BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AWAL YANG BARU UNTUK KU


__ADS_3

pada saat aku bangun aku mencoba untuk duduk dan merasa ada seseorang yang sedang mengenggam tanganku dari samping.


ketika aku melihat ke arah sana, di situ terlihat Kak Siska sedang tidur sambil megenggam tanganku dengan erat.


"Kak Siska."


saat aku membisikkan namanya, aku perhatikan kalau matanya seperti baru saja menangis.


meski aku tidak tau apa yang ia tangisi. namun, tanpa aku sadari tanganku bergerak sendiri ke atas kepalanya dan mulai mengelusnya.


terlebih lagi, karena ini sudah tengah malam, sehingga semua lampu di rumah sakit ini, sudah di matikan, begitupun dengan ruanganku.


namun meski begitu, Ruanganku tetap saja terang. itu karena cahaya Bulan memasuki Ruanganku lewat Jendela. sehingga memperlihatkan rupawan Gadis ini yang amat cantik.


"berapa kali pun aku melihatnya, kakak bocah ini benar - benar sangat cantik yah."


bisikku dan lansung di jawab Oleh PIX di dalam pikiranku.


[Master, aku tahu kalau kau suka menggoda wanita, tapi sebaiknya kau hentikan saja mengincar gadis ini. jujur itu sudah terlalu berlebihan untuk seorang om - om mengejar gadis SMA.]


"hah, siapa yang kau sebut Om- Om mengejar Gadis SMA?"


ucapku sambil melirik ke arah PIX dengan tajam. setelah itu aku lanjutkan lagi.


"selain itu, aku tidak berniat mengincar gadis ini, aku cuma kagum dengan kecantikannya."


[itu sama saja Master. dengan kata lain karena anda sangat kagum dengan kecantikannya, sehingga anda mau membawa gadis ini ke kamar kan??]


"yaa itu mungkin bagus juga um-!!!.."


aku tanpa sadar mengatakan apa yang ada di pikiranku, sehingga dengan cepat aku berusaha membantah apa yang barusan ku katakan.


"WOY..SA- SALAH...KAMU SALAH!! AKU TIDAK PERNAH SEKALIPUN BERPIKIR SEPERTI ITU!!"


[benarkah??]


"tentu saja, lagi pula aku lebih suka wanita yang lebih tua dariku. tidak mungkin aku menyukai gadis ini."


[tapi, bukankah tubuh master sekarang lebih muda dari gadis ini??]


sesaat PIX mengatakan itu. aku sekali lagi perhatikan tubuhku dan sadar, kalau aku saat ini bukan lagi ketua dari Kelompok Serigala Pemburu. melainkan hanya seorang Bocah.


"benar juga, aku saat ini sudah jadi Bocah, itu berarti gadis ini lebih tua dariku dong."


[yah, jadi besar kemungkinan master akan mengincar gadis ini karena ia lebih tua dari anda kan??]


"Woy, bisa tidak, kau tidak menganggap aku seperti hewan buas??"


ucapku sambil terlihat kesal. setelah itu aku lanjutkan lagi


"selain itu, meskipun tubuhku sudah jadi Bocah, namun Jiwaku ini bukanlah seorang bocah."


[benar juga, jiwa kotor itu tentu saja punya Master, tidak mungkin punya seorang bocah!!]


"WOY, KAU NGAJAK BERANTEM!"


[...terima kasih Master, kau sudah membuka pandangan baru untukku!]


"DENGARIN GUE SIALAAAN!!"


pada saat aku terlihat kesal. aku mencoba menenangkan diriku. "fuuu..." setelah aku sudah tenang, aku melihat ke arah PIX dengan tatapan serius.


"sudahlah, yang lebih penting ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu??"


[apa itu master??]


ketika PIX bertanya balik. aku mengalihkan pandangaku ke arah Kak Siska. dan mulai mengelus kepalanya kembali.


"saat aku pingsan tadi, kau masih sadar kan??"


tanyaku, sambil melirik ke arah PIX.

__ADS_1


[yah, memang kenapa??]


"aku ingin tau, apa yang buat ia menangis sampai seperti ini??"


ucapku sambil melihat ke arah Kak Siska kembali, dimana saat aku perhatikan matanya, aku bisa tahu kalau ia menangis bukan hanya karena aku tidak sadar.


melainkan seperti ada sesuatu yang lain, yang buat ia menangis sampai seperti ini.


setelah aku memikirkan itu, PIX mulai menjawab..


[jujur aku juga tidak terlalu tau, kenapa ia menangis sampai seperti itu..


..sebab. ketika Master tak sadarkan diri, awalnya ia hanya memperhatikan wajah Master terus, namun tak lama kemudian tiba - tiba ia mulai menangis seperti itu....


terlebih lagi, pada saat ia menangis, ia terus saja mengucapkan MAAFKAN AKU LEON.]


"maafkan aku?"


ucapku lansung dan di sambung lagi oleh PIX.


[benar, setelah beberapa saat ia mengucapkan itu, tak lama kemudian ia akhirnya tertidur.]


"hmm, jadi begitu."


meskipun aku tidak tau mengapa ia mengucapkan itu, namun untuk saat ini aku lupakan saja.


sebab meski aku memikirkannya, itu percuma saja jika aku tidak tau alasan ia menangis.


seolah - olah tau apa yang aku pikirkan PIX berkata...


[yaa, setidaknya aku mungkin bisa mengira, alasan ia sedih sih..]


"ehh, benarkah?"


[yah, saat itu....]


_____________________________


__________________________


aku melihat ke arah Kak Siska, dimana tatapanku terlihat sangat tenang namun bercampur dengan kesedihan.


"jadi begitu, tidak ku sangkah ternyata gadis ini dan juga adiknya sudah mengalami hal itu."


Terlebih lagi, PIX mengatakan kalau Bocah (Leon) ini, tidak ragu - ragu untuk membunuh orang, agar melindungi kakaknya.


membanyangkan keberanian Bocah ini, tanpa sadar membuat Bibirku lansung melengkun seperti bulan sabit, sambil terlihat senang.


"heh."


PIX yang melihat itu, merasa bingun dan bertanya.


[ada apa Master? tiba - tiba senyum sendiri?]


"bukan apa - apa kok. hanya saja aku pikir Bocah ini sangat menarik, bukan hanya mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kakaknya. tapi ia juga tanpa segan membunuh orang jika ada yang ingin melukai kakaknya!"


ucapku sambil terlihat senang. setelah itu perlahan aku menyipitkan mataku ke arah jendela sambil berkata..


"Heh, dia bukan hanya bocah biasa tapi dia pantas di sebut Pria sejati."


[Master benar.]


jawab PIX dengan Setuju.


setelah itu, aku melirik ke arah PIX dan mencoba bertanya..


"omong - omong PIX, bagaimana kau bisa tau, apa yang Bocah ini sudah alami??"


saat aku bertanya, PIX melihatku dengan serius dan berkata...


[soal itu!..itu karena sebelum master mengambil ahli tubuh bocah ini, sebetulnya aku sudah mengcopy semua ingatannya.]

__ADS_1


"mengcopy ingatan?"


[yah, karena saat master sudah mengambil ahli tubuhnya, otomatis ingatan bocah ini akan terhapus dan di gantikan oleh ingatan master.


sehingga mau tidak mau aku Mengcopy semua ingatannya agar bisa menbantu Master ke depannya.]


"hmm, jadi begitu!"


itulah kenapa ia bisa tau kejadian yang di timpah Bocah ini dan kakaknya.


terlebih lagi PIX mengatakan kalau Semua ingatan Bocah ini sudah terhapus. namun aku merasa masih ada satu hal yang belum terhapus dari Bocah ini yaitu...


(PERASAANYA.)


pikirku, setelah itu aku melirik ke arah PIX dan berkata.


"benar, ingatan Bocah ini memang sudah terhapus dari tubuhnya, tapi perasaannya masih tersimpan di dalam sinikan?"


ucapku sambil menunjuk Hatiku sendiri. PIX yang melihat itu lansung bertanya...


[apa Master merasakannya??]


..dengan santai aku menjawab...


"yah, saat pertama kali aku mendengar suaramu, aku tidak mengerti bagaimana aku bisa takut sama hal yang berhubungan dengan gaib. tapi setelah aku pikir - pikir lagi, aku akhirnya mengerti kalau ini bukanlah perasaan takutku, melainkan perasaan takut dari bocah ini."


mendengar ucapanku, untuk sementara PIX tidak mengatakan apapun..


[.....]


namun, setelah beberapa detik kemudian ia berkata..


[...memang benar perasaan takut itu bukan milik Master melainkan milik bocah itu.-


-selain itu, seharusnya Master bisa merasakan, perasaan lain di dalam diri anda saat melihat gadis ini.]


ketika PIX mengatakan itu, aku melirik ke arah Kak Siska. dimana Matanya yang tenang dan indah saat ini tertutup dengan rapat.


namun, saat aku terus memperhatikan Kak Siska, entah kenapa aku memang merasakan perasaan aneh di dalam diriku, dimana perasaan ini seperti..


"PERASAAN TEKAD UNTUK MELINDUNGI GADIS INI."


[benar.]


jawab lansung PIX.


setelah mendengar itu, akhirnya aku mengerti kalau perasaan yang selama ini aku rasakan saat berada di dekat gadis ini, bukanlah perasaanku melainkan perasaan bocah ini.


dan jika itu memang benar, itu berarti perasaan suka ku pada gadis ini bukanlah milikku juga, melainkan....


"PIX aku ingin tau, apa perasaan suka ku pada gadis ini, datang dari bocah itu juga??"


saat aku bertanya, PIX entah kenapa lansung melihatku dengan tatapan jijik dan berkata..


[Master berhenti bercanda, jangan samakan bocah ini dengan master yang playboy. perasaan itu asli milik master sendiri.]


"woy aku hanya ingin bertanya, tidak usah menyebutku playboy sega-!!"


'La" ingin ucapku. namun sebelum aku mengucapkan itu, tiba - tiba aku merasakan kalau Gadis itu terlihat ingin bangun. sehingga aku melihat ke arahnya.


"umm.."


secara perlahan kedua mata gadis itu mulai terbuka, hingga akhirnya ia bangun dan melihat ke arahku.


"hee Leon??"


"sepertinya kau sudah bangun Kak Siska?!" ucapku.


setelah itu, perlahan aku mengelus kepalanya, yang membuat Kak Siska terlihat terkejut.


namun tanpa pedulikan itu, aku terus mengelus kepalanya. dan Jauh di dalam hatiku aku berkata....

__ADS_1


(MULAI SAAT INI AKU AKAN GUNAKAN IDENTITAS ADEKMU, UNTUK MELINDUNGIMU DARI BAHAYA. MESKI NYAWAKU SENDIRI JADI TARUHANNYA.)


Setelah mengucapkan itu. aku melihat Kak Siska dengan Senyuman. dimana Cahaya Bulan menerangi kami berdua di ruangan ini.


__ADS_2