
Keesokan harinya......
Vitto keluar kamar dan menuju ruang makan untuk sarapan. Sejak pagi Rana sudah tidak ada di kamarnya, dan istrinya itu sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya. Pagi pertama di rumahnya setelah dia menikah dengan Rana dan kembali dari bulan madu mereka di Maldives selama sekitar dua minggu. Suasana tentu berbeda dari sebelumnya.
Saat memasuki ruang makan, bau masakan Rana menguar memenuhi ruangan. "Wah... Bau nya harum sekali... Apa kau membuat kue untuk sarapan???" Tanya Vitto pada Rana yang sedang berdiri menuang jus di gelas.
Rana menoleh dan melempar senyumnya pada suami nya. "Aku membuat waffle untukmu..."
"Wah pantas saja bau nya begitu manis..." Ucap Vitto sambil menarik kursi lalu duduk.
"Waffle spesial untuk suami tercinta ku, dengan sirup maple akan semakin lengkap..." Rana menuang sirup maple di atas waffle dan memberikannya pada Vitto. Setelah itu Rana juga duduk di depan Vitto dan mereka mulai menikmati sarapan bersama-sama.
"Kita jadi berangkat ke Supernova???" Tanya Vitto sambil mengunyah sarapannya. Semalam Rana mengajaknya untuk pergi ke rumah yang ada di cluster Supernova tempat dimana Rana sebelumnya tinggal. Rana ingin mengambil beberapa pakaiannya yang ada disana, karena di rumah ini dia tidak memiliki pakaian, selain pakaian yang dia bawa ke Maldives. Itupun kebanyakan pakaian pantai dan juga kotor setelah di pakai.
"Iya sayang, aku harus mengambil beberapa pakaianku, serta beberapa barang.. Aku juga kangen dengan suasana rumah Supernova..." Ujar Rana seraya senyum-senyum. Suasana rumah yang tenang dan selama ini jadi tempat yang nyaman untuknya berlindung dan juga tempat yang memiliki banyak cerita selma tinggal disana.
Vitto tersenyum. "Entah kenapa aku merasa bahwa kau begitu mencintai rumah itu, dan seperti nya berat untuk meninggalkannya...?"
"Tentu saja aku mencintai rumah itu, selama ini aku tinggal disana, dan itu jadi tempat yang paling aman untukku, banyak yang terjadi disana... Tentu saja berat meninggalkan rumah yang memiliki banyak cerita, tetapi aku tidak boleh egois, aku sekarang memiliki suami dan aku harus mengikuti kemanapun suamiku pergi dan tinggal..."
"Kalau kau sangat menyayangi rumah Supernova, aku akan memperpanjang sewa nya, atau kau mau aku membeli nya saja???" Tanya Vitto.
__ADS_1
"Membeli nya??? Untuk apa??? Kita sudah punya rumah disini, lagipula wajar jika untuk saat ini agak berat meninggalkan Supernova tetapi nanti aku pasti akan terbiasa kok... Kita selesaikan saja sewa nya, masih beberapa bulan lagi kan???"
"Tidak akan pernah merugikan jika kita membeli sebuah rumah, karena setiap tahun nilai investasi nya akan terus bertambah, selain karena histori, rumah Supernova juga bisa kita jadikan investasi di masa depan... Kita bisa berpindah-pindah jika kita bosan dengan suasana rumah ini, kita bisa pergi ke Supernova dan disana bebas, karena hanya ada kita berdua..." Vitto menurunkan nada suara nya sambil mengedipkan matanya dengan nakal pada Rana seolah mengisyaratkan sesuatu disana.
Wajah Rana memerah, mengerti ke arah mana pembicaraan Vitto. "Kau ini... Sudah cepat habiskan sarapannya lalu kita pergi, banyak juga yang harus kita persiapkan hari ini..."
"Nanti malam kita pulang ke rumah Supernova saja ya??? Nanti gaun mu biar di antar kesana juga..." Tanya Vitto.
"Iya, terserah kau saja.... " Gumam Rana.
★★★★
Malam harinya......
Ketika memasuki venue, suasana sudah terlihat ramai, dan para tamu satu persatu mulai berdatangan, tetapi belum tampak kedua mempelai ada di pelaminan. Sore tadi saat acara akad nikah, Vitto dan Rana juga datang. Acara ituberjalan dengan lancar dan sangat khidmat. Vino mengucapkan ijab kabul dengan baik dalam satu tarikan nafas, lalu setelah itu Arindah baru keluar dengan anggunnya mengenakan pakaian putih dan riasan yang sangat cantik, membuat yang datang terpukau melihatnya. Vino memberikan mahar berupa perhiasan emas seberat 100 gram untuk Arindah, dan itu sesuai permintaan Arindah sendiri. Dan acara itu hanya di hadiri oleh pihak keluarga saja, sementara untuk resepsi malam ini di hadiri oleh seluruh tamu undangan yang terdiri dari berbagai kalangan. Seperti teman, sahabat Vino rekanan bisnis Vino.
Saat melihat kedatangan Vitto dan Rana, beberapa orang tampak menyapa dan menghampiri kedua nya lalu mengobrol. Dan bersamaan dengan itu, Rana melihat ada Jeany, dia langsung memanggil dan memeluk sahabatnya yang sudah tidak dia temui beberapa hari ini karena dia harus pergi berbulan madu dengan Vitto. Jeany pun sangat senang dan memeluk erat Rana, meluapkan kerinduannya pada sangat sahabat. Jeany datang sendiri karena kali ini Edward kembali bertugas untuk memotret acara pernikahan Vino dan Arindah.
"Bagaimana honeymoon mu????" Tanya Jeany menggoda Rana.
"Lancar... Ih kau jahat sekali tidak pernah menghubungiku, giliran aku menghubungimu kau jarang membalasnya... Jahat sekali padahal aku sangat merindukanmu..." Gerutu Rana.
__ADS_1
"Aku sengaja... Karena aku tidak mau mengganggu mu dan Vitto.... Dari foto-fotomu di medsos, aku yakin kalian berdua sangat menikmati nya.... Seru ya???"
"Seru dong... Nanti kau dan Edward juga harus kesana berbulan madu... Dan kalian berdua pasti tidak mau pulang..."
Jeany langsung mencubit pinggang Rana. "Berbulan madu, pacaran saja belum.. Sudah jangan malah menggoda ku... Eh aku masih tidak menyangka jika Vino menikah dengan dokter Arindah.... Ini seperti mimpi, tapi aku senang, karena dengan ini, kau tidak perlu khawatir di ganggu oleh Vino..."
"Sssshhhh...!"
Jeany dan Rana pun tertawa dan mereka mengobrol sambil menunggu acara di mulai dan juga kedua nya tidak sabar lihat kedua mempelai hadir di atas pelaminan. Sore tadi Arindah terlihat sangat cantik sekali, dan Vino juga tampan. Mungkin malam ini kedua nya juga tidak akan kalah menawannya dengan sore tadi.
Saat sedang asyik mengobrol dengan Jeany, Tiba-tiba pundak Rana di sentuh oleh seseorang. Rana menoleh ke belakang dan mendapati Cahya berdiri di belakangnya bersama dengan Kurus yang ada di gendongannya. "Cahya... Astaga.... Apa kabar???? Kangen sekali..." Rana memeluk Cahya dan mencium pipi bocah laki-laki yang menggemaskan itu.
"Baik... Kau sendiri bagaimana??? Menyenangkan sekali honeymoon nya??? Hahahaha.."
"Bisa di katakan seperti itu, hehehe..."
Sementara itu, Vitto juga mengalami Aditya yang sedang menggandeng Kyra. Mereka akhirnya bergabung dan mengobrol. Cahya tidak berhenti memuji Rana yang wajahnya semakin terlihat berbinar, mengerti jika Rana saat ini benar-benar sedang berbahagia.
Di tengah obrolan yang seru, Aditya tiba-tiba menyenggol pinggang Vitto, seolah ingin menyampaikan sesuatu kepada temannya itu. Vitto pun menatap Aditya, dan Aditya langsung menunjuk ke pintu masuk. "Dia di undang juga????" Tanya Aditya pada Vitto.
"Iya.... Tamu spesial..." Jawab Vitto sambil menatap kedatangan Reino.
__ADS_1
"Wajahnya sepertinya tidak bersahabat dan terlihat semakin menyebalkan... Apa Vino tidak takut jika dia berulah nanti???" Tanya Aditya lagi.
"Kita lihat saja, apa yang akan dia lakukan nanti... Aku sebenarnya penasaran juga, lihatlah wajah bodohnya itu yang menyimpan kemarahan di dalamnya... Aku yakin dia pasti tidak hanya sekedar datang tetapi ada sesuatu yang sedang dia persiapkan... Kita akan lihat bersama-sama apa rencana nya..." Gumam Vitto.