
Dalam pelukan itu, Rana menguap beberapa kali dan tidak butuh waktu lama dia tertidur di pelukan Vitto. Lelaki itu baru menyadari beberapa menit kemudian ketika dia tidak lagi mendengar suara Rana ataupun gerakan dari perempuan itu.
Vitto sedikit menundukkan kepalanya melihat dan memastikan Rana. Ternyata benar, Rana memang tertidur. Vitto diam saja tidak bergerak selama beberapa menit untuk memastikan Rana tidur dengan pulas. Sampai akhirnya perlahan dia melepaskan pelukan Rana dan membaringkan Rana dengan hati-hati. Vitto kemudian turun dari tempat tidur, merapikan selimut Rana. Vitto membungkuk memandangi wajah Rana yang manis sedang tertidur. Perasaannya semakin dalam pada Rana, dan nanlurinya untuk selalu melindungi Rana juga semakin kuat. Vitto mengusap kening Rana dan kembali mengecup kening peremluan itu sebelum meninggalakan kamar itu. Vitto pun mematikan lampu tidur selapas itu dia pergi meninggalkan kamar itu dan menutup pintunya dengan pelan.
Rana membuka matanya dan memegang keningny dengan jemarinya, tepat di area dimana tadi Vitto mengecupnya. Rana bisa merasakan itu. Dia masih heran kenapa Vitto sering Qmelakukan hal itu padanya. Mungkin itu adalah bukti perhatian dari lelaki itu. Rana tersenyum, memiringkan tubuhnya ke kanan dan menutup matanya.
****
Sementara itu, Vino menunggu kedatangan Angel di airport. Kekasihnya itu meminta di jemput setelah kembali dari Singapura. Benerapa hari ditinggal oleh Angel membuat Vino sangat merindukannya. Setiap Angel pergi perempuan itu sangat sulit untuk dihubungi dan selalu bilang jika dia sibuk. Ya, tentu tanpa sepengetahuan Vino, Angel memang sibuk sekali, sibuk dengan pekerjaannya melayani para custumernya. Dan kepergiannya kali ini juga bukan hanya untuk melayani customernya melainkan juga menemui Jason kekasih yang sangat dicintainya. Angel merasa berat sekali sebenarnya untuk berpisah dengan Jason dan masih merindukannya, tetapi dia tidak bisa terus bersama Jason karena jika itu terjadi yang ada semakin membuat Vino curiga.
"Kau terlihat lelah sekali???" Tanya Vino pada Angel yang duduk di sebelahnya.
"Ah ya, aku mengantuk tetapi di pesawat tidak bisa tidur...!"
"Kau bisa tidur sepuasnya sekarang...!"
Angel tersenyum. "Apa kau yakin akan membiarkanku tidur malam ini???"
"Tergantung kau, apa kau memilih beristirahat saja atau menuntaskan kerinduanmu padaku???"
"Beberapa hari ini aku tidak bertemu denganmu, dan aku merindukan sentuhan lembut darimu....!"
Vino menoleh dan tersenyum kearah Angel. Sementara jemari Angel mulai mengerayangi paha Vino yang sedang fokus mengemudi. Angel mengusap-usap milik Vino yang tersembunyi dibalik celananya. Angel kemudian menggerakkan kedua jemarinya melepas ikat pinggang Vino dan membuka celananya. Angel pun memulai aksinya dengan melakukan bl0w j0b pada Vino. Jemari Angel bergerak naik turun, Vino hanya diam dan berfokus mengendara, membiarkan Angel mengekplorasi dirinya. Ini sudah biasa mereka lakukan ketika berada di mobil. Selain jemari, Angel juga menggunakan mulutnya. Tujuan mereka kali ini adalah ke apartemen Angel, Vino tentu akan menginap dan lusa mereka akan pergi untuk liburan ke Yunani selama satu minggu ke depan.
Dan akhirnya sampailah mereka ke area parkir apartemen.Angel, dan Angel sudah menyudahi aksinya sejak tadi karena Vino memintanya berhenti dan tidak mau buru-buru meledak sampai nanti mereka melakukan hubungan di dalam apartemen.
Keluar dari lift keduanya bergegas ke unit milik Angel. Mereka masuk ke dalam. Angel menutup pintu dan menendang begitu saja kopernya ke lantai. Vino memeluknya dan mulai mencium Angel dengan lembut sambil memeluknya. Dia mengecup biibir Angel dan m*lumatnya lembut, mencicipinya dengan penuh perasaan, bibir yang sudah dirindukannya selama beberapa hari ini. Ketika Vino mengangkat bibirnya, napas mereka berpadu, terengah-engah.
__ADS_1
"Bibirmu sangat manis dan nikmat." Lelaki itu bergumam sambil mengecupi bibir Angel lagi, "Aku bisa terus dan terus menciummu, dan tidak akan pernah merasa bosan"
Mereka tenggelam dalam ciuman yang panas. Lalu bibir Vino mengecupi leher Angel menghirup aroma manis di sana yang memancing kejant*nannya semakin menegang dan siap. Vino kembali membuka celanannya. Tangannya kemudian meraih jemari Angel dan menggenggamkannya ke kej*ntanannya yang semakin menonjol dan mengeras.
"Kau rasakan itu sayang? Dia mengeras lagi karena ingin segera memasukimu, ingin menyatukan dirinya dalam kelembutanmu." Angel menggenggam milik Vino, merasakan panas yang berdenyut di sana. Lelaki itu lalu melepaskan dress yang dipakai Angel, mengangkatnya lewat atas kepalanya dan mencampakkan dress itu begitu saja di lantai, dia lalu menel*njangi dirinya sendiri.
Vino terus menciumi Angel sambil mendorong tubuh perempuan itu ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur. Angel sudah berbaring dengan Vino mendihnya. Vino kemudian mengecup kedua alis Angel, memposisikan dirinya di antara kedua paha perempuan itu yang sudah membuka diri untuknya, siap menerimanya.
Angel tersenyum dan mengulurkan tangannya, menyentuh bibir Vini yang ada di atasnya dengan jemarinya, lelaki itu mengecup jemari Angel.
"Aku merindukanmu sayang..." Bisik Angel dalam napas yang mulai terengah. Vino sudah menyentuhkan miliknya ke dalam milik Angel, menggeseknya dengan lembut dan menggoda di bagian luar kewan*taannya, dengan sengaja menyentuh titik sensitif di luar kewan*taan Angel sehingga menimbulkan getaran yang membuat gelenyar panas mengaliri tubuh perempuan itu.
Wajah Vini makin melembut mendengar pernyataan kerinduan Angel, dia menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Angel lagi. "Aku juga merindukanmu sayang...!"
Sementara di bawah sana, keja*tanan Vino mulai memasuki Angel, membuat Angel merasakan panas, keras dan berdenyut mulai menyatu ke dalam dirinya. Angel mengerang dan melingkarkan kedua tungkainya ke pinggang Vino. Dorongan itu membuat Vino menenggelamkan dirinya dalam-dalam di pusat diri Angel yang hangat dan basah.
Dengan hati-hari Vino bergerak pelan, melakukan ritme bercintanya dengan hati-hati. "Bagaimana rasanya? Kau merindukan ini kan???" Tanya Vino.
Angel menganggukkan kepalanya, "Ya sayang, rasanya nikmat sekali...!" Angelmenggerakkan pinggulnya, merespon dorongan Vino, membuat lelaki itu mengerang.
"Kau begitu nikmat sayang, seluruhmu begitu nikmat... Astaga...!!"
Vino menggerakkan badannya makin intens, menggesek seluruh titik kenikmatan di dalam tubuh Angel dan memuaskan dirinya sendiri. Lelaki itu menahan diri, menunggu Angel mencapai kepuasannya. Dan ketika Angel melengkungkan punggungnya dan mengerang pelan, Vino mengikutinya. Kenikmatan ini tiada duanya. Bercinta dengan orang yang dicintai memang selalu memberikan getaran yang berbeda. Mereka meledak bersama dalam org*sme yang luar biasa.
Ketika pagi hari Vino terbangun, Angel masih ada di sebelahnya, perempuan itu tertidur pulas menjadikan sebelah lengannya menjadi bantal untuk kepala Angel. Vino tersenyum dan mengecup lembut ujung hidung Angel dengan sayang. Vino menciumi seluruh wajah Angel, membuat dahi perempuan itu berkerut.
"Selamat pagi tukang tidur..."Sapa Vino.
__ADS_1
Angel membuka matanya pelan-pelan dan kemudian menatap Vino. Lalu dia tersenyum. "Selamat pagi, sayang."
Dengan nakal dipeluknya tubuh Angel dan dinaikkan ke atas tubuhnya, "Kau rasakan itu?" Vink berbisik dengan nada sensual, membuat tubuh Angel menggelenyar. Dia merasakannya, milik Vino yang begitu keras, lelaki ini sedang sangat berga*rah.
"Naiki aku sayang" Vino bergumam sambil mengarahkan pinggul Angel sedikit turun sehingga kewan*taan Angel menyentuh miliknya yang sudah siap. Angel menempatkan dirinya, dan membiarkan Vink membimbingnya. Lelaki itu menaikkan pinggulnya dan menurunkan pinggul Angel, membuat tubuhnya menelusup dengan mudahnya ke dalam kewan*taan Angel terasa begitu panas dan berdenyut di dalam sana.
"Gerakkan tubuhmu, sayang. Puaskan aku." Vino bergumam dengan nada menggoda, dan membiarkan Angel menggerakkan pinggulnya. Lelaki itu menggeram ketika merasakan gerakan Angel, matanya berkilat penuh kenikmatan.
"Oh, kau nikmat sekali sayang." Vino mengimbangi gerakan Angel dengan menggerakkan pinggulnya ke atas, membuat mereka makin menyatu dan merasakan sensasi kenikmatan
Percintaan dengan gaya ini membuat titik-titik di bagian paling sensitif Angel tersentuh sepenuhnya, tanpa sadar dia menggerakkan tubuhnya semakin berani, mengekplorasi kenikmatannya dengan sebebas-bebasnya. Vino mengikuti gerakannya, dengan sama liar dan bergairahnya. Dan kemudian Angel mendongakkan kepalanya dan melengkungkan punggungnya ke belakang ketika mencapai puncak kenikmatan, bersama Vino yang mengikutinya di belakangnya.
Tubuh Angel rubuh, terkulai di atas tubuh Vino dengan napas terengah-engah. Sementara tangan lelaki itu memeluk punggungnya dan mengusapnya sambil lalu.
Lama kemudian Angel mengangkat kepalanya dan mereka bertatapan. Mata Vino tampak penuh senyum dan menggoda, "Senang menaikiku?"
Pipi Angel merah padam atas godaan itu, membuat Vini terkekeh, dengan lembut dia melepaskan dirinya dari tubuh Angel, lalu menghela perempuan itu ke sampingnya untuk kemudian memeluknya erat-erat.
"Ayo kita menikah....! Sampai kapan kita hanya akan terus seperti ini sayang???" Bisik Vino ditelinga Angel.
Mendengar itu, Angel diam-diam mengernyit. Dia paling merasa malas jika Vino sudah membahas tentang pernikahan. Dia sama sekali tidak pernah tertarik sengan hubungan semacam itu yang akan mengikatnya. Lagipula dia sama sekali tidak mencintai Vino. Hubungan ini terjadi hanya karean dia ingin memanfaatkan Vino saja.
Angel mengangkat kepalanya, membelaii wajah Vino sambil tersenyum. "Kenapa harus menikah?? Jika seperti ini saja sudah menyenangkan???" Gumam Angel.
"Itu benar sekali.... Tetapi kita menikah agar kau bisa menjadi nyonya Vino Prakarsa, itu akan membuatmu terlihat keren.... Kita menikah, memiliki anak dan kita akan merawat anak kita dengan baik.....!!"
"Kalau menikah hanya untuk mendapatkan anak ya untuk apa...! Kita begini saja sudah menyenangkan sekali, kau menginkanku aku selalu siap, begitu juga diriku, kita sudah lama melupakan hal kuno seperti berhubungan setelah menikah, kita sudah hidup seperti orang luar yang bebas melakukannya kapanpun tanpa ada ikatan pernikahan.... Aku akan tetap menjadinistrimu nanti, jadi bersabarlah dan jangan membahas hal itu, kau tahu kan aku sedang terikat dalam kontrak pekerjaan selama satu tahun ke depan..... Kita saling mencintai bukan??? Pernikahan bukanlah hal penting....!" Ujar Angel.
__ADS_1
Angel sudah berjanji bahwa dia tidak akan pernah mau menikah dengan Vino. Cintanya hanyalah untuk Jason. Pernikahan itu tidaklah penting. Lagipula jika dia menikah dengan Vino maka dia harus bersiap untuk merawat Papa Vino yang sakit-sakitan itu. Membayangkannya saja membuatnya muak sekali. Baginya keluarga Vino hanyalah sampah begitu juga dengan Vino. Lelaki bodoh itu hanya memikirkan pekerjaan dan bercinta saja.