BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MEMBANTAI ROMBONGAN OGRE KING.


__ADS_3

saat para pasukan, dari unit 9 yang di pimpin oleh Ardi memasuki sebuah jalan, dimana pepohonannya sudah di tebang.


tiba - tiba mereka semua berhenti berjalan, sebab, beberapa detik yang lalu mereka semua mendengarkan teriakan Ogre King, dari arah belakang mereka.


"Ardi, teriakan tadi itu....." ucap Batara


"yaa, aku tau,...kalo begitu, semuanya bersiaplah."


"""""""BAIK PAK!?"""""""


setelah semua pasukan mengatakan itu dengan nada tegas, dengan cepat mereka semua lansung membuat formasi, sambil bersembunyi di balik Pohon yang sudah di tebang oleh Ogre King.


seusai mereka semua sembunyi di sana, mereka semua lansung mengarahkan senjata mereka ke arah depan.


dimana Rombongan Monster mulai terlihat sedang berlari dan mencoba menuju ke arah kami, atau lebih tepatnya, ingin menuju ke arah Ogre King.


"Baiklah, semuanya tahan dulu."


saat Ardi mengatakan itu. ia terus memperhatikan gerakan Para Monster yang terus mendekat ke arahnya.


namun, tak lama kemudian, ketika Rombongan itu sudah memasuki jarak tembakan kami, tampa menunggu lama, Ardi lansung memerintahkan pasukannya untuk menembak.


"TEMBAK SEKARAAANG!!"


mendengar perintah Ardi sekeras itu, dengan cepat para Pasukan lansung menekan pelatuknya dan mulai menembak setiap Monster yang berlari ke arah mereka.


mulai dari senjata Rifles, Sniper Rifles, hingga Mesing Guns, terus menjebol, setiap bagian Tubuh para Monster di depan.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


UWAGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


untuk sementara mereka terus melakukan hal itu selama beberapa menit.


namun, tak lama kemudian, tiba - tiba jumlah Monster terus bertambah banyak, hingga akhirnya mereka semua sudah tidak bisa lagi atasi dan menahan pergerakan mereka.


"Pak, sepertinya kita sudah tidak bisa lagi menahan pergerakan mereka,...."


"yaa, aku tau."


jawab Ardi dengan nada tenang, setelah itu, Batara mencoba untuk bertanya.


"jadi, apa yang harus kita lakukan,....apa kita mundur saja dulu secara perlahan,....atau-!!"


sebelum Batara menyelesaikan kata - katanya, dengan cepat Ardi lansung memotongnya, dengan nada serius.


"-tidak, kita tidak perlu melakukan hal itu. lagi pula, sebentar lagi mereka akan datang.!?"


"akan datang?...apa yang kau maksud, beberapa unit di atas pegunungan itu?"


"yaa, menurut apa yang di katakan Kapten, mereka seharusnya akan turung dan membantu kita membunuh Rombongan Ogre King."


"eh, benarkah?"


"umm,...selain itu, jika aku lihat waktunya, seharusnya sebentar lagi mereka akan da-!!"


sebelum Ardi selesai bicara, tiba - tiba suara tembakan mulai terdengar, jauh di belakang para Monster itu.


Dorrrrrrrrrrrrr!!,....Dorr!!,...Dorr!!,...Dorr!!,......Dorrrrrrrrrrrrrrr!!.....


Arghhhhhhhhhhhhh!!


"oh, baru saja kita bicarakan, mereka sepertinya sudah datang!?"


"sepertinya begitu, jika kita mendapatkan bantuan dari mereka, aku yakin kita pasti bisa menang!?" ucap Batara.


"yaaa, sebetulnya, bukan hanya mereka saja yang membantu kita, membantai Rombongan Ogre King, tapi ada unit lain lagi!?"


"unit lain? apa maksud an-!!"


sebelum Batara selesai bicara, tiba - tiba suara tembakan mulai terdengar lagi, tepat di samping kanan, di dalam hutan.


DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....


ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!


mengetaui bahwa tembakan itu, berasal dari dalam hutan, Batara tidak bisa memyembunyikan ekspresi terkejutnya.

__ADS_1


"te- tembakan ini, berasal dari dalam hutan,...dari unit mana mereka!?"


saat Batara mencoba bertanya, Ardi lansung menjawabnya.


"mereka dari unit 16 dan 11"


"16, 11."


"yaa,....saat Rombongan Ogre King mencoba menyerang Kapten unit 14 di atas pegunungan. sebetulnya bukan hanya Gabungan, dari unit Sayap kiri saja yang datang membantu, melainkan ada dua unit yang lainnya juga, saat itu ikut membantu."


"dan unit yang anda maksud itu adalah, unit dari 16 dan 11 kan?"


"benar."


jawab lansung Ardi. setelah itu, perlahan Batara mengalihkan pandangannya ke arah hutan sambil mulai memikirkan sesuatu.


(ummm,...jadi, tampa kita ketaui, sebetulnya sejak awal mereka sudah ada di sini, untuk membantu membantai Rombongan Ogre King. namun, karena mereka berada di dalam hutan, sehingga kami tidak bisa melihat mereka. itu berbeda dengan beberapa unit yang ada di atas pegunungan, dimana kami bisa melihat pertarungan mereka dari bawah.)


sesaat Batara berhenti, sambil mengalihkan pandangannya ke arah Ardi.


(meski begitu, bagaimana ia bisa tau, kalo ada pasukan lain di dalam hutan itu??)


setelah memikirkan hal itu, Batara mulai mencoba bertanya sesuatu ke Ardi.


"omong - omong Ardi."


"hmmm??"


"bagaimana kau bisa tau, bahwa ada unit lain di dalam hutan itu??"


"soal itu, aku mengetauinya dari Kapten!?"


"dari Kapten?"


"yaa, ketika kalian semua sedang berlari dan mencoba mengejar Rombongan Ogre King, saat itu, Kapten tiba - tiba menghubungiku dan mulai memberitauku semuanya."


"jadi begitu,...meski begitu, jika kita mempunyai bantuan sebanyak ini, sudah pasti kita bisa membantai habis mereka!?"


ucap Batara sambil meneteskan keringat dingin di pipinya.


"kau benar juga,...kalo begitu, mari kita ikut membantu juga."


"ya."


_______________________________


____________________


setelah beberapa saat kemudian, ketika Rombongan Ogre King terus di bantai oleh para pasukan dari tiga arah.


tak lama kemudian, beberapa Monster yang selamat dari pembantaian, lansung berlari masuk kedalam hutan.


melihat hal itu, tampa menunggu lama, Ardi beserta Batara dan pasukan yang lainnya lansung berlari masuk ke dalam hutan, untuk mengejar mereka.


"INGAT JANGAN BIARKAN SATUPUN YANG SELAMAT, MENGERTI??"


"""""""""SIAP PAK!!""""""""""


ketika Widura melihat pasukan unit 9 mengejar Rombongan Ogre King yang tersisa.


ia juga lansung perintahkan pasukannya untuk mengejar mereka, begitupun dengan pasukan dari Raditya dan juga Surya.


setelah pasukan mereka sudah memasuki hutan, beberapa detik kemudian. pasukan dari unit 16 dan 11 mulai keluar dari dalam hutan.


melihat hal itu, Widura lansung memanggil mereka.


"Kapten Ardiyanto, Kapten Reswara, di sini!?"


""umm??""


setelah mendengar panggilan Widura, Ardiyanto dan Reswara, lansung mencoba untuk mendekati mereka.


seusai mereka mendekat, Ardiyanto lansung bicara.


"ohh, kalian bertiga,...sepertinya Rencananya berjalan dengan baik?"


"yaa, kau benar."


setelah Widura mengatakan itu. sesaat Ardiyanto memperhatikan bahwa pasukan dari 3 unit di depannya. sepertinya sudah pergi mengejar Rombongan Ogre King yang tersisa.


mengetaui hal itu, tampa menunggu lama, Ardiyanto lansung memerintahkan juga pasukannya untuk mengejar mereka.

__ADS_1


"KALIAN, PERGI KEJAR MEREKA!?"


"""""""""SIAP KAPTEN!?"""""""""


jawab pasukannya dengan nada tegas. setelah itu, mereka semua mulai berlari masuk ke dalam hutan.


ketika Reswara melihat hal itu, ia juga mencoba memerintahkan pasukannya untuk mengejar mereka,.....namun.


"baiklah, karena semua unit menyuruh pasukan mereka untuk mengejar, sisa - sisa Rombongan Ogre King, kalo begitu aku juga."


setelah Reswara mengatakan itu. ia lansung perintahkan pasukannya untuk mengejar mereka, sambil ia mencoba mengikuti mereka dari belakang.


namun, saat Reswara baru saja mencoba mengikuti Pasukannya dari belakang, tiba - tiba ia lansung di panggil oleh Ardiyanto dari samping.


"Kapten Reswara, anda mau kemana!?"


"kemana,...tentu saja mengejar mereka!?"


"hah, tidak bisakah kamu membiarkan pasukanmu saja untuk mengejar mereka?"


"......."


setelah mendengar apa yang dikatakan Ardiyanto, untuk sementara, Reswara hanya diam saja.


namun, setelah beberapa detik kemudiam, ia mulai menjawabnya dengan nada mengejek.


".............Kapten Ardiyanto, apa anda bodoh."


"ah, bo~bodoh!?"


ucap lansung Ardiyanto sambil terlihat jengkel.


namun, tampa pedulikan ekspresi Ardiyanto, Raswara lansung melanjukkannya lagi.


"aku tidak tau, kenapa anda tidak pergi mengejar mereka,...tapi, jujur saja, aku masih belum puas untuk membantai mereka!?"


"Kapten Reswara,....anda itu!?"


namun, tampa pedulikan pandangan Ardiyanto, Raswara lansung melanjukkannya lagi.


"...selain itu, apa anda lupa pertandingan kita. siapapun yang kalah harus Traktir makan sate sepuasnya kan!?"


setelah mendengar apa yang di katakan Reswara, sentak membuat Ardiyanto lansung terkejut.


(be- benar juga, kenapa aku bisa lupa itu,...lagi pula, jika aku sampai kalah, bisa - bisa....)


ketika Ardiyanto sedang memikirkan hal itu, tiba - tiba ia berhenti, sebab ketika ia sedang melihat ke arah depan, ia tidak melihat Reswara di manapun.


"Eh, dimana Kapten Reswara??"


saat Ardiyanto sedang mencari - cari di sekitar, sambil mencoba bertanya ke 3 Kapten di sampingnya.


dengan cepat Surya, Raditya dan Widura lansung menunjuk ke arah hutan, tempat dimana setiap pasukan mengejar sisa - sisa Rombongan Ogre King.


setelah mereka menunjuk ke arah sana, perlahan Ardiyanto mengarahkan pandangannya ke arah hutan. dan tidak jauh di dalam hutan, ia melihat Reswara sedang berlari terbirik - birik, sambil melihat ke arah Ardiyanto, dari balik pundaknya.


dan saat Reswara mengetaui bahwa Ardiyanto sedang melihat ke arahnya, ia lansung menunjukkan senyum menyeringai, sambil mengatakan sesuatu di dalam pikirannya.


(DASAR KAPTEN BODOH, TINGGAL SAJA TERUS DI SITU. DAN BIARKAN KAMI MENGHABISKAN ISI DOMPETMU, SETELAH PERTARUNGAN INI)


seolah - olah mengetaui apa yang sedang di pikirkan Reswara, Ardiyanto lansung terlihat kesal, dan mulai mengejar Reswara.


"WOI BENARINYA KAU, TUNGGU AKU."


melihat Ardiyanto memasuki hutan untuk mengejar Reswara. baik Widura, Raditya maupun Surya menatap mereka dengan tatapan datar.


"apa - apaan itu?" ucap Widura


"Traktir, Sate??" ucap Raditya


"sepertinya, Kapten di sayap kanan asik bersenang - senang ya!?"


saat Surya mengatakan itu. mereka bertiga lansung menganggukkan kepala mereka masing - masing.


"umm,...umm,...umm."


namun, saat mereka semua menganggukkan kepalanya, tiba - tiba mereka semua merasakan, niat membunuh yang sangat kuat, datang dari Lokasi unit 9.


sehingga sentak Membuat mereka bertiga lansung kaget dan melihat ke arah sana.


"~ni-niat membunuh ini...jangan - jangan-!!" ucap Raditya

__ADS_1


"~yaa, ini berasal dari lokasi unit 9."


jawab lansung Widura, dengan tubuhnya yang sangat merinding sambil meneteskan keringat dingin di dahinya.


__ADS_2