BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AKU INGIN MENYEWA MU


__ADS_3

Pintu Ruanganku Terbuka dan memperlihatkan Rangga serta Brid yang berjalan masuk ke dalam, dimana mereka berdua lansung pergi Menghampiri kami(Leon, Ibu dan Fira.)


"Leon aku sudah membawanya." Ucap Rangga.


"Oh jadi kamu Paman Brid yang Kak Rangga Sebutkan?"


"Yah, aku minta maaf karena lupa memperkenalkan Diriku tadi malam."


Ucap Brid sambil menundukkan kepalanya. Setelah itu ia pergi ke depanku dan mulai memperkenalkan dirinya...


"Perkenalkan Namaku Brid aku adalah teman dekat dari Guru Kakakmu Sekaligus sahabatnya."


"Ohhh jadi kau Sahabat Guru Kak Rangga yah. Salam Kenal Paman Brid."


"Yah, salam Kenal Juga."


Balas Brid.


Dari Luar kami berdua terlihat saling menyapa dengan Senyuman hangat tetapi dari dalam aku merasa ingin muntah, karena harus pura - pura jadi Bocah polos seperti ini di depannya.


(Sial, Ini benar - benar sangat menyebalkan.)


Pikirku yang sedang kesal, tetapi aku tidak menunjukkannya kepada mereka.


Lalu setelah itu aku mencoba menenangkan diriku. Setelah aku tenang aku mulai bicara santai dengan mereka.


Mulai dari Pembicaraan Saat Rangga Di ajari Olehku di kehidupanku Sebelumnya, sampai Tujuan Brid datang ke Kota ini.


Tentu saja ia tidak memberitaukan Tujuan Aslinya dan hanya memberitaukan soal bagaimana ia menikmati Berwisata di Kota ini.


Hingga tak terasa Waktu sudah menunjukkan Pukul 11 : 26 pagi.


"Gawat Ini sudah jam 11, Ibu tolong jaga Fira sebentar, aku mau pergi menjemput Rani."


"Um aku mengerti."


Jawab Ibu. Setelah itu ia mengambil Fira dan lansung memangkunya.


Sedangkan Di sisi lain untuk sementara Kak Rangga melihat ke arah Brid dan berkata...


"Paman Brid, Aku minta maaf karena meninggalkanmu di sini, aku pasti akan Kembali lagi."


"Yah, itu tidak apa - apa, jadi pergilah." Balas Brid.


Setelah Kak Rangga selesai Bicara dengan Brid, ia lansung berlari keluar dari Ruangan dan pergi meninggalkan tempat ini, dimana hanya menyisahkan 4 orang saja,..aku, Ibu, Fira dan juga Brid.


"Oh iya, Paman Brid apa kamu sudah Makan?


"Eh Belum"


"Baguslah, kalau begitu Ibu bisa tidak belikan kami makanan, seharusanya tidak jauh dari sini ada penjual nasi Goreng."


Ucapku, namun sebelum Ibu Bicara tiba - tiba Brid mengangkat tangannya ke atas dan mencoba mengajukan dirinya untuk pergi.


"Anu, Bagaimana kalau aku saja yang pergi?"


Tentu saja aku lansung tolak, karena bagaimanapun juga alasan aku meminta Ibu untuk membelikan kami makanan, itu karena aku ingin bicara berduaan saja dengan Brid, sehingga akan merepotkan jika dia yang pergi.


"Tidak, Paman Brid tinggal saja di sini, masih ada yang ingin ku bicarakan denganmu. Tidak masalahkan Bu?"


"Eh Ya-yah aku tidak masalah. kalau begitu Leon tolong Jaga Fira Sebentar, aku pergi dulu."


Setelah Ibu menaruk Fira Di atas kasur tepatnya di sampingku, ia lansung berjalan keluar dari ruangan dan pergi meninggalkan tempat ini, dimana sekarang hanya tersisa Aku, Fira dan juga Brid.


"Baiklah, Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"


Ketika Brid menanyakan itu, pertama - tama aku beri Dulu Fira Buah - Buahan ku agar ia tenang. Setelah itu aku melihat Brid dan menjawab...


"Ini soal Pekerjaanmu."


"Pekerjaanku?"


"Yah, aku dengar dari Kak Rangga. Ia Bilang anda ini adalah Seorang tentara Bayaran Apa itu Benar?"


"Eh! Y-yah itu benar."

__ADS_1


Jawab Brid.


"Baiklah, Kalau begitu apa kau mau menerima Permintaanku jika aku membayarmu?"


Tentu saja Brid lansung kaget dan terkejut mendengar itu, Sebab ia tidak pernah menyangka aku akan menanyakan hal itu.


Bukan hanya dia saja PIX pun sama, Dimana ia terus bertanya - tanya Di dalam Pikiranku.


[Master, apa yang kau pikirkan, apa kau sudah gila, Kenapa kau ingin menyewa anggotamu sendiri?]


(Memang kenapa? Apa ada masalah?)


[Bukannya ada masalah, hanya saja kau tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya.]


(Yaa itu memang benar sih, lagi pula sejak awal aku memang tidak berniat memberitaumu.)


[APA!!]


PIX sentak Shock dan kaget mendengar itu, meski begitu aku mengabaikannya dan kembali melihat Brid.


"Bagaimana Paman Brid, apa kau mau menerima Permintaanku?"


Untuk sesaat Brid mencoba memperhatikan mataku dimana meski tatapanku terlihat tenang tetapi jauh di dalam Sana ia bisa merasakan keseriusanku.


Setelah mengetaui itu Brid lansung menghela nafas kemudian ia bertanya balik.


"Haaa Untuk sekarang aku ingin dengar dulu apa permintaanmu?"


"Baiklah,...Aku ingin kau pergi mencari seseorang!"


"Mencari Orang? Boleh aku tau siapa yang kamu Cari?"


"Aku tidak tau Namanya, Tapi aku tau ciri - cirinya."


"Oh Kalau begitu, tolong sebutkan Ciri - ciri Orang itu?"


Brid mengeluarkan Note Booknya dari dalam Saku dan mulai menulis ciri - ciri orang tersebut.


"Baiklah, aku rasa Ia Seorang Wanita berumur Sekitar 30 sampai 32 Tahun."


"Wanita berumur Sekitar 30 sampai 32 Tahun yah. Lalu apa lagi?" tanya Brid.


"Mempunyai Rambut pendek keriting berwarna kuning dan bekas luka Goresan di pipinya yah,...Eh-!! tunggu dulu bukankah ini...."


Tentu saja Brid pasti mulai Menyadari Orang yang ku maksud itu siapa, tetapi karena aku masih belum memberitaukan semuanya jadi aku mencoba melanjutkan lagi.


"Ada apa Paman Brid, kau terlihat kaget begitu?"


"Hah tidak bukan apa - apa Tolong lanjutkan?"


"Baiklah, kalau begitu apa lagi yah...Hmmm, Hah aku baru ingat, Kalau tidak salah Wanita itu punya kekuatan Aneh Paman Brid."


"Kekuatan Aneh?"


"Yah, kamu tau tubuh dia Bisa bersinar loh di tambah lagi ia juga bisa berpindah tempat ke tempat yang lainnya dalam Waktu Singkat. Bukankah kamu pikir Ia sangat keren Paman Brid?"


"Wo~Woy tunggu dulu, Bukankah itu..."


SELENA.


Brid pasti berpikir seperti itu, Tetapi ia tidak mengatakannya karena ia belum sepenuhnya yakin apa itu benar - benar Selena atau Bukan.


Sehingga ia pun mencoba menunjukkan Foto Selena padaku.


"Leon, Apa ini wanita yang kamu maksud?"


"Yah itu benar, dia lah Wanita yang aku maksud. Tapi kenapa Paman Brid bisa mempunyai Foto wanita ini? Apa mungkin Paman Brid Kenal dia?"


"Eh y-yah begitulah."


Balas Brid yang buru - buru memasukkan Foto itu kembali ke dalam sakunya.


(Fuuu tadi itu hampir saja, jika ia bertanya lebih jauh lagi. Aku tidak tau harus jawab apa.)


Pikir Brid, lalu kemudian ia lanjutkan..

__ADS_1


(Namun Dengan begini akhirnya aku tau orang yang anak ini cari adalah Selena.-


-Tapi aku masih belum bisa mengerti kenapa ia(Leon) ingin mencari Selena, padahal di lihat dari manapun sudah jelas Selena lah yang telah melukai dia, jadi kenapa?)


Karena Brid tidak tau jawabannya sehingga ia mencoba bertanya lagi padaku.


"Leon, Boleh aku tau kenapa kau ingin Mencari Wanita ini?"


"Memang Kenapa? Apa aku butuh alasan untuk mencarinya?"


"Tidak, bukan begitu hanya saja aku dengar wanita inilah penyebat Kenapa Kau bisa terluka parah, jadi...."


"Jadi, Kau ingin bilang tidak ada Gunanya jika aku mencarinya."


Sambungku lansung terhadap Perkataan Brid, dimana Brid dengan Tegas menjawab..


"Yah itu benar."


Jujur saja bukan berarti aku Tidak mengerti apa yang Brid katakan, sebab saat ini pun aku masih Merasa kesal dengan Selena karena telah membuatku menjadi seperti ini.


Namun yang tidak aku mengerti itu adalah Kenapa Brid bisa tau Kalau yang membuat aku terluka Parah seperti ini adalah Selena?


Padahal jika di pikir baik - baik seharusnya tidak ada satupun orang yang bisa mengetaui soal itu. Bahkan Orang itu pun(Bajradaka) tidak tau. jadi bagaimana bisa Brid mengetauinya?


(Sudah kuduga, Tujuan Brid datang ke kota ini bukan Untuk mengincar nyawaku seperti Pesan yang ku kirimkan pada KSP, melainkan tujuan ia datang ke sini adalah Selena.)


Pikirku. Sedangkan PIX yang mendengar itu lansung bertanya..


[Apa Maksud anda?]


(Kamu seharusnya masih ingatkan saat aku bilang ada alasanya Kenapa Brid ingin tinggal di rumahku?)


[Yah aku masih ingat.]


(Nah Saat itu aku masih belum tau alasannya, tapi setelah mendengar apa yang ia katakan barusan, aku akhirnya mengerti.-


-ITU KARENA DIA INGIN MELINDUNGI KU DARI PERCOBAAN PEMBUNUHAN YANG INGIN SELENA LAKUKAN PADAKU.-


-Itulah sebabnya ia mengajukan dirinya untuk tinggal di rumahku, Supaya...)


[Supaya dia bisa melindungi anda dari dekat.]


Jawab lansung PIX, dimana aku secara singkat Membalas.


"Yah."


Namun tak berhenti sampai di situ, aku melanjutkan lagi...


(Selain itu, alasan kenapa Ia berjaga Sepanjam Malam Di Luar, mungkin karena Itu juga.)


[Um, aku setuju.]


Balas PIX sambil menganggukkan Kepalanya. Kemudian ia melihatku dan Bertanya..


[Jadi apa yang akan anda Lakukan? Apa anda ingin memberitaukan Identitas anda yang sesunggunya ke dia Sekarang atau mungkin anda masih ingin merahasiakannya?]


(Sebetulnya aku ingin memberitaukannya, hanya saja jika aku beritaukan ia sekarang, aku yakin ia tidak akan percaya.)


[Yaa aku kira begitu.]


Balas PIX yang seolah setuju denganku. Lalu Kemudian aku lanjutkan lagi...


(Nah maka dari itu untuk meyakinkan dia kalau aku ini benar - benar Dirman, maka aku harus menunjukkan Sesuatu yang hanya dia dan aku saja yang ketaui.-


-Benar, Contohnya saja...RAHASIA KAMI BERDUA.)


Setelah memikirkan itu, aku kembali melihat Brid dan memanggilnya.


"Brid."


"Um, ada Apa?"


"Aku ingin tau,...APA KAU PERCAYA JIKA AKU BILANG AKU INI DIRMAN, KETUA KALIAN?"


"Eh!"

__ADS_1


********


Bersambung....


__ADS_2