
"Jadi, bisa beritau kami sekarang bagaimana kau bisa mendapatkan kemenangan secara berturuk - turuk?"
"Tentu saja."
Balasku di iringi dengan senyuman seringai. Lalu kemudian aku mulai menjelaskan kepada mereka semua, bagaimana caranya aku bisa memenangkan permainan ini terus.
"Pertama - tama aku yakin semua orang di sini pasti ingin sekali tau bagaimana caranya aku bisa tau Semua kartu yang ku dapatkan padahal aku tidak melihatnya sama sekali?"
Semua orang secara serentak lansung menganggukkan kepala mereka masing - masing, tanpa kecuali Genus dan Reyna.
"Baiklah, alasan aku bisa tau, itu karena aku menggunakan ini."
Jawabku sambil menurungkan kepalaku ke bawah meja dan mengambil Hpku di antara kedua kakiku lalu aku tunjukkan ke mereka semua, Dimana mereka semua terlihat kebingungan. Bahkan Genus sampai bertanya - tanya..
"Hp? Untuk apa?" Guman Genus.
"Hah! Nak, jangan bilang kau gunakan Hp itu untuk bermain curang?"
Tanya Reyna, dimana semua orang merasa terkejut. Namun aku tak tinggal diam, aku lansung membantah hal tersebut sekaligus mencoba menyerang balik dia.
"Hah mana mungkin aku melakukan itu, malahan kalian lah yang bermain curang di sini."
Seolah tidak senang Reyna lansung mengerutkan keningnya dan terlihat kesal.
"Nak, Apa maksudmu bilang begitu?"
"Tidak usah pura - pura bodoh kau pikir aku tidak tau, kalian menggunakan Dua orang di belakangku ini untuk memberitau kalian kartu apa yang ku dapat.-
-Caranya tentu saja lewat jari mereka. Misalnya saja Jika mereka ingin memberitau kalian Kartu 7 Hati ku maka mereka akan mengangkat Jari tengahnya untuk memberitau kalian bahwa ini adalah Kartu Hati.-
-Lalu selanjutnya mereka akan menepuk jari telunjuknya ke pergelangan tangan sebanyak 7 kali untuk memberitau kalian bahwa angka dari Kartu hati ku itu adalah 7. Apa aku salah?"
Tanyaku dimana mereka berdua hanya bisa diam dan tidak bisa membalas apa - apa. Karena mereka berdua sadar bahwa apa yang ku katakan itu memang benar.
Namun Reyna juga sadar, bahwa tidak baik jika ia diam saja terus di situ dan ia pun mencoba melawan balik padaku.
"Ka-Kalau begitu, bagaimana denganmu, bukankah kamu menyimpan Hpmu di bawah lantai karena kamu ingin bermain curang?"
"Sudah ku bilang mana mungkin aku melakukan itu. Alasan aku menyimpan Hpku di bawah lantai, itu untuk menghindari kecurangan kalian."
Genus sedikit penasaran dan bertanya...
__ADS_1
"Menghindari kecurangan kami? Apa maksudmu?"
"Seperti yang kamu tau, jika aku mengambil dan melihat kartuku maka sudah di pastikan kedua orang di belakangku ini akan mengetauinya. Karena itulah untuk menghindari hal tersebut aku mengubah caraku melihat kartuku, yaitu melihatnya dari arah bawah."
"Arah bawah?" Guman Reyna.
"Yah, dengan menaruk Hpku ke lantai di antara kedua kakiku serta menyetel kameranya ke kamera depan. dengan begini jika aku Geser kartuku ke tepi meja maka aku bisa lansung tau kartu apa yang aku dapatkan lewat di hp itu.-
-Yang perlu ku lakukan hanya mengingatnya saja, kartu mana 9 Hati, dan kartu mana 3 keriting dan seterusnya."
Setelah aku menjelaskan ke mereka, mereka berdua terlihat sangat terkejut. Bahkan semua orang di sini yang menontong kami merasa kagum denganku, sebab mereka tidak pernah menyangka bahwa ada cara sederhana seperti ini untuk menghindari kecurangan dalam bermain Kartu.
Namun, meski begitu Reyna sepertinya masih belum puas akan hal itu dan bertanya lagi padaku.
"Nak, aku sudah mengerti apa yang kamu katakan. Namun dari yang aku lihat tidak mungkin kamu bisa mendapatkan kemenangan secara terus - menerus hanya dengan menggunakan cara seperti ini saja, aku yakin kamu pasti masih mempunyai cara Lainnya untuk bisa mendapatkan kemenangan secara berturuk - turuk."
Memang benar, seperti yang Reyna katakan, aku memang masih mempunyai satu cara lagi untuk bisa mendapatkan kemenangan ini secara berturuk - turuk. Namun apa aku harus memberitau mereka?
Tidak, aku rasa lebih baik aku memberitau mereka, lagi pula ini bukanlah sesuatu yang harus ku sembunyikan dari mereka.
"Yah, memang benar aku masih mempunyai cara lainnya lagi agar bisa mendapatkan kemenangan ini secara terus - menerus. Dan cara itu setidaknya hampir mirip dengan kalian." ucapku.
Sebelum Reyna selesai bicara, dari jauh aku dengar Brid memanggilku "Leon, maaf aku lama." dimana membuat aku lansung mengalihkan pandanganku ke arah sana. Dan di situ aku melihat Brid berserta para wanita yang mengikutinya tadi sedang berjalan mendekatiku.
"Oh kau sudah kembali, bagaimana? Apa kau sudah menukar semua Chip tadi?" Tanyaku.
"Yah, semua uanganya berada di dalam Koper ini."
Jawab Brid sambil mengangkat Koper silver yang ukurannya cukup besar. Lalu ia taruk di atas meja.
"Sepertinya koper itu sangat berat, berapa yang kita dapat?"
Tanyaku dimana Brid dengan tenang menjawab..
"Ada sekitar 4 Miliyar Lebih."
Semua orang shock mendengar itu. namun di sisi lain aku terlihat santai saja, sebab uang sebanyak ini bukanlah apa - apa bagiku, di bandingkan pendapatan yang ku dapatkan ketika Bekerja sebagai tentara bayaran di kehidupanku sebelumnya.
"Hmm begitu, ya udah kalau begitu tolong bayar utang Orang itu(Suami Bu Linda) ke mereka berdua, sakalian tolong berikan tip ke Kakak - Kakak cantik itu, karena telah membantumu."
"Aku mengerti."
__ADS_1
Balas Brid. Lalu setelah itu ia mulai membayar utang suami Bu Linda ke Genus dan Reyna. kemudian ia berikan juga Para wanita itu sebanyak 10 jt per orang.
Tentu itu membuat wanita - wanita itu merasa sangat senang. Sampai - sampai mereka berlari ke arahku dan memelukku.
"Makasih Nak."
"Kamu baik sekali."
"Tidak usah di pikirkan, lagi pula kalian juga sudah membantu kami."
Balasku, lalu setelah itu aku berpisah dengan mereka dan mendekati Brid..
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi."
Ucapku dimana Brid lansung menjawab dengan anggukkan. Lalu setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah Pria itu(Suami Bu Linda), dimana pria itu terlihat sangat ketakutan sampai - sampai ia berlutuk tepat di dekat kaki Brid.
"Kau, sekarang ikutlah dengan kami." ucap Brid.
"Ka~Kalian ingin membawa ku kemana?"
Tanya Pria itu, dimana nada suaranya gemetar. Meski begitu Brid mengabaikannya dan berkata..
"Soal itu Kau tidak perlu tau. Yang jelas karena kami sudah melunasi utang mu, jadi sekarang nyawamu itu berada di tangan kami.-
-Dan jika kau melawan maka kami tidak masalah mengembalikan kamu ke mereka berdua(Genus dan Reyna.), Yaa itu pun jika kau memang ingin anggota tubuhmu di jual secara terpisah oleh mereka."
Mendengar hal itu sontak membuat pria itu merasa Shock dan wajahnya terlihat sangat pucat. Lalu ia buru - buru bersujut di hadapan Brid.
"Ti~Tidak, aku mohon jangan kembalikan aku ke mereka, aku mengerti aku akan mengikuti kalian."
"Baguslah, kalau begitu ayo kita pergi."
"Ba~Baik."
Sementara itu, di sisi lain, aku sejak tadi terus memperhatikan mereka berdua, dimana tatapanku terlihat sangat datar sambil bertanya - tanya...
(Kenapa orang itu malah memohon ampun ke Brid? Bukankah seharusnya ia memohon ampun padaku?)
[Master sudahlah, tidak usah terlalu di pikirkan, ayo kita pergi saja.]
(.......Kau benar😑.)
__ADS_1