
Angel di antar untuk menemui orang yang mengunjungi nya. Angel tidak tahu jika ternyata yang mengunjungi nya adalah Vitto dan juga Vino. Ketika sampai di ruang kunjungan, Angel di buat terkejut oleh kehadiran Vino dan Vitto.
Vitto tersenyum sambil melambaikan tangannya menyapa Angel. "Hai.... Duduklah... Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu???"
Langkah Angel terhenti, dia tidak mau untuk menemui kedua saudara itu. Dia terlalu marah kepada mereka terutama pada Vino yang sudah tega menyeretnya ke penjara. Sekarang hidupnya sudah hancur dan mereka justru datang untuk mengunjungi nya. Angel menolak dan meminta agar bisa kembali ke sel nya.
Melihat kepanikan Angel, Vino berdiri dari temoat dia duduk kemudian berjalan menghampiri Angel. Vino tersenyum dan memegang bahu Angel kemudian membawa perempuan itu dan meminta agar duduk. Angel sempat memberontak tetapi tentu Vino tidak kehilangan akal, dia tetap menyuruh Angel duduk dan berbicara dengannya. Mau tidak mau Angel menurut. Vino duduk di sebelah perempuan yang pernah di cintai nya itu, dan senyum Vino tidak hilang dari wajahnya memandangi Angel.
"Bagaimana kabarmu???" Tanya Vino pada Angel dengan suara lembut seperti biasanya.
"Baik..." Jawab Angel singkat.
"Kau pasti kurang tidur ya?? Lingkar matamu menghitam dan wajahmu juga sedikit kusam??? Apa kau ingin aku membelikanmu skin care yang biasa kau pakai??? Aku akan menyuruh orang untuk mengantarnya kesini besok... Bagaimana???"
"Tidak perlu...!" Sela Angel dengan cepat. "Apa yang ingin kalian berdua lakukan disini??? Jika tidak ada yang penting lebih baik pergilah, karena aku tidak ingin bertemu kalian..!"
Vino kembali tersenyum kemudian membelai rambut Angel. "Kenapa??? Apa kau tidak merindukanku???? Setidaknya kita bisa bercakap-cakap sebentar saja...!"
__ADS_1
Angel membuang muka, enggan untuk menatap dan juga mempercayai ucapan Vino. Dia sangat kesal dengan apa yang sudah di lakukan oleh Vino. Lelaki itu sok bersikap baik padahal Angel tahu, Vino bersikap seperti ini tidak lain adalah karena ingin mengejeknya.
"Pergilah... Aku tidak butuh bertemu kalian... Jika kau datang hanya untuk mengejekku lebih baik pergi saja...!" Ucap Angel jengkel.
"Kenapa??? Kan aku sudah bilang bahwa aku ingin bercakap-cakap denganmu? Salah ya??? Ngomong-ngomong, aku datang untuk memberitahu mu bahwa Shabella dan Jason kekasihmu itu sudah di bawa kesini dan masih dalam proses pemeriksaan... Kau pasti belum tahu ya???"
Angel terbelalak dan menatap Vino tajam kemudian beralih ke arah Vitto yang tersenyum-senyum. "Tidak mungkin...!" Gumamnya tidak percaya.
"Kenapa tidak mungkin??? Apa kau pikir selama nya aku akan bodoh??? Atau kau lupa siapa aku dan keluargaku?? Aku melibatkan interpol untuk mencari keberadaan Ibumu dan kekasih tercintamu itu, dan mereka menemukannya, jadilah mereka ada disini, kalian bisa satu sel nanti dan bisa melakukan aktifitas kalian seperti dulu, kau dan Mama mu bisa menjadikan Jason sebagai budak s3x kalian berdua..."
Mendengar ucaoan Vino, wajah Angel langsung memerah. Dan refleks dia langsung menampar Vino. Lelaki itu terkejut tetapi kemudian terkekeh meskipun Pipi nya memerah bekas di tampar oleh Angel. "Kenapa sayang??? Kenapa menamparku??? Bukankah aku mengatakan hal yang jujur padamu??? Kau memang sering melakukannya dengan Mama mu kan?? Kalian sering bermain bertiga sejak dulu???"
"Aku berkata jujur, kenapa kau terlihat marah seperti itu? Buakankah itu jadi hal yang sangat biasa untukmu..."
"Vino... Kau jahat sekali padaku, aku sudah memberikan semuanya kepadamu bahkan diriku juga aku berikan padamu tetapi kau justru memperlakukanku seperti ini, kau sama sekali tidak tahu terima kasih... Kau hanya memanfaatku dan juga tubuhku selama ini, dan sekarang kau memenjarakanku... Kau memang berengsek...!" Geram Angel.
Vino terkekeh. "Lalu menurutmu apakah itu sebanding dengan uang yang sudah aku berikan padamu??? Harusnya kau bilang jika kau menjual tubuhmu, jadi aku bisa memperlakukanmu layaknya seorang pelaacur...! Kau tidak bilang sih?? Kalau kau bilang dari awal kan aku tidak akan menyeretmu ke penjara....!"
__ADS_1
"Kurang ajar....!" Geram Angel lagi.
"Apa yang selama ini kalian dapatkan itu jauh lebih banyak daripada aku menikmati tubuuhmu selama ini.. Kau harus ingat itu baik-baik...! Penipuan yang kau lakukan dengan keluargamu kepadaku dan keluargaku sudah keterlaluan bahkan jika di hitung, separuh dari harta keluargaku sudah kalian ambil, itu baru berasal darimu, belum dari Jason yang di brengsek itu dapatkan dari Mamaku ataupun Vania...!" Ujar Vino, dia lalu memegang kedua bahu Angel dan meminta perempuan itu agar menatapnya tetapi Angel tetap saja berpaling.
"Apa yang saat ini kau rasakan adalah buah dari apa yang kau lakukan selama ini, kau tahu betul bahwa aku sangat mencintaimu dan mempercayaimu tetapi kau justru memanfaatkan itu dan kau seperti tidak pernah puas, kau selalu melakukan hal rendahan, juga menuruti kemauan Mamamu padahal jelas itu adalah kesalahan... Jika kau memiliki nurani, seharusnya kau menolaknya...!"
"Kenapa aku harus menolak keinginan Mama ku??? Jika kami dapat kesenangan atas itu lalu apa masalahnya? Aku juga tidak pernah sekalipun mencintaimu, kau saja yang bodoh...!" Ucap Angel.
Vino menatap tajam perempuan di hadapannya itu, tangannya mengepal, ingin sekali rasanya dia menampar Angel. Perempuan yang dulu sangat dia cintai, kini seperti seorang penyihir. Benar kata Vitto bahwa Angel hanya memiliki paras cantik di luar tetapi sebenarnya adalah penjahat yabg cerdik dan dia memanfaatkan itu untuk kesenangannya saja tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain.
"Kau memang perempuan bajiingan dan tidak berperasaan... Aku sangat mencintaimu, aku siap memberikan segalanya untukmu tetapi kau justru terus menipuku dengan mulut manismu, penyesalan terbesarku adalah kenapa aku harus mencintaimu...! Karena kau lah aku jadi mengkhianati orang yang benar-benar tulus mencintaiku... Kau menipuku, kau menipu Vania dan kau memfitnah Rana dan keluarganya atas kematian Vania, padahal kau sendiri yang seharusnya bertanggung jawab atas kematian adikku...!"
Angel terkekeh menatap Vino yang sedang di penuhi kemarahan terhadapnya. "Aku yang terlalu cerdas atau kau yang terlalu bodoh sehingga kau bisa tergila-gila padaku hahahaha...!" Tawa Angel menggema di ruangan berkunjung itu.
Vino terlihat sangat marah dan itu justru membuat Angel semakin menertawakannya. "Akan ku pastikan, kau dan Mamamu juga Jason akan di hukum seberat-beratnya, dan aku akan mengambil semua uang keluargaku yang sudah kalian dapatkan...!" Vino mengancam dengan suara tegas tidak terbantahkan tetapi Angel tetap menertawakannya tanpa merasa takut dengan ancaman yang Vino berikan.
Vitto tiba-tiba bertepuk tangan dan berdiri mendekati Angel. "Wow Angel...! Kau memang luar biasa... Perempuan cerdik, bahkan setelah kau melakukan kejahatan yang luar biasa, kau masih bisa tertawa dan menertawakan adikku... Aku sangat bangga sekali padamu...!!" Ucap Vitto.
__ADS_1
"Lanjutkan saja tertawamu itu, satu hal yang pasti adalah kau beserta Jason dan Mamamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal, dan jangan berharap kami akan melepaskanmu begitu saja... Kalian juga sudah terlibat dalam kematian Vania, tentu hukuman kalian juga tidak main-main, kami sudah memiliki semua buktinya...!" Vitto menimpali lagi.