Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 341


__ADS_3

Rana memilih masuk ke kamar tamu dan mandi disana. Merasa kesal sekali karena Vitto sepertinya menyimpan sesuatu darinya dan tidak mau menceritakan kepada nya, padahal dulu Vitto sering mengatakan jika tidak akan pernah menyembunyikan sesuatu darinya apapun itu. Rana ke kamar mandi. Membiarkan Vitto menyadari kesalahannya.


Vitto masih berdiri terdiam, menatap kepergian Rana. Entah perempuan itu marah kepada nya atau karena memang membiarkannya menggunakan kamar mandi disini sedangkan Rana akan mandi di kamar mandi yang ada di kamar tamu. Vitto pun akhirnya mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi juga. Nanti dia akan berbicara pada Rana dan berharap perempuan itu tidak marah kepadanya.


****


Sudah lebih dari satu jam Vitto menunggu Rana di kamar, tetapi perempuan itu tidak kunjung kembali, biasanya Rana tidak akan lama berada di kamar mandi, paling lama hana sekitar setengah jam, tetapi ini sudah lebih dari satu jam. Vitto mulai cemas dan menyadari jika Rana pasti sedang marah kepadanya. Perempuan itu tidak pernah meluap-kuap ketika sedang marah, tetapi memilih diam dan menghindar. Diam nya Rana adalah boomerang bagi Vitto. Vitto beranjak dari tempat tidur, keluar kamar untuk mencari Rana yang sepertinya berada di kamar tamu.


Vitto memutar gagang pintu, membuka nya pelan karena tidak di kunci. Dia mengintip, benar saja, dia mendapati Rana berbaring di atas tempat tidur. Vitto membuka pintu dan masuk, yang ternyata Rana sudah tertidur di dalam kamar tamu. Rana sepertinya benar-benar marah hingga tidak mau tidur di kamar dan memilih menghindar lalu tidur di kamar tamu.


Vitto perlahan naik ke tempat tidur dan berbaring di sebelah Rana. Dia tidak akan mengganggu istrinya yang sedang terlelap itu, tahu bahwa Rana sangat lelah sekali seharian ini. Vitto juga ingin segera tidur. Tetapi dia mencoba berpikir bahwa sepertinya dia memang harus menjelaskan semua nya pada Rana. Dia harus meyakinkan diri untuk menjelaskan segala nya besok. Tidak nyaman jika harus melihat Rana marah karena dia tidak jujur pada istrinya itu. Vitto juga mengutuk dirinya sendiri kenapa dia harus memancing masalahnya sendiri tadi dengan membahas masalalu yang akhirnya membuat Rana mencurigai nya, dan Vitto tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari perempuan itu. Jika sudah terlanjur seperti ini, yang harus dia lakukan hanyalah mengatakan yang sebenarnya, meskipun bisa jadi nanti Rana semakin marah kepadanya.


Vitto berbaring nya langsung, menatap langit-langit kamar. Ini bulan madu nya yang kedua, tetapi karena kecerobohannya, Rana justru marah kepada nya. Padahal dia sudah membayangkan untuk bersenang-senang dengan Rana sebelum tidur. Benar kata orang, diamnya seorang perempuan adalah kiamat bagi laki-laki. Hancur segala rencana yang sudah ada dalam bayangan.


Vitto memiringkan tubuhnya, meletakkan lengan kiri nya di atas bantal dan dia juga meletakkan kepala nya di lengannya itu sebagian alas. Rana tidur miring menghadap kanan sehingga dengan posisi itu Vitto bisa menatap wajah istrinya yang sedang tidur. "Aku minta maaf... " Gumam Vitto dalam hati sambil tersenyum lalu mengecup punggung tangan Rana.


Setelah mencium, Tiba-tiba Rana membuka matanya dan bertatapan dengan Vitto.Menyadari itu, Rana segera menbalikkan badannya dan membelakangi Vitto.


"Kau marah ya???? Sampai tidak mau kembali ke kamar???" Tanya Vitto, akan tetapi Rana tidak menjawabnya dan justru menarik selimutnya ke atas.


"Sayang..... Aku minta maaf....!!!" Ucap Vitto lagi sambil membalikkan tubuh Rana.


Perempuan itu yang awalnya miring menjadi berbaring, tetapi enggan menatap Vitto. Sedang kan Vitto merubah posisi nya menjadi tengkurap tetapi mendekatkan wajahnya di wajah Rana sambil tersenyum dan mengecup kening istrinya. "Maaf ya....??? Please jangan marah...???? Aku tidak bisa melihatmu seperti ini, dan mendiamkan ku.... Kita sedang berbulan madu, jadi jangan malah seperti ini.... Maaf...??? Please???" Vitto memegang tangan Rana dan mengecupnya.

__ADS_1


"Aku mengantuk.... " Ucap Rana ketus.


"Aku memang bodoh, seharusnya aku tidak boleh merahasiakan sesuatu padamu, tetapi aku sebenarnya hanya takut kau marah padaku jika aku mengatakannya padamu, karena menurutku ini adalah sebuah aib dan jika mengingatnya aku mu dengan diriku sendiri.... " Ujar Vitto. Mendengar itu, Rana pun mengarahkan pandangannya dan menatap tajam Vitto.


Vitto kembali menggenggam tangan Rana, menciumi lagi tangan lembut istrinya itu. "Aku bingung harus memulai nya darimana, aku ingin mengatakan sesuatu tetapi please jangan marah atau menghakimi ku.. Ini adalah aib dan kebodohanku di masalalu, tetapi percayalah bahwa aku sudah tidak berbuat melakukannya lagi, karena aku sangat mencintaimu, bahkan cinta itu lebih dari aku mencintai diriku sendiri... "


Rana tidak bereaksi dan memilih tetap diam, mencoba mengetes Vitto, apakah lelaki itu tetap mau bicara atau tidak, meskipun sebenarnya Rana juga penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan oleh suaminya.


"Pagi, sebelum kita berangkat ke airport, Vino menghubungiku, memberitahuku jika ada seseorang yang datang ke kantornya, mencariku dan juga datang ke rumah sebelumnya tetapi dia tentu tidak menemukanku karena aku ada di rumah Supernova bersamamu.... Vino tidak mengatakan apapun mengenai dimana aku berada, karena aku rasa Vino juga masih belum tahu jika aku di rumah Supernova..." Ujar Vitto. Lagi-lagi Rana hanya diam, tetapi Vitto tahu bahwa Rana juga ingin mendengarkan semua nya.


"Lalu saat kita sampai disini, aku mendapat laporan dari anak buahku yanng aku tugaskan mengikuti Mama, ternyata anak buahku mendapati Mama bertemu dengan orang yang pagi sebelumnya datang ke rumah dan juga ke kantor, mereka berdua mengobrol dan entah membicarakan apa... Hanya saja baik Vino dan Aku sendiri memiliki firasat buruk mengenai pertemuan mereka... Kami mengkhawatirkan sesuatu yang mungkin mereka berdua rencana kan, mengingat orang itu juga mengantar Mama pulang... Kau pasti tahu bahwa aku tidak pernah bisa mempercayai Mama begitu saja... Karena sudah sering dia menjebak dan menipuku juga Vino..."


"Siapa orang itu???" Akhirnya Rana mulai bicara.


"Mantan kekasihmu???" Tanya Rana lagi.


Vitto menggelengkan kepala nya. "Bukan kekasih, karena aku tidak pernah punya hubungan apapun dengannya, dalam artian hubungan sepasang kekasih atau semacamnya... Hubungan kami lebih kepada mencari kepuasan untuk diri kami..."


"Lalu..??? Hubungan masalalu apa yang kalian jalani sehingga kau dan dia sama-sam membutuhkan??? Dan bagaimana bisa seorang perempuan tanpa ada ikatan dalam hubungan mau melakukan hal seperti itu????" Tanya Rana.


Vitto terdiam menatap Rana meragu. Ada perasaan malu di hati nya untuk mengungkapkan masalah ini. Tetapi dia sudah sejauh ini, jadi tetap pilihan nya adalah mengatakan semua nya pada Rana. "Dia peIacur tetapku, aku selalu menghubungi nya jika aku sedang ingin bercinta....! Dan dulu aku tidak bisa lepas darinya..." Gumam Vitto.


Rana terlonjak dan bangun. "Apa......?????? Kau memiliki seorang peIacur???? Astaga..... Apa sebegitu bebasnya kehidupanmu dulu sampai kau memiliki hal semacam itu???" Seru nya.

__ADS_1


Vitto juga bangun dan duduk menghadap ke arah Rana. "Begitulah adanya, tetapi dia bukan peIacur jalanan ataupun yang ada di Iokalisasi, kelasnya adalah pria-pria kaya, dan dia tidak sembarangan dalam memilih pria untuk bisa dia layani... Aku memanggilnya tentu saja juga memberikannya uang sebagai bayarannya ataupun terkadang berupa barang yang dia inginkan... "


Rana mengusap wajahnya kasar dan terlihat frustasi. Tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. "Tetapi tetap saja dia peIacur, dia selalu berganti-ganti pasangan.... Kenapa mau tidak mengatakan ini sejak awal padaku..?? Bagaimana kalau dia punya penyakit dan kau tertular???? Lalu juga berpindah kepadaku??? Astaga....."


"Tidak sayang.....!!! Setiap aku melakukannya aku menghindari kontak fisik secara langsung dengannya, aku tidak pernah menciumnya, atau melakukan apa yang biasanya kita lakukan, dan aku selalu menggunakan pengaman... Dan dia juga tidak pernah aku ijinkan untuk oraI menggunakan mulutnya, hanya tangannya saja.... Sekalipun aku tidak pernah mencium bibirnya... Aku hanya memperlakukannya seperti perempuan yang memang sengaja aku bayar, dan tidak membebaskannya seperti dia pasanganmu atau kekasihku... Dan inilah alasanku kenapa aku belum siap memberitahu mu... Aku tidak ingin merusak honeymoon kita dengan cerita ini, dan berniat mengatakannya nanti setelah kita pulang... "


"Kau bisa menceritakannya jauh-jauh hari... Sebegitu bebasnya kehidupanmu dulu???? Ya, aku tahu dan aku sangat menyadari bagaimana kehidupan orang-orang kaya seperti kalian, terlebih lagi kau adalah seorang yang bergelut di dunia entertaint, aku memaklumi jika kau mungkin sudah sering melakukan hubungan badan dengan kekasih-kekasihmu sebelumnya, tetapi membayangkan kau memiliki seorang peIacur sama sekali tidak pernah ada dalam bayanganku... Astaga....."


Vitto menundukkan kepala nya. "Ya aku menyadari jika perbuatanku tidak di benarkan... Tetapi saat ini dan setelah aku bertemu denganmu, aku sudah menjauhi hal demikian.. Dan hubunganku dengan Clara juga sudah berakhir jauh sebelum aku bertemu denganmu.. Aku terkejut karena setelah sekian lama dia sekarang kembali lagi, dan Vino bilang dia kembali karena mendengar aku menikah..."


"Dan maksudmu dia kembali untuk menggodamu lalu kalian akan berhubungan seperti dulu lagi??? Karena seperti itu biasanya yang di lakukan oleh perempuan-perempuan seperti mereka, menggoda laki-laki lain yang sudah berpasangan, dan aku yakin pria-pria yang membayarnya juga adalah pria-pria yang pasti memiliki pasangan ataupun istri.. Benarkan???"


Vitto menganggukkan kepala nya. "Itulah yang aku khawatirkan, dan Vino juga sudah memperingatkan ku kemarin agar aku berhati-hati, terlebih lagi Clara bertemu dengan Mama, hal itu semakin membuatku khawatir karena Mama selalu punya berbagai drama yang bisa membuat kegaduhan...." Ujar Vitto dengan penuh penyesalan, dan sangat berharap Rana tidak marah kepadanya. Tetapi Vitto sadar dan bisa melihat kekecewaan di mata Rana.


"Aku menyadari bahwa kau pasti akan kecewa mendengar semua ini, tetapi percaya lah aku tidak akan pernah mengkhianati mu. aku tidak akan kembali dengan Clara... Hidupmu sangat sempurna sekali denganmu, aku sudah tidak menginginkan apapun lagi selain kebahagiaan kita berdua... Clara bagian dari masa lalu ku yang kelak, aku dulu hanya tidak tahu bagaimana cara nya menghabiskan uangku sehingga aku banyak sekali melakukan kesalahan yang saat ini aku sangat menyesali nya... Aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan dan itu sudah membuatmu kecewa... "


Rana terdiam. Benar sekali dengan apa yang di ucapkan oleh Vitto, bahwa saat ini dia benar-benar merasa kecewa sekali dengan apa yang baru di ungkapkan oleh Vitto. Akan tetapi Rana ingat bahwa dia tidak boleh menghakimi seseorang atas masalalu nya. Karena setiap orang punya cerita kehidupannya masing-masing termasuk Vitto. Dan lelaki itu memang terlihat benar-benar menyesali apa yang dulu pernah terjadi. Selain itu Vitto memang sangat mencintai nya. Ketakutan Vitto terlihat jelas akan sesuatu hal yang buruk yang mungkin bisa saja di lakukan oleh Clara nantinya. Rana bisa melihat semua itu dari mata Vitto.


"Kau marah??? Kau kecewa denganku???? Sekali lagi aku minta maaf.... Aku sudah dan akan selalu memperbaiki diri supaya lebih baik dari sebelumnya... Im sorry, so sorry... But I really need you...." Ucap Vitto.


"It's okay... Setiap orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri... Dan kau sudah melakukannya.... Hanya saja aku sangat membenci pengkhianatan, jadi tutuplah masalalu mu dan berfokuslah pada apa yang menjadi tujuan mu saat ini.... Kau tidak perlu meminta maaf padaku, minta maaf sana pada Tuhan atas kesalahanmu di masa lalu, dan mengenai Clara, kita harus berhati-hati..." Ucap Rana.


Vitto tersenyum lebar dan langsung menghela Rana dalam pelukannya. "Akh sangat mencintaimu sayang... Aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah mengkhianati segala kepercayaanmu.. Thanks for everything.... Kau memiliki hati yang begitu luas, aku tidak bisa mengungkapkan kebahagiaanku karena Tuhan mengirimkan perempuan luar biasa seperti mu.... Akh sangat mencintaimu... "

__ADS_1


__ADS_2