Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 161


__ADS_3

Sampai dirumahnya, Vitto langsung menuju ruang makan dimana disana ada Vino dan Papanya yang sedang makan malam. Vitto melepas jasnya dan bergabung bersama dengan mereka. "Aku tidak terlambat kan...!!???" Ujar Vitto.


"Tidak... Kami baru saja makan..!" Ucap Papanya.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan sepulang dari kantor, kau tidak pernah langsung pulang, apa kau menemui seseorang???" Tanya Vino.


"Tentu saja aku menemui seseorang, kau pikir aku menemui kambing atau sapi!!!??? Ada-ada saja kau ini....!" Timpal Vitto kesal.


"Bukan begitu maksudku bangs*t....! Apa kau menemui kekasihmu atau gebetanmu....???"


Vitto menatap Vino tajam. "Lalu apa masalahmu dengan siapa yang ku temui??? Aku punya pekerjaan lain diluar kantor, dan aku mencoba profesional di kantormu, dan pekerjaanku lainnya aku kerjakan ketika aku selesai dari kantor jika itu memungkinkan, kenapa kau selalu saja mencurigaiku? Apa kau pikir aku menyembunyikan sesuatu darimu, seperti halnya kekasihmu yang payah itu....!"


Vino menggebrak meja hingga membuat seluruh benda yang ada di atas meja itu bergetar. Tatapannya menajam pada Vitto, lagi-lagi kakaknya itu mengatakan hal buruk tentang Angel. "Aku bertanya baik-baik dan kau malah merembet ke hal lain, kalau kau tidak menyukai Angel, jangan selalu katakan hal buruk tentangnya, atau aku akan menghabisimu....!"


"Habisi saja jika kau bisa, kau pikir aku takut??? Aku hanya ingin mengingatkanmu satu hal bahwa jangan pernah terlalu mencampuri urusanku, kemana pun aku pergi bukan hakmu untuk terus bertanya, daripada kau banyak bertanya tentang diriku, lebih baik kau urus saja calon istrimu dan persiapan pernikahanmu...! Lalu berbahagialah di pelaminan, upsss berbahagia atau justru menangis, aku akan melihatnya....!"


"Brengs*k kau Vit.....!" Geram Vino.


"Vino, Vitto... Diamlah dan habiskan makanan kalian.... Kalian seperti anak kecil saja... Vino, sudah Papa katakan bahwa jangan terlalu ikut campur dengan urusan Vitto... Dan kau Vit, berhentilah membawa nama Angel atau orang lain dalam pembicaraan dengan Vino...!" Ucap Papa Vino dan Vitto, wajahnya kesal karena kedua putranya itu selalu saja mendebatkan hal yang kecil dan menjadikannya besar kemudian saling mencela dan berakhir dengan kemarahan satu sama lain.


Vitto dan Vino terdiam setelah melihat kemarahan dari Papa mereka. Kemudian melanjutkan makan malamnya lagi. Vitto merasa kesal sekali pada Vino, sebenanrnya bukan karena Vino banyak memberinya pertanyaan tetapi lebih kepada kekesalannya tadi pagi dimana Vino tidak mau mengubah keputusannya mengenai Devica. Vitto sangat terganggu dengan hal itu.


Vino melirik ke arah Vitto yang duduk di depannya. Kakaknya ini selalu saja menghina Angel setiap ada kesempatan padahal Angel tidak ada dalam bahasan mereka atau Angel tidak pernah sama sekali membuat masalah dengan Vitto. Tetapi Vitto selalu saja bersikap buruk kepada kekasihnya itu. Dan apa juga maksud Vitto mengatakan mengenai menangis di pelaminan dan menyembunyikan sesuatu. Tetapi Vino tidak mau terlalu memikirkannya, Vitto hanya asal berucap dan itu sama sekali tidak penting, hanya membual.


Setelah selesai makan malam, Vitto langsung masuk ke kamarnya mengganti pakaiannya dan berbaring di tempat tidurnya. Matanya nyalang menatap langit-langit kamarnya. Satu lagi hari ini fakta yang di dapatnya dari anak buahnya mengenai Angel. Dimana tadi ketika bersama Rana, dia mendapatkan informasi itu saat anak buahnya menghubunginya.

__ADS_1


Angel di dapati sedang menemui seseorang di sebuah restoran. Anak buahnya itu berhasil mendekat ke meja yang di tempati Angel dan seseorang itu. Didengarnya bahwa Angel dan orang itu sedang membahas tentang venue pernikahan. Mengejutkannya adalah Angel menyuruh orang itu untuk berpura-pura menjadi seorang manager dari hotel yang kemarin di datangi oleh Angel. Sebuah konspirasi besar untuk mendapatkan uang dari Vino. Ya, Angel meminta orang itu berbohong dan mempersiapkan diri jika diperlukan untuk bertemu dengan Vino menjelaskan segalanya. Jika Angel berhasil mendapatkan uang dari Vino, maka Angel akan memberi orang itu bonus 20% persen dari yang akan di dapatkannya dari Vino. Dan Angel meyakinkan orang itu bahwa pernikahan itu juga tidak akan pernag terjadi. Karena dia sudah memiliki rencana besar sebelum pernikahan itu di gelar. Angel benar-benar perempuan yang licik. Itulah mengapa tadi Vitto mencela Vino bahwa bisa saja Vino akan menangis dipelaminannya nanti. Vitto akan terus mengumpulkan bukti, dan jika bisa dia akan menghentikam semua ini sebelum Angel semakin menggila.


Vitto meraih ponselnya yang ada di meja, dia lelah sekali hari ini dan ingin melihat wajah Rana sebelum tidur. Apalagi besok dia tidak akan melihat Rana selama 2 hari ke depan dan itu pasti akan sangat membuatnya merindukan perempuan yang dicintainya itu. Vitto menunggu sampai panggilan itu di angkat.


"Hai sayang....!! Lama sekali mengangkatnya??? Sibuk ya???" Tanya Vitto dengan nada manjanya.


Rana tersenyum. "Aku sedang membaca buku...! Kenapa? kau sudah makan???"


"Sudah baru saja...!"


"Kalau begitu kenapa wajahmu terlihat murung? Apa terjadi sesuatu...???" Tanya Rana.


"Biasa... Aku bertengkar dengan Vino....!"


"Bertengkar???" Rana mengernyit. "Kenapa lagi???"


"Kau ini... Kenapa begitu saja harus marah??? Lagipula tidak ada salahnya kau menjawab pertanyaan Vino dengan baik, yang ada dia malah mencurigaimu nanti kalau kau terus bersikap seperti itu, lebih baik jawab dengan alasan yang masuk akal daripada kau marah-marah... Juga masalah tadi pagi, hormati saja keputusan kantor, toh semuanya juga sudah sesuai prosedur yang ada....!"


"Iya....! Iya...!!" Ucap Vitto datar. "Besok pagi aku kesana ya? Aku mau sarapan denganmu, buatlah sesuatu yang istimewa sebelum aku pergi....!"


Rana tersenyum. "Iya... Aku akan memasak untukmu, tetapi jika besok kau kesini, lebih baik jika kau berkemas sekarang, besok tinggal berangkat...!"


Vitto mengangguk. "Iya... Ya sudah baca bukunya jangan terlalu larut, istirahat yang cukup kasihan baby nya, Mamanya harus istirahat dengan baik....!"


"Iya iya... Ya sudah... Good night...!"

__ADS_1


"Good Night.... Bye...!" Vitto menutup panggilannya dan berranjak dari tempat tidurnya untuk bersiap menegmasi pakaiannya.


Vitto mengambil koper yang tidak terlalu besar serta mengambil 1 setelan jas dan beberapa T-shirt serta celana. Kemudian memasukkannya ke dalam kopernya. Ketika sedang asyik mengemasi pakaiannya, pintu kamar Vitto diketuk oleg seseorang. Vitto lansung melangkah untuk membukanya. Ternyata Papanya yang berada disana, melempar senyum. "Boleh Papa masuk???"


"Tentu saja... Kemana si brengs*k itu? Kenaoa Papa kesini sendirian???" Tanya Vitto seraya membawa Papanya masuk dengan mendorong kursi rodanya, lalu menutup lagi pintu kamarnya.


"Adikmu baru saja pergi, katanya ingin menemui Angel, tetapi nanti akan kembali...! Bagaimana kabar Rana???"


Vitto duduk. "Dia baik Pa...!" Jawab Vitto sambil tersenyum. Mendengar nama Rana selu membuatnya berbinar penuh kebahagiaan.


"Syukurlah... Kau terlihat bahagia sekali ketika Papa menanyakan Rana....!"


Vitto tersipu. "Dia memberiku kesempatan untuk melihat ketulusan dan keseriusannku padanya... Itulah kenapa aku bahagia sekali Pa...! Aku sangat mencintainya...!"


"Jangan kecewakan dia... Sayangi dan cintai dia dengan baik...!"


Vitto mengangguk, tentu dia akan mencintai dan menyayangi Rana dengan sepenuh hatinya. Dan membuktikan keseriusannya pada Rana.


"Pa..! Benar dugaanku tentang Angel, dibalik ajakannya menikah dengan Vino, dia memiliki niat lain yang sabgat busuk...!"


"Memangnya apa lagi yang dia lakukan sekarang...!?"


..Vitto pun menjelaskan segalanya pada Papanya jika Angel sengaja mengajak Vino menikah adalah untuk mendapatkan uang dari Vino. Dimana dia kembali menipu Vino dengan alasan-alasannya untuk mengurus pernikahan padahal semua itu adalah fiktif. Angel sengaja membyar beberapa orang untuk menyamar menjadi pengurus pernimahan dan lainnya lalu dia akan diberikan uang oleh Vino.


"Aku tidak tahu lagi apa yang ada di otak perempuan itu, apa yang sedang direncanakan lagi, pasti itu adalah konspirasi besar yang sedang disiapkannya, hanya saja si Angel memastikan bahwa dia tidak akan pernah menikahi Vino, tidak tahu bagaimana caranya dia akan melakukan itu nanti, dan itu yang tadi di laporkan oleh orang-orangku yang mengikuti Angel" Ujar Vitto.

__ADS_1


"Jika begitu, kita harus bisa menghentikan kekacauan ini sebelum semakin larut....! Papa benar-benar berharap, rencana kita besok berjalan lancar....!"


__ADS_2