
Keesokan harinya........
Vitto dan Rana turun dari mobil, mereka baru saja sampai di rumah Vitto setelah dari airport. Vitto dan Rana akhirnya memutuskan pulang dari Maldives untuk menghadiri pernikahan Vino esok hari. Baru setelah itu melanjutkan lagi bulan madu mereka ke Swiss. Akan tetapi selain itu, Vitto juga di beritahu oleh pengacara jika Vitto nanti harus menjadi saksi di persidangan Angel, Jason dan Mama nya. Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk Vitto menunda keberangkatannya ke Swiss. Beruntungnya Rana mengerti dan tidak banyak memprotes.
Vitto dan Rana di sambut oleh Art, dan barang-barang mereka juga langsung di bawa masuk. Vitto dan Rana langsung menuju kamar mereka. Tidak lupa Vitto meminta Art nya agar membuatkan jus untuknya dan Rana.
Sampai di kamar, Vitto langsung melempar tubuhnya ke atas tempat tidur. "Mandi dulu...." Ucap Rana pada sangat suami.
"Aku lelah sekali... Nanti saja... " Sela Vitto.
__ADS_1
"Kau ini... Ya sudah, aku akan mandi lebih dulu.." Rana kemudian masuk ke kamar mandi meninggalkan Vitto yang sedang berbaring.
Vitto mengambil ponsel nya dari kantong celana nya dan dia akan menghubungi Papa nya, memberitahu jika dia dan Rana sudah sampai di rumah.
"Hallo Pa....???" Sapa Vitto.
"Hai Vit.... Kau sudah sampai???" Tanya Papa nya.
"Papa ada di rumah dengan adikmu, tapi dia sedang ada di kamarnya.. Nanti kami berencana ke hotel untuk mengecek persiapan terakhir disana..."
__ADS_1
"Jam berapa??? Vitto juga ingin ikut...!"
"Nanti jam tiga mungkin... Tidak perlu Vit, kau beristirahat saja, kau pasti lelah sekali setelah perjalanan jauh....."
Vitto tersenyum. "Tidak lelah sama sekali Pa... Setelah ini Vitto akan jalan ke rumah, tunggu ya???"
"Terserah kau saja kalau begitu... Papa akan memberi tahu adikmu kalu kau mau kesini..."
"Oke.. Vitto tutup dulu Pa.." Vitto pun mengakhiri panggilannya dengan Papa nya lalu tersenyum lebar. Dia merasa sangat senang sekali karena akhirnya Vino menemukan jalan yang tepat dengan menikahi Arindah. Perempuan yang baik luar dalam, dan Vitto berkeyakinan jika Arindah nanti akan mampu membahagiakan Vino dan bisa menjadikan Vino orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Karena selama ini Arindah memiliki tabiat dan pribadi yang sangat baik, lemah lembut dan mengayomi. Bahkan akhir-akhir ini Vino sering bercerita jika hubungannya dengan Arindah berjalan dengan sangat baik layaknya orang yang berpacaran meskipun sering sekali mereka menghadapi kecanggungan satu sama lain. Akan tetapi baik Vino ataupun Arindah tidak ada yang menutup diri dan saling terbuka dalam berbagai hal.
__ADS_1
Vitto berharap ini jadi awal yang baik untuk kedua nya, dan Vitto sendiri sudah menyiapkan sesuatu untuk hadiah pernikahan Vino dan Arindah. Dia sudah berdiskusi dengan Rana mengenai hal itu, dan Rana setuju. Jika hubungan kedua nya berhasil, tentu Vitto akan memberikan hadiah itu untuk mereka berdua. Dan Vitto berharap bahwa hubungan mereka akan berhasil, lalu mereka bisa saling menerima satu sama lain, dan bisa saling mencintai. Mengingat Arindah pernah memiliki perasaan itu sebelumnya pada Vino. Arindah pasti akan merasa bahagia sekali jika pada akhirnya cintanya tidak lagi bertepuk sebelah tangan. Sedangkan Vino bisa melupakan segala masalalu nya, menyongsong masa depan yang baru dan tidak terkungkung pada masalalu yang menyesakkan dada itu, tidak lagi mengulang kesalahan yang sama dan menjadi pribadi yang semakin lebih baik lagi setiap detik nya. Karena Vitto tahu bahwa sebenarnya adiknya adalah orang yang baik, hanya saja Vino terpengaruh oleh lingkungan buruk yang di ciptakan oleh Angel selama ini.