
Di saat aku sudah sampai di sekolah, aku berjalan di Koridor kelas, dimana aku bisa merasakan beberapa tatapan dari Kakak kelas yang Seolah - olah mereka sedang megawasiku.
Namun, tanpa pedulikan itu, aku dengan tenang terus berjalan dan menuju ke Ruang kelasku.
TAP!!...TAP!!....TAP!!...
Sesampaiku di sana aku membuka Pintu Kelas "Knock!" dan lansung berjalan masuk ke dalam.
Dimana tepat di samping bangku ku, terlihat Sara sedang duduk di bangkunya sambil ngobrol dengan kedua orang yang aku kenal yaitu Rusli dan Lia.
Terlebih mereka semua terlihat sangat serius.
"Yo."
Di saat aku menyapa mereka, mereka bertiga lansung berbalik ke arahku dan mencoba menyapa balik.
"Oh Leon selamat pagi."
Ucap Lia
"Selamat pagi."
Balasku dengan tenang, kemudian aku memperhatikan mereka bertiga dan bertanya...
"Omong - omong, apa yang sedang kalian bicarakan, serius begitu?"
Di saat aku menanyakan itu, terlihat Rusli dan Lia sedikit murun, dimana Rusli menjawab...
"Eh yaa, bukan apa - apa, hanya saja kemarin saat kami pergi ke Warnet, kami terus saja di ganggu anak - anak, dari SMP Lain."
"Di ganggu?"
Pada saat aku menanyakan itu, Lia yang lansung jawab..
"Benar, bukan hanya itu saja bahkan mereka sering kali menarik Rambut Sara saat bermain, sampai - sampai ikat rambut yang sering Sara pakai putus."
Mendengar apa yang di ucapkan Lia, membuat tatapanku lansung menyipit dengan tajam. Dimana membuat mereka berdua lansung kaget.
Namun tanpa pedulikan itu, aku bertanya lagi...
"Kenapa mereka melakukan itu?"
"Yaa aku juga tidak terlalu tau, yang jelas dari yang aku dengar, sepertinya mereka teman Satu SD dengan Sara dulu."
Di saat Rusli mengatakan itu, Sara lansung memotongnya dengan Suara tegas.
"MEREKA BUKANLAH TEMANKU."
"Eh tapi, bukankah mereka bilang, kalau mereka teman sekolahmu saat SD?"
Ketika Rusli menanyakan itu, Sara lansung mengerutkan dahinya dan menjawab
"Memang benar, Anak - anak itu satu sekolah denganku saat SD, tapi mereka bukanlah temanku."
Ucapnya dengan tegas, mendengar itu, baik Rusli maupun Lia lansung menatap Sara dengan khawatir. Kemudian aku berahli ke arah Sara dan bertanya...
"Kalau mereka bukanlah temanmu, kalau begitu siapa mereka?"
Di saat aku menanyakan itu, membuat mata Sara lansung melebar karena terkejut. Namun setelah ia kembali tenang ia mencoba menjawab...
"So-soal,...itu...."
Sayangnya seolah - olah Sara kesusahan untuk menjawab, aku lansung mendesah dan berkata...
"Haaa, sudahlah kalau kamu tidak mau jawab aku tidak akan memaksa. Yang jelas aku senang kalian tidak apa - apa kemarin."
__ADS_1
Ucapku sambil menatap mereka bertiga dengan senyuman, Rusli yang lihat itu lansung menggaruk Hidungnya dengan malu dan berkata...
"Hehehe, itu tentu saja lagi pula kalau mereka berani main pukul, aku akan buat mereka semua masuk rumah sakit."
Ucapnya dengan bangga, melihat itu membuat Lia lansung mencubit pinggang Rusli dari samping.
"~aghh, apa yang kau lakukan?"
"Berhentilah bersikap sok jagoan. Lagi pula di antara kita bertiga, kamulah yang paling ketakutan kemarin."
Ucap Lia dengan Ekspresi datar, mendengar itu, membuat Rusli lansung terlihat marah bercampur malu.
"Li-Lia, apa maksudmu bilang begitu? Aku tidak takut sama sekali."
"Tidak takut? tubuhmu sangat gemetar kemarin, kamu bilang tidak takut?"
"I-itu karena aku tidak tahan mau memukul mereka jadi...."
"Berhentilah buat alasan, kalau kamu takut bilang saja, buat apa bohong."
"Aku tidak bohong sama sekali."
Di saat mereka berdua terus berdebat, di sisi lain, terlihat aku menatap mereka berdua dengan Pusing. Dimana aku berkata..
(Haa, pagi - pagi begini sudah di perlihatkan para Bocah bertengkar, benar - benar hari yang sial.)
Ucapku didalam pikiran sambil ekspresiku terlihat suram. Kemudian aku menggenggang masing - masing pundak mereka dan berkata...
"Kalian berdua berhentilah bertengkar-
-dari pada itu lebih baik kita pikirkan, mau ke mana sepulang sekolah nanti?"
Di saat aku menanyakan itu, mereka berdua lansung bethenti bertengkar dan melihat ke arahku.
"Kau benar."
"Kalau begitu Leon, menurutmu kemana kita harus pergi?"
Ketika Lia menanyakan itu, untuk sesaat aku pura - pura berpikir, namun beberapa detik kemudian aku menjawab...
"Bagaimana kalau ke Warnet saja."
Mendengar jawabanku membuat mereka berdua lansung terlihat kaget.
"Le-Leon apa kamu tidak dengar yang kami bicarakan tadi?" tanya Rusli.
"Tidak, aku dengar kok, tapi bukankah kamu bilang tadi kalau kamu tidak takut sama mereka, jadi tidak ada masalah kan?"
"Eh,..A-aku memang bilang begitu,...tapi...."
Ketika Rusli kesusahan untuk mengatakannya, tiba - tiba ia di potong oleh suara Sara dari samping.
"Maaf, sepertinya hari ini aku tidak bisa ikut dengan kalian."
Mendengar itu, kami bertiga lansung melihat ke arah Sara. Dimana aku perhatikan tubuhnya sedikit gemetar.
"Kenapa, apa kamu takut dengan mereka?"
Di saat aku menanyakan itu, terlihat Sara meremas tangannya dengan Erat sambil menjawab...
"Bukannya aku takut, hanya saja aku tidak ingin melihat mereka."
"Hmmm, begitu."
Ucapku dengan santai, kemudian aku menatap mereka bertiga dan berkata..
__ADS_1
"Yaa sudah, kalau begitu kita batalkan saja pergi ke Warnet."
"Sepertinya begitu."
Balas lansung Lia dengan tenang. Kemudian beberapa detik setelah itu, bel Waktu tanda kelas masuk pun berbunyi.
"Oh ini sudah waktunya masuk, kalau begitu Sara, Leon kami pergi dulu."
Ucap Lia sambil melambaikan tangannya, dan keluar dari kelas, di susul oleh Rusli yang mengikutinya dari belakang.
ketika mereka berdua sudah keluar, beberapa menit kemudian Bu Linda mulai memasuki kelas. Dimana aku buru - buru pergi ke tempat duduk ku dan mencoba mengeluarkan Buku pelajaranku.
Namun, di saat aku mengeluarkan buku pelajaranku, dari samping Tiba - tiba Sara memanggilku.
"Anu Leon."
"Hmm! Ada apa?"
Tanyaku sambil melihat ke arahnya. dimana Sara sedang menatapku dengan Serius.
"Kemarin,.....Kenapa kemarin kamu tidak pergi ke Sekolah? Apa mungkin ini ada kaitannya dengan pertanyaan yang ku ajukan kemarin dulu?"
Di saat Sara menanyakan itu, aku mencoba mengingat pertanyaan yang ia sebutkan barusan, dimana ia berkata...
Setelah mengingat pertanyaan tersebut. Aku menatap Sara dengan serius dan menjawab....
"Tidak, kamu salah, aku tidak terlalu memikirkannya kok."
"Benarkah?"
"Yah, alasan kemarin aku tidak pergi sekolah, itu karena aku kurang enak badan, jadi...."
Seolah - olah sudah tau apa yang ingin aku katakan Sara lansung berkata...
"Begitu."
Ucapnya dengan tenang, Setelah itu, Waktu pelajaranpun berlansung.
__________________________________
______________________________
Di saat Sudah waktunya pulang sekolah, tepat di belakang Sekolah, terlihat aku yang bersandar di Tembok sedang bermain Hp, dimana aku sedang menunggu Seseorang.
Setelah beberapa menit aku menunggu tak lama Kemudian, akhirnya ia pun datang.
"Leon, maaf membuatmu menunggu."
Ucapnya sambil berjalan ke arahku, dimana orang tersebut tidak lain adalah seorang gadis yang ku kenal yaitu Lia. kemudian aku melihat ke arahnya dan menjawab..
"Itu tidak apa - apa."
"Begitu, omong - omong ada apa memanggilku kemari?"
Ketika Lia bertanya, aku memasukkan Hpku ke dalam Kantong celanaku, kemudian aku menjawab.
"Yaa aku hanya ingin minta bantuanmu sebentar."
"Bantuanku?"
"Yah, aku ingin kau membantuku mencari,..ORANG YANG MENGGANGGU KALIAN KEMARIN."
Ucapku dengan tajam, dimana membuat Lia yang dengar itu lansung terlihat terkejut.
__ADS_1
"Eh!"