
Setelah Rangga membaca dokumen yang terdapat di Flasdist itu.
Ia mengetaui bahwa Carla sepertinya sedang mempersiapkan 50 Anggota KSPnya untuk di kirim ke kota ini agar bisa membantu Rangga Menghadapi Para Monster.
Di tambah lagi ia juga berniat mengirim dua Anggota tetap KSP kesini yaitu Dux dan Mael.
Namun untuk melakukan itu Carla sepertinya masih butuh persetujuan dari pihak Rangga agar bisa mengirim Anggotanya Ke sini.
Sebab jika tidak, sama saja ia telah melanggar aturan.
Karena itulah Carla sedang menunggu jawaban dari Pihak Rangga apa ia mau menerima Bantuan ini atau tidak.
Jika mereka menerimannya maka Carla akan lansung mengirim semua Anggota yang sudah ia persiapkan Ke Kota ini.
Supaya mereka semua bisa mempersiapkan segala kemungkinan Yang bisa membahayakan Kota ini dari ancama Lubang abnormal yang belum di ketaui.
"Rangga biar aku ingatkan, alasan Carla mengirim anggota kami ke sini, itu bukan berarti karena Kami Tidak percaya Dengan Kemampuan Pasukanmu ataupun Pasukan negara ini.-
-Hanya saja kamu tau sendiri, kebanyakan Orang yang pertama kali menghadapai Para Moster biasanya ia akan ketakutan, bahkan di antara mereka ada yang sampai Tidak bisa bergerak karena terlalu takut.-
-Karena itulah kau butuh orang Yang berpengalaman yang bisa menuntung pasukanmu menghadapi para Monster."
"Dan orang itu adalah Anggota KSP mu?"
Tanya Rangga, dimana Brid dengan serius lansung menjawab...
"Benar. kau seharusnya tau sendirikan anggota kami itu Bukan anggota sembarangan. Mereka semua adalah orang - orang terpilih yang sudah terlatih dan terbiasa menghadapi para Monster.-
-Bahkan kebanyakan dari mereka adalah pasukan Khusus dari negara Lain. Contohnya Saja orang yang pernah kamu rekomendasikan pada kami, siapa lagi namanya...."
"Kapten Respati"
"Yah, itu dia Respati. Kau tau sendirikan kemampuan dia?"
"Tentu saja aku tau, lagi pula dia itu adalah salah satu Sniper terbaik di negara ini."
"Nah Karena itulah jika kamu menerima tawaran Carla, aku yakin ini pasti akan sangat membantu pasukanmu menghadapi para Monster."
Tentu saja Brid mengerti hal itu, hanya saja.....
"Maafkan aku, aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Tolong beri aku waktu."
"Aku mengerti, tolong pikirkan baik - baik tawaran kami. Karena bagaimanapun juga ini bukan hanya menyangkut soal reputasi kalian. Tapi ini sudah menyangkut soal Nyawa Warga kalian, karena itulah aku harap kamu ingat itu baik - baik Rangga."
"Yah, aku tau itu."
Jawab Rangga sambil mengangguk. Setelah itu Rangga memasukkan kembali laptopnya ke dalam Tasn, Lalu melihat Brid.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"Pertama - tama aku ingin Cari Tempat yang pas untuk pasang alat ini."
Jawab Brid sambil menunjukkan sebuah alat yang bentuknya seperti kamera CCTV. Namun CCTV itu tidak menggunakan lensa kamera melainkan Menggunakan Semacam Mata Monster.
"Apa ini?"
Tanya Rangga yang penasaran.
"Ini Alat yang baru - baru ini di ciptakan Oleh Negara Jendral Alexei.-
-Alat ini bisa Mendeteksi keberadaan Monster dari jarak yang cukup jauh, hingga mencapai seluruh wilayah ini."
__ADS_1
Rangga merasa tercengan mendengar hal itu.
"Ooh tapi kenapa anda ingin pasang alat ini? APA MUNGKIN....."
Seolah tau apa yang ingin Rangga katakan, Brid lansung tersenyum kemudian ia menjawab.
"Benar, alasan aku ingin pasang Alat ini itu karena Tim yang kami suruh untuk menyelidiki sekitar tempat Lubang putih itu terbuka, tidak menemukan Satupun adanya keberadaan Monster.-
-Bahkan mereka sudah menelusuri seluruh Hutan ini namun tetap saja mereka tidak menemukan apapun. Jejak kaki mereka pun juga tidak ada."
"Hmmm itu berarti Lubang Putih ini...."
"Yah. Kemungkinan besar Lubang ini, Lubang yang tidak mengeluarkan Monster."
Jawab Brid dengan Serius. Lalu kemudian ia menambahkan...
"Yah ini hanya masih perkirahanku sih. Itulah kenapa aku ingin pasang alat ini supaya aku bisa mencari tau apa Lubang Putih itu benar - benar tidak mengeluarkan Monster atau tidak."
"Hmm aku mengerti, kalau begitu sini biar aku bantu pasang Alat itu."
Brid menyerahkan alat itu pada Rangga, dimana Rangga mulai mencari tempat yang pas untuk memasangnya.
____________________________________
_________________________________
Setelah mereka Memasang Alat itu mereka pun keluar dari Hutan.
Dimana Mereka melewati Pembatas Yang pernah Di pasang Oleh Polisi untuk melarang Memasuki Area dimana Luis dan Yang lainnya Di Anggap Hilang.
Brid terlihat penasaran dengan Pembatas itu dan bertanya ke Rangga.
"Rangga Bukankah itu Pembatas Polisi? Apa di sini pernah ada Kasus Pembunuhan?"
"Orang Hilang?"
"Yah. Mereka adalah Anak - anak berandalan yang pernah membuli Adekku."
"Adekmu? Tunggu Maksudmu Leon?"
Tanya Brid, dimana Rangga menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Umm."
Melihat itu, Brid entah kenapa lansung mengetaui bahwa Anak - anak berandalan itu kemungkinan besar tidak hilang, Melainkan mereka sudah di bunuh oleh Leon.
(Meski begitu Kejadiaannya berada di dalam Hutan tempat dimana Lubang Putih itu terbuka,.... JANGAN BILANG..)
Seolah Brid menyadari sesuatu, ia lansung kembali melihat Rangga dan bertanya...
"Rangga Boleh aku tau, kapan Kejadian anak - anak berandalan itu Hilang."
"Kalau di pikir - pikir itu sama dengan Waktu Lubang Putih itu terbuka."
(Sudah kuduga.)
Ucap lansung Brid di dalam Pikirannya. Sementara itu Rangga yang seolah sudah mulai menyadarinya juga lansung kaget dan buru - buru melihat Brid.
"Paman Brid jangan bilang anak - anak Berandalan itu....MASUK KE DALAM LUBANG!"
"Benar Eh-!"
__ADS_1
Brid Kaget dan tubuhnya lansung membatu. Lalu Dengan nada yang sedikit rumit ia mencoba bertanya..
"Ra~Rangga apa yang barusan kau katakan?"
"Apa anda tidak dengar, aku bilang apa mungkin Anak - anak itu masuk ke dalam Lubang, itulah kenapa mereka sampai saat ini belum bisa di temukan."
Brid mengerti apa yang di maksud Rangga, walau begitu...
"Rangga, kamu seharusnya tau sendirikan. Lubang Dimensi itu tidak bisa di masuki oleh Manusia. Sekali manusia masuk ke dalam sana maka Seluruh darah dan Daging mereka akan Hilang dan hanya menyisahkan Tulang saja."
"I-itu benar juga. Itu berarti anak - anak itu sudah Mati dong?"
"Mu-Mungkin."
Balas Brid.
Yaa meski cara Kematian anak - anak itu berbeda dari apa yang Rangga pikirkan sih.
____________________________________
_________________________________
>Di rumah Leon.
Di saat aku sedang baring - baring di sofa Sambil nonton berita. Dari arah Pintu terdengar suara Kak Rangga yang sepertinya baru saja Pulang.
"Kami Pulang."
Kak Rangga berjalan masuk ke dalam dan lansung pergi ke Ruang Tamu dan di situ ia melihat aku Sedang baring - baring di sofa.
"Oh ternyata kamu ada disini Leon."
"Ada apa?"
Tanyaku.
"Itu, di luar Paman Brid memanggilmu, sepertinya ia ingin mengajak kamu jalan - jalan."
"Eh."
Awalnya aku terkejut. Namun sesaat kemudian aku lansung menyadari bahwa Brid sepertinya sedang ingin membicarakan sesuatu padaku.
Jadi tanpa menungga lama Aku lansung bangkit dari Sofa dan keluar dari Rumah.
Dimana aku melihat Sebuah Mobil Putih sedang terparkir di depan Halaman Rumah.
Aku mendekati Mobil tersebut dan aku melihat Brid sedang duduk di dalam, kursi di paling depan.
"Woy, Rangga Bilang kau sedang memanggilku, ada apa?"
"Oh kau sudah datang, pertama - tama tolong masuklah dulu. Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu."
Awalmya aku tidak ingin dengar perkataannya namun ketika Melihat wajahnya yang Serius.
Mau tidak mau aku pun mendengar perkataan nya dan mulai masuk ke dalam Mobil. Dimana aku duduk di Kursi Paling depan juga tepat di samping Brid.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan."
"Sebelum itu ayo kita cari kafe dulu, setelah itu baru kita bicara."
"Ooh kalau begitu, mari pergi ke Kafe yang sering aku kunjungi."
__ADS_1
"Dimana?"
Tanya Brid, dimana aku hanya membalas ia dengan Senyuman😏.