BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENANYAKAN KEPUTUSAN CARLA


__ADS_3

2 jam telah berlalu setelah Brid di paksa minun Bir oleh Selena. Dan saat ini ia dan yang lainnya sudah kehilangan kesadaran dan tertidur di lantai.


"Astaga, berapa banyak sih yang kalian minum."


Dux mengambil Selimut dan menyelimuti Selena, Mael dan Gregori. Tidak lupa ia juga mencoba menyelimuti Brid, namun tiba - tiba ia dengar ada suara seseorang yang masuk ke dalam mansion.


Dux dengan sigap lansung mencoba melihat ke sana dan memperhatikan itu ternyata Carla.


"Oh Carla, kamu sudah kembali."


"Yah."


Carla membalas dengan santai, lalu setelah itu Carla mencoba mendekati Dux dan melihat Selena dan yang lainnya terbaring di lantai.


Carla penasaran apa yang terjadi dengan mereka dan bertanya ke Dux.


"Omong - omong Dux, kenapa mereka tiduran di sini?"


"Hah soal itu....."


Dux tidak memberikan jawaban pasti pada Carla, melainkan ia hanya menunjukkan puluhan botol Bir yang tergeletak di atas meja.


Melihat itu saja Carla lansung tau apa yang terjadi di sini.


"Jadi begitu. Sepertinya mereka bersenang - senang saat aku tidak ada di sini yah?"


Dux merespon dengan tawa.


"Hahaha."


Lalu setelah itu Carla menghela nafasnya dan mencoba meninggalkan tempat itu namun sebelum Carla menaiki tangga Dux ingat ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Carla, sehingga ia lansung menghentikan nya.


"Oh iya Carla tunggu dulu sebentar."


Carla berbalik dan melihat Dux.


"Ada apa?"


"Tadi Brid mencarimu, sepertinya ada sesuatu yang ingin ia bicarakan denganmu."


"Denganku?....aku mengerti. Tapi karena ini sudah malam jadi aku rasa sebaiknya kami bicara besok saja.-


-Selain itu di lihat dari kondisinya sepertinya tidak mungkin ia(Brid) bisa menyampainkan apa yang ingin ia sampaikan padaku."


Carla mengalihkan pandangannya dari Dux ke Brid dimana Brid terlihat sangat berantakan. ia juga masih dalam kondisi tidak sadarkan diri karena mabuk.


Dux yang melihat itu lansung setuju dengan Carla.


"Kau benar."


Guman Dux.


"Baiklah hanya itu yang ingin kau bicarakan kan? Kalau begitu aku kembali dulu ke kamarku."


Di saat Carla baru saja melangkah kan kakinya tiba - tiba ia ingat masih ada satu hal yang ingin ia sampaikan pada Dux sehingga ia kembali melihat ke arahnya.


"Oh iya Dux aku lupa mengatakan ini. Setelah Greg dan yang lainnya kembali tolong suruh mereka membersihkan tempat ini dan juga bawa Brid dan yang lainnya ke kamar mereka masing - masing, Aku tidak suka melihat ruang tamu seberantakan ini."


"Ba-Baik, aku mengerti."

__ADS_1


Balas Dux.


"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu."


Carla mulai berjalan menaiki tangga dan meninggalkan tempat itu.


_____________________________________


_________________________________


Keesokan paginya, Brid terbangun dan ia merasakan kepalanya terasa sakit.


"~Ughhh!! Sial, sepertinya aku kebanyakan minum semalam."


Brid turung dari kasur dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Setelah itu ia keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu dimana ia melihat Mael di sana.


Brid juga melihat Dux namun ia sedang tidur di sofa sambil meninggalkan peralatan rakitan bomnya berantakan di atas meja.


"Oh Brid kau sudah bangun."


Ucap Mael.


"Yah."


Balas Brid dengan lesu, kemudian ia duduk juga di dekat Mael.


"Oh iya bagaimana kondisimu Mael, apa kau tidak apa - apa?"


Mael kebingungan dan bertanya balik.


"Apanya?"


"Hmm begitu. Tenang saja, seperti yang kamu lihat aku tidak apa - apa. Aku hanya minum beberapa botol saja tadi malam."


"Sepertinya begitu."


Guman Brid. Namun Mael tak berhenti ia melanjutkan lagi...


"Tapi Brid, aku lihat sepertinya kau tidak baik - baik saja?"


"Kau benar, gara - gara wanita itu terus memaksaku minum tadi malam, kepalaku jadi sakit begini. Bahkan saat ini pun aku masih merasa sangat pusing."


"Be-Begitu."


Jauh di dalam hati Mael, ia merasa kasihan pada Brid. Di sisi lain Brid merasa tidak enak jika pembicaraan ini terus di lanjutkan jadi ia mencoba mencari topik lain.


"Omong - omong apa Dux begadang semalaman di sini?"


"Sepertinya begitu. Ia pasti berusaha menyelesaikan pekerjaannya agar kita bisa menggunakan Drone - Drone itu untuk pertemuan kita dengan Jendral Alexei nanti."


"Jendral Alexei yah,....aku terus bertanya - tanya apa kita memang harus melawan dia?"


Di saat Brid mengumankan itu, Mael sontak terlihat sangat terkejut.


"Eh Brid apa yang kau katakan? Tentu sajalah kita harus melawannya, lagi pula ia sudah menghianati kita.-


-Selain itu ia juga mencoba melindungi orang yang telah membunuh ketua kita. Apa kau pikir kita tidak marah?"


"I-itu..!!"

__ADS_1


Karena Brid tidak mau menjawabnya jadi Mael yang lansung jawab..


"Tentu saja tidak. Aku, Dux, Greg dan yang lainnya sangat marah sekali, bahkan kami ingin secepatnya melawan dia dan menghabisinya."


Mael memberikan tatapan geram serta mengertakkan giginya karena marah.


Melihat itu Brid hanya bisa terdiam sebab ia tau betul bagaimana perasaan Mael. Namun itu dulu sekarang tidak setelah Brid mengetaui semuanya dari Dirman atau Leon bahwa Alexei sebetulnya tidak menghianati kita melainkan ia hanya mencoba melindungi kita dari ancaman dunia luar.


Selain itu dia(Dirman) juga belum mati, ia masih hidup dan saat ini menjalani hidupnya dengan normal di rumah Rangga.


Sungguh di sayangkan semua itu tidak bisa Brid beritaukan pada Mael dan lainnya, terutama Carla. Karena Leon sudah memperingati dia bahwa keberadaannya masih harus di rahasiakan.


Karena jika tidak, bukan hanya dia(Leon) saja yang mendapatkan masalah tapi KSP juga.


"Oh iya Brid, tadi malam kau bilang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengan Carla kan?"


"Yah, itu benar."


"Kalau begitu pergilah ke halaman belakang, Carla sedang menunggumu di sana."


"Benarkah, kalau begitu aku pergi dulu."


Brid buru - buru berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat itu.


_____________________________________


_________________________________


Sesampainya Brid di halaman belakang, ia melihat sebuah kolam ikan besar dan di sana terlihat Carla sedang jongkot di tepi kolam sambil memberikan makanan pada ikan - ikan itu.


"Carla."


Brid mencoba memanggilnya tetapi Carla tidak berbalik melainkan ia tetap memberikan makanan pada ikan - ikan itu. Meski begitu Carla tetap merespon perkataan Brid.


"Ooh kamu sudah datang. Aku sudah dengar dari Dux tadi malam, sepertinya ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku, jadi apa itu?"


"Yaa sebetulmya....."


Dengan tatapan serius, Brid mulai memberitau Carla apa yang ia dengar tadi malam dari Mael soal keputusan untuk menghentikan Kelompok ini beroperasi sementara waktu.


Tentu saja Carla yang dengar itu tidak lansung jawab dan diam saja.


"...."


Namun tak lama kemudian Carla akhirnya berhenti memberi makanan pada ikan - ikan itu dan berbalik melihat Brid.


"Jadi begitu, dengan kata lain kamu ingin tau alasan aku buat keputusan seperti itukan?"


Tanya Carla, dimana Brid dengan tatapan tegas menjawab....


"Yah, Bagaimanapun juga kau seharusnya tau sendiri jika kau membuat keputusan seperti itu maka akan ada banyak anggota kita yang menentangnya. Terutama mereka yang mempunyai tujuan untuk balas dendam pada para Monster."


"Hmm aku mengerti,....ya udah aku akan memberitaumu tapi pertama - tama ikutlah denganku."


"Kemana?"


"Kau akan tau sendiri nanti."


Carla berdiri kemudian ia berjalan melewati Brid. setelah itu ia berjalan masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


Tak mau ketinggalan Brid lansung berlari juga dan mencoba mengejar Carla.


__ADS_2