihat tadi pagi.


Apa lagi jika ia membicarakan soal itu di rumahnya dan keluargannya dengar, sudah pasti Rina akan mendapatkan masalah.


************


Pada saat Wajah kami sangat berdekatan satu sama lain, beberapa detik kemudian tiba - tiba Putri tersipu malu dan mencoba mengatakan sesuatu.


Namun sebelum ia bicara, aku lansung menahan bibirnya dengan jari jembolku, kemudian aku menatap matanya dengan tenang namun tajam.

__ADS_1


Melihat tatapanku yang seperti itu, membuat wajah Putri tambah memerah dan Asap terus keluar dari atas kepalannya, hingga membuat ia tidak bisa menahan detakan jantungnya dan lansung mendorongku menjauh darinya.


"~~Ti~Tidaaak menjauh dariku...!"


Ucap putri sambil mendorongku ke belakang. Hingga membuat aku terbaring di kasur.


Namun tanpa menunggu lama aku lansung bangkit kembali dan melihat ke arahnya. dimana ia sedang memeluk dirinya sendiri sambil berkata..


"Le-Leon aku sudah mengerti apa yang kamu katakan, jadi berhentilah melakukan itu?"


Ucap Putri dengan wajahnya yang masih tersipu malu, melihat itu membuat aku mendesah "haa..." dan menjawab..


"Baguslah, kalau kamu sudah mengerti."


Ucapku, kemudian aku menatap ia dengan serius dan bertanya...


"kalau begitu, bisa kau beritau aku sekarang kenapa kau datang kesini?"


"Anu sebetulnya aku datang ke sini itu, bukan untuk membicarakan soal yang tadi pagi, melainkan aku hanya ingin menemui Siska dan mengerjakan PR bersama."


"PR? Kau pasti bercandakan?"


"Ti-tidak, aku tidak bercanda, kalau tidak percaya tanya saja Siska."


Di saat Putri mengatakan itu, aku menatap ia terus, dimana tatapanya terlihat sangat serius dan tidak ada kebohongan sama sekali.


Mengetaui itu, aku lansung berbisik "begitu." dan turung dari kasur, kemudian aku membuka bajuku dan berjalan ke arah lemari.


Melihat aku yang tiba - tiba buka baju, membuat Wajah Putri lansung memerah dan buru - buru menutup wajahnya dengan tangan.


"~Le-Leon apa yang kamu lakukan."


"Apa? Tentu saja Aku mau ganti baju, jadi cepat keluar sana."


"Ka-Kalau kau mau ganti baju,..KENAPA TIDAK BERITAU AKU DULU, DASAR LEON BODOH!


Ucap Putri dengan keras, sambil melempariku Bantal. "~Aduhh." kemudian ia turung dari kasur dan lansung berlari meninggalkan kamarku.


Di saat ia Sudah pergi, aku mengambil baju didalam lemari dan mulai memakainya. Namun ketika aku sedang mengenakan pakaianku, tiba - tiba Hp yang kutaruk di atas laci tepat di samping kasur bergetar...


BIP!!...BIP!!...BIP!!...


"Umm? Sepertinya ada pesan masuk."


Ucapku sambil berjalan mengambil Hp tersebut. Dimana ketika aku mengambil Hp itu aku melihat kalau Nomor si pengirim tidak di ketaui.


"Siapa ini?"


Sambil bertanya - tanya, aku membuka pesan tersebut, yang dimana ketika aku membuka pesan itu, aku lansung tau siapa Si pengirimnya.


"Oh, ini dari Bulan."


[Apa yang ia katakan?]


Di saat PIX menanyakan itu. Aku mulai membaca pesan tersebut, yang isinya....



Melihat Pesan tersebut, membuat PIX lansung melebarkan mata karena terkejut.


[Eh, Ma-Master jangan bilang, Gadis ini..]


Seolah - olah tau apa yang ingin PIX katakan, aku lansung berkata...


"Yah, sepertinya ia mau menyatakan Cintanya padaku."


[Eh, Master bercanda kan?]


"Tentu saja."


Di saat aku mengatakan itu, Untuk sementara suasana di antara kami berdua menjadi sunyi.

__ADS_1


[........]


"........"


namun setelah beberapa detik kemudian, aku lansung terbatuk "Chough!!" dan berkata...


"Yaa, apapun itu, kita akan tau nanti setelah kita menemuinya"


Ucapku sambil memasukkan Hp itu ke dalam kantong celanaku. Kemudian aku melihat ke arah Pintu dan berbisik.


"Kalau begitu, ayo kita pergi."


[Baik.]


____________________________________


______________________________


Di saat Kak Siska sedang bicara dengan Putri di Ruang tamu, ia melihatku yang sedang berjalan Turung dari tangga dan mencoba memanggilku.


"Leon, kau mau kemana?"


Ketika Kak Siska bertanya, aku berjalan ke arahnya sambil menjawab..


"Aku mau keluar dulu sebentar."


"Hmm begitu,..omong - omong, Apa yang tadi kamu bicarakan dengan Putri, di dalam kamarmu?"


Di saat Kak Siska menanyakan itu dengan serius, aku dengan tenang menjawab...


"Kami tadi hanya ngobrol saja, benarkan Kak Putri?"


Tanyaku sambil berahli ke arah Putri, dimana Putri yang lagi asik minum sentak lansung Kaget dan melihat ke arah kami.


"Eh y-yah itu benar."


Jawab Putri dengan linglung, kemudian aku melihat ke arah Kak Siska dan berkata..


"Lihatkan."


"......."


Merasa tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, akupun mencoba berjalan keluar dari rumah.


"Kalau begitu aku pergi dulu."


Namun di saat aku baru berjalan beberapa langkah, aku ingat ada sesuatu yang ingin ku tanyakan Ke Kak Siska sehingga aku lansung berhenti dan melihat ke arahnya.


"Oh iya Kak Siska, aku lupa bertanya, apa benar Kak Putri datang kesini, ingin mengerjakan PR denganmu?"


"Eh yah itu benar, memang kenapa."


"Tidak, Bukan apa - apa kok, aku hanya ingin tau saja."


Jawabku sambil melirik ke arah Putri, dimana ia sedang melirikku juga.


(Sepertinya kamu tidak bohong.)


Ucapku di dalam pikiran sambil tersenyum, melihat itu membuat Putri lansung tersipu malu dan buru - buru mengalikan pandangannya ke arah lain.


"Putri ada apa?"


Tanya Kak Siska.


"Ti-tidak..bukan apa - apa."


Jawab Putri dengan Gugup.


Di sisi lain karena aku sudah konfirmasi tujuan Putri datang kesini, sehingga aku berbalik, dan mulai berjalan ke arah Pintu.


"Baiklah, karena sudah tidak lagi yang ingin ku bicarakan, kalau begitu aku pergi dulu."

__ADS_1


Sambil meninggalkan kata - kata itu, aku pun lansung berjalan keluar dan pergi meninggalkan rumahku.


__ADS_2