Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 354


__ADS_3

"Hai Vit.... Bagaimana kabarmu disana dan juga Rana???" Tanya Aditya langsung ketika menjawab panggilan Vitto.


Vitto tersenyum. "Kami sangat baik sekali disini, dan Terima kasih untuk tempat tinggal nya yang luar biasa nyaman sekali... Kami benar-benar menikmati nya... Apa kau sekarang sedang sibuk???" Tanya Vitto.


"Tidak... Aku sedang menemani anak-anak bermain sambil menunggu makan malam... Aku senang sekali kau dan Rana menikmati liburan kalian... "


"Maaf ya Dit, kami selalu merepotkan mu... "


Terdengar suara Aditya tertawa. "Hei.... Tidak merepotkan sama sekali... Kau teman ku, dan aku senang bisa membantu mu... Cahya menunjukkan foto-foto kalian disana, dan aku merasa senang karena kalian tampak bahagia sekali... "


"Ya.... Kami memang bahagia sekali disini, karena tidak ada hal yang membosankan... Dan aku sebenarnya tidak enak padamu untuk mengatakan sesuatu lainnya... "


. "Tidak enak??? Katakan saja, mungkin aku bisa membantu mu..."


"Eh aku dan Rana memutuskan untuk menambah waktu liburan kami disini..."


"Wahhhh bagus dong... Kalian bisa tinggal selama yang kalian mau disana..."


"Eh masalahnya juga, Vino dan Arindah juga akan menyusulku..."


"Lah bagus dong Vit.... Ah begini saja, nanti Vino biar menempati rumah yang satu nya lagi, yang tidak jauh dari rumah yang kau tinggalin sekarang.... Aku ada tiga rumah disana, yang satu nya sih di gunakan untuk mess staff yang aku kirim untuk kantor disana, yang satu nya lagi juga kosong, dulu sempat di tinggalin Danist saat aku mengirim nya bertugas disana.. Vino bisa tinggal disana..."


"Ah tidak perlu Dit, kami bisa tinggal di rumah ini saja, dan sebenar nya kedatangan Vino kesini karena ada masalah yang terjadi... Vino berniat mengirim Papa ke Paris lagi, dan Papa akan di minta tinggal disana saja supaya lebih aman, ada masalah terjadi di rumah yang di khawatirkan Vino, jadi Vino meminta Papa kembali stay di Paris, tetapi aku meminta agar mereka datang kesini dulu selama beberapa hari, baru setelah itu kami bersama-sama ke Paris mengantar Papa. " Ujar Vitto.


"Masalah apa Vit??? Sampai Vino harus membawa Papa kalian ke Paris lagi??? Sorry sorry, tetapi sebelum nya Randy sempat bercerita jika Vino meminta beberapa orang dari Randy untuk melakukan beberapa tugas seperti mengawasi seseorang dan juga menjaga keamanan rumah... Apa kalian sedang dalam ancaman??? Sorry sekali lagi aku menanyakan ini, aku sebenarnya juga khawatir.. "


"Aku pun sebenarnya tidak tahu masalah apa yang terjadi disana, Vino tidak mau memberitahu ku karena cerita nya cukup panjang... Dan dia akan menemui ku untuk menjelaskan semua nya... Dia hanya mengatakan tidak mau mengambil resiko terkait keselamatan Papa, dan dia juga tidak bisa membiarkan Arindah dan Naufal sendirian disana, jadi dia mengajak mereka juga.. Aku bilang agar mereka datang saja kesini baru setelah itu ke Paris, ya supaya Arindah dan Naufal bisa jalan-jalan disini, dan menikmati suasana disini, ya meskipun nanti mereka juga bisa jalan-jalan di Paris... Vino pun setuju, akan membawa mereka kesini lebih dulu... Dan aku harus meminta ijin darimu karena harus membawa keluarga berada di rumahmu.. Vino juga mengatakan jika tidak boleh ada yang tahu mengenai rencana membawa Papa ke Paris dan juga kesini, ya mungkin karena takut ada yang mengetahui sehingga bisa saja merusak rencana itu... "


"Ya... Ya.. Ya.. Aku mengerti sekali maksud Vino, dia pasti takut ada orang yang mengkhianati nya dan memberitahu keberadaan Papa nya.. Itu hal yang bagus sekali.. Memang lebih baik di lakukan secara diam-diam... Masalah nya pasti serius sekali sampai Vino harus melakukan hal itu... Tapi jika kalian tinggal di satu rumah itu, pasti akan sempit, kamar disana hanya dua Vit, lebih baik gunakan rumah yang satu nya lagi untuk Vino dan Arindah... Aku ingin menawarkan yang rumah satu nya lagi, sekarang di pakai staff ku yang bekerja disana... Jadi pilihan nya ya rumah satu nya lagi, yang juga hampir sama dengan yang kau tinggali... Aku akan menyuruh Novia menyiapkan rumah itu untuk Vino ya???" Tanya Aditya.


"Ahhh tidak perlu Dit, di rumah ini saja, biar kamar nya di pakai oleh Papa, dan kamar satu nya bisa di gunakan Arindah dan Rana, aku dan Vino bisa tidur di sofa ruang tengah... Toh aku juga hanya menambah beberapa hari saja, karena aku dan Rana harus pulang ke Indonesia, kami harus bekerja, jadwal pembukaan Bakery Rana juga sudah di atur, jadi bagaimanapun kami harus segera kembali.. Jika Vino dan Arindah ingin menghabiskan waktu di Swiss ya biar saja... Kami sudah terlalu banyak merepotkan mu... Aku rasa rumah ini saja sudah cukup... "

__ADS_1


"Kau yakin???" Tanya Aditya lagi.


"Ya, aku rasa semua ini sudah cukup... "


"Baiklah jika kau memutuskan itu, tetapi kau jangan sungkan untuk mengatakan padaku jika butuh bantuan... Kita sudah seperti keluarga jadi tepis kan rasa tidak enak mu itu... Kau dan Vino bisa menggunakan rumah itu semau kalian... Jangan khawatirkan apapun... "


"Thanks Dit... Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku selalu saja merepotkan mu.. Sorry sorry and sorry... "


"Ah kau ini Vit, jangan terlalu berlebihan.. Aku senang sekali bsa membantu mu... semoga permasalahan yang terjadi bisa segera selesai, dan kalian bisa menjalani kehidupan dengan nyaman.. "


"Ya Dit.. Sekali lagi Terima kasih untuk semua bantuan nya, kalau begitu aku tutup ya, selamat malam... " Vitto mengakhiri panggilan nya dengan Aditya. Merasa lega dikarenakan Aditya sangat baik dan pengertian. Sangat beruntung memiliki seorang sahabat yang seperti itu.


★★★★


Arindah masuk ke dalam mobil suami nya, dia baru saja selesai bekerja. Dan seperti biasa, Vino selalu menjemput nya. Duduk di pangkuan nya adalah Naufal. Vino menutup pintu mobil sebelah kiri setelah istri dan anak nya masuk dan berlari ke pintu kanan mobil nya lalu masuk dan mengemudiman nya untuk pulang. "Bagaimana harimu tadi???" tanya Vino.


"Lelah tetapi sangat baik.... Kau sendiri???"


"Aku pulang dari kantor lebih awal dari biasa nya dan menjemput Naufal lebih cepat... Oh iya, apa Naufal punya dokumen perjalanan ke luar negeri, seperti paspor dan lain nya???" Tanya Vino.


"Ya, kau bisa menyebut nya seperti itu... Ada dimana dokumen nya sekarang???" Tanya Vino.


"Ada di rumah sih... Di rumahku.. " Jawab Arindah.


"Oke... Kita ambil sekarang ya???"


"Kok sekarang??? Memang nya kita mau pergi kapan??? Masih lama juga kan... Aku juga baru mempersiapkan untuk mengurus cuti ku.."


"Kita pergi lusa... " Ucap Vino.


Mendengar itu Arindah langsung terlonjak dan terperangah. "Apa....????? Besok lusa??? Kau ini sudah tidak waras atau bagaimana?? Masa pergi nya besok lusa...??? Kata nya menunggu Vitto pulang... Karena kau tidak bisa meninggalkan pekerjaan mu... "

__ADS_1


"Aku tidak jadi menunggu Vitto, kita pergi lusa ke Paris, Papa juga akan ikut... "


"Ke Paris????? Papa juga ikut??? Kau bilang Vitto memberi kita tiket ke Maldives kok jadi ke Paris???"


"Kau tidak suka Paris??? Disana kan ada banyak tempat bagus???"


"Bukan seperti itu maksudku, ini kenapa jadi mendadak pindah haluan ke Paris, udah gitu lusa pula kita berangkat nya??? Kenapa??? Alasan nya apa???"


"Kita antar Papa ke Paris, aku ingin Papa tinggal disana lagi, meneruskan pengobatan nya disana.. Kita akan mengantar Papa dan liburan sebentar.."


"Mengantar Papa??? Kau ingin Papa kembali kesana lagi??? Papa kan kondisi nya semakin membaik, dan disini kau juga mencari dokter yang terbaik untuk Papa, kenapa Papa harus di kembali kan kesana!!!??? Kasihan Papa, kita sebagai anak harus ada selalu di dekat nya, kita rawat dia dengan baik... Papa juga membantu mu di kantor setiap hari, menandakan dia baik-baik saja... Dan kau ini kenapa memutuskan sesuatu secara mendadak seperti ini... Semua bisa di bicarakan jauh-jauh hari kan???"


"Disana ada tante Anne, adik nya Papa yang akan mengurus Papa.. Aku harus memastikan Papa di tempat yang aman, dan aku tidak mau mengambil resiko... Secepat mungkin aku harus membawa Papa pergi, tanpa di ketahui oleh orang lain, dan hanya kita saja yang tahu..."


"Tapi kenapa??? Apa ini ada hubungannya dengan Reuni dan Angel kemarin???" Tanya Arindah dan Vino menganggukkan kepala nya.


Vino pun akhir nya menjelaskan semua nya pada Arindah agar Arindah mengerti dengan kondisi saat ini. Rencana Reino dan Angel yang begitu jahat membuat nya harus segera mengambil tindakan untuk membawa Papa nya pergi. Vino menjelaskan semua nya dengan detail apa yang tadi dia dengar dari anak buah nya tentang Reino dan Angel.


Arindah menyimak dengan baik, dan sangat terkejut dengan hal itu. Sebuah rencana yang mengerikan dan menakutkan. Kenapa ada orang yang punya pikiran jahat sejauh itu. Ada rasa khawatir dan juga sedih, karena Arindah merasa masalah ini timbul karena pernikahannya dengan Vino. Tetapi sekali lagi Vino meyakinkan istri nya agar tidak terus menyalahkan pernikahan mereka karena kalaupun mereka tidak menikah, Angel pasti tetap akan merencanakan niat balas dendam nya.


Vino menggenggam jemari Arindah. "Kita harus pergi lusa.. Aku tidak bisa menunggu lama sayang... "


"Tapi bagaimana dengan cuti ku??? Tentu tidak bisa jika harus pergi begitu saja... Aku bisa kena teguran dari rumah sakit..."


"Sudahkah.. Jangan terlalu memikirkan nya, jika kau di tegur atau bahkan di pecat, kau bisa cari pekerjaan di tempat lain, atau aku juga bisa membuatkan mu tempat praktek sendiri nanti, atau aku juga bisa membangun rumah sakit untukmu, jangan takut kehilangan pekerjaan mu... Untuk pasien mu, pasti akan ada dokter lain nya yanng mengganti kan mu..."


"Kau bisa mengantar Papa sendiri kesana, aku tidak perlu ikut kan bisa.. ???"


"Arindah sayang.... Hal itu memang bisa di lakukan, masalah nya adalah aku tidak bisa meninggalkanmu dan Naufal disini, aku mengkhawatirkan kalian... Yang ada aku pergi dengan perasaan tidak tenang... Jadi lebih baik kau ikut... Naufal juga.. Kita belum pernah jalan-jakan setelah menikah jadi ini bisa kita jadikan moment untuk melakukan nya.."


" Ada bodyguard yang akan menjaga ku, dan juga sekarang di rumah juga banyak penjaga.."

__ADS_1


"Tetap saja aku tidak tenang.. Kau dan Naufal tetap harus ikut.. Aku tidak mau kau membantah keputusanku.. Kepergian kita ke Paris juga tidak boleh di dengar oleh orang lain, karena aku tidak mau Reino mengendus kepergian kita dan juga Papa... Aku sudah jelaskan tadi berapa berbahaya nya kelompok pembunuh bayaran itu... "


Arindah mengangguk dan setuju untuk pergi bersama suami nya ke Paris. Vino pun mengarahkan mobil nya ke arah rumah Arindah untuk mengambil dokumen Arindah dan Naufal sebagai upaya persiapan mereka untuk pergi besok. Dan Vino akan menyusun rencana bagaimana dia, dan Papa serta istri dan Anak nya akan pergi nanti nya. Vino menahan dulu untuk tidak memberitahu Arindah jika dia akan mengajak nya ke Swiss, bertemu Vitto dan Rana lebih dulu sebelum ke Paris. Vino akan memberi kejutan nanti saja saat mereka di bandara.


__ADS_2