
********************
Sebelum kalian baca chapter kali ini, aku ingin mengatakan sesuatu.
Waktu aku buat chapter ini jujur aku sedikit ragu untuk meng-upload nya karena di chapter kali ini ada beberapa hal yang cukup sensitif untuk di baca.
Tapi karena jalan ceritanya memang harus seperti ini jadi mau tidak mau aku harus meng-upload nya.
Yaa lagi pula ini hanya sebuah cerita fiksi dan aku juga tidak punya maksud untuk menyinggung pihak manapun, jadi aku harap kalian mengerti.
Baiklah, tanpa basa basi lagi, Selamat membaca....
********************
Setelah Firdaus mengetaui alasan aku melakukan itu(Pura - pura jadi penjahat), Ia lansung mengelus dadanya dan terlihat lega.
"Jadi begitu,...itu berarti, soal kau menggunakan Sara untuk mengancamku..."
"Itu hanya omong kosong saja. Sejak awal aku tidak punya niat untuk melakukan itu. aku hanya terlalu mendalami karakter yang ku perankan sehingga jadi seperti itu." jawabku.
"Begitu,...Aku mengerti."
Balas Firdaus.
Aku pikir Firdaus sudah memaafkanku tetapi aku lihat tatapannya tidak berubah sama sekali, ia masih menatapku dengan tajam seolah - olah masih mewaspadaiku.
"Tapi Leon, meskipun semua yang kau lakukan tadi itu hanya Candaan. Tapi tetap saja tidak ada yang berubah kalau kau ini orang dunia bawah, orang yang sudah membunuh anak - anak itu."
Aku tidak mencoba membantah perkataan nya dan mengangguk.
"Um kau benar, aku ini memang orang dunia bawah. Dan aku juga yang telah membunuh anak - anak berandalan itu. Tapi Kak Firdaus kau seharusnya tau sendirikan alasan kenapa aku membunuh anak - anak itu?"
Aku bertanya balik padanya(Firdaus) yang dimana membuat tatapannya lansung berubah menjadi Serius.
"Yah aku sudah tau. Setelah aku mencurigaimu kalau kau adalah dalang di balik hilangnya anak - anak itu. Aku mulai mencari tau hubungan apa yang kau miliki dengan anak - anak itu.-
-Dan menurut laporan yang di berikan Isty padaku, kau dulunya sering di buli oleh mereka. Dan bukan hanya itu saja kau juga pernah di lukai oleh mereka dengan cukup parah sampai - sampai kau di larikan kerumah sakit.-
-Tentu saja hal itu mungkin yang membuat kau ingin balas dendam pada mereka tapi tetap saja bukankah itu terlalu berlebihan jika kau sampai membunuh mereka?"
Aku mencoba mendalami karakter si Leon, seolah - olah menunjukkan bahwa semua yang telah di alami Leon saat itu ku alami juga. Mulai dari pembulian, kekerasan hingga siksaan.
"Kau bilang apa, berlebihan? Dari mananya berlebihan, kau seharusnya tau jika aku tidak melakukan itu maka mereka hanya akan terus membuliku.-
__ADS_1
-Selain itu jika aku diam saja maka bisa - bisa orang di dekatku juga dalam bahaya. Benar sama seperti waktu itu."
Meskipun aku hanya berkata begitu, tetapi Firdaus lansung tau bahwa waktu yang ku maksud itu adalah kejadian saat dimana Kak Siska ikut di lukai juga oleh mereka.
Tentu saja lukanya tidak separah seperti yang di alami Leon atau pemilik tubuh ini tetapi tetap saja ia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari sampai akhirnya ia bisa keluar.
"Selain itu Kak Firdaus, kau juga seharusnya tau kan hukuman yang di berikan pada anak - anak itu di pengadilan seperti apa?"
Ketika aku menanyakan itu, Tanpa pikir panjang Firdaus lansung mengangguk dengan serius.
"Um aku sudah tau. Aku dengar bahwa mereka hanya di berikan hukuman ringan di karenakan mereka masih di bawah umur."
"Benar mereka mengatakan itu, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Sebab Ayah Luis menyogok orang - orang dalam agar hukuman anaknya di ringankan. Selain itu ia juga mengancam Ayahku untuk menghapus tuntutannya.-
-Karena itulah, jika keluargaku dan juga orang - orang itu tidak bisa memberikan hukuman yang adil kepada anak - anak berandalan itu maka...AKU SENDIRILAH YANG AKAN MENGADILI MEREKA."
Suaraku sangat tenang namun tajam yang dimana membuat sekujur tubuh Firdaus merasa merinding dan terlihat ketakutan.
Meski begitu Firdaus tak tinggal diam, ia berusaha melawan rasa takutnya dan mendekatiku.
"Leon, aku mengerti semua yang kau katakan tapi tetap saja membunuh itu tidak baik, itu adalah tindakan kejahatan."
"Kejahatan kau bilang?..HAHAHAHAHA JIKA KAU BILANG BEGITU, BUKANKAH KAU SAMA SAJA SEPERTI DIRIKU."
Firdaus merasa kebingungan dan mencoba bertanya...
"Ingat, kalian juga kadang membunuh para penjahat yang di anggap sangat berbahaya demi melindungi warga kalian.-
-Sedangkan aku membunuh anak - anak itu untuk melindungi diriku dari ancaman yang bisa saja membahayakan nyawaku dan juga nyawa saudariku.-
-Sekarang aku tanya, apa yang ku lakukan ini kejahatan? Jika kau masih menganggap iya maka sama saja kau mengakui bahwa yang kalian lakukan itu juga sama."
"I-itu......."
Firdaus tidak bisa membalas apa - apa, sebab ia tau bahwa apa yang ku katakan itu ada benarnya juga.
Namun meski begitu Firdaus juga tidak bisa menerimanya begitu saja semua yang aku katakan dan mencoba membantahnya.
"Tidak, kau salah Leon, Memang benar kalau yang kami lakukan itu mungkin tidak jauh beda dengan yang kau lakukan(sama - sama membunuh).-
-Tapi ingat, kami melakukan itu bukan karena kemauan kami sendiri(membunuh orang), melainkan itu sudah tugas kami untuk melakukannya. sedangkan kamu-!!"
"Sedangkan Aku melakukannya karena atas kemauanku sendiri. Itukan yang ingin kau katakan?"
__ADS_1
Sambungku lansung sambil bertanya balik padanya. Dimana Firdaus secara singkat menjawab...
"Yah."
"Hmm aku mengerti, memang benar dua hal ini menjadi perbedaan antara apa yang ku lakukan dengan yang kalian lakukan.-
-Mungkin ini juga menjadi alasan kenapa kalian sering menangkap orang - orang yang seharusnya di anggap sebagai pahlawan."
Firdaus tidak mengerti sama sekali apa yang ku katakan.
"Le-Leon, kau ini sedang membicarakan apa sih?"
"Yaa kau tau, aku sering kali nonton berita. Dimana sih penculik berusaha menculik motor si korban dengan menggunakan senjata tajam.-
-Namun sayangnya si korban melawan balik dan berhasil mengambil senjata tajam itu sehingga terjadilah pertarungan. Lalu dalam pertarungan itu si korban berhasil menang dengan menusuk penculik itu hingga tewas.-
-Jika di lihat baik - baik sudah jelas kalau si korban seharusnya di beri penghargaan atau di beri gelar sebagai pahlawan karena telah membunuh seorang penjahat yang meresahkan para warga serta menghilangkan satu kejahatan negara ini.-
-Namun kenyataannya tidak seperti itu. Ia malah di tangkap dan di anggap sebagai penjahat karena telah membunuh orang. Padahal ia hanya ingin membela dirinya sendiri. Namun tetap saja ia masih di tangkap. Alasannya apa? Ya karena itu-
-KARENA DIA MEMBUNUH BUKAN KARENA TUGAS MELAINKAN KARENA KEMAUANNYA SENDIRI MAKANYA IA DI TANGKAP."
Firdaus yang dengar itu merasa sangat geram, ia merasa tidak bisa menerimannya dan menatapku dengan sangat marah
"LEON BERHENTILAH BICARA OMONG KOSONG, KAMI TIDAK PERNAH SEKALIPUN BERPIKIR SEPERTI ITU."
Tentu saja aku tau itu. Lagi pula yang ku maksud di sini hanya para oknum bukan yang lain.
"Kak Firdaus kau mengatakan itu tapi bukankah kau sendiri yang mengatakan hal itu tadi."
"I-itu............"
Kali ini Firdaus benar - benar tidak bisa lagi berkata apa - apa dan hanya bisa terdiam sambil mengertakkan giginya karena kesal.
"Sial!"
Sementara Firdaus masih terlihat kesal, di sisi lain PIX mencoba melirikku dan bertanya...
[Master, Sepertinya manipulasi anda berhasil ya?]
(Manipulasi? Apa yang kau katakan?)
[Tidak usah pura - pura begitu, aku tau sejak tadi anda berusaha manipulasi pikirannya agar ia berpikir bahwa pembunuhan yang anda lakukan itu bukanlah sebuah kejahatan melainkan pembelahan diri.-
__ADS_1
-Dan di lihat dari wajahnya, sepertinya manipulasi anda berhasil dengan baik.]
Aku sedikit terkejut, sebab tidak ku sangka kalau PIX bisa mengetauinya sedetail itu.