BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KHAWATIR DENGAN BU LINDA


__ADS_3

>Di waktu Istirahat.


Pada saat aku sedang membereskan buku pelajaranku, pintu kelas tiba - tiba terbuka dengan cukup keras. Dan di sana terlihat seorang Gadis berlari masuk ke dalam, dimana Gadis itu tidak lain adalah Lia.


"Leoooon"


"Lia"


Lia mendekatiku kemudian memelukku dengan erat. Yang Dimana Membuat Sara merasa tidak senang dan lansung memisahkan kami berdua.


"Lia aku mengerti perasaanmu, tapi pertama - tama tolong menjauh lah dari Leon dulu. Apa kamu tidak Lihat semua orang sedang memperhatikanmu?"


Lia mencoba melihat sekeliling dan memang benar mereka semua sedang memperhatikan dia.


Lia pun melepaskanku. "Kau benar." ucapnya. kemudian ia mendekati Sara, dimana ia mencoba membisikkan sesuatu di telingannya.


"Tapi Sara, meskipun memang benar semua orang sedang memperhatikanku Namun alasan sebenarnya kamu ingin aku menjauh dari Leon karena kamu cemburukan?"


Pertanyaan Lia membuat sikap dingin Sara berubah dan ia pun tersipu malu.


"Hah L-Lia apa - apaan yang barusan kau katakan itu? Mana mungkin aku Cemburu."


"Kamu bilang begitu, tapi lihat wajahmu saat ini merah tau."


"I-ini.....Aaaah sudah cukup, Berhentilah mempermainkanku."


Di saat Sara dan Lia sedang Ribut, aku merasa ada satu orang lagi yang sedang mendekatiku. Dan saat aku melihat ke arah sana, di situ aku melihat Rusli bersemangat sedang melambaikan tangannya ke arahku.


"Leon, aku senang kamu sudah boleh masuk sekolah. Awalnya aku tidak percaya saat dengar beberapa Murid bergosip soal keadiranmu di koridor. Namun syukurlah ternyata itu benar."


"Be-Begitu."


Aku hanya membalas itu. Lalu setelah itu aku mencoba bertanya pada mereka berdua.


"Oh iya omong - omong kalian datang kesini bukan hanya karena ingin membicarakan hal ini kan?"


"Yah itu benar, kami datang kesini ingin mengajakmu ke kanting seperti biasanya." jawab Rusli.


"Hmmm ya udah kalau begitu ayo kita pergi."


Ketika aku mengatakan itu Sara terlihat khawatir dan lansung menghentikanku dengan menahan tanganku kebelakang.


"Leon tunggu dulu sebentar, apa kau tidak apa - apa pergi ke sana? Bukankah di sana Ada banyak Kakak Kelas yang Membenci mu? Jika kamu ke sana bisa saja mereka....."


Seolah tau apa yang ingin Sara katakan, aku lansung potong dan berkata...


"Tenang saja aku tidak apa - apa, meskipun mereka mencari masalah denganku aku akan abaikan. Lagi pula tidak ada gunanya meladeni para Bocah seperti mereka. Sekarang, ayo kita pergi."


Aku pun berjalan keluar dari kelas sambil di ikuti Lia dan Rusli di belakang ku.


Lalu tak lama kemudian Sara berlari keluar juga dan mencoba menyusul kami bertiga.

__ADS_1


____________________________________


________________________________


Setelah kami sampai di kanting aku merasakan beberapa tatapan tajam dari Kakak Kelas.


Namun semua itu aku abaikan dan lansung pergi beli Mie yang di campur dengan telur.


Setelah Mieku selesai, aku mencoba membawanya ke tempat Sara dan yang lainnya, namun di tengah perjalan tiba - tiba seorang kakak kelas mencoba menyenggol bahuku dengan sengaja seolah ia ingin membuat aku terjatuh.


Namun sayannya bukan aku yang jatuh melainkan dia. Yang dimana membuat Makanan serta juga minuman yang ia bawa tumpah ke lantai.


"Ka~Kau berani - beraninya kau menyenggolku."


Kakak Kelas itu marah dan mencoba mendorongku. Namun dengan santai aku menghindarinya, dimana membuat ia sekali lagi terjatuh.


"~Ughhh!!"


Kakak kelas itu tambah marah dan mencoba untuk bangkit, sayangnya aku lansung injak kepalanya ke lantai sehingga membuat wajahnya mengenai makanan yang ia jatuhkan tadi.


"Maaf ya Senior aku tidak lihat ternyata kau ada di situ."


Sambil meninggalkan kata - kata itu aku lansung melepaskan kaki ku dari kepalanya, kemudian aku pergi meninggalkan dia disitu dan menuju ke tempat Sara.


Dimana mereka semua sepertinya khawatir denganku. Mungkin karena keributan kecil yang ku buat barusan dengan Kakak kelas, sehingga mereka jadi seperti ini.


"Leon, apa kau tidak apa - apa?"


Tanya Lia.


Meskipun aku berkata seperti itu tetapi Mereka semua sepertinya masih khawatir.


Walau begitu Aku abaikan mereka dan lansung pergi duduk di samping Sara, Kemudian aku lihat Sara dan mencoba bertanya...


"Omong - omong Sara, sepulang sekolah nanti, apa Kakakmu menjemputmu?"


"Kakak ku? Maksudmu Kak Firdaus?"


"Yah."


Balasku.


"Hmm aku rasa tidak, karena tadi aku Sms dia, aku bilang sepulang sekolah nanti aku ingin pergi ke warnet bersama dengan teman - temanku, jadi ia mungkin tidak datang."


"Begitu. Aku mengerti."


Ucapku lansung. Namun Sara sepertinya penasaran akan apa yang kutanyakan tadi dan bertanya.


"Memang ada apa? Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Yaa sebetulnya ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan Kakakmu."

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Bukan sesuatu yang penting kok, kamu tidak perlu tau."


Seolah tidak senang, Sara lansung cemberut. Meski begitu Aku abaikan dan berahli ke topik lain.


"Dari pada itu, Sara kenapa tadi Bukan Bu Linda yang mengajar di kelas tapi guru lain? apa kamu tau sesuatu?"


"Yaa sebetulnya aku juga tidak terlalu tau. Tapi menurut anak - anak di kelas Bu Linda minta Libur beberapa hari ke kepala sekolah karena ia sakit."


"Sakit ya,.....jangan bilang."


Seolah mendapatkan firasat buruk mataku lansung menyipit dengan tajam.


____________________________________


________________________________


Seusai kami sarapan kami semua kembali ke kelas kami masing - masing untuk mengikuti perlajaran selanjutnya.


Namun di saat pelajaran sedang berlansung aku merasa bosan tanpa keadiran Bu Linda jadi aku pun tidur di kelas.


Tentu itu membuat Guru pengganti Bu Linda marah dan mencoba membangunkanku.


Namun saat aku tunjukkan buku pelajaranku, Serta soal yang ia berikan padaku yang sudah ku selesaikan dengan sempurna.


Guru itu merasa shock dan membatu sampai - sampai ia tak bisa berkata apa - apa. Namun tanpa pedulikan itu aku kembali Tidur di bangku ku.


(Haaa dasar Guru merepotkan.)


______________________________________


_________________________________


Sepulang sekolah, aku menemani Sara dan yang lainnya pergi ke warnet.


Namun tak butuh waktu lama aku merasa sedikit khawatir dengan Bu Linda sehingga aku pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari mereka(Sara dan lainnya) dan pergi ke apartemen Bu Linda.


Dimana saat aku hampir sampai di Apartemen nya, aku lansung berhenti saat melihat ada 3 pria berbadan besar dengan tubuhnya di penuhi oleh tatto sedang berdiri di depan pintu Apartemen Bu Linda.


Dimana salah satu dari Mereka terus mengetuk pintu apartemen Bu Linda dengan cukup keras sambil marah - marah di sana.


"WOY ****** AKU TAU KAU DI DALAM CEPAT KELUARLAH."


"......."


"APA KAU TIDAK DENGAR, AKU BILANG KELUARLAH, JIKA KAU TIDAK MAU KELUAR MAKA KAMI AKAN HANCURKAN PINTU INI."


Mendengar kata - kata kasar mereka yang dilontarkan kepada Bu Linda membuat tatapanku yang tadinya senang ingin bertemu dengan Bu Linda berubah menjadi tajam, serta di penuhi oleh aura membunuh.


merasakan hal itu PIX menjadi senang dan bibirnya lansung seringai.

__ADS_1


[Heh Master, apa anda akan membunuh mereka?]


Tanya PIX, dimana aku hanya membalas...(Mungkin.)..Setelah itu aku berjalan dan mencoba mendekati mereka.


__ADS_2