Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 30


__ADS_3

Rana sangat bingung, sekali lagi Jeany tidak bisa membuktikan ucapannya. Dan Rana juga bisa melihat dengan jelas Edward menjelaskan semuanya dengan penuh keseriusan, tidak terlihat bahwa lelaki itu sedang berbohong atau merangkai cerita. Jeany tega sekali melakukan ini padanya, menjelek-jelekkan dirinya, padahal mereka sudah bertahun-tahun bersahabat tetapi Jeany tega sekali melakukan itu padanya. Rana benar-benar sakit hati.


Vino menatap Rana dengan pandangan sedih. "Kau lihat saja sendiri sekarang, kau sudah pasti bisa menilai siap yang sedang berbohong, bahkan ketika lelaki itu mengatakan yang sebenarnya, Jeany justru memaksanya mengatakan hal lain, tetapi terlihat jelas bahwa lelaki fotgrafer itu punya pendirian yang kuat... Well aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi dan memberikan bukti apa lagi, karena percuma saja kau tidak mempercayaiku...!" Gumam Vino lalu kembali menyeret kopernya untuk pergi.


Sementara itu Jeany kembali masuk ke rumah Rana. Jeany menghampiri Rana, melewati Vino begitu saja. "Na...! Edward berbohong Na, dia kemarin tahu segalanya, pasti Vino dan kekasihnya itu sudah mengancamnya itu sebabnya Edward tadi berbohong padamu....!!"Ucap Jeany lagi masih berusaha meyakinkan Rana. Sementara Rana masih diam dan tidak merespon Jeany.


"Na....! Vino bukan laki-laki yang baik untukmu, dia membohongimu, dia pasti ingin menjebakmu! Dia jahat Na, please akhiri hubunganmu dengannya...!" Jeany meraih jemari Rana dan sangat berharap sekali Rana mau mendengarkannya, karena dia tidak ingin Rana jatuh ke dalam perangkap Vino.


Rana mengarahkan pandangannya pada Vino yang sudah keluar dari pintu rumahnya. Dia kembali menghentikan laki-laki itu. Rana kemudian menatap Jeany yang ada di depannya dengan tatapan penuh kekecewaan.

__ADS_1


"Sudah cukup Jean....! Sudah cukup semua ini, apalagi yang ingin kau buktikan? Aku sudah diam sejak tadi mendengar hal buruk yang kau katakan tentang Vino, kau juga tidak bisa membuktikan ucapanmu padaku. But why Jean? Why? Jika kau memang menyukai Vino kenapa kau harus menjelek-jelekkanku agar Vino mau mendengarkanmu dan meninggalkanku? Kenapa Jean?"


Jeany menggelengkan kepalanya. "Tidak Na... Aku sama sekali tidak melakukan itu, aku tidak pernah menyikai Vino, aku juga tidak menjelek-jelekanmu, itu semua pasti ulah Vino Na, dia mengambil ponselku, dan dia pasti yang menulis serta mengirikan ke ponselnya....! Aku tidak melakukan itu semua, Vino menjebak kita Na...!"


"Jean... Sudah aku bilang berhenti menuduh Vino, ada apa denganmu ini? Untuk apa Vino menjebakku? Apa selama ini aku melakukan kesalahan yang besar sehingga bisa memancing orang untuk memiliki niat jahat padaku? Tidak kan?? Vino benar-benar mencintaiku, dia sangat menghormatiku, dia benar-benar tulus, lalu untuk apa dia menjebakku?


Jean...! Kita sudah berteman sejak lama, dan aku sangat mempercayaimu, tapi lihatlah kekacauan apa yang sudah kau lakukan ini... Kau tidak seperti Jeany yang ku kenal. Aku benar-benar kecewa padamu...! Kurasa persahabatan kita ini cukup sampai disini saja...!"


Jeany langsung meneteskan airmatanya, menatap Rana nanar. Jeany merasa hancur sekali, usahanya untuk menyelamatkan Rana juatru berakhir seperti ini. "Kau memutuskan persahabatan kita begitu saja hanya karena aku tidak bisa memberimu bukti tentang betapa tidak bermoralnya lelaki itu?" Jeany menunjuk ke arah Vino yang berdiri di luar.

__ADS_1


Airmata Jeany mulai membanjiri kedua pipinya. "Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantumu agar kau terhindar dari segala niat buruk laki-laki itu, tapi justru ini hasil yang harus ku dapatkan" Jeany menyeka airmatanya lalu tersenyum. "Its okay Na, jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku menghargainya dan aku tidak menyesal sama sekali sudah berusaha sejauh ini untuk menolongmu, aku berdoa semoga dugaanku salah, dan kau bisa berbahagia dengannya! Aku tetap akan menganggapmu sebagai sahabatku meskipun kau tidak lagi melakukannya! Selamat, semoga pernikahanmu nanti dilimlahi kebahagiaan, permisi...!"


Jeany meraih tasnya yang ada di atas meja lalu pergi meninggalkan Rana. Saat berpapasan dengan Vino, Jeany berhenti dan memandang laki-laki itu dalam-dalam. "Selamat kau sudah mendapatkan kepercayaan Rana, aku kalah darimu, aku tidak tahu dengan semua yang kau lakukan kemarin dan apa rencanamu aku sama sekali tidak tahu, hanya saja tolong bahagiakan dia, jangan menyakitinya...!" Ucap Jeany kemudian dia pergi meninggalkan rumah Rana.


Jeany pergi dengan perasaan sedih, kecewa dan hatinya sangat hancur sekali. Seluruh usaha dan niat baiknya justru berakhir seperti ini. Jeany terpaksa kehilangan sahabat terbaiknya padahal dia melakukan ini adalah untuk kebahagiaan Rana. Sayangnya, Jeany tidak bisa melawan kekuasaan Vino. Entah apa yang dilakukan oleh Vino sehingga Edward juga harus mengatakan kebohongan kepada Rana tentang apa yang sebenarnya terjadi padahal kuncinya ada di Edward.


Jeany memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah tentang Edward, karena Jeany tahu bahwa Edward juga pasti punya alasan kenapa harus melakukan itu. Jeany tidak ingin menambah beban Edward dengan menekan lelaki itu. Mungkin Jeany juga tidak harus lagi berhubungan dengan Edward. Dia tidak ingin Edward jatuh ke dalam masalah yang lebih besar lagi.


Mengenai Vino dan Angel, Jeany masih tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi di antara keduanya dan kenapa mereka membohongi Rana, tetapi Jeany berharap bahwa keduanya tidak memiliki niat jahat kepada Rana. Tidak ada lagi yang bisa Jenay lakukan sekarang, Rana sudah marah kepadanya dan mengakhiri hubungan persahabatan mereka. Satu yang pasti, Jeany tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaan untuk Rana, karena Rana adalah sahabat terbaiknya.

__ADS_1


Rana sudah memilih jalan hidupnya dengan Vino, Jeany mengerti sekali hal itu karena Rana sudah dibutakan oleh cinta dan kasih sayang Vino. Entah cinta dan kasih sayang itu benar-benar tulus atau semua itu palsu. Tetapi itulah jalan yang diambil Rana, Jenay akan menghormatinya. Jika Rana tidak mempercayai ucapannya dan menganggapnya berbohong atau memfitnah Vino, itu juga hak Rana. Yang terpenting Jeany sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk sahabatnya walaupun endingnya menjadi buruk seperri ini, tetapi Jeany tidak menyesal sama sekali, dia sudah melakukan hal sebisanya untuk Rana.


Jeany membuka pintu mobilnya, menyeka airmatanya dengan kasar lalu tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri. Dia sudah kehilangan Rana, dia juga tidak akan bisa lagi mendengar tawa Rana, tetapi Jeany akan mencoba belajar untuk menerima itu. Jeany menyalakan mobilnya dan meninggalkan rumah Rana.


__ADS_2