Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 37


__ADS_3

Rana yang masih terkejut pun mencoba bangkit dari tempat tidur dan mendekati Vino walaupun sebenarnya dia takut melihat Vino bertingkah aneh dan tidak seperti biasanya. "Kau kenapa??? Jangan bercanda, jangan membuatku takut??? apa maksudmu tentang menghancurkanku???" Tanya Rana pelan.


Hening. Tetapi Vino tidak bergeming dan terus menatap Rana tajam. "Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar, nikmati saja hari-harimu yang luar biasa disini....!" Vino mendorong Rana dengan keras hingga Rana hampir jatuh, kemudian Vino meninggalkan Rana begitu saja dengan mengunci pintu tralis besi baru kemudian menutup pintu kayu juga.


Rana yang menyadari bahwa dia di kunci oleh Vino, segera berlari dan berteriak memanggil Vino. Rana masih tidak mengerti apa maksud dari ucapan Vino itu. Rana masih belum bisa membedakan apakah ini bagian dari kejutan Vino atau Vino benar-benar menguncinya. Tetapi jika Vino menguncinya lalu kenapa lelaki itu melakukan hal ini, kesalahan apa yang sudah dilakukan olehnya sehingga Vino marah. Rana sama sekali tidak mengerti.


Rana kemudian berhenti berteriak memanggil Vino dan memilih melangkah menuju tempat tidur lagi. Rana duduk, terdiam karena dia masih bingung dengan keadaan yang dihadapinya saat ini. Untuk menenangkan dirinya, Rana memilih berpikir positif bahwa ini adalah bagian dari kejutan yang disiapkan oleh Vino. rana tidak mau berpikir hal buruk tentang suaminya.


Rana pun menenangkan dirinya dengan melihat suasana kamar yang dihias. Kamar ini terlihat cantik dengan hiasan-hiasan itu, Rana semakin yakin bahwa apa yang tadi Vino lakukan dan ucapkan adalah bagian dari kejutan untuknya, karena tidak mungkin jika seandainya Vino marah padanya Vino akan menghias kamar ini. Hanya saja sepertinya ruangan ini begitu tertutup dan sedikit aneh. Selain ada tralis besi di jendela dan pintu, ada juga sebuah lubang kecil berukuran 25cm dan tingginya sekitar 10cm di bagian kiri depan. Rana tidak tahu fungsi lubang itu untuk apa, hanya saja Rana sempat berpikir ini ruangan seperti sebuah penjara. Rana menggelengkan kepalanya lalu tersenyum dan menepiskan pemikiran buruknya itu lagi, dan tetap berpikir positif mungkin lubang itu difungsikan untuk hal lain.


Karena dia tidak tahu jika Vino akan mengajaknya kesini, Rana meninggalkan ponselnya di rumah Vino. Rana berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian yang ada di kamar ini. Dia ingat jika tadi Vino mengatakan tentang pakaiannya di koper yang tidak ada di rumah Vino, mungkin pakaiannya itu ada disini. Rana membuka lemari pakaian itu dan menemukan lemari itu dalam keadaan kosong.


"Kosong? Apa Vino belum membawanya kesini ya???" Gumam Rana. "Ah sudah tidak apa-apa, nanti pasti akan dibawa kesini...!"

__ADS_1


Rana kemudian memilih berkeliling ke seluruh kamar itu. Sambil berharap Vino nanti akan datang lagi dengan wajah bahagia seperti sebelumnya.


★★★★★★★


Sementara itu, setelah mengunci Rana di dalam kamar, Vino masuk ke kamar lain dimana disana ternyata dia sudah ditunggu oleh Angel. Melihat kedatangan sang kekasih, Angel tersenyum dan Vino juga langsung memeluknya. "Aku sangat merindukanmu?" Ucap Vino seraya mendaratkan sebuah kecupan di kening Angel.


"Kau tidak kunjung datang, aku bosan sekali di tempat ini, tidak ada yang bisa kulihat selain the great wall milikmu ini....! Ini sangat menyesakkan...!" Gerutu Angel.


Vino terkekeh ketika mendengar kata great wall dari Angel. "Kau ini aneh, kau sendiri yang menyuruhku untuk membuat tembok itu dan kau sekarang menggerutu...!"


Vino mengernyit. "Menyentuhnya??? Aku sama sekali tidak bernapsu, tidur disebelahnya saja aku muak, aku menahannya hanya untuk malam itu saja....! Karena aku belum melakukan itu dengannya, bagaimana jika aku melakukannya denganmu saja??? Sudah beberapa hari kita tidak melakukannya dan aku sangat merindukannya...! Aku akan merasa lebih baik jika sudah memasukimu...!"


Vino mulai mencium Angel, dan peremluan itu langsung menerimanya. Mulut mereka beradu dan lidah mereka berjalinan disana. Vino selalu merindukan hal ini ketika bersama Angel. Ketika akhirnya ciuman mereka terlepas, keduanya pun mencoba mengatur napas masing-masing.

__ADS_1


Kemudian dengan lembut Vino mengangkat Angel dan membaringkannya di tempat tidur. Vino kembali menikmati bibir Angel dan bergerak dengan lembut di atas Angel. Jemarinya menyentuh pelan, menyentuh lembut bagian depan gaun Angel, membuat perempuan itu terkesiap. Lalu dengan lembut tetapi cekatan, Vino mengangkat gaun putih Angel, begitu pelan gerakannya, seolah ingin menyiksa dirinya sendiri, seperti seorang lelaki yang membuka hadiahnya dengan penuh antisipasi dan kemudian mengintip dengan hati-hati.


Vino menunduk dan menghisap milik Angel yang ada di depannya. Angel memejamkan mata dan suara lirih penuh kenikmatan terdengar dari mulutnya. Napasnya tersenggal dan Angel menjambak rambut Vino tetapi menekan kepala lelaki itu ke dadanya.


Angel terbaring dengan mata berkabut, dengan napas terengah dan terasa melayang akibat sensasi luar biasa nikmat yang menyelimuti tubuhnya, bersumber pada miliknya. Gerakan bibir dan lidah Vino begitu ahli, membuat Angel berkali-kali mengerang ketika Vino dengan sengaja menggerakkan lidahnya memutar, menggoda titik itu. Membuat Angel seakan dibawa ke sebuah tepi pencapaian yang begitu tinggi. Angel memejamkan matanya. Dia sudah sampai ke tepi itu, dia juga bibirnya, merasakan sensasi panas melandanya dan menggetarkan, serta membawanya ke suatu tempat yang begitu indah. Napasnya tersengal, jantungnya berdetak cepat, matanya terpejam menyerap rasa nikmat itu.


Setelah merasa puas, akhirnya Vino menyatukan dirinya bersama dengan Angel. Dia bergerak dengan sangat ahli menikmati setiap detiknya. Dan Angel tidak berhenti meracau menikmati setiap sentuhan Vino. Mereka berdua terbuai dengan lenyatuan itu. Angel selalu merasa melayang ketika Vino menghujaninya dengan gerakan ahli dan itu selalu terasa luar biasa, sampai Angel tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata selain hanya bisa meracau karena sensasinya.


Puncak sudah diraih, Vino tengkurap diatas Angel dan mengatur napasnya, sampai akhirnya dia bergerak dan berbaring disebelah Angel. Vino merasa mengantuk sekali begitu juga dengan Angel. Mereka berdua kemudian tidur berpelukan di balik selimut tebal itu.


Sore akhirnya tiba. Vino membuka matanya dan Angel masih tidur dalam pelukannya. Vino melihat jam yang sudah menunjukkan pukul satu siang, dia dan Angel harus segera pulang meninggalkan tempat ini. Vino tidak bisa membiarkan Angel terlalu lama ditempat pengap seperti ini. Karena disini memang minim sirkulasi udara, mengingat dia membuat tembok yang begitu tinggi sehingga angin sulit untuk masuk.


Vino membangunkan Angel dan lekas menyuruh perempuan itu mengenakan pakaiannya lalu mengajaknya untuk pulang. Angel menguap dan mencium Vino. "Kau mengajakku pulang, apa nanti kau akan kembali kesini lagi???" Tanya Angel.

__ADS_1


"Untuk apa aku kesini lagi, perempuan bodoh itu sudah ada yang menjaga disini, aku sudah memerintahkan pelayan untuk mengantar makanan sehari 3X lewat lubang itu...! Aku kembali kesini seminggu lagi juga tidak masalah, penjagaan disini sudah ketat, jadi si bodoh itu tidak akan bisa pergi dari tempat ini....! Ayo kita pulang...!" Ujar Vino.


Angel menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan Vino lalu melangkah memunguti pakaiannya yang tercecer. Memakainya, hal yang sama juga dilakukan oleh Vino. Setelah itu mereka berdua keluar kamar untuk meninggalkan rumah ini dengan Rana yang terkunci di dalam kamar itu


__ADS_2