Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 10


__ADS_3

Hidangan penutup sudah habis, Rana meminum jus dan mengucapkan terima kasih kepada Vino karena lelaki itu sudah mengajaknya makan malam. Dan semua hidangannya begitu lezat. Rana sangat takjub dengan semua yang sudah di persiapkan Vino, ini di luar ekspektasinya, tadi dia hanya membayangkan jika hanya akan makan malam biasa saja di rumah Vino tetapi ternyata ini seperti makan malam di restoran mewah.


Tiba-tiba terdengar alunan musik yang begitu romantis dan Vino memundurkan kursinya lalu mendekati Rana. Rana bingung apalagi yang akan dilakukan Vino kepadanya. Vino setengah berjongkok dan mengulurkan tangannya ke Rana.


"Sayang, maukah kau berdansa denganku??? Please??"


"Berdansa??? Tapi aku tidak bisa??" Ucap Rana.


"Kau ikuti aku saja! Please??"


Rana tersenyum lalu menerima uluran tangan Vino. Vini melangkah mundur, mengajak Rana ke area kosong di taman yang besar itu. Diletakkannya sebelah tangan Rana di pundaknya dan yang satunya lagi di genggamannya, dibimbingnya Rana mengikuti langkah dansanya.


"Mudahkan???" Gumam Vino.


Rana mendongakkan wajahnya dan tersenyum. Lagu terus mengalun, Kevin melingkarkan lengannya di pinggang Rana, dan perempuan itu menyandarkan kepalanya di dada Vino, merasakan detak jantung lelaki itu.


Tak di sangka ternyata Angel ada di balkon kamar Vino, dia melihat semua yang terjadi di bawah, dimana Vino dan Rana menikmati dinner romantis mereka. Hingga kemudian tanpa disadari Rana, Vino mendongakkan kepalanya ke atas dan tersenyum kepada Angel, kekasihnya itu juga melempar senyum kepadanya dan mengancungkan ibu jarinya. Dinner ini ternyata adalah ide dari Angel, untuk mengikat Rana lebih erat lagi sehingga perempuan itu akan semakin tergila-gila kepada Vino.


Vino kembali fokus kepada Rana, Vino pun menghentikan dansanya, lalu mendongakkan kepala Rana. Dan kini mereka berdua saling bertatapan begitu dalam. Vino mendekatkan wajahnya dan bibirnya mulai menyentuh bibir Rana. Rana memejamkan matanya.


Bibir itu awalnha terasa dingin, menyentuh bibir Rana yang lembut. Mengecupnya dengan lembut. Lalu sisi bibir Vino mulai membuka bibir Rana, dan memagutt bibir bawah perempuan itu. Vino menyesapnya dengan penuh kelembutan, menikmati kemanisan yang ada di sana. Rana menerimanya, Vino menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Rana agar merangkul lehernya, lalu memeluk Rana erat-erat dan mellumat bibirnya lagi.


Angel hanya tersenyum mengejek melihat apa yang dilakukan Vino dan Rana. Dia hanya harus bersabar dan terbiasa dengan hal semacam ini karena permainannya dan Vino baru saja dimulai. Angel mencela Rana, baginya gadis itu terlalu bodoh dan gampangan sekali hingga mudah sekali terpancing dengan kemewahan yang di berikan oleh Vino.

__ADS_1


Vino melepaskan ciumannya dan napas keduanya terengah. Pipi Rana memerah, tetapi kemudian Vino mendaratkan sebuah ciuman di kening Rana. "Aku ingin selalu berbahagia denganmu Rana, apa kau juga menginginkan hal yang sama denganku???" Tanya Vino.


Rana tidak menjawab dan hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Tentu saja dia ingin berbahagia dengan Vino, laki-laki ini tampan juga begitu baik serta sangat manis, perempuan mana yang tidak memimpikan memiliki pasangan seperti ini.


"Ini sudah larut, aku harus segera pulang karena besok aku mengerjakan pesanan kue" Ujar Rana.


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang, ayo!"


*****


Dalam perjalanan pulang, Vino sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya pada Rana. Sementara Rana benar-benar merasa bahwa Vino memang lelaki yang sangat baik dan mencintainya, tanpa dia ketahui bahwa sebenarnya dia sedang dalam perangkap Vino.


"Sayang! Aku ingin tahu, bagaimana kau memimpikan jika memiliki seorang suami???"


"Aku hanya ingin tahu saja, kalau kau tidak mau menjawab ya sudah tidak usah di jawab"


"iya, aku akan menjawabnya, sederhana saja, aku hanya ingin memiliki suami yang mencintaiku dengan tulus, menerima semua kekuranganku dan tidak pernah menyakitiku itu saja"


Mendengar itu Vino terdiam sejenak lalu tersenyum. "Semoga aku bisa melakukannya" Gumam Vino yang langsung membuat Rana menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut.


"Apa!!!" Seru Rana.


"Kenapa terkejut? Apa aku tidak boleh menjadi suami yang kau impikan???"

__ADS_1


"Entahlah" Jawab Rana malu-malu.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Rana, seperti biasa Vino mendaratkan ciuman di kening Rana sebelum perempuan itu turun dari mobil.Dengan manis, Vino mengatakan jika bisa Rana harus memimpikannya saat tidur, lagi-lagi ucapan Vino membuat wajah Rana memerah.


Setelah Rana masuk ke rumahnya, Vino langsung mengarahkan mobilnya untuk kembali pulang, karena Angel pasti sudah menunggunya. Dengan kesal Vino mengambil tisu basah yang ada di dasbor mobilnya dan mengusap dengan kasar mulutnya. Dia merasa kesal karena setiap hari harus melakukan hal itu kepada Rana akan tetapi jika dia tidak melakukannya, semua rencana balas dendamnya akan berakhir sebelum dia bisa membuat Rana menderita. Rana harus membayar semuanya nanti, tadi gadis itu menginginkan laki-laki yang mencintainya dengan tulus dan tidak boleh menyakitinya, tentu hal itu akan berbanding terbalik dengan apa yang akan dilakukannya pada Rana.


*****


Angel menunggu kedatangan Vino kembali ke rumah yang masih dalam perjalanan setelah mengantar Rana pulang. Dia dan Vino akan menyusun lagi rencana untuk semakin mengikat Rana dalam jebakan pembalasan dendam mereka berdua.


Sampai beberapa saat kemudian Vino akhirnya datang dan langsung menemui Angel di kamarnya.


"Bagaimana rasanya berciuman dengan gadis bodoh itu???" Tanya Angel.


"Aku sudah pernah mengatakan padamu bahwa aku selalu muak dan merasa kotor setelah melakukannya, tapi kau bilang bahwa aku harus melakukannya, aku benar-benar tidak sanggup jika ini berlangsung terlalu lama sayang!" Gumam Vino frustasi.


"Kenapa wajahmu takut? Aku tidak apa-apa, aku percaya padamu" Angel mendekatkan tubuhnya ke Vino dan mengusap pipi lelaki itu. "Kita harus membalaskan dendam kita pada gadis bodoh itu atas kematian Vania, aku merelakanmu untuk bersamanya sementara waktu sampai dendam kita terbalaskan, kita harus membuat hidupnya menderita seperti yang dialami Vania, kita berdua sama-sama menyayangi Vania jadi kita harus melakukannya"


"Lalu apalagi yang harus kita rencanakan sekarang?? Aku lelah sekali, sampai kapan aku harus berpura-pura berlaku romantis padanya??? Aku benar-benar muak dan ingin segera mengakhiri percintaan konyol ini dan memulai membalaskan dendamku " Gerutu Vino.


Angel diam dan tampak memikirkan sesuatu. Vino samgat mencintainya pasti berat bagi lelaki itu harus menjalani hubungan dengan Rana yang sudah di bencinya sejak lama. Vino terlihat begitu tersiksa, tetapi mereka tidak boleh buru-buru karena bisa saja itu menimbulkan kecurigaan Rana. Semua harus di lakukan secara hati-hati agar rencana mereka tidak gagal di tengah jalan.


"Setidaknya kau harus bersabar dulu sayang, bertahanlah sebentar saja, setelah itu kita akan melakukan rencana besar itu, oke???" Ujar Angel meyakinkan Vino lalu memeluk kekasihnya itu agar tidak cemas lagi.

__ADS_1


__ADS_2