BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SATU CARA UNTUK MEMBUJUK CARLA


__ADS_3

"Astaga, ini sungguh bodoh." Bisik Carla.


Vincent yang dengar itu langsung menunjukkan ekspresi tidak senang di wajahnya.


"Eh ba-barusan kamu bilang apa?"


"Apa kau tidak dengar, aku bilang itu sungguh bodoh. Aku tidak menyangka kalian mengadakan pertemuan ini hanya untuk mengajakku masuk ke dalam Aliansi kalian, padahal kalian semua seharusnya tau sendiri alasanku datang ke sini karena aku ingin membunuh dia(Sherlie) tapi kalian malah masih mencoba mengajakku masuk. Apa kalian bodoh."


Carla mencoba meledek mereka tetapi sepertinya itu tidak mempan. Jadi Carla mencoba mengubah sikapnya dan bertanya dengan serius.


"Kenapa,...Kenapa kalian melakukan itu?"


"Kau tanya kenapa, yaa itu karena kami-!!"


Sebelum Vincent selesai bicara, Carla dengan cepat memotong nya dan berkata...


"Apa mungkin, karena kalian memiliki suatu cara agar bisa membujuk ku masuk ke dalam Aliansi kalian?"


Sontak saja hal itu membuat mereka berdua terkejut, Tanpa kecuali Alexei yang sejak tadi diam saja di situ.


"Tidak ku sangka kau bisa menyadari nya."


"Saya tadi hanya terlalu terbawa emosi makanya aku tidak bisa menyadarinya tapi sekarang tidak lagi. Aku sudah tenang.-


-Selain itu ketua juga pernah bilang padaku bahwa dalam situasi apapun aku harus tetap tenang. Selama aku tenang maka aku bisa melihat hal - hal yang tidak bisa ku lihat sebelumnya."


Tentu saja Alexei tau maksud dari perkataan Carla. Walau begitu Carla tidak peduli sama sekali dan meneruskan pertanyaan.


"Jadi apa itu? Apa yang kalian miliki yang membuat kalian percaya diri bahwa kalian bisa membujuk masuk ke dalam Aliansi kalian?"


Tak cukup sampai di situ, Carla menambahkan lagi..


"Tentunya kalian tidak mencoba menyembunyikan nya sekarang kan? Lagi pula sejak awal tujuan kalian itu hanya untuk bisa mengajakku masuk ke dalam Aliansi kalian.-


-Karena tanpa diriku kalian tidak akan pernah bisa memperbaiki lubang Abnormal yang terjadi di dunia ini."


Ucapan Carla membuat Vincent merenung.


(Memang benar, meskipun aku(Vincent) adalah orang yang telah menciptakan alat TUTPOR, tetapi yang bisa menjalankan sistem untuk mengembalikkan lubang Abnormal seperti semula hanya dia(Carla.) Karena itulah kita sangat membutuhkan kemampuan nya.)


"Seperti yang di harapkan dari ketua KSP, kau sungguh hebat bisa menyadari itu juga."


Vincent mencoba memujinya Tetapi Carla malah kelihatan tidak senang. ia langsung membalas perkataan Vincent dengan nada dingin.


"Tidak usah memujiku, cepat beritahu saja aku, cara yang kalian miliki agar bisa membujukku masuk ke dalam Aliansi kalian."


Awalnya Vincent diam saja dan tidak mengatakan apa - apa. Namun tak lama kemudian ia pun mulai memberitahunya...


"Kau benar, kalau begitu biar ku beritahukan. sebetulnya-!!"


Baru saja Vincent mau beritahu, dari belakang tiba - tiba Alexei memegang pundak Vincent dan langsung menghentikan nya.


"Vincent, tunggu dulu."


"Je-Jendral Alexei?"

__ADS_1


"Biar aku saja yang memberitahukan ini padanya."


"Eh apa anda yakin?"


Dengan tegas Alexei menjawab.


"Yah."


Lalu kemudian Alexei berjalan ke depan dan menatap Carla dengan serius.


"Carla sebelum aku memberitahu mu biarkan aku bertanya padamu terlebih dahulu."


"Apa?"


"Alasan kenapa kau melakukan ini semua karena kau ingin balas dendam pada dia(Sherlie) karena dia telah membunuh Dirman kan?"


"Yah, itu benar."


"Kalau begitu biar ku tanya...SEANDAINYA SAJA DIRMAN SELAMA INI MASIH HIDUP, APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?"


"EH!! A~APA MAKSUDMU?"


"Sama seperti yang aku katakan, selama ini Dirman masih hidup dan saat ini ia sedang menjalani hidupnya di suatu tempat."


Carla seolah tidak bisa menerimanya, sebab bagaimanapun juga ia sendiri telah melihat bagaimana ketua mereka saat itu mati, di tambah lagi ia sendiri juga yang telah mengubur jasad Dirman di atas pegunungan, jadi bagaimana bisa Dirman masih hidup.


"~PEMBOHONG, BERANINYA KALIAN MENGATAKAN OMONG KOSONG INI PADAKU. TIDAK HANYA ITU SAJA KALIAN BAHKAN MENCOBA MENGGUNAKAN DIA(DIRMAN), ORANG YANG PALING KU SAYANGI, UNTUK BISA MEMBUJUKKU MASUK KE DALAM ALIANSI KALIAN. INI TIDAK BISA DI MAAFKAN."


Mereka semua menyadari bahwa sikap Carla tiba - tiba berubah. Matanya memancarkan cahaya dan aura di sekujur tubuhnya terlihat menakutkan.


"A-anu kami tidak mengatakan omong kosong sama sekali, kami mengatakan yang sebenarnya. orang itu(Dirman) benar - benar masih hidup dan saat ini ia sedang menjalani hidupnya di suatu tempat. aku yakin suatu hari nanti orang itu pasti akan kembali padamu karena itulah tolong hentikan ini semua."


Carla tidak menerima kata - kata Sherlie dan langsung meneriakinya.


"DIAMLAH, DIAMLAH, DIAMLAH, DIAMLAH, DIAMLAAAAAAH!!.-


-ORANG ITU TELAH MATI, AKU SENDIRI YANG MENGUBUR JASADNYA SAAT ITU JADI BAGAIMANA MUNGKIN IA MASIH HIDUP. DAN JUGA, KALAU KAU BERANI MENYEBUT NAMA DIA LAGI MAKA AKAN KU ROBET MULUT KOTOR MU ITU."


Kali ini Carla benar - benar terlihat sangat marah sampai - sampai ia melotot Sherlie.


Vincent segera menarik Sherlie ke belakang dan melindunginya.


"Hahaha sepertinya aku sangat bodoh telah mengajak kalian bicara."


Carla menertawai dirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


Lalu tak lama kemudian Carla mulai membisikkan sesuatu yang bahkan bisa di dengar oleh Alexei dan yang lainnya.


"SUDAH KU PUTUSKAN, HARI INI AKAN KU HANCURKAN KALIAN SEMUA HINGGA TAK TERSISA, TERMAKSUD DIRIMU JENDRAL ALEXEI-!!..TIDAK, MUNGKIN LEBIH BAIK AKU MEMANGGILMU PENGHIANAT."


Carla mengatakan itu sambil mengangkat wajahnya kembali ke depan. Dimana baik Alexei, Vincent dan juga Sherlie terlihat kaget sekaligus waspada, sebab terdapat garis akar hijau bercahaya di wajah Carla. Dimana garis itu menandakan bahwa Carla sedang mengaktifkan kemampuan TUPXION nya.


___________________________________________


______________________________________

__ADS_1


>Di lokasi yang berbeda.


Saat ini Mael sedang berlari di hutan bersalju dengan Senjata S Gear tergantung di belakang punggungnya.


Ia juga membawa sebuah radar kecil di tangan kanannya, dimana radar itu mendeteksi suatu lokasi titik hijau yang sedang Mael tuju.


"Bagus sebentar lagi aku sampai. Aku harus cepat menyelesaikan ini dan kembali ke tempat Carla, kalau tidak Carla akan dalam bahaya."


Mael terus berlari menelusuri hutan itu. Lalu tak lama kemudian akhirnya ia sampai di lokasi titik hijau itu berada.


Mael tidak melihat siapapun di sini selain tumpukan salju di bawah kakinya.


"Seharusnya di sini kan?"


Mael langsung membersihkan tumbukan salju di bawah kakinya.


SREKK!...SREKK!!...SREKKK!!


Setelah tumpukan salju itu di bersihkan Mael lalu menyalahkan saluran komunikasi nya dan mencoba menghubungi Brid.


"Brid, ini Mael, aku sudah sampai di titik lokasimu."


Beberapa detik kemudian terdengar suara Brid dari headset kecil yang terpasang di telinga Mael.


{Oh Mael, baguslah kau sudah sampai. Maaf telah memanggil mu, padahal kau seharusnya berada di tempat Carla dan melindungi nya tapi aku malah...}


"Sudahlah tidak usah di pikirkan, lagi pula misi ini tergantung padamu, jika kamu gagal maka semuanya akan berakhir.-


-Aku yakin Carla juga tau itu, itulah kenapa ia membiarkan aku pergi ke sini meskipun ia tau bahwa dirinya dalam bahaya."


{....Kau benar.} Balas Brid.


Mael sadar, ia tidak boleh terlalu banyak membuang waktu disini, jadi ia mencoba masuk ke topik utama.


"Kalau begitu bisa beritahu aku situasi mu sekarang?"


{Yah, saat ini aku sedang di pojokan orang itu(Gennadius), jujur saja awalnya aku pikir bisa mengalahkannya tapi tidak ku sangka kalau ia ternyata sekuat ini.-


-Kekuatannya mungkin tidak jauh beda dengan Jendral Alexei.}


"Hmm itulah kenapa kau minta bantuan?"


{Ya, kurang lebih begitu.} Brid menjawab santai.


Mael mengerti Brid pasti lelah setelah pertarungan sengit, terlihat dari suara napasnya yang tidak teratur.


"Baiklah, Brid kau masih bisa dengar suaraku kan?"


{Yah aku masih dengar.}


"Kalau begitu dengarkan baik - baik. Mulai sekarang titik tembakan ku berada di tempat saat ini kau berada. Jadi bagaimanapun caranya kau harus pancing orang itu ke situ agar kita bisa mengalahkannya, mengerti?"


{Um aku mengerti.}


"Bagus kalau begitu beritahu aku saat ia sudah berada di tempatmu, aku siap menembaknya kapan saja."

__ADS_1


Setelah Mael mengatakan itu, ia lalu mengaktifkan Senjata S Gear nya dan mengarahkannya ke tanah.


__ADS_2