
"~~Wo-Woy Brid, apa maksudnya ini."
ketika Selena bertanya. Ia menatap Brid dengan tajam. seperti ia merasakan perasaan buruk saat melihat ruangan ini.
Namun, tanpa pedulikan itu Brid bertanya balik padanya.
"Maksudmu?"
"Maksudku, Misi apa yang kita jalankan ini? Kenapa ada sesuatu yang seperti itu di dalam sana, apa yang kalian Rencakan?"
Ucap Selena Sambil melihat Brid penuh aura intimidasi. Meski begitu Brid tetap tenang dan menjawab..
"Jujur aku tidak punya waktu untuk menjelaskanmu. Tetapi jika kau benar - benar ingin tau. Bicaralah dengan Carla setelah Misi ini selesai."
Mendengar hal itu, untuk sementara Selena terus melihat ke arah Brid. Namun setelah beberapa detik kemudian ia mendesah "haaa..." dan berkata...
"Yah sudahlah, aku mengerti."
Setelah mendengar itu Brid lansung merasa lega dan melihat ke dalam Ruangan itu lagi.
"kalau begitu aku masuk dulu. Kau tunggu saja di sini."
"Yah, aku mengerti."
Jawab Selena dengan santai.
Setelah Itu Brid mulai berjalan masuk. Namun sesaat ia berjalan Tiba - tiba sebuah tanda peringatan Berbunyi.
"A-apa,..apa yang terjadi? Jangan bilang..."
Sesaat Brid berpikir bahwa Selena tanpa sengaja menekan Saklar itu. Selena lansung menyangkalnya dan berkata...
"Itu, bukan aku."
"Kalau bukan kau, itu berarti..."
Pada saat Brid ingin mengatakan sesuatu, tiba - tiba terdengar suara aduh tembak dari atas.
Setelah itu. Ia mendapatkan sebuah panggilan dari salah Satu Trio Bodoh yaitu, Mavra.
{BRID,..WOY BRID, APA KAU DENGAR, INI GAWAT.}
"yah, aku dengar, ada apa teriak - teriak?"
{KA-KAMI,..KAMI SUDAH KETAUAN.}
(Sudah kuduga.)
Ucap lansung Brid di dalam pikirannya. Setelah itu, Brid Mendesah dan berkata..
"Bisa beritau aku situasinya sekarang?"
Saat Brid Bertanya ia bisa dengar Suara aduh tembak di telingannya. Namun tanpa pedulikan itu, ia Fokus dengar suara Mavra..
{SAAT INI KAMI SEDANG MENCOBA MENAHAN MEREKA SELAMA MUNGKIN. TAPI PIHAK MUSUH TERUS SAJA MENYERANG SECARA AGRESIF. DAN KEMUNGKINAN, KAMI...}
"...Tidak bisa bertahan lama."
Sambung lansung Brid.
{Yah.}
Jawab Mavra secara Singat, setelah itu Brid bertanya...
"Berapa lama kalian bisa bertahan?"
{Sekitar 4 sampai 5 menit mungkin.}
Mendengar hal itu, Brid lansung melihat ke arah Selena.
Di sisi lain, Selena yang melihat itu lansung menganggukkan kepalanya. Seolah - olah tau apa yang di inginkan Brid.
Setelah itu Brid kembali bicara dengan Mavra..
"Baiklah, secepat mungkin kami akan datang kesana, sebelum 4 menit."
{Yah, aku akan tunggu.}
Setelah Mavra mengucapkan itu, Panggilan mereka lansung berakhir. Dan Brid lansung menghubungi salah satu anggotanya lagi yaitu Dux.
"Dux, Seperti yang kau dengar, sekarang Giliranmu."
{Yah, aku mengerti.}
___________________________________
____________________________
Di tepi pangkalan. Tepat di samping benteng. Di sana terdengar suara aduh tembak terus terjadi di tempat itu.
Dimana Trio bodoh yaitu Greg, Mavra Dan Betris tengah bersembunyi di balik Mobil, sambil menembak setiap Prajurit yang mendekati mereka.
DOOOR!!,...DOOOOOORR!!....DORR!!
Pada saat Greg dan Betris menahan serangan Musuh, Greg perhatikan kalau Mavra sudah selesai Menghubungi Brid. Sehingga ia bertanya...
"MAVRA BAGAIMANA, APA KAU SUDAH BERITAU MEREKA?"
Mavra yang di tanya seperti itu. Mulai menyiapkan senjatanya dan menjawab..
"Yah, aku sudah beritau mereka, mereka bilang akan tiba Sebelum 4 Menit."
__ADS_1
"Bagus, kalau begitu ayo kita bertahan sampai mereka tiba."
""BAIK.""
jawab Mavra dan Betris secara serentak.
Setelah itu Aduh tembak terus terjadi di tempat itu...
Namun, setelah beberapa saat aduh Tembak terjadi, tidak jauh di depan mereka Betris melihat ada 2 Tank sedang menuju ke arah mereka.
Melihat hal itu, Betris dengan cepat melihat ke arah Greg dan berkata...
"GREG, 2 TANK SEDANG MENUJU KESINI."
Greg yang dengar itu. Dengan tenang menjawab..
"Yah, aku tau,..tidak usah pedulikan mereka, kita Fokus saja ke Para Prajurit."
"Eh."
Ketika Betris tidak mengerti apa yang dikatakan Greg, tiba - tiba sebuah Ledakan terjadi tidak jauh di depan Mereka.
BOOOMM!!
Saat Betris melihat ke arah sana. Di situ terlihat salah satu Tank yang mencoba mendekati Mereka sudah Hancur.
Melihat hal itu, Betris terlihat terkejut.
"I- Ini,..jangan bilang..."
Sesaat Betris membisikkan itu, ia melihat ke arah Tank yang satunya lagi.
Dimana, tidak jauh di belakang Tank itu, Betris melihat sebuah Drone sedang terbang di dalam Kegelapan dan Mendarat di atas Tank tersebut.
Setelah Drone itu mendarat, beberapa detik kemudian, tiba - tiba Drone itu meledak dan Menghacurkan Tank itu.
BOOOOOM!!
Bukan hanya 2 Tank itu saja Yang di hancurkan, bahkan beberapa Tank dan Kendaraan Berlapis baja yang tidak beroprasi, ikut juga Di hancurkan.
Hingga suara Ledakan terus terjadi di pangkalan ini.
Di sisi lain, Betris yang melihat pemandangan di depannya terlihat terkejut.
sebab ia bisa melihat beberapa Drone terus berterbangan di dalam Kegelapan dan menghacurkan beberapa kendaraan di pangkalan ini.
Melihat hal itu, tanpa Sadar Betris tersenyum seringai sambil berkata..
"Heh, dengan begini tidak ada yang perlu di khawatir kan lagi. Sekarang..."
Sambil mengucapkan itu, Betris kembali mengambil senjatanya dan mulai Menembak Setiap Prajurit yang mendekati mereka.
___________________________________
____________________________
Ketika Trio bodoh sedang menahan Serangan Musuh di Atas, di sebuah Koridor di fasilitas bawah tanah.
Disana Terlihat, beberapa Prajurit sedang menembak ke arah depan.
Dimana tidak jauh di depan mereka Terlihat Gregori sedang berlindung di dalam Ruangan. Sambil sesekali ia mengintip keluar dan menembak balik Prajurit itu.
DOOOOR!!....DOORR!!.....DOOOOORR!!
Pada saat kedua belah pihak saling menembak satu sama lain, Di dalam Ruang tempat Gregori berlindung.
di sana terlihat Dux sedang bersandar di tembok. Sambil memainkan Tapnya.
Dimana tap tersebut memperlihatkan sebuah Rekaman Drone yang ia kendalikan di atas.
"Yosh, seharusnya ini sudah cukup."
Sambil membisikkan itu, Dux lansung menghubungi Salah satu Trio Bodoh yaitu, Greg.
"Greg, aku sudah menghancurkan beberapa kendarahan dan Tank di atas sana. Sisanya aku serahkan pada kalian."
{Baik, kami mengerti.}
Setelah Greg menjawab itu, Panggilan mereka lansung berakhir.
"Sekarang..."
Sambil memasukkan Tapnya itu ke dalam Ransel. Dux mulai berjalan ke arah Gregori dan berkata...
"Gregori, waktunya menyerang."
Mendengar hal itu, Gregori lansung menjawabnya dengan anggukan.
>Sedangkan, Di sisi lain..
Ketika Para Prajurit terus menembak ke ruangan, tempat Dux dan Gregori bersembunyi.
Salah satu Prajurit merasa kalau serangan dari Pihak sana sudah berhenti.
Sehingga ia memberikan Kode di tangannya untuk membuat semua temannya berhenti Menembak.
"SEMUANYA BERHENTI MENEMBAK."
Mendengar hal itu, secara serentak semua prajurit lansung berhenti menembak. Dan terus mengarahkan senjata mereka ke depan.
Namun karena pihak di sana tetap tidak melancarkan serangan. Sehingga secara perlahan mereka semua berjalan ke arah sana.
__ADS_1
Tap!...Tap!....Tap!...
Pada saat mereka sudah hampir mendekati ruangan Itu, salah satu Prajurit lansung memberikan kode di tangannya untuk membuat mereka semua berhenti.
Setelah mereka berhenti, prajurit itu lansung melihat ke arah salah satu temannya dan berkata...
"Kau ikut denganku, sedangkan yang lainnya tunggu di sini."
Ucapnya sambil milihat ke arah temannya yang lain.
Mendengar itu, secara serantak semua prajurit lansung anggukkan kepalannya masing - masing.
"Baiklah, kalau begitu ayo maju."
Sambil mengucapkan itu, Perajurit tersebut mulai berjalan ke arah Ruangan itu, di ikuti salah satu temannya di belakang.
Saat mereka sudah berada di depan Ruangan, Prajurit itu melihat kalau ruangan itu terlihat sangat sepi dan gelap.
Namun, tanpa pedulikan itu mereka berdua tetap melangkah masuk ke dalam.
Dan sesaat mereka baru saja masuk, tiba - tiba mereka berdua merasakan Niat membunuh di samping mereka.
Sehingga mereka berdua lansung melihat ke arah sana. Dan perhatikan ada seorang Pria sedang berdiri tepat di sampingnya. Sambil menatap mereka dengan Senyuman Seringai.
Melihat hal itu, mereka berdua lansung mengarahkan Senjatanya ke arah Pria tersebut.
Namun, sayangnya sebelum mereka berdua menekan pelatuknya, dengan Cepat wajah mereka lansung di genggam oleh tangan besar Pria itu dan tanpa menunggu lama, tubuh mereka lansung di tarik ke dalam.
Di sisi lain, ketika para Prajurit yang menunggu di Koridor melihat, kalau kedua temannya baru saja Di tarik ke dalam, mereka semua terlihat kaget.
Namun, hanya beberapa detik kemudian. Tiba - tiba Mereka semua mendengar, Suara Jeritan Temannya dari Ruangan itu...
"~~Arghhhhhhhh,..He~Hentikan, Hentikan itu Seka~...ARGHHHHHHHH!"
"~~ Le~Lepaskan, Lepaskan tanganmu dari si~...ARGHHHHHHH!!"
Mendengar jeritan Kedua temannya. Membuat Para Prajurit itu meneteskan keringat dingin dan lansung mengarahkan Senjatanya ke arah depan.
Satelah itu. Dengan nada gemetar, Salah Satu Prajurit lansung teriak..
"~~SI-SIAL,...JANGAN BERSEMBUNYI SAJA KELUAR KAU DARI SITU."
Ucapnya dengan marah.
"BE~BENAR,..CEPAT KELUAR."
Ucap prajurit yang lainnya.
Di sisi lain, ketika Gregori mendengar itu, perlahan ia berjalan Keluar dan berdiri di depan Pintu Ruangan.
Para Prajurit yang melihat Tubuh besar Gregori lansung terlihat merinding.
Sebab mereka tidak menyangkah Kalau Musuh mereka setinggi itu. Terlebih lagi salah satu dari mereka terlihat seperti mengenali Gregori. Meskipun Gregori mengenakan penutup Wajah.
Namun tanpa pedulikan itu. Gregori lansung mencabut Pintu Ruangan itu dan tanpa menunggu lama ia lansung berlari ke arah para Prajurit.
Para Prajurit yang melihat itu, lansung kaget dan secara Sponta mulai menembak Gregori.
Sayangnya Gregori dengan cepat membuat Pintu yang ia Genggam menjadi perisai.
Dimana pintu tersebut adalah Pintu baja Sehingga tidak ada satupun tembakan dari mereka mengenai dirinya.
"CIH, JANGAN BERHENTI, TEMBAK IA TERUS." teriak salah Satu Prajurit.
DOOOORR!!...DOORR!!...DOOOORR!!
Setiap tembakan demi tembakan terus di arahkan Ke Gregori. Namun tetap saja tidak ada satupun yang mengenai dirinya.
Hingga akhirnya Gregori sampai ke tempat para Prajurit itu dan tanpa menunggu lama ia lansung menabrak mereka semua menggunakan Pintu tersebut.
BUUUUUK!!
"""""~AGHHHHHHHHHH!!"""""
Pada saat semua Prajurit di tabrak, mereka semua lansung terlempar dan terjatuh di lantai.
"~Ughh,..SIAL DASAR MONS-!"
'TER' ingin ucap Prajurit itu, namun sebelum ia mengucapakan itu, tiba - tiba sebuah Pintu lansung menghatam wajahnya.
Hingga membuat ia terlempar jauh dan menabrak tembok di belakannya.
"~~UGHHHHHHHHHH..."
Prajurit lain yang melihat pemandangan itu, mencoba melihat ke arah belakang.
dimana terlihat Gregori sedang mengangkat Pintu itu tinggi - tinggi sambil bersiap menghantam mereka satu persatu.
"~~ti-tidak,..menjauh dari ku-!!"
Ketika salah Satu prajurit mengucapkan itu, ia bisa melihat bahwa Gregori tersenyum Seringai.
"Heh."
Dan sesaat itu juga Pintu tersebut lansung Menghantam kakinya dengan kuat..
BUKKK!!
..hingga membuat tulang di kakinya retak dan lansung teriak Isteris..
"~ARGHHHHHHHHHHHHHHHHH!!"
__ADS_1