BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SAATNYA MENGEJAR SIH TARGET Bagian 1


__ADS_3

setelah aku keluar dari Masion, di dekat pintu terdapat salah satu anggotaku sedang menunggu, yaitu Brid, dia bersandar di tembok sambil melipat tangannya.


saat Brid melihatku, ia langsung menghampiriku.


"ketua, kau baik - baik saja??"


"yah, seperti yang kau lihat."


sambil membentangkan tanganku, untuk menunjukkan kalau tidak ada luka serius yang kudapat.


"benar juga,..ngomong - ngomong apa ketua sudah mengalahkan Gorila itu??"


saat Brid bertanya, dengan singkat aku jawab.


"yah,"


"itu berarti, ketua sudah membunuhnya?"


"tidak...aku tidak tahu. sebab tidak mungkin dia mati hanya karena trik seperti ini, lagi pula dia itu MONSTER yang dapat julukan PERISAI KEMATIAN, jadi.....!!"


sesaat aku berhenti Brid merasa heran, dengan apa yang aku katakan. sehingga ia bertanya balik.


"jadi..apa dia masih hidup?"


"......"


tanpa memberikan jawaban. aku lansung keluar dari Masion. Brid yang melihat itu lansung mengikutiku dari belakang.


"ketua, tolong beritau aku, dia masih hidup atau tidak?"


saat Brid bertanya lagi, tanpa pedulikan ia aku lansung menghubungi salah satu anggotaku bernama Carla.


"Carla, apa kau dengar?"


{yah, aku dengar dengan baik ketua.}


"bagus,..bagaimana situasi target??"


{saat ini aku dan Dux sudah berusaha memblokir setiap jalan yang di laluinya, dan untuk saat ini target masih sedang berusaha cari jalan lain!}


"kerja bagus, teruskan tugas kalian. dan ingat ini baik - baik, jangan sampai sih Target itu mati. MENGERTI"


{BAIK KETUA!}


jawab Carla dengan tegas.


setelah itu aku berjalan ke arah Hutan. namun, sebelum aku berjalan, sesaat aku berhenti dan memberitaukan hal yang penting pada Carla,...yaitu..


"CARLA, TOLONG LAKUKAN SEPERTI BIASA??"


dengan beberapa kata singkat, Carla langsung mengerti apa yang ku mau.


{...AKU MENGERTI KETUA!}


setelah memutuskan komunikasiku dengan Carla. di sisi lain Brid terus saja menanyakan, apa Boktis sudah mati apa belum. dan jujur itu membuatku sangat jengkel.


"Ketua, tolong beritau aku apa ia mati atau tidak??"


"bisa kau diam. dari pada kau bertanya sesuatu yang tidak berguna, lebih baik kau gunakan kepalamu, untuk cari cara menangkap target!"


"ma-maafkan aku, aku salah."


setelah Brid minta maaf, aku lansung berlari masuk ke dalam Hutan sambil diikuti Brid di belakangku


_____________________


_____________



di salah satu pohon di dalam hutan, di sana terdapat salah satu anggota SERIGALA PEMBURU yang sedang duduk sambil bersandar di pohon.


ia adalah Carla, Seorang Hacker dan satu - satunya Wanita di kelompok ini.


ketika Carla sedang duduk di sana, ia memainkan Laptopnya. dimana di layar Laptopnya tersebut, terdapat dua gambar.


gambar dikiri menangkap kamera CCTV yang berada di lorong bawah tanah. sedangkan gambar di kanan memperlihatkan Sebuah Map di pulau ini.


saat Carla perhatikan CCTV tersebut, di sana terlihat seseorang sedang berlari di Lorong bawah tanah, sambil mengenakan kerudung hitam, yang hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya.


ia Adalah si Target, orang yang saat ini di kejar - kejar oleh Kelompok Serigala Pemburu.


"heh, kemanapun kamu lari, aku akan terus mengawasimu, tikus kecilku!!"


bisik Carla.

__ADS_1


setelah Carla membisikkan itu, ia melihat gambar yang satunya lagi, dimana memperlihatkan sebuah MAP di pulau ini.


namun Map ini bentuknya agak berbeda.


sebab MAP ini latar belakangnya berwarna hitam sedangkan struktur pulaunya berwarna putih. di tambah lagi MAP ini juga memperlihatkan sebuah huruf dan angkah di mana setiap lokasi yang ada di pulau ini.


meskipun awalnya Carla tidak mengerti Map apa ini. namun ketika ia gunakan, ia tau kalau Map ini bisa mengetaui letak lokasi si Target.


"Sekarang ayo kita lihat, dimana tikus kita saat ini berada?"


sambil mengucapkan itu, Carla mulai menzoom MAP tersebut. dan tak lama kemudian terlihat sebuah titik merah yang terus bergerak di MAP itu.


dimana titik merah tersebut tidak lain adalah lokasi Si target berada.


"Heh ketemu."


sambil membisikkan itu, Carla menyentuh bibirnya dengan jari.


setelah itu, ia memperhatikan titik merah tersebut, sambil mengingat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


saat itu...


_________________________________


___________________________


ketika Carla di suruh oleh ketuanya untuk kerja sama dengan Dux menangkap si target. Carla lansung menghubungi Dux.


"Dux, ini Carla apa kau dengar??"


{yah, aku dengar,..ada apa??}


"tadi ketua bilang kalau aku mau menangkap sih target, lebih baik jika kita bekerja sama, tapi jujur aku tidak mengerti apa maksud ketua?..Dux apa kau tau sesuatu??"


saat Carla bertanya, bukannya menjawab Dux malah bicara sesuatu yang lain.


{ohh, jadi begitu,....saatnya kita menggunakan rencana itu yah. aku pikir kita tidak akan mengunakannya!}


Carla yang tidak mengerti apapun mencoba bertanya lagi.


"Rencana? apa maksudmu??"


{..sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu padamu.}


"apa??"


"sesuatu? kalo tidak salah!!"


saat Carla mulai mengeleda tasnya ia mengeluarkan sebuah pembungkus rokok.


"ah ketemu, ketua memberikanku pembungkus rokok sebelum kita pergi."


ucap Carla, setelah itu ia lanjutkan lagi.


"jujur, aku tidak tau kenapa ketua memberikanku pembungkus rokok, padahal akukan tidak merokok??"


sambil bertanya - tanya. perlahan Carla melihat ke arah Laptopnya, setelah itu ia bertanya ke Dux.


"jadi, ada apa dengan pembungkus ini??"


{ketua bilang, rencana ini akan dilakukan setelah kau mengambil benda yang ada di dalam pembungkus!}


"di dalam pembungkus?"


ketika Carla mulai membuka pembungkus rokok. tak lama kemudian didalamnya terdapat sebuah HARDIST kecil dan sebuah kertas yang bertuliskan seperti CODE.


"i- ini...!!"


{Carla, apa yang kau temukan??}


"aku,..aku menemukan HARDIST di dalam dan selembar kertas seperti CODE!!"


{HARDIST??...CODE??}


saat Dux bertanya, Carla lansung menghubungkan HARDIST tersebut ke Laptopnya.


setelah itu, dari layar tiba - tiba sebuah gambar muncul. dimana gambar tersebut seperti sedang menghack sesuatu.


setelah beberapa detik ia Menghack tak lama kemudian gambar baru muncul lagi dilayar, yang memperlihatkan sebuah MAP dunia.


dimana MAP tersebut bentuknya agak berbeda, di bandingkan MAP yang lain.


MAP ini memperlihatkan seluruh dunia, yang latar belakangnya berwarna hitam sedangkan strukturnya berwarna putih.


kemudian di tengah Map itu, muncul sebuah panel untuk menyuruh memasukkan sebuah CODE.

__ADS_1


tanpa menunggu lama Carla lansung memasukkan CODE yang ia lihat di kertas tadi.


setelah ia memasukkan CODE tersebut. tiba - tiba MAP di layar mulai mengZoom sendiri ke sebuah Pulau.


namun MAP itu tidak berhenti sampai di situ. ia terus mengZoom hingga sampai ke titik merah yang ada di tengah pulau. baru ia berhenti.


"i- ini, jangan bilang,...tapi, bagaimana ketua bisa mendapatkan sesuatu separti ini??"


Carla terkejut dengan apa yang ai lihat di layarnya.


sebab, ini bukanlah sesuatu yang bisa di dapatkan orang begitu mudah.


karna untuk mendapatkan MAP seperti ini, kita membutuhkan sebuah akses dari dalam agar bisa memakainya.


{Carla, ada apa? kenapa kau diam saja dari tadi??}


"tidak, bukan apa - apa, aku hanya terkejut tadi."


ucap Carla setelah itu ia lanjutkan lagi.


"meski begitu, aku tidak pernah menyangkah, kalo HARDIST yang di berikan ketua ternyata sebuah MAP dunia. selain itu MAP ini sangat berbeda dengan MAP yang pada umumnya!"


{apa maksudmu?}


"MAP ini bisa mengetaui lokasi target kemanapun dia berada, dan bukan hanya itu saja, MAP ini bahkan bisa memperlihatkan sebuah huruf dan angkah di setiap lokasi yang ada di pulau ini!"


Dux yang mendengar itu lansung merasa tercengan.


{gilaa, dari mana ketua mendapatkan sesuatu seperti itu??}


"aku tidak tahu,..tapi, mungkin ketua memiliki seseorang didalam (pemerintah) yang membuka kan akses MAP ini,..aku hanya bisa memikirkan itu??"


{"......"}


suasana menjadi sunyi karna baik Dux atau pun Carla tidak mengetaui bagaimana Ketuanya bisa mendapatkan ini.


namun, setelah beberapa detik kesunyian. tak lama kemudian Dux Mulai bicara.


{yah, apa pun itu aku tidak peduli, yang penting aku akhirnya mengerti apa rencana ketua yang sebenarnya!}


"apa maksudmu, bukannya kamu sudah tahu rencana ketua sejak awal??"


{tidak,..aku hanya di suruh untuk meletakkan beberapa Bom di setiap lokasi yang ada di kertas. dan aku mengirah, saat aku mendapatkan panggilanmu kau akan diperintahkan ketua untuk memberitau semua anggota untuk mudur, agar aku bisa menghancurkan pulau ini,..tapi sepertinya aku salah!!}


"tidak ku sangkah kau ternyata punya pemikiran seperti itu!!"


ucap Carla dengan datar.


namun, ketika Carla mengucapkan itu. tiba - tiba ia menyadari sesuatu.


"tu- tunggu dulu Dux, tadi kau bilang di suruh meletakkan beberapa Bom, di berbagai Lokasi, jangan bilang..."


{betul, dengan kata lain kau akan beritaukan lokasi Target yang ada di MAP, sedangkan aku, yang sudah meletakkan beberapa bom di pulau ini akan memblokir setiap jalan yang target lalui!}


"memang benar, dengan begini kita dapat menangkap si target dengan mudah, tanpa harus membunuhnya. itulah kenapa ketua menyuruhku untuk bekerja sama denganmu?"


{yah,} jawab Dux dengan singkat.


________________________________


_______________________


setelah Carla mengingat hal itu.


saat ini ia memperhatikan kalo titik merah tersebut, sedang mengarah ke lokasi D9 di mana salah satu Bom Dux saat ini berada.


namun, sebelum target mencapai tempat itu, tanpa menunggu lama Carla langsung memberitaukan Dux, untuk ledakan tempat itu.


{Dux, sekarang Ledakan Lokasi D9!!}


{oke, kakak ipar!!}


{KAKAK IP-!!}


sebelum Carla menyelesaikan perkataanya Dux langsung menekan tombol merah. sesaat itu juga sebuah Ledakan besar terdengar di dalam hutan.


BOOOOOOM!!


Carla yang mendengar suara ledakan itu, tidak melanjukkan bertengkar dengan Dux.


melainkan ia memperhatikan si target yang jalannya sudah terblokir dan mencoba untuk mencari jalan lain.


(meski begitu, ada berapa banyak jalur di lorong itu??}


saat Carla memikirkan itu, ia menatap Tajam sih target di CCTV. sambil mulai membisikkan sesuatu.

__ADS_1


"YAA, BERAPAPUN JALUR YANG TELAH KAU SIAPKAN, KAU TIDAK BISA LARI DARI PANDANGANKU"


bisik Carla sambil tersenyum menyeringai.


__ADS_2