BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BURUNG GAGAK MISTERIUS


__ADS_3

Pada saat waktunya istirahat. Tepat di koridor terlihat Bu Linda sedang berjalan di sana. Dimana ia sedang menuju ke ruang UKS.


"Aku harap, Leon sudah baik - baik saja." Bisiknya.


Setelah beberapa saat Bu Linda berjalan, tak lama kemudian akhirnya ia sampai di depan Pintu ruang Uks.


Dimana ia lansung membuka Pintu tersebut "Knock!!" dan masuk ke dalam.


TAP!!...TAP!!...TAP!!...


Ketika Bu Linda berjalan masuk, ia merasa kalau ruangan ini terasa sunyi.


"Permisi, apa ada orang?"


Tanya Bu Linda.


Namun tidak ada satupun jawaban, sehingga Bu Linda lansung mendesah "haa.." sambil berbisik.


"Apa Dokter Nara sedang pergi?"


Setelah membisikkan itu, Bu Linda mencoba pergi ke Kasur Leon, dimana kasurnya sedang di tutupi oleh Tirai.


Namun, ketika ia membuka Tirai tersebut, tiba - tiba matanya melebar karena terkejut.


"Eh!"


Alasannya itu karena, tepat di kasur, terlihat Dokter Nara sedang tidur nyenyak, dimana belahan dadanya sampai terlihat.


Namun yang membuat Bu Linda terkejut bukanlah itu, melainkan ia tidak melihat keberadaan Leon dimanapun.


"Di-dia,.. Pergi kemana Leon?"


Ucap Bu Linda dengan ekspresi khawatir.


__________________________________


______________________________


Di belakang Sekolah. tempat dimana Jarang para Siswa datangi dan sangat sepi. Di sana terlihat aku (Leon), Sedang duduk sambil bersandar di tembok.


Dimana terlihat semua kancing bajuku sedang terlepas, dan meperlihatkan badanku yang telanjang.


Namun, tanpa pedulikan itu, aku mencoba mengatur nafasku terlebih dahulu, yang saat ini terlihat kelelahan.


"Haaa!!....haaa!!....haa!!.."


Setelah aku sudah mengatur nafasku, aku perlahan mendesah "haaaaa..." dan melihat ke arah atas.


Dimana langit biru terbentang di angkasa.


"......"


Tanpa berkata sedikitpun aku mencoba mengingat lagi apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


Dimana ketika Dokter Nara mencoba mengoleskan salep di badanku, saat itu Genggamannya terasa melemah sehingga aku menggunakan kesempatan itu untuk melepas tanganku dari Genggamannya, dan lansung memukul lehernya agar membuatnya pingsan.


Setelah Dokter Nara Pingsan, aku membaringkan ia di kasurku dan lansung pergi meninggalkan ruang UKS.


Setelah mengingat itu, perlahan aku menghembuskan nafasku sambil berkata..


"Fuuuu, tadi itu sangat berbahaya."


Ucapku, Setelah itu aku menyipitkan mataku dengan tajam dan berbisik.


"Jika aku tidak lari tadi, kira - kira apa yang akan terjadi denganku?"


Saat aku menanyakan itu, PIX lansung menjawab di dalam pikiranku.


[Bukankah sudah Jelas, kemungkinan kesucian anda akan di ambil.]


"PIX yah."


Ucapku sambil melirik ke arah kaos tanganku, dimana PIX berada. Setelah itu aku lanjutkan lagi...


"Kau,....Jika saja kau memberitauku lebih awal, tidak mungkin hal ini akan terjadi?"

__ADS_1


Ucapku dengan nada Tajam. Namun bukannya takut PIX dengan santai menjawab.


[Master, apa kau Bodoh, di lihat dari manapun jelas - jelas itu kesalahan anda sendiri.-


-Lagi pula, jika saja kau tidak terlalu Fokus pada wanita itu, sudah pasti kau bisa menyadari, saat komik itu terjatuh di lantai dan mengetaui Hobinya.]


Ucapnya dengan nada tegas.


Meskipun aku tidak mau mengakui itu tetapi apa yang ia katakan itu memang benar.


"Haa,...kau benar, sepertinya kali aku yang salah."


Ucapku sambil mendesah. Setelah itu aku mengkancing kembali bajuku yang saat ini terlepas.


Setelah aku selesai mengkancing nya, perlahan aku menutup kedua mataku dimana aku bisa dengar beberapa Siswa sedang ngobrol dan mau pergi ke kanting.


"Umm, sepertinya ini sudah waktunya istirahat."


[Kau benar,...jadi apa yang akan anda lakukan? Apa anda akan menemui para Bocah itu?]


Saat PIX bertanya soal Sara dan lainnya, perlahan aku membuka kembali mataku, setelah itu aku dengan tenang menjawab..


"Tentu saja aku akan menemui mereka. Lagi pula jika aku lama menghilang. Bisa - bisa mereka hanya tambah khawatir. Dan itu sangat merepotkan bagiku."


[Setelah di pikir - pikir. Benar juga.]


Ucap PIX. Setelah itu aku meregangkan kedua tanganku, sambil berkata...


"~Hug,..kalau begitu, ayo kita pergi."


Setelah mengucapkan itu, aku mencoba meninggalkan tempat ini. Namun ketika aku baru berjalan beberapa langkah. Tiba - tiba aku berhenti. Dan melihat ke arah Samping.


Dimana tidak jauh dariku. Terlihat Burung gagak sedang berdiri tepat di atas tiang Listrik.


"....."


ketika aku melihat Burung gagak tersebut. Entah kenapa Aku malah menyipitkan Mataku dengan tajam. Dimana Membuat PIX bertanya - tanya apa yang sedang aku lakukan.


[Master, ada apa?]


"Tidak, bukan apa - apa."


[......]


Tanpa melanjutkan pembicaraan lebih jauh lagi. kami lansung berjalan dan meninggalkan tempat itu.


______________________________________


_________________________________


Setelah beberapa saat aku berjalan, tak lama kemudian akhirnya aku sampai di kanting.


Dimana, Di salah satu meja, di sana aku melihat Rusli, Lia dan Sara. Sedang makan bersama.


Tanpa menunggu lama aku lansung pergi mendekati mereka dan mencoba menyapanya. Namun..


"Yo."


..saat aku sapa, entah kenapa Mereka bertiga terlihat sangat terkejut dan kebingungan saat melihatku.


"Eh, Le-Leon."


Ucap lia.


"Ada apa, melihat ku seperti itu?"


Tanyaku sambil melihat mereka bertiga, Sara yang dengar itu lansung tenang kembali dan menjawab...


"Yaa sebetulnya saat kami mau mengunjungimu, kami bertemu dengan Bu Linda di Koridor.-


-Ia bilang kalau kau sudah tidak ada di ruang UKS dan menghilang entah kemana."


"Hmm, Begitu."


Ucapku dengan tenang. Namun, Melihat itu, enteh kenapa membuat Sara terlihat tambah khawatir dan mencoba bertanya.

__ADS_1


"Leon,..kenapa kau meninggalkan Ruang UKS? Bukankah kau harus istirahat?"


Saat Sara bertanya, dengan santai aku menjawab..


"Yaa, sebetulnya aku malas tiduran terus di sana jadi aku keluar untuk cari udara segar-


-Selain itu, kalian tidak usah khawatir lagi pula aku sudah baik - baik saja."


Ucapku sambil melepas kacamataku, dimana aku memperlihatkan mataku yang tadinya merah sekarang sudah putih kembali.


Melihat itu, membuat mereka bertiga lansung merasa lega.


"sepertinya kau memang sudah baik - baik saja." Ucap Sara.


Setelah itu, aku berahli ke arah meja, dimana aku perhatikan sarapan mereka seperti sudah di makan sedikit.


"Omong - omong, apa aku mengganggu kalian saat sedang makan?"


Tanyaku sambil melihat mereka semua, Lia yang dengar itu lansung mengelankan kepalanya dan menjawab..


"Ti-tidak,...itu tidak apa - apa."


Ucapnya setelah itu, Rusli menambahkan lagi..


"Benar. Selain itu,...Leon dimana makananmu?"


Ketika Rusli bertanya, aku berahli ke arah Mbak Penjual di kanting dan menjawab.


"Sebetulnya aku belum beli."


"Eh Benarkah?"


Tanya Rusli.


"Yah, saat aku baru sampai di sini, aku lansung mendekati kalian. Jadi aku belum ****** beli makanan."


"Hmm begitu."


Ucap Rusli, setelah itu aku mengalihkan pandangaku lagi ke arah mereka dan berkata.


"Kalau begitu, aku pergi dulu beli makanan."


Ucapku sambil mencoba meninggalakan mereka sebentar. Namun saat aku baru saja mau berjalan, tiba - tiba Sara yang duduk tepat di samping Lia lansung menarik bajuku.


Hingga membuat aku lansung berhenti dan melihat ke arahnya. Dimana ia sedang mengulurkan sebuah bekal di hadapanku..


"Apa ini?"


Tanyaku.


"Bekal,..tadi aku mau mengasihkanmu di UKS. Tapi karena kamu tidak ada jadi......"


"Begitu, Sara Makasih!"


Ucapku, dimana aku mengambil bekal tersebut sambil mengelus kepalanya.


Namun, bukannya senang Sara malah kelihatan tidak suka saat aku Elus kepalanya. Dimana ia lansung menatapku dengan tajam.


"Leon, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu dari situ."


Mendengar itu, sentak membuat aku lansung melepas tanganku dari atas kepalanya dan berkata.


"Hah, Ma~Maaf, aku hanya senang karena kau memberiku ini."


"Senang? Kalau begitu, jangan Elus kepalaku Elus kepala ibuku. Lagi pula dia yang membuatkanmu itu bukan aku."


"Be-Begitu yah."


Ucapku dimana aku perhatikan Sara terlihat sedang ngambek.


Meski Aku tidak tau alasannya, tetapi aku merasa kalau ini ada kaitannya dengan tadi pagi. Dimana ia melihatku dengan tatapan Dingin.


Setelah memikirkan itu, perlahan aku duduk di samping Rusli, dimana aku buka bekal tersebut dan mulai makan.


Di sisi lain, tanpa aku sadari di sana terlihat Sara sedang menundukkan kepalanya ke arah bawah, dimana ia tersipu malu.

__ADS_1


Melihat itu, Lia yang duduk di sampingnya lansung tersenyum.


__ADS_2