BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SUASANA YANG CANGGUNG


__ADS_3

Di pagi hari, di lantai Dua Rumah Leon, di sana aku(Leon) sedang keluar dari dalam Kamar.


Dimana aku mengenakan pakaian sekolah dan membawa sebuah Tas di belakang Punggungku.


Terlihat juga kepalaku masih di Perban karena luka yang kudapatkan Kemarin.


"Fuuuu,...sepertinya ini sudah tidak sakit lagi."


Ucapku sambil mengelus - ngelus kepalaku. Setelah itu aku berjalan dan pergi menuruni tangga.


Dimana di bawah sana Aku melihat Kak Siska yang berpakaian sekolah sedang menuju ke pintu keluar Rumah dan sepertinya ia ingin lansung pergi ke Sekolah.


Namun di saat aku menyapanya "Kak Siska selamat Pagi." Kak Siska lansung berhenti berjalan dan melihat ke arahku, dimana aku berlari mendekatinya.


"Oh Leon yah, Selamat pagi."


Ketika Kak Siska menyapa balik, ia memperhatikan pakaian dan Juga Perban di kepalaku, dimana ia terlihat khawatir dan bertanya - tanya...


"Leon, apa kau tidak apa - apa pergi ke sekolah?"


"Eh y-yah, memang kenapa?"


"Yaa aku pikir sebaiknya kamu libur saja dulu, lagi pula kepalamu itu masih sakit kan?"


Tanya Kak Siska sambil mengelus perban di kepalaku, dimana ia kelihatan cemas.


Meskipun aku tau itu, tetapi aku tetap melepaskan tangannya dari sana dan berkata...


"Tidak apa - apa Kak, aku baik - baik saja. Dari pada itu tadi aku lihat Kak Siska ingin lansung keluar rumah? Apa Kak Siska tidak sarapan dulu?"


Di saat aku bertanya, Kak Siska lansung berahli ke arah Ruang makan, dimana tatapannya terlihat sedih, bercampur dengan rasa jengkel.


Setelah itu ia kembali melihatku dan menjawab....


"Tidak usah, aku sarapan di sekolah saja, lagi pula hari ini adalah hari kebersihan ku jadi aku harus cepat datang."


"Hmmm begitu,...yah sudah, hati - hati di jalan."


"Um!...kalau gitu Kakak pergi dulu."


Balas Kak Siska sambil mengangguk, setelah itu ia pun berjalan keluar dan pergi meninggalkan Rumah ini.


_________________________________


________________________________


Pada saat aku masuk ke Ruang makan aku melihat Ayah, Ibu, Kak Rangga dan juga Kak Rani sudah duduk di meja makan.


dimana Kak Rani terlihat tengah memangku Fira dan menyuapinya.


"Ini,..bagaimana apa enak?"


Tanya Kak Rani kepada Fira, dimana Fira terlihat Senang.


Namun berbeda dengan mereka berdua. Ayah, Ibu dan juga Kak Rangga terlihat sangat canggung, dimana mereka tidak bicara sedikitpun.


Meskipun sesekali Kak Rangga bicara dengan anak Dan Istrinya tetapi ia seperti melamun dan sedang memikirkan sesuatu...


(Apa - apaan situasi ini?)


Di saat aku memikirkan itu, aku mencoba batuk untuk membuat mereka menyadari keberadaanku 'Cough!!' kemudian aku menyapa mereka...


"Semunya Selamat pagi."


Ketika aku sapa, mereka semua lansung melihat ke arahku, dimana Mereka hanya membalas "Hah Leon, kau sudah datang." setelah itu mereka diam kembali.


Kak Rani yang memperhatikan itu, lansung melihat ke arahku dimana ia mencoba mengajak ku ngobrol.

__ADS_1


"Ara Leon selamat pagi,...bagaimana lukamu apa sudah baik baik saja?"


tanya Kak Rani sambil melihat perban yang terlilit di kepalaku.


"Seperti yang Kak Rani Lihat, aku baik - baik saja."


Jawabku sambil mendekatinya. kemudian aku melihat Fira yang memperhatikan diriku dan bertanya.....


"Yo Fira, bagaimana kemarin, apa kau bersenang - senang?"


Seolah tau aku menanyakan saat kami bermain di Mall, Fira lansung membalas dengan senyuman ceria dan terlihat sangat senang.


"Begitu jadi kau senang yah, baguslah.-


-kalau gitu nanti kita akan pergi lagi, sekalian kita ajak ayahmu supaya dia bisa bayar semuanya,..tidak masalahkan Kak Rangga."


Tanyaku sambil berahli ke arah Kak Rangga, dimana Kak Rangga yang tengah melamun lansung kembali sadar dan melihat ke arahku.


"Eh,..y-yah aku tidak masalah."


Jawabnya dengan Linglun.


"Lihatkan."


Ucapku sambil berahli ke arah Fira. Dimana ia sekali lagi terlihat senang.


Melihat interaksi aku dan Fira, membuat suasana di tempat ini mulai menjadi lebih baik, dimana mereka semua entah kenapa tersenyum saat melihat kami berdua...


Meskipun aku tau alasanya, tetapi aku tetap mencoba untuk bertanya...


"Ada apa, melihatku senyum - senyum begitu?"


"Tidak, bukan apa - apa,...hanya saja Leon, jika kamu ingin membawa Fira bermain, sebaiknya kamu tidak terlalu memaksakan dia, Mengerti?"


Ucap Ibu, dimana ayah menyambungnya juga...


Di saat Ayah menanyakan itu, bukan aku yang jawab melainkan Kak Rangga yang lansung jawab...


"Tentu saja aku. Lagi pula aku ayahnya."


Tidak senang dengan ucapan Kak Rangga, Ayah pun mencoba membalas...


"Rangga, aku tau kau ayahnya tapi jangan lupa aku ini Kakeknya juga."


Tidak mau kalah Dengan Ayah, ibu pun ikutan juga...


"Benar, sama dengan Ibu. Aku ini adalah Neneknya jadi sudah pasti aku juga akan khawatir jika Fira sakit."


Di saat Ibu mengatakan Itu, semua orang lansung melihat ke arahnya, Dimana mereka memperhatikan tubuh Ibu yang kecil tidak seperti Wanita dewasa pada umunya.


Bahkan bisa di katakan ia terlihat seperti seorang Kakak dari pada Neneknya, karena Tubuhnya yang seperti itu.


Seolah menyadari tatapan Kami semua, Ibu pun lansung bertanya...


"Kalian...kenapa kalian melihatku seperti itu?"


"Tidak, Bukan apa - apa."


Balasku dengan datar, di ikuti Ayah, Kak Rangga dan juga Kak Rani yang mengangguk setuju.


"""Umm.."""


Setelah itu, aku melihat mereka semua dan berkata...


"Yaa apapun itu kalian semua tidak usah khawatir, lagi pula Fira adalah anak yang Kuat dan tidak gampang sakit, benarkan?"


Tanyaku sambil melihat Fira. Dimana Fira yang senang dengan perkataanku lansung melihat Ayah, Ibu dan juga Kak Rangga.

__ADS_1


dimana ia memberi sebuah Jari jempol ke Mereka di iringi Ekspresi sombong di wajahnya.


"Heh😏"


Melihat itu, sentak semua Orang di ruang ini lansung tertawa, sebab mereka tidak pernah menyangkah bahwa Fira bisa buat ekspresi seperti itu.


Sedangkan Fira yang tidak mengerti apa yang mereka semua tertawakan lansung melihat ke arahku, dimana ia seolah ingin minta bantuan.


"~e~eon..😞"


tau apa yang di inginkan Fira, aku pun lansung mengelus kepalanya sambil berkata...


"Tenang saja, mereka hanya senang melihat ekspresimu."


Ucapku, Setelah itu aku melihat mereka semua dan berkata..


"Baiklah sudah cukup main - mainnya, mari kita mulai Sarapan."


Di saat aku mengatakan itu, Ayah yang pertama membalas. "Yah, Kau benar." kemudian diikuti Ibu, Kak Rangga dan juga Kak Rani yang mengangguk setuju.


"""Umm.."""


Setelah itu, kami pun mulai Serapan bersama, di ikuti oleh senyuman pagi seperti biasa. Kecuali satu orang yaitu....KAK SISKA.


_________________________________


________________________________


Setelah aku sarapan aku lansung keluar dari Rumah dan pergi ke halaman untuk menunggu ayah yang akan mengantarku ke Sekolah.


di saat aku menunggu, dari jauh aku melihat Rina sedang berjalan masuk ke Halaman Rumah, dimana ia membawa sebuah Kantong Hitam Yang berisikan beberapa sayuran dan juga bahan makanan.


(Apa ia baru Pulang dari pasar.)


Ketika aku memikirkan itu, Rina memperhatikan keberadaanku dan lansung mendekatiku, kemudian ia menyapaku


"Tuan Muda selamat pagi."


"Yah selamat pagi,....apa kau habis pergi ke pasar?"


Tanyaku, dimana Rina melirik kantong yang ia bawah dan menjawab...


"Yah aku habis beli beberapa bahan makanan untuk makan malam nanti."


"Hmm begitu."


Ucapku. Setelah itu Rina memperhatikan Perban yang terlilit di kepalaku dan bertanya...


"Omong - omong, aku sudah dengar tadi malam, tapi apa kepala anda baik - baik saja?"


"Eh yah, aku baik - baik saja. Meskipun masih terasa sakit sedikit, tetapi tidak ada masalah."


"Begitu Syukurlah, aku senang mendengarnya."


Ucap Rina sambil tersenyum.


Setelah itu, dari arah Rumah terlihat Ayah dan Ibu sudah keluar dan lansung memanggilku.


"Leon, waktunya kita berangkat."


Ucap Ayah.


"Hah, sudah waktunya,....kalau begitu Rina, aku pergi dulu, nanti Kita bicara lagi."


"Um, aku mengerti."


Balas Rina sambil mengganguk, setelah itu akupun pergi ke bagasi Mobil dan Masuk ke dalam. kemudian Ayah tancap gas dan lansung pergi meninggalkan Rumah.

__ADS_1


__ADS_2