BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KHAWATIR!


__ADS_3

Di sekolah, tepat di Ruang Kelas Leon, di sana terlihat Sara sedang duduk di bangkunya.


Dimana, ia adalah seorang gadis yang memiliki tatapan dingin, yang membuat Orang - orang di sekitarnya menjauh darinya.


Meski begitu, Sara tidak mempedulikan hal tersebut. Sebab Ia sudah terbiasa.


Selain itu, bukan berarti ia tidak mempunyai teman, karna baru - baru ini ia sepertinya dekat dengan seorang gadis dari kelas lain, yaitu...


"Sara, kami datang."


Mendengar namanya di panggil, membuat Sara lansung melihat ke arah sana, dimana tepat di Pintu kelas terlihat Seorang Gadis, berambut Coklat pendek, sedang melambaikan tangannya.


Dia adalah Lia, memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Sara, meski begitu dialah Gadis yang baru - baru ini sangat dekat dengan Sara.


"Lia, Selamat pagi."


Ucap Sara


"Um, Selamat pagi."


Balas Lia dengan senyum dan mendekat ke bangku Sara.


Setelah Lia sampai di bangku Sara, ia mencoba mengajaknya ngobrol. Namun, sebelum ia bicara, dari belakang tiba - tiba terdengar suara seorang Pria yang memanggilnya.


"LIA."


Mendengar itu, Sentak membuat Lia dan Sara kaget dan melihat ke arah sana, dimana tepat di depan Pintu, di situ terlihat Rusli.


Orang yang sering bersama Lia, sekaligus sahabat Leon.


"Haa..haaa..Akhirnya aku menyusulmu."


Ucap Rusli, dimana ia terlihat sangat kelelahan. Namun, meski begitu ia tetap berjalan masuk kedalam dan mendekati Lia.


"Lia, kenapa kau tiba - tiba meninggalkanku? bukankah sudah ku bilang, tunggu aku Sebentar."


"Hah, buat apa aku menunggumu, selain itu,..."


Sesaat Lia berhenti menjawab, ia melihat ke arah Sara dan berkata.


"Sara aku merindukanmu."


Ucapnya, sambil melompak ke arah Sara dan memeluknya, dimana membuat Sara sedikit kaget.


Di sisi lain, Lia yang tidak menyadari itu, terus memeluk Sara sambil berkata..


"Haaa,..Kemarin itu hari libur, jadi kita tidak bisa pergi bermain, tapi pulang sekolah nanti, kamu mau kan pergi bermain denganku?"


Tanya Lia dimana wajahnya sangat Ceria. Melihat itu tanpa sadar Sara lansung angguk setuju. "Umm." hingga membuat Lia makin senang dan memeluk Sara dengan erat.


"Sara makasih,...kalau begitu, kita akan kumpul di gerbang, saat pulang sekolah nanti, bagaimana?"


Tanya Lia sambil menatap Sara dengan Ceria. Sara yang di tatap seperti itu lansung tersenyum dan menjawab.


"Umm, aku tidak masalah."


Di sisi lain, para Siswa yang memperhatikan kedekatan Sara dengan Lia dan Rusli, membuat mereka semua terherang - herang.


Sebab mereka tidak pernah melihat Sara ngobrol dengan Siswa lain, Selain Leon.


Namun, tanpa pedulikan mereka, Sara terus ngobrol disana, bersama dengan Lia dan Rusli.


Dimana mereka bertiga sepertinya tidak terganggu dengan tatapan para Siswa di sekitarnya.


"Oh iyah,..Omong - omong, apa Leon belum datang?"


Saat Rusli bertanya, mereka semua lansung melihat ke arah bangku Leon, dimana tepat di Samping Sara.


"Yah. Dia belum datang."


Jawab Sara, setelah itu Lia menatap Lurus bangku Leon, dimana ia terlihat seperti sedang mengingat sesuatu.


"Omong - omong, bukankah akhir - akhir ini, Leon sangat Jarang bermain dengan kita?" tanya Lia


"Setelah di pikir - pikir, benar juga."


jawab Rusli.


Mendengar itu, Sara juga menambahkan..


"Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa hari ini, Leon juga sering kali melamun."


Lia yang Dengar itu lansung memiringkan kepalanya kesamping sambil bertanya


"Melamun?"


"Benar, saat pelajaran berlansung, Leon sering kali melamun seperti ia sedang memikirkan sesuatu."


"Memikirkan Sesuata yah,...jangan bilang ini soal Wanita?"


Saat Rusli mengatakan itu, sentak membuat Lia dan Sara lansung terkejut dan melihat ke arahnya.


"Rusli apa yang kau katakan?"


Tanya Lia.

__ADS_1


"Yaaa kau tau sendirikan, kalau Akhir - akhir ini Leon Sering kali menggoda wanita."


Jawab Rusli. Mendengar itu Sara lansung menyipitkan matanya dengan tajam sambil berkata...


"Menggoda Wanita?"


"Benar, setiap kali kami bersama dengannya, kami Sering kali melihat Leon menggoda wanita-


-Contohnya saat kami pergi ke Warnet, biasanya Leon, sering menggoda Gadis SMA yang bermain di sana. Bahkan Mbak Kasir yang di supermarket pun sering ia Goda."


Jawab Rusli dengan ekspresi kagum. Seolah - olah ia bangga punya teman yang seperti itu.


namun di sisi lain, Sara yang dengar itu, entah kenapa matanya terlihat seperti memancarkan cahaya sambil melihat Rusli dengan tajam.


"Rusli, yang kau katakan barusan, pasti bohongkan?"


Melihat tatapan Sara membuat Rusli lansung menjerit ketakutan.


"~Hiii, ti~tidak, aku tidak bohong sama sekali, kalau tidak percaya tanya saja Lia."


Jawab Rusli, sambil menunjuk ke arah Lia. melihat itu Sara lansung berahli ke arah Lia dan bertanya.


"Lia, apa itu benar?"


"Eh, yah...umm, itu benar."


Jawab Lia sambil mengangguk sedikit. Setelah itu ia lanjutian lagi.


"Ta-Tapi Sara kamu tenang saja, lagi pula Leon melakukan itu, hanya sekedar main - main saja."


"HMMM, JADI MAKSUDMU. LEON TIDAK HANYA SUKA MENGGODA WANITA TAPI DIA JUGA SUKA MEMPERMAINKAN WANITA YAH."


Ucap Sara dengan nada tajam, mendengar itu membuat Lia lansung terlihat bermasalah dan berkata..


"Sa-Sara, Bukan itu maksudku,...Itu,...etto,...anu..."


Saat Lia kesusahan untuk menjelaskannya, dari arah Pintu terdengar suara orang yang paling mereka kenal yaitu aku (Leon).


"Semuanya, selamat pagi."


Ucapku dengan nada Lesu.


Mendengar itu membuat mata Sara lansung memancarkan Cahaya sambil mencona melihat ke arah Pintu, namun.....


"LEON, AKHIRNYA KAU DATANG JU-!!..EH?"


....Ketika Sara melihat ke arah Pintu, Wajahnya yang tadinya marah tiba - tiba lansung membeku, bukan hanya ia bahkan Rusli, Lia dan seluruh siswa di Kelas ini pun juga sama.


Alasanya. Itu karena tepat di dekat Pintu terlihat aku(Leon) sedang memakai kacamata Hitam.


Namun, tanpa pedulikan itu, aku lansung berjalan masuk ke dalam dan mendekati Sara, Lia dan Rusli.


"Kalian bertiga, Selamat pagi."


Saat aku menyapa mereka, mereka bertiga lansung sadar kembali dan menyapa balik secara serentak.


"""Se-Selamat pagi Leon."""


Namun, ketika aku di sapa, aku merasa ada sesuatu yang dengan mereka bertiga, sehingga aku mencoba bertanya.


"Kalian bertiga, ada apa? melihatku seperti itu?"


"Tidak, Bukan apa - apa, hanya saja..."


Sesaat Lia berhenti, ia menunjuk ke arah Mataku dan bertanya..


"..apa - apaan kacamata itu?"


"Oh Maksudmu ini?"


Ucapku sambil mengetuk Kacamataku.


"Umm."


Angguk mereka bertiga secara serentak.


Setelah itu aku jawab.


"Yaa, sebetulnya pagi ini aku mendapatkan sedikit masalah, jadi aku harus mamakai kacamata ini."


"Masalah?"


Tanya Sara sambil memiringkan kepalanya ke samping.


"Yah."


Jawabku, sambil pergi duduk di bangku ku. Dimana aku sedang istirahat sambil bersandar di sana.


"Haaa,..akhirnya bisa istirahat juga."


Bisikku, Setelah itu aku berahli ke arah mereka bertiga dan mencoba mengubah topik pembicaraan.


"lupakan saja soal kacamata ini, yang lebih penting, apa yang kalian bicarakan tadi?


Saat aku bertanya, Rusli mencoba menjawab.

__ADS_1


"Kami sedang bicara soal-!"


Namun, sebelum ia selesai bicara, tiba - tiba mulutnya di tutup oleh tangan Lia dari belakang.


Sehingga membuatnya tidak bisa mengatakan apapun. Setelah itu, Lia lansung melanjutkan..


"Leon, sebetulnya tadi kami sedang membicarakan, Soal Pergi main saat Pulang sekolah."


"Benarkah?"


Tanyaku


"Um."


Angguk Lia.


Namun, pada saat aku melihatnya, tiba - tiba aku merasakan tatapan Seseorang yang membuat sekujur tubuhku merasa merinding.


Ketika aku berahli ke arah sana, aku melihat Sara sedang menatapku dengan Dingin, Dimana tatapannya terlihat sangat tenang namun tajam.


"Sara, ada apa?"


Ketika aku bertanya, Sara hanya terdiam dan terus menatapku.


Merasa ada yang aneh dengannya, sehingga aku mencoba bertanya sekali lagi. Namun sebelum aku bertanya, Tiba - tiba Lia memanggilku.


"Leon."


"Apa?"


"pulang sekolah nanti, kami akan berkumpul di Gerbang untuk Pergi bermain. Kamu maukan ikut?"


Tanya Lia dengan Serius.


Sebetulnya pulang sekolah nanti, aku punya beberapa urusan. Tapi karena sudah lama aku tidak bermain dengan mereka, jadi...


"Yah, aku tidak masalah."


Jawabku, mendengar itu mereka berdua lansung terlihat senang. Sampai - sampai Rusli berlari ke arahku dan berkata.


"Bagus, sudah lama kita gak main ke Warnet."


Ucapnya, sambil memukul punggungku. Namun pada saat punggungku di pukul, Kacamata yang aku pakai terpental dan jatuh ke lantai.


Hingga perlihatkan mataku yang sangat merah.


"Eh!...Le~Leon, matamu,...matamu kenapa?"


Tanya Sara yang terlihat terkejut. Bukan hanya ia, bahkan semua Orang di kelas ini pun ikut juga terkejut. Tanpa kecuali Lia dan Rusli.


Namun, pada saat mereka semua terdiam dan terkejut. tiba - tiba Lonceng. waktu kelas masuk terdengar.


Hingga Membuat semua Murid di ruangan ini lansung tersadar dan kembali di bangku mereka masing -Masing.


"Sial, ini sudah waktunya masuk. Ayo kita kembali Lia?"


Ucap Rusli.


"Umm."


Angguk Lia.


Setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah kami dan berkata..


"Kalau begitu, Leon, Sara kami pergi Dulu."


Mendengar itu, Sara lansung mengangguk


"Umm."


Setelah itu, Lia lansung tersenyum dan berlari meninggalkan kelasku. Sambil diikuti Rusli di belakannya.


Setelah mereka keluar, aku pergi mengambil kacamataku di bawah Lantai dan memakainya.


Setelah itu, aku duduk kembali di bangku. Dimana beberapa menit kemudian Bu Linda memasuki Kelas.


"Baiklah anak - anak, Buka buku IPS kalian."


Mendengar itu, aku lansung mengambil buku IPSku di dalam Tas. Dan mencoba mengeluarkannya.


Namun saat aku mau mengeluarkannya, tiba - tiba Sara memanggilku dari samping.


"Leon."


Mendengar itu aku lansung mengalihkan pandanganku ke arahnya dan bertanya.


"Apa?"


"Apa matamu baik - baik saja?"


Tanya Sara, dimana ekspresinya terlihat khawatir. namun, tanpa pedulikan itu aku berahli lagi ke arah buku ku dan menjawab.


"Yah, aku baik - baik saja, tidak usah khawatir."


ucapku untuk mengakhiri pembicaraan. Setelah itu, Waktu pelajaranpun berlansung.

__ADS_1


__ADS_2