BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AWAL PERTARUNGAN RANGGA VS OGRE KING Bagian 1


__ADS_3



Rangga yang masih duduk di atas Tank, sambil memperhatikan pasukannya bertarung di depan.


saat ini, ia sedang mendengarkan laporan dari Kapten Respati.


{Kapten Rangga, aku sudah mengambil barang yang kau Perintahkan?}


"bagus,...kalo begitu, Lanjutkan ke Rencana Selanjutnya!?"


{baik Kapten Rangga!?}


jawab Kapten Respati dengan nada Tegas, Setelah itu, panggilan mereka berakhir.


setelah itu, perlahan Rangga mengambil dua belati Keris yang berada di sampingnya. sambil mulai berdiri dan menyimpang kedua Keris itu, di samping Pinggang Kiri dan kanannya.


seusai itu, ia perlahan melompat dari atas Tank, dan mulai berjalan ke arah depan. tempat di mana para pasukannya saat ini, bertarung dengan para Monster.


setelah Rangga sampai di sana, ia memperhatikan, saat para pasukannya terus membunuh setiap Monster yang keluar dari kedalaman hutan.


melihat hal itu, Rangga mencoba mengarahkan pandangannya ke arah ribuan mayat monster, yang tergeletak di tanah.


setelah beberapa saat melihat para mayat itu, tak lama kemudian, tiba - tiba Rangga mendengar suara seseorang yang sedang memanggilnya dari samping.


"Kapten, anda di sini?"


"umm!!"


saat aku berbalik ke arah suara itu, tidak jauh dariku, disana aku melihat salah satu pasukanku sedang mendekat ke arahku.


ia adalah Ardi, orang yang menemaniku tadi, untuk sampai ke tempat ini.


"ya, aku disini!?...ngomong - ngomong Ardi, Bagaimana situasi para Monster dan pasukan kita saat ini??"


ketika aku bertanya, perlahan Ardi mengalihlan pandangannya ke arah para monster di depan, dan mulai bicara dengan nada tenang.


"seperti yang Kapten lihat, saat ini Pasukan kita, masih bisa mengatasi para Monster itu dengan mudah.


itu karena, para monster yang kita hadapi saat ini bukanlah Rombongan utama mereka, melainkan Rombongan yang dibagi menjadi dua arah, untuk melawan unit 9 dan unit 16. sehingga monster yang kita hadapi ini, tidaklah terlalu banyak, di bandingkan dengan pasukan dari unit yang lain.!?"


"...begitu."


jawab Rangga secara singkat dengan nada tenang.


memang benar, dibandingan dengan


unit kami, dimana hanya beberapa detik para Monster keluar dan beberapa detik lagi tidak keluar.


unit dari pasukan pertahanan pertama. secara terus menerus menghadapi para Monster yang menyerbuh mereka tampa henti.


itulah kenapa, aku menyuruh Kolonel, untuk tidak memberiku unit bantuan dan Serahkan saja ke unit lain.


itu karena, ketika aku melihat Jalur para monster, yang mengarah ke unitku. aku lansung tau bahwa pasukanku, setidaknya masih bisa mengatasi para Monster itu dengan baik.


dan yang lebih penting lagi, aku punya alasan lain, mengapa aku tidak membutuhkan unit bantuan dan malah mengirim mereka ke unit lain. itu karena....


ketika Rangga sedang memikirkan itu, tiba - tiba Tanah yang mereka pijak mulai bergetar.


"A- apa, apa yang sedang terjadi??"


kata Ardi.

__ADS_1


"aku tidak tau, tapi sepertinya mereka sudah datang!?"


"datang? siapa yang Kapten mak-...uwahh!!"


Ketika Ardi sedang mau bertanya, tiba - tiba ia berhenti bicara, saat Getaran itu terus bertambah kuat seiring berjalannya Waktu.


sehingga membuat semua orang, yang ada di sini lansung jatuh, dan berlutut di tanah.


setelah beberapa saat kemudian, secara perlahan getaran itu mulai berhenti.


"apa - apaan itu tadi??"


kata Ardi, sambil mencoba untuk berdiri kembali.


"ya, kau tau, sepertinya, pertarungan kita sesunggunya, baru saja dimulai!?"


kata Rangga sambil mengalihkan pandangannya ke arah atas pegunungan.


"baru dimulai? dari tadi Kapten bicara ap-!!!"


sebelum Ardi selesai bicara, tiba - tiba ia lansung di potong dengan suara keras, dari salah satu pasukan yang berada di depan.


"SEMUANYA, COBA LIHAT DI ATAS SANA?!"


mendengar suara itu, dengan cepat Ardi lansung mengarahkan pandangannya, ke arah orang itu.


dan melihat ia sedang memakai Sebuah Teropong dan mengarahkannya ke arah atas Pegunungan.


melihat hal itu, Ardi beserta beberapa pasukan yang lainnya, lansung mengikuti pandangan Orang itu.


namun, saat mereka semua sudah melihat ke arah atas pegunungan, mereka semua tidak bisa melihat apapun, karena jaraknya yang terlalu sangat jauh.


tampa berpikir panjang, Ardi, lansung mencoba untuk memakai Teropongnya, dan melihat ke arah atas pegunungan.


"ka~~kapten jangan bilang kita??"


"ya, Kita akan menghadapi Para Monster di atas sana, atau lebih tepanya-!!"


untuk sememtara Rangga berhenti bicara dan mengalihkan pandangannya ke arah Ardi, sambil menatapnya dengan ekspresi serius.


"-kita akan menghadapi dua rombongan Monster sekaligus, satu yang kita Hadapi sekarang dan yang satunya lagi-!!"


sesaat Rangga berhenti bicara lagi, dan lansung mengarahkan jempolnya ke arah belakang, dan menunjuk tepat di atas pegunungan, dimana para Monster itu berada.


"-kita akan menghadapi Rombongan Monster, di atas sana!?"


kata Rangga sambil menunjukkan senyum menyeramkan di bibirnya.


melihat hal itu, Ardi beserta para pasukan lansung terlihat pucat dan sangat merinding, ketika melihat Kaptennya yang tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, melainkan ia terlihat senang.


Tampa pedulikan ekspresi mereka, Rangga, lansung mencoba untuk naik ke atas Tank, sambil memperhatikan para pasukan yang berada di bawah.


"DENGAR, AKU TAU BAHWA BANYAK DARI KALIAN PASTI INGIN MENINGGALKAN TEMPAT INI, TAPI DENGARLAH, JIKA KALIAN MENINGGALKAN TEMPAT INI, MAKA-!!"


sesaat Rangga berhenti bicara dan lansung menunjukkan Jari telunjuknya ke arah atas pegunungan.


"-MAKA PULUHAN ATAU BAHKAN SAMPAI RATUSAN RIBU MONSTER DI ATAS SANA. MUNGKIN AKAN MENYERBUH MARKAS MILITER, DAN JIKA MARKAS MILITER SAMPAI DI HANCURKAN. MAKA, PARA MONSTER ITU AKAN MASUK KE DALAM PENDUDUK WARGA, DIMANA TUGAS KITA ADALAH MELINDUNGI MASYARAKAT, APA AKU SALAH??"


kata Rangga, sambil menatap para pasukannya dengan tatapan tajam hingga mengeluarkan aura intimidasi. untuk menakuti mereka.


"Ta~tapi Kapten, bukankah lebih baik jika kita Mundur dulu Ke Markas Militer dan bergabung dengan mereka, untuk menghadapi Monster di atas sana?"


ketika Ardi mengatakan itu, ada beberapa pasukan yang mengikuti usulannya, seperti.

__ADS_1


"ya, aku sangat setujuh!?"


"hmm, itu benar juga, jika kita bergabung dengan Markas militer, aku yakin kita pasti bisa menang."


"yah, itu benar Kapten!?"


ketika aku mendengar hal itu, dari beberapa pasukan yang terima usulan Ardi.


perlahan aku menyipitkan mataku, sambil menatap setiap pasukan yang ada di depan dengan tatapan tajam, di ikuti dengan aura intimidasi.


"kalian,...apa kalian pikir, itu Rencana yang tepat!?"


merasa tidak mengerti dengan apa yang aku katakan, Ardi mencoba untuk bertanya balik.


"apa maksud Kapten?"


"memang benar, jika kita mundur dan bergabung dengan Markas militer, aku yakin kita masih punya peluang untuk mengalahkan para Monster di atas sana,...tapi-!!"


sesaat aku berhenti bicara dan mengalihkan pandanganku dari pasukan, ke arah atas pegunungan.


"-tapi, bagaimana jika Rombongan Monster di atas sana, mempunyai Boss monster yang memerintah mereka, kalian pikir apa yang akan mereka lakukan??"


ketika aku mencoba untuk bertanya ke para pasukan. mereka semua terlihat sangat ketakutan, saat mendengar Boss monster yang aku katakan.


begitupun dengan Ardi, yang saat ini sepertinya terlihat makin Pucat dan tubuhnya sangat gemetar.


"a~apa Kapten Bilang Boss monster. Monster yang dirumorkan memiliki akal seperti manusia??"


"ya"


jawabku secara Singkat, dengan nada tenang. setelah itu, Ardi mulai bertanya lagi.


"ta~tapi Kapten, jika benar Boss monster ada di atas sana, bukankah sudah jelas, kalo kita harus mundur dari sini!?"


"yah, itu benar Kapten!?"


"umm, aku juga setuju Kapten!?"


ketika Ardi mengatakan itu, sambil di ikuti dengan beberapa pasukan yang menyetujui usulannya.


tampa mengatakan apapun, aku lansung melihat mereka semua dengan ekspresi bermasalah.


tidak ku sangkah kalo mereka semua sebodoh ini.


(ya, tidak bisa di pungkiri, lagi pula mereka semua saat ini sedang ketakutan, jadi mereka tidak punya waktu untuk menggunakan otat mereka untuk berpikir!?)


setelah aku mengatakan itu di dalam pikiranku. perlahan aku menghela nafasku "haaa...!?", dan melihat ke arah Ardi.


"baiklah, Ardi!?"


"ada apa Kapten??"


"aku ingin kau jawab pertanyaanku, seandainya jika kita semua sudah mundur dan bergabung dengan Markas Militer. Kira - kira, apa yang akan Monster itu lakukan, ketika sudah mengambil ahli tempat ini??"


kataku, sambil melihat Ardi dengan tatapan serius.


"bu- bukankah sudah jelas, mereka akan menyerang Markas Mili-!!"


saat Ardi mencoba menjawabnya, tiba - tiba ia berhenti bicara, dan matanya lansung melebar, seolah ia sudah menyadari sesuatu.


"tu- tunggu sebentar, jika Boss Monster ada di rombongan itu, maka,... Kapten jangan bilang..."


"He, akhirnya kau sadar juga!?"

__ADS_1


kataku sambil tersenyum, ketika melihat Ardi yang masih terkejut.


__ADS_2