
Tepat di atas langit di daerah salju, tiba - tiba muncul sebuah cahaya yang menyilaukan. Dari dalam cahaya itu dua sosok bayangan terjun bebas ke bawah. Mereka adalah Amaliya dan juga Selena yang sedang menyentuh punggung Amaliya di belakang.
(Apa yang terjadi? dimana ini?)
Amaliya hanya bisa melihat awan putih yang membentang di depannya. Namun tak kemudian ia akhirnya menyadari bahwa dirinya berada di atas langit dan sedang terjun bebas ke bawah.
(Ki~Kita berada di atas langit!)
[Sepertinya begitu.]
Tiba - tiba terdengar suara wanita di dalam pikiran Amaliya. Suara itu berasal dari Roh TUPXION Amaliya bernama ELSIE.
(ELSIE.)
[Master, sepertinya wanita itu(Selena) telah teleportasi anda di atas langit, Kemungkinan besar, ia berniat mengalahkan Anda dengan cara membuang Anda dari ketinggian ini. Jika kita tidak melakukan sesuatu, maka...]
(Aku bisa mati.)
Sambung langsung Amaliya. Kemudian Amaliya bertanya..
(Jadi, apa yang harus kulakukan?)
ELSIE mulai memberikan saran kepada Amaliya.
Sedangkan di sisi lain, Selena masih memegang punggung Amaliya di belakang.
Selena merasa aneh karena Amaliya terus diam dan tidak menunjukkan tanda-tanda panik, meskipun berada dalam situasi berbahaya seperti ini.
(Apa yang sedang gadis ini pikirkan?)
Selena bertanya dalam hati. Dan tak lama kemudian Amaliya membuka mulutnya dan mulai berbicara..
"Baiklah, aku mengerti."
Kemudian Amaliya melihat kebelakang dari balik pundak dan menatap Selena.
"Sepertinya aku kena. Tidak ku sangka kau akan melakukan teleportasi padaku di ketinggian seperti ini."
"Heh meskipun kemampuanku mungkin tidak cukup untuk melukai orang, tapi setidaknya aku bisa memindahkan orang dari ketinggian ini dan membunuhnya,"
"Begitu."
Gadis itu membalas dengan tenang. Meski begitu Selena tak berhenti dan melanjutkan lagi..
"Aku ingin tau, kira - kira apa kau masih bisa selamat seperti orang itu(Leon) jika ku buang dari sini."
Amaliya tidak mengatakan apa - apa dan diam saja menatap Selena dengan tajam.
"......."
Lalu Setelah itu Selena mendorong punggung Amaliya ke depan agar bisa menjauh darinya.
"Baiklah, aku rasa sudah waktunya aku pergi. Dah gadis kecil."
__ADS_1
Selena mencoba menggunakan kemampuan nya.
Namun Amaliya tidak membiarkan Selena pergi begitu saja. Ia langsung menciptakan
Duri es di belakangnya dan mencoba menyerang Selena.
Duri es meluncur dengan cepat, tapi karena medan yang tidak stabil, sehingga duri es tersebut tidak berhasil mengenai Selena.
"Sayang sekali, sepertinya kamu meleset."
Kata Selena, namun gadis itu langsung membantahnya..
"Tidak juga."
Tiba - tiba Selena kaget saat merasakan ada sesuatu di kakinya. Saat ia melihat ke bawah ia mendapati satu kakinya sedang terlilit oleh rantai es.
Terlebih rantai itu terhubung lansung dengan tangan Amaliya.
(Begitu, serangan barusan cuma pengalihan saja, tujuan sebenarnya adalah melilit rantai ini di kaki ku.-
-Selama rantai ini terhubung dengan ku maka aku tidak akan bisa melakukan teleportasi karena itu bisa membuat Amaliya terbawa bersamaku.-
-Satu - satunya cara adalah dengan memotong rantai ini.)
Selena mengambil belatinya dan mencoba memotong Rantai itu.
PUSSHHH!!
Selena berhasil memotong Rantai itu tapi dalam sekejap rantai itu tersambung kembali. Yang dimana hal itu membuat Selena kaget.
Selena mencoba lagi memotongnya, tetapi rantai itu terus saja tersambung kembali, sampai membuat Selena kesal.
"Sial, apa - apaan rantai ini!"
"Percuma saja kau memotongnya. Selama rantai itu terhubung denganku maka rantai itu akan terus tersambung. berapa kali pun kau memotongnya."
Amaliya mencoba memberi tahu Selena, namun tampaknya Selena tetap bersikeras memotong rantai tersebut.
(ELSIE, sepertinya kamu benar. Selama rantai ini terhubung dengannya, dia tidak akan mau menggunakan kemampuannya.)
[Benar, jika ia sampai menggunakan kemampuannya maka sudah pasti kita akan ikut terbawa bersamanya.-
-Ini sama saja rencana ia yang mencoba membunuh anda dengan membuang anda dari ketinggian ini gagal.]
(Kau benar.)
Ucap Amaliya, kemudian Amaliya melanjutkan lagi..
(Meski begitu, tidak ku sangka kau bisa mengetahui kelemahannya.)
[Yaa itu karena kemampuan wanita itu sama seperti Kemampuan dari salah satu Monster yang pernah ku kalahkan dulu, itulah kenapa aku bisa mengetahuinya.]
(Hmm Begitu.)
__ADS_1
Sementara mereka berbicara, Selena masih berusaha memotong rantai itu, tetapi upayanya selalu sia-sia.
Akhirnya, Selena menyerah dan menatap Amaliya.
(Sial, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain membawanya bersamaku.-
-Selain itu...)
Selena melihat ke bawah dan menyadari bahwa tak lama lagi mereka akan jatuh ke tanah.
Jika Selena tidak segera melakukan teleportasi maka mereka berdua akan mati.
Amaliya seolah tau itu dan berkata...
"Hei, kau pasti berpikir kita berdua akan mati jika kau tidak segera teleportasi, Tapi sayangnya Yang akan mati itu cuma kamu saja bukan aku."
Selena merasa kebingungan dan bertanya...
"Apa maksudmu?"
"Kau pasti sudah lupa tapi kemampuanku itu bisa mengubah udara di sekitarku menjadi es. Baik rantai ini ataupun Duri es yang sebelumnya.-
-Dengan kata lain aku bisa kapan saja menciptakan sebuah pijakan di bawah kakiku dan berdiri di atasnya untuk bisa selamat."
Selena sontak kaget mendengar itu sebab jika Amaliya memang bisa melakukan hal tersebut kenapa sejak awal ia tidak melakukannya dan malah lebih memilih menghubungkan rantai ini dengan kaki Selana.
(Apa ada alasannya?)
Karena Selena tidak tau alasannya jadi ia pun bertanya.
"Oi Kalau kau memang bisa membuat pijakan di bawah kakimu kalau begitu kenapa tidak kau lakukan sejak awal?"
"Itu karena aku tidak ingin membiarkanmu lolos, lagi pula kau itu bisa pergi kapan saja jadi dengan adanya rantai ini yang terhubung dengan kakimu maka kau tidak akan bisa pergi dariku."
(Memang benar, selama Rantai ini melekat padaku maka di manapun aku teleportasi, ia akan terus ikut bersamaku.) Pikir Selena.
Sekali lagi Selena melihat ke bawah dan menyadari bahwa mereka sebentar lagi akan segera mencapai tanah.
(Sial, Nampaknya aku tidak punya pilihan lain selain membawanya bersamaku.)
Selena menggunakan kemampuannya. Dimana tubuhnya mulai memancarkan cahaya.
Ketika cahaya itu mereda baik Selena dan juga Amaliya sudah tidak ada di sana dan mereka berdua sudah di pindahkan ke sebuah dataran salju yang luas, yang di kelilingi pegunungan.
Selena melihat kebawah dan memperhatikan kaki kirinya masih terlilit oleh rantai yang terhubung dengan Amaliya.
(Selama Rantai ini melilit kakiku, maka Kemampuan Senjata S Gear ku tidak akan banyak berguna.-
-Satu - satunya yang bisa ku andalkan saat ini adalah kecepatan ku.)
Meskipun kecepatan Selena tidak secepat Brid tetapi setidaknya ia masih ada kemungkinan untuk bisa mengalahkan Amaliya.
Selain itu...
__ADS_1
(AKU MASIH PUNYA SENJATA RAHASIA YANG KU SEMBUNYIKAN DI BALIK JAKET KU.)
Selena mengintip sebuah suntikan Bius yang terdapat di balik jaketnya.