
"Darimana kau mengetahui semua itu??? Apa kau juga terpengaruh dan mengikuti berita yang ada di televisi atau akun gosip???" Tanya Vino.
Arindah menggelengkan kepala nya sambil tersenyum. "Sebelum semua kehebohan itu terjadi dan juga sebelum permasalahan mu dengan Vitto di mulai, aku sudah mengetahui segala nya Vin, Rana adalah pasien ku saat dia hamil kemarin, banyak hal yang sudah dia ceritakan kepadaku, tetapi aku sungguh tidak menyangka jika mantan suami Rana adalah dirimu.."
"Rana pasienmu???" Vino terlihat sm terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.
Arindah mengangguk. "Iya, dia datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannya saat itu, dan selalu rutin datang untuk mengetahui perkembangan janinnya, aku sempat bertanya kepadanya kenapa dia selalu datang sendiri dan kenapa tidak bersama suaminya, tetapi dia menjawab jika dia sudah bercerai dari suaminya, dan dia tidak tahu jika setelah perceraian dirinya ternyata hamil...!"
__ADS_1
Arindah kembali tersenyum menatap Vino. "Dia bercerita bahwa dia benar-benar tidak menyangka jika dia akan hamil padahal hanya melakukan itu satu kali itupun dia di paksa oleh suaminya, ya aku sempat terkejut dengan ceritanya itu, tetapi di beberapa pertemuan selanjutnya dia banyak bercerita kepadaku tentang masalahnya saat berumah tangga dengan suaminya... Dia tidak pernah mengatakan siapa suaminya, tetapi terakhir aku lihat ternyata itu adalah dirimu, kenapa Vin??? Kenapa bisa kau melakukan hal sejahat itu pada Rana??? Dia perempuan yang sangat baik sekali, dan bagaimana bisa kau bisa bersikap kasar kepadanya???" Tanya Arindah. Sebenarnya Arindah tahu semua masalah Vino dan Rana adalah dari Rana sendiri dan juga Vitto yang bercerita saat itu, hanya saja kali ini Arindah tidak mau membawa nama Vitto di hadapan Vino, dia lebih memilih sedikit berbohong mengenai darimana dia mendapatkan cerita itu.
"Apa kau pikir aku tidak pernah menyesali semua itu??? Tidak Ndah, aku selalu menyesali nya bahkan tanpa orang tahu, hatiku sebenarnya sudah menjerit setelah melakukan semua itu pada Rana, bukan karena aku sudah tahu jika Rana tidak bersalah, tetapi aku sudah merasa menyesal dan bersalah sesaat setelah aku melakukan semua itu padanya... Tetapi saat itu aku mencoba mengabaikan perasaan dan hati nuraniku karena aku langsung mengingat tentang kematian Vania, dan amarahku kembali memuncak setelahnya... Tapi jujur aku sangat menyesali nya..." Ujar Vino dengan penuh kesedihan.
Ya, Vino sebenarnya selama menikah dengan Rana dan setiap diaselesai membentak, menyakiti dan menyiksa Rana, Vino selalu merasa bersalah dan sedih, tetapi hal itu langsung dia tepiskan ketika dia mengingat cinta nya pada sang adik yaitu Vania,dimana kepergian Vania yang tragis membuat Vino selalu memupuk dendamnya pada keluarga Rana. Sehingga dia selalu mengesampikan perasaan kasihannya pada Rana, dan terus berusaha untuk menyiksa Rana lagi dan lagi. Diam-diam juga sebenarnya Vino sering mengunjungi kamar Rana ketika tengah malam, Vino duduk di samping tempat tidur dan menatap Rana dalam diam ketika perempuan itu sedang tidur. Dan saat itu juga, Vino bisa melihat bekas airmata di pipi Rana, perempuan itu sepertinya selalu menangis sampai tertidur. Hal itu juga yang membuat Vino tersiksa hatinya, melihat kepedihan yang di rasakan oleh Rana. Hanya saja Vino tidak bisa berbuat banyak karena dia terikat dengan janji nya untuk menghancurkan Rana juga karena saat itu dia memiliki Angel yang sangat dia cintai.
"Vin, apapun alasannya, tidak sepatutnya kau bersikap kasar pada seorang perempuan apalagi dia berstatus sebagai istrimu, kau meninggalkan trauma yang berat untuknya dan siapa yang tidak akan takut jika harus di hadapkan dengan orang yang pernah menyakiti nya.?? Dan sekarang Rana sudah membuka hatinya untuk Vitto, mereka akan menikah, bagaimanapun seharusnya kau juga memberikan selamat pada mereka bukan malah membuat ulah lagi, apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan kemarin???
__ADS_1
Kau melakukan itu untuk menghancurkan karir Vitto tetapi kau lupa bahwa kau juga kembali menyakiti Rana, kau menganggapnya memiliki hubungan gelap dengan Vitto, padahal kau tahu bahwa itu tidaklah benar.. Apa yang terjadi kemarin tentu akan kembali melukai hati Rana dan dia menjadi semakin membencimu...! Lalu bagaimana bisa kau berharap dia akan memaafkanmu???"
"Aku tidak ikhlas jika Rana dengan Vitto... Rana harusnya kembali padaku..! Aku juga ingin Rana mau benar-benar memaafkanku..!"
"Aku hanya ingin mengatakan padamu Vino, jika kau ingin Rana mau memaafkanmu, berhentilah bersikap konyol seperti ini, Rana akan bahagia dan senang jika kau membiarkannya berbahagia juga, kebahagiaannya saat ini adalah Vitto, ya sudah kau harus membiarkannya, jangan recoki dan biarkan mereka berbahagia...Kejadian kemarin jadikanlah sebagai pelajaran hidup untukmu, niat burukmu untuk menggagalkan pernikahan Vitto dan Rana justru gagal, yang artinya Tuhan saja tidak mau memihak kepadamu, artinya Vitto adalah sumber kebahagiaan Rana, kau harus ikhlas menerima itu." Ucap Arindah sambil melemparkan senyum pada Vino yang saat ini terlihat murung dan sedih.
"Bagaimana aku bisa ikhlas Ndah, aku mencintai Rana, aku ingin kembali padanya tetapi dia justru akan menikah dengan kakakku sendiri, lalu bagaimana bisa aku menerima semua itu.. Aku tahu aku salah, tetapi kenapa Tuhan tidak memberiku kesempatan kembali lagi pada Rana, akh benar-benar ingin memperbaiki itu semua, aku sudah di khianati oleh perempuan yang aku cintai, dan aku juga sudah mengabaikan Rana yang sangat mencintaiku dulu, bagaimana aku bisa mendapatkan lagi perempuan yang seperti Rana...!???" Vino berucap dengan sedih dan matanya berkaca-kaca, ada rasa penyesalan juga di matanya.
__ADS_1
"Percayalah kau pasti nanti akan bisa mendapatkan perempuan yang juga baik seperti Rana dan perempuan itu akan tulus mencintaimu, bukan mempermainkanmu lagi seperti Angel. Ubahlah cara berpikir mu, dan fokuslah ke hal yang positif, maka kau akan merasa hidupmu lebih baik dan bahagia, kau juga bisa melupakan segala kesakitanmu dan kau bisa mengejar kebahagiaanmu, ada banyak perempuan baik di dunia ini, dan sometimes kau akan di cintai dengan tulus dan ikhlas oleh seorang perempuan yang sangat baik, kau juga berhak berbahagia Vin... !" Arindah mencoba menghibur dan menyemangati Vino. Arindah berharap Vino bisa mengerti setiap ucapannya tadi, sehingga Vino bisa merasa lebih baik dan juga bisa menerima keadaan yang terjadi saat ini antara Vitto dan Rana.