
Beberapa hari kemudian.....
Vitto dan Rana sudah kembali dari Swiss kemarin dan mereka juga sudah pergi ke Paris untuk memberitahu tante Vitto yang tinggal disana tentang keadaan Papa nya. Dan tante nya akan mengurus segala nya untuk kepindahannya ke Swiss dalam satu hingga dia minggu, sehingga nanti bisa menyusul kesana. Dan sementara waktu, Vino dan Arindah akan tinggal bersama Papa nya di rumah milik Aditya sambil mencari rumah sakit bagus untuk pengobatan lanjutan sekaligus mencari apartemen di dekat rumah sakit untuk di tinggalin nanti nya, karena tidak mungkin harus merepotkan Aditya, meskipun sebenarnya Aditya tidak mempermasalahkan hal itu. Akan tetapi Vino dan Vitto merasa tidak enak dan akan mencari apartemen saja di dekat rumah sakit. Dan Aditya juga masih membantu mereka untuk mencari rumah sakit dan dokter yang bagus di Zurich. Bahkan Aditya juga sudah menyuruh staff nya untuk membantu mencari apartemen yang bagus juga disana.
Vitto punya tanggung jawab besar saat kembali ke Indonesia, dia harus mengurus kantor selama Vino pergi, selain itu dia juga harus membantu Rana menyiapkan persiapan pembukaan bakery nya, Vitto juga masih harus tetap menjalankan pekerjaannya dimana dia masih memiliki jadwal untuk pemotretan hingga syuting iklan dan satu lagi, Vitto harus memastikan keamanan Rana seperti sebelumnya. Rana masih tetap tidak bisa bebas pergi tanpa di ikuti oleh bodyguard dan juga harus seijin Vitto. Dan Vitto memilih untuk pulang di rumah Rana, karena Vitto merasa disana lebih aman dan ketat penjagaan nya. Serta yang juga harus Vitto lakukan, adalah mengakomodir anak buahnya mengawasi pergerakan orang-orang yang di rasa punya rencana jahat kepada keluarga nya.
Vitto keluar dari lift dan berjalan menuju ruangannya. Sudah lebih dari satu bulan dia tidak datang ke tempat ini. Vitto langsung di sambut oleh sekretaris Vino. "Pagi pak... Saya sudah di beritahu pak Vino jika hari ini anda akan kembali ke kantor dan menggantikan beliau beberapa hari ke depan untuk mengurus pekerjaannya selama beliau pergi... Dan sekretaris anda yang baru juga sudah mulai bekerja kemarin, sekarang sedang dalam tahap pengenalan kantor dan tugasnya..."
"Oke..."
"Dan ini berkas yang harus pak Vitto periksa, juga bapakan bisa bertanya pada saya jika mungkin ada hal yang belum bapak ketahuilah atau mengerti, setelah makan siang, ada meeting dengan klien, saya akan mendampingi bapak.. "
"Baiklah... Aku akan periksa berkas nya..." Vitto menerima berkas-berkas itu dan masuk ke ruangan nya.
Vitto melepaskan jas yang di pakai nya. Dia duduk di kursi kerja nya dan mulai membuka berkas yang di berikan oleh sekretaris Vino tadi. Tetapi Vitto tiba-tiba tersenyum dan mengambil ponsel nya. Dia mencari kontak Rana untuk menghubungi istri nya itu. Baru sekitar satu jam berpisah dengan Rana, dia sudah merindukan perempuan itu. Mungkin karena akhir-akhir ini dia selalu bersama Rana setiap waktu sehingga itu sudah seperti kebiasaan. Ketika jauh dari perempuan itu, Vitto langsung merindukan nya.
"Hai sayang... Apa kau sudah berangkat????" Tanya Vitto ketika panggilannya di angkat oleh Rana.
"Aku sudah dalam perjalanan kesana, bersama Tania dan Mario... Kau sudah sampai di kantor???" Tanya Rana balik. Saat ini Rana sedang dalam perjalanan menuju bakery nya, dia harus mulai menyibukkan diri untuk persiapan pembukaan bakery nya. Membuat kue dan mengajari beberapa pegawai nya nanti. Karena ada beberapa yang baru dan beberapa juga pegawai lama yang dulu sudah membantu Rana. Rana sebelumnya sudah menghubungi mereka untuk meminta mereka kembali bekerja lagi dengan nya jika memungkinkan, serta meminta maaf karena permasalahan dulu yang membuat mereka harus kehilangan pekerjaan. Rana senang sekali, karena mereka mengatakan sanggup dan bersedia untuk bekerja dengan Rana lagi. Dan kaki ini bakery sudah lebih besar dan juga tidak hanya sebagai bakery saja melainkan menjadi sebuah cafe, tentu butuh pegawai tambahan. Sehingga harus di latihan dan di beri arahan sebelum memulai pekerjaan mereka. Hari ini Rana akan memulai nya.
"Aku baru saja sampai, dan aku menghubungimu karena aku sangat merindukanmu... Kita akhir-akhir ini terbiasa bersama jadi baru berpisah sebentar, aku sudah merindukan mu.. "
"Bolehkah aku mengatakan bahwa kau terlalu lebay??? Hehehe"
"Biarkan saja... Memang apa yang salah jika aku merindukan istriku... Oh iya, kau akan pulang jam berapa??? Jika masih siang, kau ke kantor saja menemaniku... "
"Aku harus memberi pelatihan di Bakery, dan aku juga harus membuat banyak kue, jadi seperti nya sore baru pulang.... Jeany akan datang juga untuk membantuku.. "
"Sore ya??? Baiklah, aku akan menjemputmu nanti.."
"Tapi aku kan sudah bersama Tania dan Mario, masa mau
di jemput???"
"Ya tidak apa-apa, nanti mereka bsa mengawal kita pulang.. Pokok nya aku akan menjemputmu, dan sampaikan salamku untuk Jeany, sudah dulu ya??? Pekerjaan ku sudah menumpuk di depan mata, kau hati-hati dan jangan jauh dari Tania dan Mario, harus ada mereka bersamamu... "
"Iya.... Ya sudah... Kau lanjutkan bekerja... Enjoy your day... And bye bye... I love you... " Ucap Rana.
__ADS_1
"I love you too.... And enjoy your day baby.... bye... " Vitto mengakhiri panggilan nya dan mulai memeriksa pekerjaan nya.
***
Beberapa jam kemudian....
Jam makan siang tiba, Rana dan Jeany memilih duduk di bangku kayu yang ada di area outdoor yanga da di Bakery Rana. Mereka menikmati makan siang berdua setelah selesai membreefing pegawai baru, mengajari mreka membuat minuman dan melayani customer. Rana juga sudah selesai membuat beberapa kue dan juga roti, untuk mengisi etalase nanti nya. Dan akan kembali berlanjut setelah jam makan siang selesai. Rana masih akan membuat beberapa kue lagi. Senang sekali rasanya karena Jeany membantu nya, dan sudah lama juga tidak bertemu Jeany.
"Aku berpikir kau dan Vitto tidak berniat pulang.... Kalian pasti bersenang-senang sekali disana... " Ucap Jeany.
Rana tersenyum. "Kau benar... Aku sama sekali tidak berniat pulang, haahaha tapi pekerjaan disini begitu banyak, dan Vitto juga memiliki kontrak yang harus dia lakukan... Aku sempat takut, setelah kami menikah, Vitto akan kehilangan banyak pekerjaannya tetapi ternyata tidak... Bahkan dia juga sudah mendapat tawaran untuk bermain film dan series lagi... "
"Lalu apa dia menerima nya???" Tanya Jeany.
"Dia masih memikirkannya dan pasti butuh membaca skrip nya.. "
"Romantis???? Hmmmm apa kau melarangnya untuk menerima tawaran itu???"
"Aku tidak pernah melarangnya melakukan pekerjaannya, jika hanya sekedar formalitas dan tuntutan peran, why not??? Toh itu hanya sekedar peran... Selagi Vitto masih berpegang pada tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan juga janji pernikahan ya aku sebenarnya tidak masalah juga... Aku tidak ingin menjadi penghalang dari karir yang sudah di bangun Vitto sejak lama, dan aku tahu itu juga tidak di raih dengan mudah... Apapun yang akan dia lakukan aku akan selalu mensuppor nya selama masih dalam batasan... "
. Jeany melempar senyumnya. "Pemikiran yang cerdas... Aku yakin Vitto akan selalu jadi orang yang profesional, bekerja dengan baik dan tahu batasan yang harus di lakukannya... Hmmm.... Kenapa kau pelit sekali di sosial media???"
"Kau dan Vitto hanya membagikan satu foto saja di setiap postingan, padahal pasti fans Vitto ingin melihat kehebohan bulan madu kalian disana, berbagi story pun tidak pernah menunjukkan wajah kalian, dan hanya memperlihatkan suasana alam disana saja, mereka juga pasti kepo, salah satu nya adalah aku.... Sebegitu nya kalian menjaga privasi kalian..."
Rana tertawa. "Hahaha bukan seperti itu... Vitto yang meminta agar jangan mengupdate banyak foto, dan memilih satu foto yang terbaik saja... Aku menurut saja dengannya... "
"Sudah aku duga... Pasti Vitto yang melarang mu... Sekarang tunjukan foto-foto kalian disana???"
"Baiklah...!" Rana membuka galeri di ponsel nya dan memberikan ponselnya pada Jeany.
__ADS_1
"Aiiihhh kalian benar-benar romantis sekali.... Seperti nya aku harus mengagendakan untuk pergi ke Swiss..." Gumam Jeany sambil terus melihat foto-foto di ponsel Rana.
"Kau harus mengagendakan nya dengan Edward, itu tempat yang luar biasa untuk bukan madu... " Rana menimpali dengan santai nya sambil menyeruput cappuccino ice nya.
"Rana..... Berhentilah menggodaku.... "
Rana tertawa. "Aku tidak bercanda... Kau sudah begitu cocok dengan Edward, menunggu apa lagi???? Langsung saja menikah, pergi ke Swiss, pergi ke Maldives, pergi ke Paris, ke Fiji atau ke Finlandia juga bagus...."
"Aku bisa pergi sendiri.... " Ujar Jeany dengan kesal, hal itu mengundang gelak tawa Rana.
Di tempat lain....
__ADS_1
Clara sedang duduk di sebuah cafe bersama dengan Vita, Mama Vitto dan Vino. Mereka menikmati makan siang bersama sekaligus ingin membahas rencana mereka lusa nanti di acara pembukaan bakery Rana. Vita sudah terpengaruh oleh setiap ucapan Clara hingga dia pun tidak segan untuk memisahkan Vitto dari Rana.
"Seperti rencana awal, aku akan mencoba membuat keributan di acara itu, dan mempengaruhi Rana... Dia akan merasa tidak tenang nanti nya dan menjauhi Vitto atau marah pada Vittk.. Lalu cari kesempatan saat Rana tidak bersama Vitto, dan lakukan apa yang jadi rencana kita sebelumnya... Rana harus di beri pelajaran agar dia kapok dan berhenti memanfaatkan Vitto untuk mengeruk keuntungan dari anak tante.... Sudah cukup Vino di permainkan oleh perempuan seperti Angel, jangan sampai Vitto juga di jadikan korban oleh Rana..." Clara memberikan sebuah kotak kepada Vita. "Ini harus tante gunakan nanti, jangan lupa untuk tidak meninggalkan sidik jari tante... Pisau ini sangat tajam.... Buang dan musnahkan kotaknya setelah menerima ini dariku... " Ucap Clara.