Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 336


__ADS_3

Vitto dan Rana sudah sampai di Interlaken, mereka baru selesai sarapan di sebuah restoran. Dan saat ini memilih danau sebagai tujuan pertama untuk di kunjungi, lalu nanti akan beralih ke sebuah tempat bernama harder kulm yang berada di ketinggian untuk melihat danau Interlaken dari atas. Dan setelah itu akan pergi ke sebuah taman bernama Hohematte park, dimana mereka bisa duduk bersantai sambil melihat pendaratan terjun payung. Dan itu adalah schedule untuk hari ini, dan tentu nya akan di lanjutkan keesokan hari nya. Baik Rana dan Vitto tidak ingin melewatkan kesempatan untuk jalan-jalan lebih dulu, sebelum nanti memilih untuk bersantai dan pulang.


Mereka ber jalan-jalan di tepi danau dengan air berwarna biru itu. Begitu cantik dengan diapit dua sisi pegunungan yang hijau. Danau yang sangat besar dan panjang yang juga terhubung dengan danau yang tidak jauh dari tempat tinggal yang saat ini mereka berdua tempati. Hanya berbeda wilayah saja.


"Sebelum datang kesini kau sudah membahas ini karena danau ini jadi tempat syuting salah satu drama Korea yang pernah kau tonton.. Hahaha manis sekali saat kau membahasnya dan bagaimana perasaanmu sekarang ada disini???" Tanya Vitto seraya menggandeng tangan Rana.


Rana mendongak dan tersenyum menatap suami nya. "Ya, drama Crush landing on you, hahaha... Aku sebenarnya hanya nonton saja, dan aku lihat tempatnya sangat cantik, dan ternyata lebih cantik daripada yang ada di drama nya... Hehehe tentu saja aku bahagia sekali.... Aku benar-benar ada di tempat yang begitu luar biasa ini... " Ucap Rana.


"Apa karena itu, kau mengajakku kesini dulu daripada ke danau yang ada di tempat tinggal kita sekarang???"


Rana menggelengkan kepala nya. "Bukan karena itu... Aku ingin kita menikmati hari santai kita nanti dengan jalan-jalan di dekat rumah termasuk di Lungernsee lake, jalan kaki atau jogging karena kata Cahya, sangat menyenangkan jogging di seputar danau, melihat matahari terbenam di atas bukit, ahh membayangkannya berdua denganmu pasti akan jadi luar biasa... Jadi untuk minggu pertama, kita nikmati semua yang ada di Swiss, minggu kedua kita bisa bersantai di rumah, jalan-jalan di sekitar sekaligus berbelanja... Hehehe... " Jawab Rana.


"Berbelanja??? Dasar perempuan... Sepertinya hal yang satu itu jadi hal utama yang harus mereka lakukan daripada menikmati tempat wisata disini... " Gerutu Vitto.


Rana tertawa. "Bukan seperti itu.... Hahaha... Aku ingin membeli banyak cokelat dan juga keju Swiss ... Bakery ku akan buka, jadi aku akan menggunakan cokelat dan keju Swiss untuk menu disana... Dan Cahya juga bilang, jika dia juga sering meminta itu agar di kirim ke Indonesia untuk keperluan konsumsi nya sendiri... Jadi ku pikir aku juga ingin langsung mendatangkan hal itu supaya jadi menu spesial di Bakery... bagaimana menurutmu???" Tanya Rana meminta pendapat Vitto.


"Good idea...! Lebih bagus lagi jika di kirim langsung oleh produsennya... Emmm nanti aku akan coba tanya ke Roland, apakah ada tempat produksi keju yang bagus disini dan apakah bisa jika mereka mengirim untuk kita di Indonesia, begitu juga tempat pengolahan cokelatnya...."


"Aahhh kau memang terbaik... Aku sangat mencintaimu... Thanks ya sayang.... " Rana memeluk Vitto. Mereka kemudian mencoba mencari spot foto yang bagus untuk mengabadikan momeng liburan di tempat yang begitu menyenangkan ini.




__ADS_1



****


Beberapa jam kemudian......


Vino mengajak Naufal untuk ke rumah sakit menjemput Arindah. Setelah siang tadi selesai berdiskusi dengan dekorator dan Naufal sudah memilih kamar yang dia inginkan. Vino pun meminta ijin kepada mertua nya untuk bisa membawa Naufal ke kantornya, dan anti dia akan langsung mengajaknya pulang tetapi sebelum itu akan mengajaknya untuk menjemput Arindah.


Sampai di rumah sakit, Vino menghubungi Arindah agar segera keluar jika sudah selesai karena dia tidak bisa menjemput sampai di dalam. Naufal sedang tertidur pulas di carseat, Vino tidak tega meninggalkannya di dalam mobil, juga tidak tega untuk membangunkannya.


Arindah akhirnya keluar dengan di ikuti oleh bodyguard nya. Vino keluar dari mobil dan melambaikan tangannya. Arindah tersenyum dan menghampiri suami nya. Dia langsung mencium tangan Vino dan Vino mendaratkan kecupan di dahi nya. "Lama ya??? Sorry... Tadi mengobrol sebentar dengan perawat.. " Ucap Arindah.


"Tidak terlalu lama kok, hei perasaan tadi kau tidak memakai baju ini?? ?" Tanya Vino heran melihat Arindah sudah berganti pakaian.


Arindah melempar senyumnya. "Aku memang selalu seperti ini jika selesai melakukan operasi, akan mandi dan berganti pakaian.. Tetapi tergantung situasi juga, karena aku punya anak kecil jadi aku harus memastikan aku bersih dari virus dan bakteri yang bisa jadi berbahaya untuk Naufal... Dimana dia??? Katanya kau mengajaknya???" Tanya Arindah.


Arindah mengangguk dan berjalan menuju mobil Vino. Sementara bodyguard nya akan mengikuti dari belakang dengan motor.


Vino membuka pintu untuk istrinya dan Arindah masuk, mendapati Naufal tidur dengan sangat lelap di carseat kursi penumpang di belakang. Vino menutup pintu dan berlari ke sisi kanan mobil, kemudian masuk.


"Sudah sejak kapan dia tertidur???" Tanya Arindah.


"Setelah aku mengajaknya belanja mainan, dan aku mengajaknya untuk meenjemputmu, saat itulah dia tertidur... Tadi di kantor dia juga sempat tidur siang, tetapi hanya sebentar... "


"Dia pasti merepotkan mu ya??? Jika tidak ada aku jangan ajak dia ke kantor... Nanti yang ada kau tidak bisa konsentrasi bekerja. "

__ADS_1


Vino terkekeh. "Tidak sayang.... Dia tidak menggangguku sama sekali, dia sangat sibuk dengan mainannya bahkan Papa juga ikut bermain dengannya, dan hariku berjalan seperti biasanya, tidak di repotkan sama sekali... Aku senang dia ada di kantor bersama ku..."


"Kau sudah membeli kannya banyak mainan, kenapa masih di belikan lagi... ???"


"Kenapa??? Apa masalah jika seorang Ayah ingin memberikan banyak hadiah untuk putranya??? Ku pikir masih dalam batas yang normal, lagipula sebentar lagi dia akan memiliki kamar sendiri, dan aku ingin kamar nya di penuhi mainan, supaya dia nyaman dan tidak mengganggu kita... " Vino mengedipkan mata nya menggoda Arindah.


"Kau ini.. Dasar.... !!! Oh iya tadi kau bilang ada janji dengan orang di rumah??? Kau mengundang siapa???? Klien??" Tanya Arindah.


Vino menoleh menatap wajah cantik istrinya. Dia tahu jika setelah mendengar ini, Arindah pasti akan merasa sangat sedih dan juga akan merasa kecewa serta marah kepada Reino. Tetapi Vino meyakinkan dirinya bahwa dia akan membantu Arindah melewati kesulitan ini, karena Vino juga tidak ingin di pisahkan dengan Naufal. Dia sudah sangat menyayangi dan mencintai Naufal seperti anaknya sendiri. Naufal adalah segala nya di hati Vino saat ini. "Aku menghubungi pengacara keluarga kita, agar bisa datang ke rumah dan membahas sesuatu... " Gumam Vino.


"Oh pengacara... Apa kalian akan membahas kelanjutan masalah Angel dan keluarga nya???" Tanya Arindah.


Vino menggelengkan kepala nya. "Tidak... Bukan masalah itu, ada masalah lain yang juga tidak kalah pentingnya, jadi kau dan aku harus berkonsultasi dan meminta bantuan. mereka.. "


Arindah mengernyit menatap wajah Suami nya yang sedang fokus berkendara. "Berkonsultasi masalah kita??? Masalah apa???? Aku tidak mengerti... " Ucap Arindah bingung.


.Vino mengambil amplop cokelat dari pengadilan yang dia letakkan di dasbor mmobilnya. "Kita akan berkonsultasi mengenai masalah ini dengan pengacara... Aku harap kau tidak panik dan tetap tenang karena aku akan selalu bersamamu dan kau tidak akan menghadapi nya sendiri... Aku akan selalu bersama mu.. Jangan khawatir.. " Vino menyodorkan nya pada Arindah.


Walaupun masih bingung, Arindah membaca bagian depan surat itu yang di kirim oleh pengadilan negeri. Arindah semakin penasaran surat apakah itu, langsung membuka nya dan membaca nya. Beberapa detik kemudian, Adindha langsung menggenggam surat itu dengan penuh kemarahan hingga menjadi kusut berbentuk bulatan. "Darimana kau mendaotkan surat ini???" Tanya Arindah dengan suara bergetar menahan air matanya.


"Itu di kirim ke rumah, dan Mama yang menerima nya... " Jawab Vino.


"Ooohh ssshhhiiiiittt...." Teriak Arindah dan sedetik kemudian dia pun menangis. "Kenapa Reino tega melakukan ini....! Kenapa dia tdak membiarkanku dan Naufal hidup tenang.. Apa maksudnya dia melakukan ini????" Ucap Arindah sambil terisak.


Vino menepikan mobilnya lalu menghentikannya di pinggir jalan. Dia melepas seatbelt nya dan langsung memeluk Arindah yang sedang menangis di iringi isakan. "Heiii... Kenapa menangis??? Hah...??? Ssshhhh.... Tenanglah... Aku bilang jangan khawatir sayang, kita akan melawannya, aku tidak akan membiarkan dia bisa merebut Naufal dari kita.... Itulah kenapa aku langsung menghubungi pengacara untuk membahas mengani ini. dan langkah apa yang harus kita lakukan untuk melawan gugatan Reino.... Siapa dia yang berani sekali ingin merebut anak dari ibunya... Tidak akan aku biarkan.... So please, don't cry... Aku bersamamu.. "

__ADS_1


"Tapi apa salahku??? Kenapa dia selalu saja bersikap seperti ini.... Kenapa dka melakukannya??? Selama ini aku yang merawat Naufal bahkan sejak lahir, Naufal tidak pernah mendapatkan apapun dari nya... tetapi dia kenapa berani sekali melakukan ini...???"


Vino memeluk erat Arindah, mengusap bahubistrinya untuk membuat perempuan itu merasa tenang dan tidak histeris. "Ssshhhh..... Tenanglah.... Kau sekarang sudah memiliki suami, dan aku suami mu, aku akan melindungi dan menjagamu serta Naufal setiap detiknya, tidak akan ada siapapun yang boleh mengganggu istri dan anakku... Jadi aku akan melakukan apapun untukmu... Untuk kita dan anak kita.... Aku akan membantumu melawan si brengsek yang tidak tahu malu itu, jadi jangan s3dih dan menangis... Nanti kita diskusi kan dengan pengacara dan kau katakan semua nya kepada nya, lalu kita bisa cari solusi nya ber sama-sama.. Tenanglah... "


__ADS_2