
"Aku ingin tau,...APA KAU PERCAYA JIKA AKU BILANG AKU INI DIRMAN, KETUA KALIAN?"
"Eh!"
Brid sontak kaget dan terkejut mendengar itu, meski begitu ia dengan cepat mendapatkan ketenangannya kembali dan bertanya.
"Anu Apa maksudmu Bilang begitu?"
"Aku tidak punya maksud apapun, Aku hanya ingin mengatakan kebenarannya saja kalau aku ini adalah Dirman."
"Hmm aku tidak tau bagaimana Kau bisa mengetaui Nama Orang itu tapi berhentilah Pura - Pura jadi dia, lagi pula Orang Itu sudah lama Meninggal, jadi tidak mungkin itu adalah Kamu."
Seperti yang aku pikirkan Brid benar - benar tidak percaya, malahan ia menganggap aku seperti sedang bercanda saja.
Walau begitu aku tidak menyerah begitu saja, aku berusaha untuk tetap tenang dan mencoba menghadapinya.
"Tapi Brid, aku tidak pura - pura sama sekali, aku mengatakan Yang sesunggunya."
"Oh jika kau memang Bersikeras begitu, kalau begitu coba buktikan kalau Kau ini memang Dirman?"
Tanya Brid, dimana aku lansung mengambil sebuah Buku catatan yang terdapat di Atas Laci tepat di samping kasurku.
Kemudian aku lempar Buku catatan tersebut ke arah Brid, dimana Brid lansung menangkapnya.
"Apa ini?"
"Kau akan tau sendiri setelah membukanya." balasku.
Lalu Kemudian Brid mulai membuka Buku tersebut dimana di dalamnya berisikan sebuah Jadwal seseorang.
Mulai dari Aktifitas yang ia lakukan, tempat - tempat yang ia kunjungi sampai permintaan dari beberapa Klain yang ia Terima, semua itu tercatat di Buku tersebut.
(Apa - apaan semua Jadwal ini? Apa kau sebut ini sebagai Bukti?)
Awalnya Brid masih tidak menyadari arti Jadwal itu. Tetapi tak lama kemudian tiba - tiba ia terkejut sesaat melihat salah satu Jadwal Yang terdapat di Buku tersebut.
Dimana Jadwal itu adalah jadwal ketika Jendral Alexei Meminta aku atau Ketua mereka Untuk menangkap Seseorang yang bersembunyi di Sebuah Pulau, dan orang itu tidak lain adalah Gadis Si pembawa TUPXION.
"Wo~Woy tunggu dulu, bukankah Jadwal ini...."
"Ooh Sepertinya kau sudah mulai menyadarinya.-
-Benar, semua Jadwal itu adalah Jadwal yang aku miliki di kehidupanku sebelumnya. Baik yang sudah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan(Karena sudah terlanjur mati.)"
"Ta~Tapi, bagaimana bisa kau tau semua Jadwal - Jadwal ini?"
"Astaga, Bukankah sudah ku bilang tadi aku ini adalah Dirman jadi sudah jelaslah jika aku mengetauinya.-
-Lagi pula, hanya ada dua Orang saja yang mengetaui semua Jadwalku selain diriku sendiri, yang Pertama adalah Carla sedangkan yang kedua adalah kau...BRID."
Ucapku sambil menunjuk Brid dengan tatapan Tegas, dimana Ia benar - benar terlihat sangat terkejut.
"Ka~Kau,..apa kau benar - benar Dirman?"
"Yah, jika kau masih belum percaya? Kalau begitu, aku akan beritaukan salah satu Rahasia yang hanya kita berdua saja yang ketaui,...Contohnya saja Istrimu."
"Eh I-Istriku? Kenapa dengan Istriku?"
__ADS_1
"Woy tidak usah pura - pura Bodoh, kau juga seharusnya sudah taukan, sebelum kau menikah dengannya, istrimu itu sebetulnya Menyukaiku."
Benar, Waktu itu jauh sebelum Brid bertemu dengannya, aku yang pertama kali bertemu dengan Istri dia yang bekerja di sebuah Bar.
Saat itu aku sering kali datang ke sana untuk bicara dengannya, bahkan Beberapa kali aku juga membantu dia Serta Menyelamatkannya dari Orang - orang yang berniat jahat padanya, sampai akhirnya ia pun menyukaiku.
Tentu saja aku sadar akan hal itu, tetapi aku pura - pura tidak tau karena aku mempunyai Beberapa Alasan.
Salah satunya adalah saat itu banyak sekali Organisasi yang mencoba mengincar nyawaku, jadi jika aku menjalin hubungan dengannya maka sudah pasti ia akan Dalam bahaya.
Karena itulah aku memutuskan untuk Tidak menjawab perasaannya.
Lalu beberapa minggu kemudian ketika aku membawa Brid ke sana, aku pun mempertemukan ia dengan Wanita itu yang tidak lain adalah Istrinya.
Dan hanya dalam waktu Singkat Brid lansung Jatuh Cinta pada pandangan pertama.
Tentu saja aku mendukung dia. Tetapi sayangnya semuanya tidak berjalan lancar karena pengakuan ia tidak di terima oleh istrinya.
Meski begitu, Brid tidak menyerah ia tetap berusaha dan Beberapa Kali mencoba mengaku lagi ke Istrinya, hingga akhirnya ia pun di terima.
Namun Meskipun pengakuan ia sudah di terima dan mereka sudah menjadi Pasangan tetapi Brid sadar bahwa Istrinya masih memendam rasa padaku, Sehingga ia meminta aku untuk menjauh dari Istrinya.
Tentu saja aku dengan senang hati menerima permintaannya itu, karena bagaimanapun juga aku tidak ingin mengganggu hubungan mereka.
Hingga sejak saat itulah aku tidak pernah lagi bertemu dengannya.
____________________________________
________________________________
>Kembali lagi ke kenyataan.
"Bagaimana Brid, istrimu pernah menyukaiku dulukan?"
"Eh i~itu, apa memang pernah terjadi yah?"
"Sialan, itu Tentu saja pernah terjadilah, lagi pula yang mengetaui ini hanya kau, Aku serta Istrimu doang, jadi berhentilah Pura - pura Bodoh begitu."
Ucapku dengan kesal, lalu Kemudian aku tambahkan...
"Selain itu, kau juga seharusnya tau kan yang mengambil Ciuman pertama Istrimu adalah aku bukan kau, jadi akui sajalah kalau aku ini benar - benar Dirman."
Yaa meskipun aku bilang begitu tetapi sebetulnya Saat itu aku hanya di paksa saja oleh istrinya, jadi aku tidak salah apapun,....Mungkin.
Selain itu bukan berarti aku tidak merasa bersalah sedikitpun, aku juga Merasa bersalah kok karena Telah mengungkit soal ini(Sesuatu yang Tidak ingin Brid dengar).
Namun, dengan begini Brid seharusnya sudah Percaya sekarang kalau aku ini benar - benar Dirman. Karena hal ini hanya Kami berdua saja yang ketaui selain Istrinya.
Aku pikir begitu, tetapi ketika aku melihat ke arahnya, Brid tidak mengatakan Apapun bahkan saat aku memanggilnya, ia tidak merespon.
"B~Brid, apa kau marah? Aku minta maaf karena mengatakan hal itu tadi tapi mau gimana lagi, lagi pula aku harus melakukan itu untuk bisa membuatmu percaya kalau aku ini adalah Dirman, jadi-!!"
Sebelum aku menyelesaikan Kata -kataku, Tiba - tiba Brid Hilang dari pandanganku dan Muncul tepat di samping kasurku, dimana ia lansung menutup Mulutku dengan Erat agar aku tidak bisa bicara.
(Sial, Seperti biasa Pergerakan dia sangat Cepat, aku bahkan hampir tidak bisa melihatnya.)
Pikirku. lalu Sementara itu Fira yang kaget akan kemunculan Brid buru - buru pergi ke dekatku dan memelukku.
__ADS_1
Mengetaui itu aku lansung mengelus - elus kepalanya agar membuat ia sedikit tenang.
"...."
Setelah Fira udah sedikit Tenang, aku kembali melihat Brid dan menatap ia dengan tajam, seolah Menyuruh ia untuk melepaskan Tangannya Dari mulutku.
Tentu saja Brid mengetaui itu dan mulai melepaskan tangannya.
"Sialan, kau,...apa yang kau pikirkan melakukan hal itu di depan anak Kecil? Apa kau tidak lihat ia jadi ketakutakan?"
"Aku minta maaf soal itu, tapi bagaimanapun juga aku harus menghentikanmu, lagi pula aku tidak ingin kau membicarakan hal itu lebih jauh lagi."
Yaa itu tidak bisa di pungkiri sih, lagi pula siapa Juga yang mau Dengar Pembicaraan Soal Istri dia yang menyukai Orang lain. Bahkan bagi diriku sekalipun, hal itu paling tidak ingin aku dengar.
(Yaa karena aku melakukan itu hanya untuk membuat Ia percaya, jadi aku rasa sebaiknya aku hentikan saja sampai disini.)
Aku menghela nafas kemudian berkata...
"Haaa..baiklah aku mengerti, aku akan berhenti.-
-Yang jelas dengan begini kau seharusnya sudah percaya sekarang kan kalau aku ini benar - benar Dirman?"
"Yah aku percaya, lagi pula satu - satunya orang yang tau soal itu hanyalah dia.-
-Namun, meski begitu bukan berarti aku akan percaya sepenuhnya sekarang. Karena masih ada satu hal lagi yang harus kau lakukan untuk bisa membuatku memperyaimu sepenuhnya."
"Apa yang ingin kamu aku lakukan?"
Aku merasa tegang dan Keringat dingin mengalir di Wajahku. Meski begitu aku tidak memalingkan wajahku darinya dan tetap Menunggu ia bicara..
"Baiklah, aku ingin kau jawab Satu pertanyaan ini, Kira - kira Apa Yang paling ia(Dirman) sukai Di dunia ini? Jika kau memang dia, Seharusnya kau tau betul apa jawabannya."
Sialan aku pikir ia ingin menanyakan apa ternyata hanya itu. Tentu saja aku tau betul apa jawabannya, lagi pula satu - satunya hal yang paling aku sukai dunia ini adalah....WANITA.
"Benar, hal yang paling aku sukai itu adalah Wanita."
Jawabku dengan Percaya diri, dimana membuat Brid lansung terharu sekaligus merasa Nostalgia ketika melihat senyuman seringai yang aku tunjukkan padannya. Dimana Senyuman itu sering kali aku tunjukkan kepada mereka di kehidupanku sebelum nya.
"Ti~Tidak salah lagi tatapan itu serta Senyuman yang membuat Orang Merasa Menggigil, kau ini benar - benar Dirman."
Ucap Brid, dimana membuat aku lansung merasa Lega.
(Haaa Syukurlah, sepertinya ia sudah Percaya sekarang.)
[Anda benar, Meski begitu cara anda tadi itu Benar - benar sangat Brengset yah.-
-Tidak ku sangka anda menggunakan Istri dia sebagai bahan agar bisa membuatnya mempercayaimu.]
(Heh ini namanya Strategi Bodoh.)
[Strategi apanya, jelas - jelas ini adalah NTR.]
(NTR ya? Hmm itu tidak Buruk juga.)
[Dasar Sinting.]
(DIAMLAH.)
__ADS_1
Aku mulai Ribut lagi dengan PIX di dalam Pikiranku, tanpa di ketaui oleh Brid.