BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTEMPURAN TAHAP KEDUA ANTARA UNIT 9 VS ROMBONGAN OGRE KING - Bagian 1


__ADS_3

setengah jam yang lalu, di lokasi unit 9.


ketika, Rangga dan pasukannya sedang bertarung dengan para Monster, tiba - tiba, ada sebuah Cahaya laser berwarna Biru, yang sedang turung dari atas langit.


ia sedang mengarah, ke arah. jauh di belakang pegunungan, dimana Kapter Respati berada.


melihat hal itu, Rangga maupun pasukannya untuk sementara lansung berhenti menembak dan melihat ke arah sana.


"woi, apa - apaan itu?"


"apa itu senjata?"


"tidak, mungkin saja itu sihir!?"


ketika Beberapa pasukan mengatakan itu, sambil tidak fokus dengan Para Monster yang ada di depan.


sentak membuat Rangga mendecakkan lidahnya "Cih..." sambil menatap para pasukan dengan ekspresi marah.


"KALIAN, JANGAN DIAM SAJA, TETAP FOKUS DI DEPAN!?"


setelah Rangga meneriakkan itu, sentak membuat semua pasukan lansung kembali sadar, dan dengan cepat mengarahkan senjata meraka ke arah depan, sambil membunuh setiap para monster yang terus keluar dari dalam hutan.


melihat bahwa para pasukan sudah mulai kembali fokus, perlahan Rangga melihat ke arah, jauh di belakang pegunungan, dimana tempat Cahaya laser itu turung.


(sekarang, kita cuma perlu menunggu Kapten Respati datang, setelah itu...)


ketika Rangga sedang memikirkan hal itu, sentak ia tiba - tiba berhenti, karena ia merasakan ada aura niat membunuh yang sangat kuat, sedang menargetkan dirinya.


saat Rangga mencoba untuk mencari niat membunuh itu, di sana ia melihat Ogre King, sedang berjalan turung dari atas pegunungan, sambil menatap tajam Rangga, dengan Senyum menyeringai di bibirnya.


ia terus Berjalan turung, sambil membawa puluhan Ribu Rombongannya. baik yang ada di depan maupun di belakang.


"Rombongan utamanya sudah mulai Turung?,..jangan bilang...."


ketika Rangga sedang mencari sesuatu di Rombongan itu, tak lama kemudian, ia melihat Goblin Shaman, sedang berjalan Turung, tidak jauh di belakang Ogre King.


ia sedang berjalan, sambil megenggam sebuah Tongkat, yang di atasnya terdapat bola Kristal berwarna Hijau, yang sedang mengeluarkan cahaya, yang berkedip - kedip.


"hmm, ternyata benar, Goblin itu sudah mengisih kembali kekuatan sihirnya...."


ketika Rangga mengatakan itu, sesaat ia berhenti bicara, dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Ogre King, sambil menatapnya dengan tatapan tajam, diikuti dengan senyum menyeringai di bibirnya.


"-kalo begitu,....CEPAT, DATANGLAH KESINI!?"


ucap Rangga dengan nada tajam.


setelah mengatakan itu, di atas pegunungan, ketika Ogre King terus berjalan turung, sambil diikuti dengan puluhan ribu Monster yang ada di depan maupun di belakang.


Ogre King secara terus - menerus memotong setiap bebatuan yang ada di depan, dengan gampangnya. seperti layaknya sedang memotong sebuah keju.


ia terus melakukan hal itu selama beberapa kali, hingga akhirnya, sampai menuruni pegunungan.


setelah ia selesai menuruni pegunungan, tanpa menunggu lama, Ogre King lansung berjalan masuk ke dalam hutan, sambil mulai menebang setiap Pepohonan yang ada di depan. diikuti dengan puluhan Ribu Monster yang sedang berlarian masuk ke dalam hutan. baik yang di atas Pohon maupun yang di darat.


mengetaui bahwa Rombongan Ogre King sudah menuju ke arahnya, perlahan Rangga berhenti menembak, dan melihat ke arah jauh di dalam hutan.


"ia sudah mendekat ke arah sini,...kalo begitu....."


setelah Rangga membisikkan itu, ia lansung mengalihkan pandangannya ke arah para pasukan, dan mulai memberi perintah baru, kepada setiap Grup di pasukan.


"SEMUANYA, MONSTER OGRE KING SUDAH MENDEKAT KE ARAH SINI. JADI BERSIAPLAH KE RENCANA SELANJUTNYA!?"


""""""""" BAIK KAPTEN.""""""""""


setelah para pasukan Menjawabnya dengan nada tegas dan juga serentak, tak lama kemudian. di depan, tempat dimana beberapa Pohon yang belum hancur karena Ledakan dari Bom, mulai terlihat Rombongan Monster dari dalam sana.

__ADS_1


mereka terus berlari di dalam hutan, baik di atas pohon maupun di darat. begitupun dengan Monster Kelelawar beracun, yang sedang terbang di atas langit, sambil menuju ke arah kami.


"SEMUANYA BERSIAPLAH!!"


ucap Rangga dengan nada keras.


setelah itu, tak lama kemudian, dengan cepat Rombongan itu lansung keluar dari dalam Hutan, di ikuti dengan, Ogre King yang sedang menebang Pohon terakhir yang ada di depannya.


melihat hal itu, tampa menunggu lama, Rangga lansung memerintahkan setiap pasukannya untuk menembak para Monster itu.


"TEMBAK SEKARANG..!!"


setelah meneriakkan itu, tak lama kemudian, suara ribuan peluru, dari senjata Rifles, Sniper Rifles, dan Mesin Guns mulai terdengar di tempat itu.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHH!!!


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UWARGHHHHHHHHHH!!


"GRUP KE 4, LEMPAR GRANAT KALIAN KE ARAH SANA!!"


ucap Rangga, sambil menunjuk, dimana Ratusan Monster sudah hampir mendekati kami.


Setelah itu, dengan cepat Grup ke 4 lansung melempar Granat mereka ke arah, tempat yang aku tunjuk.


dan tak lama kemudian...........


BOMMMMMMMM!!!


UWRHHHHHHHHHHHH!!!


BOMMMMMMMM!!!


hampir sekitar Ratusan Potongan tubuh Monster, berterbangan dari dalam asap, akibat ledakan itu.


ketika Rangga memperhatikan hal itu, tiba - tiba ia merasakan, ada beberapa Monster Kelelawar beracun, sedang mencoba menembakkan Duri - durinya ke arah kami.


namun, sebelum mereka Berhasil menembakkan Durinya, meraka Lansung di bunuh oleh pasukan dari Grup ke 2.


DRRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


WIRGHHHHHHHHH!!


setelah meraka terus Di hujani beberapa peluru, mereka lansung berjatuan dari atas langit.


melihat hal itu, Rangga lansung menatap beberapa Monster kelelawar yang sudah tergeletak di tanah, dengan Tatapan tenang namun, tajam.


(bagus, Grup ke 2 menjalankan tugasnya dengan baik,...dengan begini kami tidak perlu khawatir lagi dengan Para Monster di atas sana.)


ucap Rangga di dalam pikirinnya. setelah itu ia lansung melihat ke arah Depan, dan mulai membunuh setiap Monster yang mencoba mendekat ke arah kami.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHH!!!


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UGRHHHHHHHHHH!!


setelah beberapa saat, kami terus Membunuh sekitar ribuan Monster yang ada di depan, tak lama Kemudian, tiba - tiba......


"SEMUANYA, TETAP FOKUS DAN TERUS TEMBAK MEREKA!!"

__ADS_1


"""""""""""BAIK KAPTEN!!""""""""""""


jawab Setiap pasukan dengan nada Tegas. setelah itu, mereka semua lansung menekan pelatuknya dan suara tembakan, mulai terdengar lagi di senjata mereka.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


saat peluru dari senjata Rifles dan Mesin Guns melaju ke arah depan, sambil membunuh beberapa Monster.


tak lama kemudian, tiba - tiba sebuah penghalan muncul dari belakang para Monster yang sudah kena Tembakan, dan lansung menahan setiap peluru yang tersisa.


"ka- kapten, penghalan itu...."


"ya,...akhirnya ia muncul juga!?"


ketika Rangga mengatakan itu, perlahan Goblin Shaman mulai berjalan keluar dari dalam hutan, sambil mengulurkan tangannya ke arah depan. dimana ia sedang megenggam sebuah tongkat, yang di atasnya terdapat sebuah Kristal Berwarna Hijau, yang sedang mengeluarkan cahaya terang.


setelah itu, ia terus berjalan ke arah depan, hingga berhenti tepat di samping Ogre King.


(dari tadi aku penasaran, apa mereka berdua ini, sepasang kekasih??)


ucap Rangga di dalam pikirannya, sambil menatap mereka berdua dengan tatapan mengejek.


seusai itu. para pasukan lansung berhenti menembak, ketika melihat penghalan itu. kecuali dari Grup ke 2, yang masih menembaki para Monster, yang ada di atas sana, karena tidak di lindungi oleh penghalan.


"Kapten, penghalannya sudah muncul!?"


ucap Batara yang berada di samping Rangga.


"ya, aku tau,...kalo begitu, ayo kita mulai sekarang."


"""""""""""""""BAIK!!""""""""""""""""


Jawab Grup ke 3 dan 4.


setelah itu, aku mulai perintahkan Dua Tank yang ada di belakang kami untuk menembakkan Rudal mereka ke arah penghalan itu.


"unit Tank, sekarang!?"


{baik kapten.}


setelah Suara mereka terdengar di telinga kananku, tak lama Kemudian, suara dari tembakan Tank, lansung terdengar di belakang kami.


BUK!!.........................PASSSSSSSS!!!


BUK!!.........................PASSSSSSSS!!!


saat tembakan dari dua Tank mengenai Penghalan itu, sentak membuat penghalan itu lansung di tutupi oleh asap dari ledakan.


namun, setelah beberapa detik kemudian, perlahan asap itu mulai menghilan, dan memperlihatkan Penghalan yang tidak mendapatkan kerusakan sedikitpun.


melihat hal itu, Rangga maupun pasukannya lansung tercengan. meski begitu mereka semua tidak merasa kaget, karena mereka sudah memperkirakan hal ini.


"Kapten, seperti yang anda Kira, Senjata dari Alutsista tidak mempan pada penghalan itu!?"


kata Batara, sambil menatap serius penghalan di depan.


"ya,..omong - omong Batara."


"hmm, ada apa Kapten??"


"apa kau sudah menyiapkan, apa yang aku suruh??"


ucap Rangga sambil melirikkan matanya ke arah Batara.


"....ya, aku sudah menyiapkannya Kapten. sekalian aku juga memberinya tanda merah, agar pasukan kita tidak kena."

__ADS_1


"bagus,...kalo begitu, SEMUANYA MUNDUR SEKARANG!?"


ucap Rangga dengan nada keras, sambil memperlihatkan senyum menyeramkan di bibirnya.


__ADS_2