Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 145


__ADS_3

Vitto dan Ariel sampai lagi di rumah Aditya. Sudah tidak ada mobil Randy ataupun Danist, artinya mereka sudah pulang. Vitto dan Ariel turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju pintu utama rumah besar itu. Ariel menekan bel dan tidak lama Art Aditya membuka pintu. Rumah terlihat sepi, tidak ada suara dari anak-anak Aditya.


Vitto dan Ariel di persilahkan untuk masuk, ketika masuk, mereka melihat Aditya keluar dari ruang kerjanya.


"Woee... Kalian sudah kembali ternyata....!" Teriak Aditya seraya menghampiri Vitto dan Ariel.


"Sepi, yang lain sudah pulang???" Tanya Vitto.


"Baru saja, Randy ada urusan jadi dia pergi, sedangkan Danist dan Elea harus menjemput Mama Danist yang akan datang, tapi seperti biasanya, Gienka tidak mau pulang, dia ada di atas... Elea menyuruh Ariel agar membawanya pulang nanti, mengingat Ariel akan kesini lagi...!" Jawab Aditya.


Ariel tersenyum. "Entah sihir apa yang dimiliki keluarga ini, putriku benar-benar tidak bisa dipisahkan dari Kyra dan Kyros...!"


Aditya dan Vitto tertawa. Bukan sihir tetapi mungkin karena disini ada teman yang bisa diajak bermain oleh Gienka mengingat Gienka adalah anak satu-satunya di keluarga Elea dan Danist juga Ariel.


"Bagaimana Vit? Kau menyukai rumahnya???" Tanya Aditya.


"Ya, kupikir itu tempat yang cocok dan Rana juga akan menyukainya...!"


"Syukurlah.... Aku sebenarnya punya satu disana, sayangnya sedang di tempati oleh mertuaku dan adik iparku karena rumah yang mereka tinggali sebelumnya sedang di renovasi, jika tidak ditempati mungkin aku akan menyuruhmu tinggal disana...!"


Vitto tersenyum. "Ariel tadi memberitahuku mengenai hal itu, dan rumha yang diplihkan Ariel berhadapan tepat dengan rumah milikmu...! Rana akan berteangga dengan mertuamu...!"


"Serius??? Hahaha astaga.... Aku akan memberitahu Cahya agar ketika dia nanti berkunjung kesana bisa mampir juga untuk menemui Rana...! Ayo duduklah, kita mengobrol,...!"


Aditya mempersilahkan Vitto dan Ariel duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Mereka kemudian mengobrol.


Rana dan Cahya turun tak lama setelah mendengar suara bel berbunyi, seperti dugaan mereka yang datang memanglah Vitto dan Ariel.


"Jadi bagaimana sudah melihat rumahnya??? Apa kau menyukainya Kali ini Cahya yang bertanya pada Vitto.


"Aku menyukainya... Rana juga akan menyukainya pasti...!"


Rana melempar senyumnya lalu duduk di sebelah Vitto. Rana pun mengatakan bahwa dia akan menyukai tempat yang sudah dipilihkan oleh Vitto. Selama tempat itu nyaman dan membuatnya tenang saat tinggal disana. Cahya juga ternyata sudah memberi gambaran dari rumah itu karena Cahya mengatakan jika Elea tinggal disana begitu juga Ibu Cahya.

__ADS_1


"Sayang, Susu dan sereal anak-anak habis, aku lupa, bisakah kau mengantarku ke minimarket? Supir sedang mengantar Papa dan Mama keluar...!" Tahya Cahya pada Aditya.


"Lalu anak-anak???"


"Mereka bertiga sedang tidur di ruang tengah, kekenyangan karena makan Choux pastry buatan Rana, ada Ariel, Rana dan Vitto disini, hanya sebentar kok...! Tidak apa-apa kan kita pergi keluar sebentar???" Cahya memandang Ariel, Vitto dan Rana beegantian.


"Pergi saja, kami akan menjaga anak-anak...!" Sahut Ariel.


"Thanks ya Iel....! Aku bersial mengambil tas dulu...!"


Cahya naik ke atas lagi, Aditya pun menitipkan anak-anaknya pada Ariel, Vitto dan Rana. Dia akan pergi sebentar ke minimarket.


*****


Setelah kepergian Cahya dan Aditya, Ariel pun berpamitan untuk naik ke ruang tengah dimana anak-anak sedang tidur. Mempersilahkan Rana dan Vitto mengobrol disini. Ariel beranjak meninggalkan Vitto dan Rana dan naik ke lantai 2 rumah Aditya.


Vitto menyandarkan tubuhnya di sofa lalu menghela napasnya panjang. Hari ini melelahkan, ada bahagia yang dirasakannya karena sudah menemukan tempat tinggal untuk Rana, tetapi ada juga kemarahan yang melingkupi dirinya jika mengingat lagi tentang Mamanya dan Jason yang datng kesini. Suasana sedang rumit tetapi bisa-bisanya Jason datang dan disambut oleh Mamanya. Entah kehadiran Jason sekrang hanya untuk menemui Mamanya atau ada rencana lain yang sedang disiapkannya. Semua pertanyaan itu menggelayuti pikiran Vitto seharian ini.


"Apa kau baik-baik saja???" Rana menyentuh paha Vitto membuat laki-laki itu terlonjak.


"Kenapa???? Mamamu lagi?? Atau Vino???"


Vitto mengambil ponselnya menunjukkan foto-foto yang tadi diterimanya dari anak buahnya. "Jason kembali, mereka masih berhubungan....!" Gumam Vitto.


"Artinya dia memang berbohong dengan yang dia katakan sebelumnya???"


Vitto mengangguk. "Bukankah aku sudah menduganya sebelumnya? Itulah yang membuatku sama sekali tidak mau percaya padanya lagi....!"


"Ya sudah, lalu kenapa kau bersedih? Kau memikirkan Papamu ya??? Jika kau takut melukainya lebih jauh, jangan beri tahu masalah ini sekarang, ku pikir kau bisa menjadikan ini bukti saja nanti...."


Vitto menunduk, kesedihannya bisa terlihat jelas dari gerak tubuhnya, lelaki itu menahan airmatanya, menguatkan dirinya sendiri.


"Aku hanya merasa bahwa aku tidak seberuntung orang-oramg yang aku lihat yang begitu bahagia bersama dengan Ibu mereka dan mereka menghormatinya seperti seorang ratu, dan lihatlah Ibuku, yang ada diotaknya hanya nafsunya yang menggunung, nafsu materi dan nafsu birahinya yang sudah diluar batas, dia membuat dirinya menjadi gila, sangat memalukan dan aku muak dengan semua ini.. Malu... Tetapi dia ibuku yang melahirkanku, kenyataan itu sama sekali tidak bisa di ubah...!"

__ADS_1


Rana mengusap punggung Vitto dengan lembut agar membuat laki-laki merasa lebih baik. "Jangan bicara seperti itu, setiap orang punya waktu sendiri untuk menyadari kesalahannya, kau hanya tinggal menunggu masa itu dimana Mamamu akan menyadari kesalahannya dan menjadi lebih baik.....!"


"Ya semoga saja, setidaknya dia bisa menghabiskan masa tuanya dengan bertobat....!" Ujar Vitto.


Lelaki itu membuka galeri ponselnya dan menunjukkan pada Rana foto-foto yang tadi diambilnya saat bersama Ariel dirumah yang akan menjadi tempat tinggal Rana nantinya. Vitto menjelaskan jika furniture sudah datang dan ada juga desain interior yang mulai memasang furniture-furniture itu.


Rana antusias melihat satu persatu, rumah itu memiliki kolam renang dan beberapa spot yang nyaman untuk bersantai, sekedar melamun atau membaca buku.


"Aku tidak bisa lagi menemanimu seharian penuh nantinya, kau tahu kan aku sudah bekerja di kantor, dan ku harap tempat ini tidak membuatmu bosan, serta berhati-hati ketika ingin keluar, kau harus ijin aku dulu oke???"


"Iya...!!!"


Vitto terkekeh. "Tetapi tenang, aku setiap hari akan kesana dan tidur disana seperti sebelumnya, aku akan tinggal bersamamu...!"


"Hmmmm aku sudah menduga, kau pasti tidak akan bisa jauh-jauh dariku hahaha...!"


Vitto dan Rana tertawa. Kedekatan mereka sudah tidak bisa di pungkiri lagi meskipun Vitto masih belum berani mengungkapkan perasaannya. Melihat Rana tertawa itu sudah membuatnya bahagia. Begitu juga kerika bersamanya, Rana selalu membuat Vitto merasa lebih baik dan bisa menghilangkan lelahnya.


"Kau betah tinggal disini???" Tanya Vitto.


"Iya, semua orang disini sangat baik....!"


"Syukurlah...! Oh iya apa kau masih meninggalkan sesuatu yang penting di apartemen???"


"Hmmmmmm ya buku-buku, aku hanya membawa pakaian saja itupun beberapa masih ada disana... Kenapa memangnya?? Apa kita tidak akan kembali lagi kesana???"


Vitto menggeleng. Lalu menjelaskan jika dia akan menjual apartemen itu. Jika tidak besok, mungkin lusa dia akan kesana dan mengambil barang-barang yang masih berada disana. Rana hanya akan menghabiskan waktu dirumah yang sudah di sewanya dari cluster milik Ariel. Vitto tidak mau sesuatu yang diinginkan yang juga bisa merusak moodnya terjadi disana. Mamanya adalah irang yang nekat dan dia tidak bisa menebak apa yang bisa dilakukan oleh Mamanya nanti.


Mengenai foto-foto itu, Vitto juga akan memberitahu Vino, sehingga Vino juga bisa berpikir langkah apa yang akan dihadapi nanti saat persidangan perceraian Orang tua mereka.


Vitto juga mengatakan pada Rana agar sedikit berhati-hati ketika nanti berniat menghubunginya, dan harus mengirim chat lebih dulu padanya, karena sekarang Vino tinggal dirumahnya dan takut menimbulkan kecurigaan atau bisa saja Vino memergokinya nanti. Sudah cukup yang tadi pagi dimana Vino menemukan gaun tidur milik Rana di laci. Rana sekali lagi meminta maaf lada Vitto atas keteledoran yang dibuatnya. Selanjutnya dia akan berhati-hati lagi.


★★★★

__ADS_1


Jason dan Vita sudah mengatur dengan baik rencana mereka untuk menjebak Vitto dan juga Vino. Mereka akan memulainya besok atau lusa, dan akan melihat keadaan yang tepat untuk.melakukannya. Bahkan Jason juga sudah merencanakan untuk memanggil pengacara yang nanti bisa membantu Vita ketika penjebakan itu sudah dilakukan. Vita tentu akan mempersiapkan dirinya dengan baik untuk berpura-pura teraniaya oleh sikap dan penolakan Vitto dan Vino, supaya bisa menarik rasa iba dari orang-orang. Kemudian mereka akan menyalahkan Vitto dan Vino, setelah itu kedua putranya itu pasti akan memohon kepadanya agar berhenti melakukan itu, disitulah Vita akan meminta uang dari keduanya.


__ADS_2