Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 258


__ADS_3

Segala persiapan sudah selesai di lakukan. Rana sudah selesai di make up dan sudah cantik dengan gaun model Hi-lo, dimana bagian depan pendek di atas lutut, sedangkan bagian belakang menjuntai panjang, berwarna putih. Gaun tipe seperti itu membuat Rana yang memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi menjadi terlihat jenjang dan anggun. Rana juga memilih tatanan rambut Half updo, yang membuatmya semakin manis. Di tambah dengan sepatu heels tinggi berwarna senada. Sedangkan Vitto memakai kemeja putih dengan setelan berwarna cream, membuatnya semakin tampan saja.




Acara akan di mulai sebelum matahari terbenam, tetapi Rana dan Vitto akan mengambil beberapa foto dan video untuk dokumentasi di pantai sebelum acara di mulai. Vitto dan Rana keluar dari villa menuju bagian belakang villa dimana tempat pesta akan berlangsung di tepi pantai. Vitto menggandeng tangan Rana dan berjalan pelan menuju tempat acara dan juga pantai. Semua sudah siap, kursi dan meja untuk tamu berjajar rapi dengan hiasan bunga. Ada juga kursi untuk Vitto dan Rana duduki dengan tulisan Wifey dan Hubby. Ada sebuah panggung kecil dan beberapa peralatan musik karena nanti ada sebuah band untuk. menghibur para tamu.




Rana hanya bisa tersenyum dan bersyukur dalam hati, karena ini adalah impiannya selama ini untuk pernikahannya. Menikah di tepi pantai, di hadiri orang-orang terdekatnya, dan memiliki suami yang baik semua sudah terwujud. Bahkan Vitto lebih baik dari dugaannya, lelaki itu memiliki segala yang di inginkan oleh seorang perempuan. Rana sama sekali tidak pernah terpikirkan akan memiliki dan bertemu lelaki sebaik Vitto, yang selalu ada untuknya.


Rana sudah melewati berbagai kesulitan di dalam perjalanan hidupnya kemarin, dan mungkin ini waktu nya dia menikmati kebahagiaannya bersama laki-laki yang sangat di cintai nya itu. Dulu orang tua nya sering berdoa untuk kebahagiaannya dan berharap Rana bisa mendapatkan laki-laki yang mau mencintainya sepenuh hati dan juga menerima segala kekurangannya. Dan sekarang harapan orang tua nya sudah di kabulkan Tuhan. Vitto memiliki segala yang di inginkan Rana, hati yang baik, tulus, peduli dan sangat mencintai nya.


Dia akan menjalani kehidupan rumah tangga dengan Vitto. Dan jika waktunya tiba, tentu Rana juga ingin memiliki bayi dari Vitto. Tidak untuk saat ini, karena dia masih harus menjalani recovery untuk rahimnya, dan baru boleh hamil dalam beberapa bulan lagi. Sebenarnya Rana sedih tetapi dia mencoba berpikir positive dan mungkin ini waktunya untuk bisa menghabiskan waktu dengan Vitto sebelum nanti memiliki anak. Sudah banyak sekali agenda yang di siapkan oleh Vitto setelah mereka menikah. Vitto sendiri ingin menghabiskan waktunya lebih banyak dengan Rana, itulah kenapa mereka bahkan memutuskan berbulan madu dalam waktu yang cukup lama.


Vitto dan Rana mengambil beberapa foto di tempat pesta baru kemudian beralih ke pantai.


Indah...


Itulah kata yang pertama ada di hati Rana. Laut yang cantik, ombak yang tenang, angin yang sejuta menerpa wajahnya, dan senyum Vitto yang begitu tampan membuat Rana tidak bisa mengalihkan pandangannya ke yang lain. Vitto adalah suami nya. Dan lelaki itu sangatlah tampan.


__ADS_1







★★★★


Tamu satu persatu turun dari bus yang memang sengaja di siapkan untuk membawa mereka dari hotel ke tempat acara. Setelah turun, mereka masuk area depan villa dan berjalan menuju tempat pesta berlangsung melalui jalan yang ada di samping Villa. Senyum kebahagiaan terlihat di wajah mereka, seolah tidak sabar untuk melihat kedua mempelai dan memberi mereka selamat. Mereka terlihat begitu takjub dengan dekorasi pernikahan yang sederhana tetapi sangat indah dan cantik. Suasana sore yang indah dan matahari yang akan tenggelam membuat pemandangan semakin luar biasa.


Aditya turun lebih dulu dari bus, dan menggendong Kyra dan Kurus, menurunkan mereka juga. Setelah itu Aditya memegang tangan Cahya yang juga ingin turun. Setelah itu Aditya bergantian membantu Mama nya, juga Ibu mertua nya. Mereka sengaja ikut bus untuk menghargai tamu yang lainnya agar tidak terkesan di istimewakan, dan itu tidak menjadi masalah bagi Aditya dan keluarga nya, karena tempat pesta juga tidak terlalu jauh. Bahkan tadi Kyra dan Kyra sangat menikmati nya, kedua bocah itu tidak berhenti berceloteh. Selain Aditya dan keluarga nya, Danist dan Elea serta Gienka juga berada di dalam bus. Randy, Chitra dan si kecil Louis tidak ketinggalan. Adik Cahya dan Aditya yaitu Chika dan Adri juga turut hadir. Sementara Ariel nanti akan menyusul karena saat ini sedang ada urusan sebentar di hotel.


Elea juga tampil cantik dengan Midi dress berwarna peach, begitu juga dengan Gienka yang terlihat semakin menggemaskan karena gaun yang di pakai nya sama dengan Elea. Danist juga tampan, memakai kemeja berwarna putih berdasi kupu-kupu warna senada dengan pakaian istri dan anaknya. Sementara Chitra, mengenakan A line dress berwarna ungu muda senada dengan pita kupu-kupu yang di pakai Randy dan Louis. Begitu juga dengan Jeany yang tampil elegan dengan mermaid dress berwarna kuning, senada dengan yang di kenalan oleh Mama nya.


Sebenarnya seluruh bahan dari pakaian yang mereka kenakan sebenarnya adalah dari Vitto dan Rana, tetapi mereka bisa membuatnya dengan model dress apapun. Seluruh tamu undangan juga mendapatkan kain dari Vitto dan Rana dengan berbagai warna untuk para tamu perempuan, sedangkan yang wajib di gunakan oleh para tamu laki-laki adalah pakaian putih, seperti kemeja.


Aditya dan Cahya mendudukkan Kyra dan Kyros di kursi yang sudah tertera nama mereka. Cahya juga duduk di sebelah anak-anaknya. Acara belum di mulai karena memang para tamu belum sepenuhnya datang dan juga pengantinya belum muncul. Tadi sebenarnya Cahya sudah mendapatkan bocoran sebuah foto yang di kirim oleh Rana. Dan Cahya tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya karena Rana begitu cantik, dan mungkin lebih cantik dari yang ada di acara pagi tadi.


"Aku tadi siang mengajak anak-anak ke pantai di belakang hotel dan memakan es krim di restoran yang ada disana, tidak sengaja melihat Vino..!" Ujar Cahya.


"Vino??? Adiknya Vitto???" Tanya Aditya.

__ADS_1


"Iya, dia sedang mengobrol dengan seorang perempuan yang tadi ada di acara pagi dan siang, sepertinya perempuan itu saudara Vitto atau Rana deh..!"


"Perempuan yang mana???" Tanya Aditya lagi.


"Perempuan cantik yang tadi membawa anak laki-laki seumuran Kyros dan Kyra..!"


Aditya diam sesaat, mencoba mengingat. "Oh maksudmu perempuan yang memakai pakaian cream siang tadi???" Tanya Aditya dan Cahya mengangguk. "Itu dokter Arindah, dia teman Vitto, dan juga dokter kandungan Rana..! Tetapi bukan teman Vitto sebenarnya, lebih enaknya teman Vino.."


"Oh pantas saja mereka terlihat akrab..." Guenya Cahya.


"Kau serius melihat Vino tadi??? Apa iya dia berani datang??" Ucap Aditya meragu.


"Vino sepertinya memang datang kesini.." Ucap Cahya lagi. Karena da yakin bahwa yang di lihatnya tadi memang lah Vino.


"Kalau datang dimana dia??? Di bus juga tidak ada, sedangkan Papa Vino dan Vitto sudah ada disini..!"


"Mungkin belum datang, dan perempuan yang bernama dokter Arindah itu juga belum terlihat...!" Cahya mengarahkan seluruh pandangannya ke arah, dan dia juga tidak mendapati Arindah. Tetapi mungkin mereka belum datang.


"Apap.. Apap... Apa nanti ada balon??" Tanya Kyra pada Aditya sambil menepuk lengan Aditya.


"Nothing ballons but there will be fireworks.!" Jawab Aditya.


"Fireworks????" Tanya Kyra lagi.


"Yups.... Nanti uncle Vitto dan aunty Rana akan berdiri dan di atas mereka ada fireworks...!" Tambah Aditya lagi.

__ADS_1


Senyum Kyra mengembang. Dan Kyra menyentuh lengan Kyros. "Nanti ada Fireworks..!" Ucapnya pada sangat kakak memberitahu.


"Fireworks... Trak trak trak...!" Ucap Kyros menirukan suara kembang api, membuat Cahya dan Aditya terkekeh.


__ADS_2